MUJAHIDDAKWAH.COM,ย GAZA โ Serangkaian serangan udara dan operasi militer yang dilancarkan pasukan pendudukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Rabu (5/11) dilaporkan telah memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat kritis di wilayah tersebut. Tindakan ini disebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disepakati sejak 10 Oktober lalu.
Menurut laporan dari lapangan, pasukan Israel melakukan pembongkaran besar-besaran terhadap blok-blok perumahan dan melancarkan serangan udara intensif di kawasan timur Kota Gaza, termasuk lingkungan Tuffah, Shujaโiyya, dan Jalan Al-Nakheel. Akibatnya, sebagian besar wilayah tersebut kini berubah menjadi puing-puing.
Di bagian selatan, operasi penghancuran juga terjadi di timur Khan Younis, disertai tembakan artileri ke arah Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah.
Serangan udara dan tembakan artileri dilaporkan berlangsung hingga tengah malam, mencakup wilayah Zeitoun, Khan Younis, Kota Gaza, dan Jabalia. Selain itu, kapal perang Israel dikabarkan melepaskan tembakan ke arah laut lepas di wilayah Rafah.
Seorang warga sipil, Saja Muhammad al-Shawaf dari kota Abasan al-Kabira, dilaporkan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya beberapa hari sebelumnya.
Data kemanusiaan terkini menunjukkan bahwa sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan, sedikitnya 241 warga Palestina gugur dan 607 lainnya luka-luka. Selain itu, 511 jenazah baru ditemukan dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Secara keseluruhan, sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Jalur Gaza telah mencapai 68.872 orang, dengan 170.677 warga lainnya terluka akibat serangan dan kondisi kelaparan yang semakin parah.
Masyarakat internasional kembali mengecam keras pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata serta penggunaan kekuatan militer yang tidak proporsional terhadap warga sipil.
Sejumlah lembaga kemanusiaan menyerukan agar seluruh pihak segera menghentikan agresi militer, mematuhi komitmen gencatan senjata, dan membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan jutaan warga Gaza yang kini terjebak dalam krisis.
Sumber: Palinfo
















































































