MUJAHID DAKWAH. COM, MAKASSAR – Ketua Yayasan Buq’atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, Ustaz Muhammad Iqbal Djalil, Lc., menyatakan kesiapannya untuk memberikan beasiswa kepada Jayalah PSM, putra Ketua Laskar Ayam Jantan, Uki Nugraha alias Daeng Uki.

Ustaz Ije, sapaan anggota DPRD Makassar dua periode itu, menyampaikan hal tersebut di depan jamaah Masjid Raya Bukit Baruga Antang, saat berlangsung tabligh akbar dan kegaiatan hapus tato yang diadakan gabungan kelompok pendakwah, Ahad (23/6/2019) sore kemarin.

“Saya bersedia menampung di pesantren kami di Gombara, dengan biaya gratis untuk ananda Jaya,” ujar Ustaz Ije disambut takbir dan isak tangis jamaah.

Tak hanya itu, ketua Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan itu juga menjanjikan pengurusan pendidikan ke luar negeri apabila Jaya telah menamatkan pendidikan di Pesantren Darul Aman Gombara.

Mata Daeng Uki tampak berkaca-kaca mendengar penyampaian Ustaz Ije. Sesekali ia mengelap dengan kedua tangannya.

Menjadikan Jaya sebagai seorang santri pertama kali diutarakan Ustaz Fahrurrazi Anshar, da’i kondang yang tengah mengisi tabligh akbar itu.

Bahkan sebelum ada penyampaian dari Ustaz Ije, Ustaz Fahrurrazi, yang masih tecatat sebagai mahasiswa S3 di salah satu kampus Islam di Sudan, juga mengaku akan mencarikan biaya pendidikan bagi Jaya untuk bisa sampai kuliah di Madinah atau di Sudan.

Daeng Uki merasa sangat terharu. “Saya ini ibarat berasal dari comberang lalu dibersihkan dengan air bersih. Saya sangat bersyukur karena masih ada yang mau melihat saya menjadi orang baik,” tutur pendukung fanatik PSM Makassar yang cukup disegani ini.

Ia bukanlah Daeng Uki yang dulu. Sejak beberapa tahun terakhir, pria yang khas dengan model rambut berjambul yang mirip jambul ayam jago itu, telah memantapkan diri berhijrah.

“Dulu, Jaya itu selalu bilangi saya ‘ayah kafir’, karena tidak shalat!” ucap Daeng Uki mengenang.

Kini, Daeng Uki rajin beribadah dan mempelajari Islam lebih dalam lagi.

Dia pun berbagi kisah hijrahnya kepada jamaah, tamu serta undangan yang hadir.

Kemarin juga, setelah dari Vietnam mendampingi PSM berlaga, Daeng Uki datang untuk menghapus tato yang cukup banyak tertulis di sejumlah bagian tubuhnya.

“Jaya bilang ‘kalau saya masuk pesantren dan sudah keluar, saya tidak mau lihat lagi ada tato di badan ayah’,” terangnya.

Daeng Uki memastikan mantap dengan pilihannya berhijrah dan meninggalkan kebiasaannya buruknya saat menjadi suporter. Namun, dia menegaskan akan tetap menjadi pendukung setia PSM.

Dia pun juga terkadang mengajak kepada anggota suporter lain yang Muslim untuk melaksanakan ibadah saat waktu shalat telah masuk.

“Kalau teman-teman tinggalkan saya karena perubahan saya ini, tidak apa-apa. Biar hanya saya dan Jaya saja yang selalu setiap mendukung dan mendampingi PSM,” katanya.

Ustad Fahrurrazi mengatakan cukup banyak keajaiban yang dialami Daeng Uki sejak ia berhijrah. Seakan-akan doanya selalu terkabulkan, seperti ibadah umrah, telah ia laksanakan, memasukkan putranya ke pesantren, tiba-tiba ada Ustaz Ije yang bersedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here