Ada sebuah Mesjid Besar di tengah kota di wilayah Sulawesi Selatan saya selalu memperhatikan yang menjadi adzan, iqomah, membersihkan Mesjid, MC/ pertokol orang tua semua, pengajian TPQ (taman pendidikan Al Qur’an) tidak ada, padahal di butuhkan oleh masyarakat.
Para remaja yang ada di sekitar Mesjid saya perhatikan hanya menjadi tukang parkir ilegal dan rata-rata mereka tidak sholat, merokok, mereka berbicara sering menggunakan kata2 kotor dll
Saya pernah tanya salah seorang jamaah Mesjid kenapa Mesjid ini tidak ada Remaja mesjid ??? Alangkah bagusnya jika ada Remaja Mesjid karena Remaja masjid adalah perkumpulan pemuda masjid yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan suatu masjid.
Dengan adanya Remaja mesjid, mereka bisa menjadi Muadzin, pembaca Acara Hari Besar Islam, mampu membantu manajerial Dakwah dalam upaya memakmurkan Masjid dll, itu kata saya kepada Jamaah Mesjid tersebut.
Dia menjawab bagaimana ada Remaja Mesjid di sini pak ? Pengurus Mesjid sering mengusir anak-anak karena ribut sehingga mereka takut-takut lagi ke Mesjid.
Banyak di antara kita yang memarahi anak ketika mereka ribut di masjid. Bahkan, ada masjid tertentu yang tidak memperbolehkan anak-anak masuk ke dalamnya. Sehingga, seorang ibu yang memiliki anak, tidak bisa merasakan kebersamaan di dalam masjid. Inilah hal yang salah! Mengapa? Sebab, Rasulullah ﷺ tidak melakukan demikian.
Bahkan Rasulullah ﷺ tidak pernah memarahi anak-anak yang ribut di masjid. Bahkan, beliau melakukan hal yang membuat hati anak-anak tenang. Seperti halnya, menggendong anak ketika shalat atau pun khutbah, mempercepat shalat ketika mendengar anak yang menangis, dan masih banyak lagi hal baik lainnya.
Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya, Rasulullah sedang berkhutbah di mimbar masjid lalu kedua cucunya Hasan dan Husein datang bermain-main ke masjid dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan sempoyongan jatuh bangun karena memang masih bayi, lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata,
Artinya: “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (HR. Abu Daud).
Dalam hadis lain diceritakan, bahwa Rasulullah shalat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain dengan menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai shalat Rasulullah memangku kedua cucunya itu. (HR. Ibnu Khuzaimah).
Pada hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi memendekkan bacaannya pada saat shalat Subuh (dimana biasanya selalu panjang), lalu sahabat bertanya, “Ya Rasulullah kenapa shalatnya singkat, tidak seperti biasanya?” Rasulullah menjawab, “Aku mendengar suara tangis bayi, kukira ibunya ikut shalat berjamaah bersama kita, aku kasihan dengan ibunya,” (HR. Ahmad).
Tak ada satu pun tindakan Rasulullah yang menunjukkan bahwa beliau memarahi anak-anak di masjid. Lantas, atas hak apa kita memarahi anak-anak di masjid?
Kita sebagai seorang dewasa, dituntut untuk lebih cerdas dalam memahami dan menyelesaikan masalah anak-anak. Jangan biarkan karena kita merasa terganggu, membuat anak-anak takut karena dimarahi. Lakukanlah cara seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah.
Anak itu merupakan generasi penerus. Jika tidak dibiasakan sejak kecil ke masjid, maka siapa yang akan meneruskan perjalanan kaum muslimin yang memakmurkan masjid? Jika kita marahi, boleh jadi anak mengalami trauma dan enggan kembali ke masjid sehingga mereka lebih memilih ke tempat games, berkutat dengan gadget, sosial media, dll.
Sehingga mereka akan terlena dan terpengaruh ke dalam hal-hal yang negatif akibat pergaulan dan pengaruh teknologi informasi. Ketahuilah banyak kenakalan Remaja yang terjadi di tengah-tengah masyarakat karena mereka tidak pernah di ajak ke Mesjid sejak dini.
************
Penulis: Ustadz Syarifuddin Liwang
(Pimpinan Posko Yatim dan Pembina Pesantren Tahfizhul Qur’an Ukhuwah Muslimin Samaya Gowa)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)












































































