MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Kota Gaza menggelar pemakaman massal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Selasa ini, dengan mengantarkan jenazah 112 syuhada dari dua keluarga. Jenazah mereka berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan pendudukan Israel selama perang pemusnahan di lingkungan Sabra, selatan kota tersebut, Selasa (4/8/2026).
Pemakaman ini, dengan skala dan jumlah korbannya, menjadi dokumentasi hidup salah satu pembantaian terbesar yang menimpa keluarga-keluarga Palestina selama genosida berlangsung.
Sebuah lapangan terbuka di kota itu dipenuhi puluhan jenazah syuhada yang dibungkus kain kafan putih dan bendera Palestina, berjajar dalam pemandangan yang mengharukan. Warga berduyun-duyun datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para korban yang terampas hak penguburannya selama berbulan-bulan.
Tangisan, lantunan takbir, dan doa bergema di antara kerumunan orang, sementara keluarga-keluarga berdiri di depan peti jenazah yang berisi anak-anak dan kerabat mereka yang terkubur reruntuhan sejak akhir tahun 2023.
Prosesi pemakaman ini dilakukan setelah tim pertahanan sipil dan penyelamat berhasil mengangkat jenazah-jenazah tersebut setelah pencarian selama berhari-hari dalam kondisi lapangan yang rumit dan kekurangan peralatan yang parah.
Pertahanan Sipil mengumumkan pada Sabtu bahwa operasi pencarian di sebuah blok permukiman di daerah Sabra telah berakhir setelah 136 jam kerja tanpa henti, di mana tim berhasil mengangkat jenazah para syuhada.
Data menunjukkan bahwa di antara korban terdapat 40 anak-anak, 38 perempuan, dan 7 penyandang disabilitas, yang mencerminkan sifat sipil para korban dan memperkuat karakterisasi kejadian ini sebagai pembantaian besar-besaran yang menargetkan seluruh keluarga di dalam rumah mereka.
Detail pembantaian ini bermula pada 23 November 2023, ketika tentara Israel menyerang blok permukiman yang berisi rumah-rumah keluarga Al-Hasaina dan Abu Sharia di lingkungan Sabra, beberapa jam sebelum gencatan senjata kemanusiaan pertama dimulai. Serangan ini mengakibatkan syahidnya puluhan warga sipil dan terkuburnya mereka di bawah reruntuhan.
Jenazah-jenazah itu tetap terkubur selama berbulan-bulan karena tim penyelamat tidak bisa menjangkau lokasi akibat operasi militer yang berlanjut dan kondisi daerah yang berbahaya. Dengan dibukanya akses baru-baru ini, proses pengangkatan jenazah menjadi perlombaan melawan waktu untuk mengeluarkan korban dan memakamkan mereka.
Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭
Sumber: Palinfo









































































