MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Pilu rasa hati dikala menyaksikan bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Indonesia menelan tidak sedikit korban. Ratusan yang meninggal, ribuan mengungsi, hunian rubuh dan hancur. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Pemuda Hidayatullah bergerak serentak untuk turut serta menolong saudara-saudara kita yang terdampak bencana.

“Korban tak hanya menyaksikan bencana terjadi dari layar televisi atau pesan-pesan yang beredar di WhatsApp atau grup BiP, mereka bahkan merasakan langsung bencana itu dan tidak sedikit diantara mereka yang kehilangan orang terkasihnya,” kata Kepala Departemen Kaderisasi PP Pemuda Hidayatullah M. Rizki Kurnia Syah, SHI, ME dalam keterangannya, Senin (18/1/2021).

Rizky mengatakan, dengan dilandasi semangat solidaritas dan kemanusiaan, kita perlu melakukan sesuatu untuk meringankan beban mereka yang terdampak langsung atau tidak langsung karena bencana alam ini.

Rizky yang juga Ketua Divisi Infokom Search and Rescue (SAR) Hidayatullah ini mengatakan, relawan pemuda dibawah koordinasi SAR Hidayatullah sejak beberapa hari ini telah bergerak ke sejumlah titik bencana termasuk ke Kalimantan Selatan yang merata dilanda banjir.

“Sejak hari pertama, SAR Hidayatullah Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah di lapangan,” kata Rizky.

Begitupun daerah lainnya, SAR Hidayatullah juga bergerak ke melakukan tanggap darurat bencana di Majene-Mamuju pascagempa berkekuatan magnitudo 6,2, yang melanda kabupaten itu pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 02.28 Wita. Gempa yang berpusat di 2,98 LS, 118,94 BT atau 6 kilometer Timur Laut Majene ini berdampak dalam skala besar.

“Beberapa teman teman di daerah juga seperti Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, Riau dan berbagai daerah lainnya bergerak serentak melakukan penggalangan dana. Kegiatan ini baik penggalangan maupun penyaluran bekerjasama dengan BMH,” kata Rizky.

Rizky berpesan kepada segenap pemuda dan relawan dimanapun berada untuk tetap waspada, mawas diri, dan tetap melakukan sosialisasi dan konsolidasi kewaspadaan dini dalam tanggap bencana yang rentan terjadi di wilayah Indonesia.

Ia pun mengingatkan mengenai peta zona kerentanan gerakan tanah sebagai salah satu bentuk early warning system (EWS) untuk menghindari dampak bencana tanah longsor di berbagai wilayah di Tanah Air.

Seperti diketahui, kondisi geologis dan geomorfologis wilayah Indonesia memang rentan terhadap berbagai kemungkinan terjadinya bencana alam tanah longsor.

“Teman SAR Hidayatullah juga masih memantau situasi terkini di Manado yang juga dilanda banjir dan longsor Sabtu kemarin sekitar pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50-300 centi meter,” kata Rizky.

Jauh sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah merilai bahwa tidak ada satu pun tempat di Indonesia yang bebas bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan lahan, dan hidrometeorologi.

“Karena itu, kita perlu selalu mengimbau dan mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana,” pungkas Rizky.

Laporan: Suhardi
Editor: Muh Akbar