MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIBA Makassar sukses mengadakan Webinar Nasional yang bertema ‘Penguatan Literasi untuk Mengabdi dan Mengabadi’ yang diadakan secara Virtual pada Ahad, (6/9/2020).
Kegiatan ini mengahdirkan dua pemateri yakni Ustadz Dr. Nirwan Syafrin Manurung selaku pendiri INSISTS dan Dosen Pascasarjana UIKA Bogor, kemudian yang kedua Ustadz Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin yang juga sebagai penulis dan Dosen STIBA Makassar.
Dalam paparannya Dr. Nirwan menjelaskan tentang tradisi menulis dalam Islam. Keduanya adalah suatu bagian yang tidak terpisahkan.
“Tradisi menulis bagian inherent dari Ajaran Islam, Karena ajaran Islam melekat dengan tradisi ilmu. Wahyu pertama bicara tentang membaca dan menulis. Dan salah satu surah dalam Al-Qur’an diberi nama al-Qalam,” ujarnya.
Bahkan para sahabat Nabi sangat memperhatikan tentang tradisi menulis tersebut. Dan di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang berbicara tentang tema kepenulisan.
“Di dalam al-Qur’an terdapat 370 kali. Al-Qur’an dan Hadits sejak masa masa Rasul telah ditulis (bukukan): Rasul saw memiliki lebih dari 65 sekretaris (al-katib). Sebagian sahabat memiliki catatan (mushaf) al-Qur’an sendiri, membuktikan bahwa para sahabat sangat perhatian dengan tradisi tulis menulis,” pungkasnya.
Dosen Pascasarjana UIKA Bogor tersebut menjelaskan tentang tujuan dan pentingnya menulis sebagai bentuk perjuangan dakwah.
“Tujuan tulisan da’wah untuk menjelaskan ajaran-ajaran Islam, mengurai atau menjelaskan kekeliruan atau syubhat yang muncul ditengah masyarakat, mengkritik pandangan yang salah tentang Islam, menyampaikan gagasan-gagasan baru,” tegasnya.
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom












































































