MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA — Ketahanan sebuah bangsa tidak selalu bermula dari kebijakan besar atau pembangunan infrastruktur. Ia justru tumbuh dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan manusia: keluarga.
Pesan itu mengemuka dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Tokoh Muslimah yang menjadi bagian dari rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah di Auditorium Sukarman, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 20 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Perempuan Berdaya untuk Indonesia Tangguh: Kontribusi Strategis Muslimah untuk Ketahanan Bangsa”, forum tersebut mempertemukan para pimpinan Muslimah Wahdah dari berbagai wilayah dan daerah di Indonesia dengan sejumlah tokoh perempuan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Netty Prasetiyani Aher, menekankan bahwa keluarga memiliki posisi fundamental dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus ketahanan bangsa.
“Ketahanan bangsa tidak dimulai dari gedung yang megah, melainkan dari kemampuan keluarga dalam menjaga, mendidik, melindungi, dan membentuk manusia yang berkualitas dan berkarakter,” kata Netty.
Menurut dia, penguatan keluarga tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan. Perempuan, katanya, memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan berbagai dinamika yang terjadi dalam kehidupan keluarga.
Ia mengibaratkan perempuan sebagai navigasi yang membantu mengarahkan perjalanan sebuah keluarga. Peran tersebut semakin penting di tengah lingkungan tumbuh anak yang kini semakin kompleks.
Netty menyebut setidaknya terdapat empat ekosistem utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak, yakni rumah, sekolah, lingkungan, serta ruang digital dan media sosial.
“Rumah menjadi benteng pertama bagi anak,” ujarnya.
Namun, benteng tersebut kini berhadapan dengan tantangan yang tidak hanya datang dari lingkungan fisik. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat anak dapat berinteraksi dengan berbagai informasi dan nilai dari luar rumah dalam waktu yang sangat cepat.
Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menurut Netty membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi. Kebijakan publik tidak cukup hanya berorientasi pada sektor tertentu, tetapi perlu melihat keluarga sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia.
Muslimah sebagai mitra strategis negara
Dalam konteks tersebut, Netty mendorong perempuan, termasuk Muslimah, untuk tidak hanya diposisikan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga sebagai mitra strategis negara.
Ia memetakan setidaknya empat peran yang dapat diperkuat.
Pertama, sebagai educator, perempuan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga, termasuk membangun kesadaran mengenai kesehatan, pendidikan, pengasuhan, hingga literasi digital dari tingkat paling dasar.
Kedua, sebagai early detector, perempuan berada pada posisi yang strategis untuk mengenali lebih awal berbagai persoalan yang muncul dalam keluarga, termasuk persoalan gizi dan kesehatan.
Ketiga, sebagai community mobilizer, perempuan dapat menggerakkan potensi keluarga dan masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan sosial secara bersama-sama.
Keempat, sebagai policy partner, perempuan diharapkan mampu menyampaikan aspirasi, memberikan masukan kritis, serta menawarkan solusi kepada para pengambil kebijakan, termasuk legislatif.
Gagasan tersebut menempatkan pemberdayaan perempuan bukan semata-mata sebagai agenda kesetaraan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan bangsa.
Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, keluarga membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu menjawab persoalan nyata di tingkat masyarakat. Pada saat yang sama, perempuan membutuhkan ruang yang lebih luas untuk berkontribusi dalam proses edukasi, pencegahan masalah, penguatan komunitas, hingga perumusan kebijakan.
Silatnas Muslimah Wahdah menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan gagasan tersebut. Dari forum itu, muncul satu pesan penting: membangun Indonesia yang tangguh perlu dimulai dengan memperkuat keluarga dan memberi ruang lebih besar kepada perempuan untuk menjadi bagian dari solusi.
Laporan: Muslimah Wahdah Islamiyah










































































