• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Senin, Agustus 10, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in KHAZANAH, Sejarah Islam

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 3): Syaikh Arsyad Al-Banjari, Ulama Pendidik dan Penegak Syariat di Kalimantan

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 10 mins read
Juni 16, 2026
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Pembicaraan mengenai ulama-ulama di nusantara seringkali diramaikan oleh ulama-ulama yang berasal dari Sumatera atau Jawa. Sayangnya belum banyak yang memberi perhatian pada ulama dari daerah lain, terlebih dari Kalimantan. Padahal kontribusi mereka dalam mendakwahkan Islam di nusantara tak kalah pentingnya. Syaikh Arsyad Al-Banjari adalah salah satu ulama yang tunjukkan peran besarnya dalam menorehkan tinta emas di nusantara.

Nama Syaikh Arsyad Al Banjari dinisbatkan kepada asal usul beliau yang berasal dari Banjar (Kalimantan Selatan). Istilah Banjar sendiri merupakan penyebutan singkat untuk Banjarmasin. Sebuah Kesultanan besar yang pernah berdiri di Kalimantan. Istilah Banjarmasin sebutan untuk Kampung Oloh Masih atau Orang Melayu.[1]

Asal usul orang Banjar sendiri tampaknya merupakan gelombang kedua orang-orang Melayu yang bermigrasi ke Kalimantan dari Sumatera di masa lampau. Gelombang pertama merupakan orang-orang Melayu yang sudah lebih dahulu menetap di Kalimantan. Orang-orang gelombang pertama ini kemudian terdesak oleh kedatangan orang-orang Banjar. Mereka (orang gelombang pertama) kemudian bergeser ke pedalaman, yang kelak disebut orang-orang Dayak[2].

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Penyebaran Islam di di Banjarmasin, menurut Hikayat Banjar, tak bisa dilepaskan dari Kerajaan Banjarmasin yang awalnya bercorak Hindu. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke 16. Pada saat itu lalu-liintas hubungan antara Kalimantan bagian selatan dan Jawa sudah ramai. Kerajaan Banjar di bawah Pangeran Samudera menjadi vassal dari Majapahit. Runtuhnya Majapahit, yang kemudian digantikan oleh Demak, turut membawa perubahan di Kerajaan Banjarmasin. Pangeran Samudera membutuhkan bantuan Demak untuk menguasai Kerjaan Daha. Demak bersedia membantu Kerajaan Banjar dengan syarat Pangeran Samudera dan pengikutnya bersedia memeluk Agama Islam. Syarat ini disetujui oleh Pangeran Samudera. Demak kemudian mengirimkan seribu pasukan beserta dua orang ulama. Pangeran Samudera pun diberi gelar Surianullah oleh seorang Arab bernama Khatib Dayan.[3]

Kehadiran Islam di Kalimantan memang bukan hal baru. Bahkan pada abad ke-9, sebuah kerajaan di Kalimantan mengirimkan seorang Arab sebagai dutanya untuk urusan dagang.[4] Namun kehadiran Kerajaan Banjarmasin yang pada abad ke 16 telah menjadi Kerajaan (Kesultanan) Islam, semakin mengukuhkan proses penyebaran Islam di Banjarmasin. Selanjutnya, Islam di Banjarmasin telah menjadi identitas bagi orang Banjar. Islam turut menyatu dengan kebudayaan orang Banjar. Apabila ada orang Dayak yang memeluk Islam, maka ia melepas identitas Dayaknya dan melebur menjadi orang Melayu. Proses pengislaman masyarakat Banjar turut menyentuh aspek-aspek tradisi masyarakat Banjar. Seperti misalnya tradisi Aruh Tahun yang di-Islam-kan menjadi Aruh Maulid.[5]

Dakwah Islam di Banjarmasin semakin kokoh dengan hadirnya seorang ulama besar, Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari. Sejarah Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari tak bias dilepaskan dari Kesultanan Banjarmasin. Ia lahir di Lok Gobang, Martapura, Banjarmasin, tahun 1122H/1710EB.[6]

Sejak kecil ia telah mendapatkan pendidikan agama, kemungkinan oleh ayahnya sendiri, Abdullah, atau oleh ulama di desanya. Diceritakan bahwa pada usia tujuh tahun, Arsyad Al-Banjari telah mahir membaca Qur’an secara sempurna. Kemampuan ini menjadikannya terkenal dan menarik perhatian Sultan Banjar saat itu, Sultan Tahilullah (1112-58H/1700-45EB).[7]

Sultan kemudian mengajak Arsyad Al Banjari beserta keluarganya untuk tinggal di Istana Sultan. Ketika Arsyad Al-Banjari beranjak dewasa, Sultan bahkan menikahkannya dengan seorang perempuan pilihan Sultan. Sultan Tahilullah kemudian membiayai Arsyad Al Banjari muda untuk menimba ilmu di Haramayn (tanah suci), bahkan membelikannya rumah di daerah Syamiyah, Mekkah. Rumah yang masih dipertahankan perantau dari Banjar hingga belakangan ini.[8]

Di Mekkah-Madinah ia menimba ilmu dari banyak ulama. Beberapa diantaranya yang terkenal adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Samman untuk mempelajari tasawuf. Syaikh Muhammad Al Banjari juga menimba ilmu dari Syaikh Sulayman Al Kurdi yang dikenal sebagai pakar fiqih, dan Syaikh Atha’ullah Al Mashri yang dikenal sebagai ahli hadist.[9] Ia juga kemungkinan belajar ilmu falak (astronomi) dari Syaikh Ibrahim Al Rais Al Zamzami.[10]

Setelah menimba ilmu selama 25 tahun di Mekkah dan 5 tahun di Madinah, ia mulai mengajar murid-murid di Masjidil Haram. Meski telah puluhan tahun menimba ilmu, namun ia masih merasa perlu untuk belajar lagi. Bersama para sahabatnya, Abdushamad Al-Palimbani, Abdurahman Al-Batawi, Abdul Wahab Al-Bugisi, mereka meminta izin pada guru mereka, Atha’ullah Al Mashri untuk menambah ilmu di Kairo. Meski menghargai niat mereka, namun sang guru, menyarankan mereka untuk kembali ke nusantara, dan memanfaatkan ilmu mereka untuk berdakwah di Nusantara.

Meski sempat berkunjung sebentar ke Mesir, Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari akhirnya kembali ke Nusantara. Sebelum ke Banjarmasin, ia sempat singgah di Riau dan Batavia. Selama persinggahannya di Batavia untuk bersilaturahmi dengan kaum ulama di Batavia, Syaikh Arsyad al Banjari sempat sholat di beberapa masjid, termasuk di Masjid Jembatan Lima. Di Masjid ini ia menemukan kekeliruan dalam arah kiblat, kemudian membetulkan arah kiblat masjid tersebut. Hal ini sontak menimbulkan kehebohan di masyarakat. Syaikh Arsyad al Banjari pun dipanggil Gubernur Jenderal di Batavia saat itu. Namun penjelasan matematis beliau justru memukau penguasa.[11] Hingga kini, di mihrab masjid tersebut terdapat penanda beraksara arab, yang menyebutkan kiblat masjid telah diperbaiki 25 derajat oleh Syaikh Muhammad Al-Banjari pada Safar 1186 H (1772 EB).[12]

Masa-masa belajarnya di Mekkah dan Madinah, menjadi masa yang menjembatani antara tasawuf dan syariat. Rekonsiliasi antara tasawuf dan syariat ini menjadi ciri para ulama nusantara penimba ilmu di Haramayn pada masa itu.[13]

Hal ini dapat dilihat dari peran ulama Nusantara pada zamannya yang berkontribusi pada pengembangan dakwah di Nusantara yang menjunjung syariat Islam. Syaikh Abdusshamad Al-Palimbani misalnya, meski tak kembali ke Nusantara, dari Haramayn ia berperan besar menggelorakan Jihad bagi umat Islam di Nusantara melalui karyanya semacam Nasihah Al Muslimin fi Fada’il Al Jihad. Syaikh Arsyad Al-Banjari pun menempuh jalan yang sama. Ia mencurahkan ilmunya untuk mendidik masyarakat Banjar sekaligus melakukan penegakan Syariat Islam lewat Kesultanan Banjarmasin.

Syaikh Arsyad al Banjari kembali ke Banjarmasin tahun 1772, pada masa Kekuasaan Sultan Tamjidillah (1745-1778). Kehadiran Syaikh Arsyad Al Banjari disambut dengan hangat. Meski selepas Sultan Tamjidillah, Kesultanan Banjarmasin beberapa kali dilanda konflik internal dalam pergantian kepemimpinan, namun Pangeran Nata bergelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) akhirnya mengukuhkan kekuasaannya di Kesultanan Banjarmasin.[14]

Kedekatan Syaikh Arsyad Al-Banjari dengan Sultan Banjarmasin, tidak dimanfaatkannya untuk memperoleh kepentingan duniawi. Justru Syaikh Arsyad Al-Banjari melakukan penerapan hukum Islam melalui Kesultanan Banjarmasin.

Syaikh Al Banjari mengusulkan pada Sultan untuk melakukan perubahan pada lembaga hukum di Kesultanan Banjarmasin. Kesultanan Banjarmasin kemudian menambahkan jabatan ‘Mufti’. Posisi ‘Mufti’ berada di bawah Sultan Banjarmasin. Sultan sendiri dianggap kepala seluruh jabatan agama. ‘Mufti’ dianggap sebagai hakim tertinggi dan bertanggungjawab mengawasi seluruh Mahkamah Syariah di Kesultanan Banjarmasin. Mufti pertama di Kesultanan Banjarmasin diemban oleh Muhammad As’ad, cucu dari Syaikh Arsyad Al-Banjari. Di bawah ‘Mufti’ terdapat jabatan ‘Kadi’, yang bertindak sebagai hakim sehari-hari di ibukota Kesultanan.[15]

Mahkamah Syariah sendiri merupakan lembaga yang berdiri atas usul Syaikh Arsyad Al-Banjari. Melalui Mahkamah Syariah ini kesultanan Banjarmasin melakukan penegakan syariat Islam dalam berbagai aspek mulai dari perdata hingga pidana. Hukum pidana dalam Kesultanan Banjarmasin terdiri dari beberapa macam seperti Hukum Bunuh, Hukum Kaminting, Hukum Pacat, Hukum Penjara (hukuman dera atau cambuk dengan rotan), Hukum Pakau dan Hukum Danda (denda).[16] Dari upayanya ini kita dapat menilai, Syaikh Arsyad Al-Banjari adalah seorang yang menjunjung tinggi syariat Islam sebagai pengatur kehidupan di masyarakat.

Syaikh Arsyad Al-Banjari paham bahwa penerapan hukum Islam saja tanpa pendidikan adalah sesuatu yang akan sia-sia. Maka kontribusinya pada pendidikan berjalan seimbang dengan kontribusinya pada penegakan hukum Islam di Banjarmasin. Kebutuhan untuk mencetak masyarakat yang Islami hanya dapat dijembatani dengan mendirikan institusi pendidikan Islam.

Awalnya pendidikan Islam di Banjarmasin hanya dilakukan di masjid-masjid, rumah pemuka kampung atau rumah-rumah para ulama. Ini pula yang awalnya dilakukan Syaikh Arsyad Al-Banjari. Namun seiring bertambahnya murid-murid beliau, maka ia melakukan sebuah terobosan dengan mendirikan institusi pendidikan Islam pertama di Banjarmasin.

Tanah tak terpakai sekitar 4 km dari Martapura, yang diberikan Sultan kepadanya, ia gunakan sebagai lokasi pusat pendidikan Islam. Bersama menantu sekaligus sahabatnya Abdul Wahab Bugis, mereka memulai mencetak para ulama-ulama baru. Sebelum bangunan pendidikan dibangun, Syaikh Arsyad Al-Banjari memagari tanahnya, sehingga kampung itu disebut ‘Kampung Dalam Pagar’ dan pusat pendidikan Islam yang ia dirikan disebut ‘Punduk Dalam Pagar.’ Pengalamannya berguru dan mengajar di Mekkah dan Madinah pastilah berpengaruh dalam caranya mendidik di Kalimantan saat itu. Institusi pendidikan ‘Punduk Dalam Pagar’ memiliki ruangan-ruangan untuk kuliah, pondokan untuk murid, rumah para guru, dan perpustakaan. ‘Punduk Dalam Pagar’ menjadi institusi pendidikan di Kalimantan yang mencetak ulama-ulama hingga saat ini.[17]

Syaikh Arsyad Al Banjari yang menguasai berbagai bidang seperti Akidah, fiqih, tafsir, tasawuf hingga kaligrafi, membuatnya mampu untuk mengajarkan beragam bidang ilmu kepada murid-muridnya. Penguasaan ilmu-ilmu tersebut dapat kita lihat dari berbagai karya Syaikh Arsyad Al-Banjari, yang setidaknya terdapat 21 judul. Diantaranya adalah dalam ilmu Tauhid; Risalat Usul Al Din, Risalat Tuhfat Al Raghibin, kemudian dalam bidang fiqih; Perukunan Besar, Risalat Bulugh al Maram, Kitab Sabilul Muhtadin, dalam bidang tasawuf terdapat Kanz Al Ma’rifah, dan dalam ilmu Al Qur’an terdapat judul Mushaf Al Qur’an al Karim.[18]

Tak dapat dipungkiri, salah satu karyanya yang paling fenomenal adalah Kitab Fiqih Sabilul Muhtadin lit Tafaqquhi fi Amriddin. Karyanya inilah yang paling banyak dipakai dan paling luas penyebarannya, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Thailand, Malaysia hingga Kamboja. Bahkan kitab ini terdapat pula di perpustakaan seperti di Mekkah, Turki dan Mesir.[19]

Kitab ini di pengaruhi oleh berbagai kitab-kitab seperti Kitab Fathul Wahhab bi Syarh Manhaj al-Thulab karya Imam Zakariya al Anshari, Kitab Mughni al Muhtaj ila Mar’rifatil Alfadh al-Minhaj karya Al Khatib al-Syarbini, serta Kitab Tuhfatul Muhtaj karya Ibnu Hajar al-Haitami.[20]

Sabilul Muhtadin menempati tempat istimewa di Nusantara. Di Nusantara, kitab fiqih berbahasa Melayu pertama karya ulama Nusantara yang mencakup berbagai pembahasan serta menjadi acuan adalah Shirathal Mustaqim, karya Nuruddin Ar Raniri, seorang ulama Aceh berdarah Gujarat. Kitab ini setidaknya telah dipakai pada pertengahan abad ke 17.[21]

Setelah Shirathal Mustaqim, hanya Sabilul Muhtadin yang mampu menjadi kitab fiqih bermahzab Syafi’i berbahasa Melayu yang menjadi acuan umat Islam di berbagai wilayah di Nusantara. Syaikh Arsyad Al-Banjari dengan rendah hati tak memungkiri bahwa Sabilul Muhtadin pun dipengaruhi oleh Shirathal Mustaqim. Syaikh Arsyad menyebutkan dalam pengantar Sabilul Muhtadin,

“Adapun kemudian daripada itu maka berkata seorang faqir yang amat berkehendak kepada Tuhannya Yang Maha Besar yang mengaku ia dengan dosa dan taqshir yaitu Muhammad Arsyad anak Abdullah di dalam negeri Banjar. Mudah-mudahan kiranya mengampuni baginya dan bagi sekalian alam.

Bahwasanya kitab seorang ‘Alim yang lebih yaitu Syeikh Nuruddin Ar Raniri nama negerinya, yang dinamai ia dengan Ash Shiraathul Mustaqim pada ia ilmu fiqhi atas Mahzab Al Imam Asy Syafi’I R.a. daripada yang sebaik-baik segala kitab yang dibahasakan dengan bahasa Jawi.”[22]

Syariat di mata Syaikh Arsyad Al Banjari adalah hal yang pokok. Meskipun ia mengamalkan tasawuf dan menjadi bagian dari tarekat Sammaniyah yang diajarkan oleh gurunya, Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Samman, namun ia tetap mengutamakan syariat. Hal ini dapat kita lihat pada karya tasawuf beliau, Kanz Al Ma’rifah, ia menyebutkan;

“Syahdan kita wajib mengikuti amar (perintah) Nabi Saw dan menjauhi segala Nahi (larangan), agar masuk ke dalam kandungan Abdullah (Hamba Allah), yakni hamba Allah yang kamil (sempurna) pada sifat kehambaannya.”[23]

Kehadiran kitab-kitabnya pun tak lepas dari hubungannya dengan Sultan Banjar sebagai penguasa saat itu. Amat menarik untuk melihat hubungan Syaikh Arsyad Al-Banjari dengan Sultan Banjar. Hubungan yang tak hanya memberikan gambaran kedudukan Syaikh Arsyad yang begitu dihormati sebagai ulama, namun juga memberikan gambaran kepada kita kepedulian Sultan Banjar, yaitu Sultan Tahmidullah yang secara khusus meminta Syaikh Arsyad untuk menulis dua kitab yaitu Sabilul Muhtadin dan Tuhfat Al Raghibin. Hal ini diakui sendiri oleh Syaikh Arsyad Al-Banjari tatkala menulis pengantar untuk kitab Sabilul Muhtadin pada tahun 1778 EB,

“Menuntut daripada aku pada tahun seribu seratus sembilan puluh tiga tahun (1193H) daripada segala tahun hijrah Nabi atas yang empunya dia daripada Tuhannya rahmat Allah yang lebih dan haluannya yang suci seorang raja yang amat besar hamam (sic-himmah) nya lagi yang mempunyai cerdik dan bicara yang sempurna lagi suci jihin lagi yang banyak paham ialah yang mempunyai tadbir atas sekalian isi di daerah segala negeri Banjar lagi yang berdiri dengan memperbaiki segala pekerjaan agama dan pekerjaan dunia yaitu persandaran kita yang dibesarkan dan ikutan kita yang dimuliakan maulana Sultan Tahmidullah…”[24]

Tahun 1812, atau 102 tahun setelah kelahirannya, akhirnya Syaikh Arsyad Al-Banjari wafat. Ilmunya yang ia curahkan kepada murid-murid dan keturunannya tetap berfaedah. Banyak dari keturunan sekaligus murid-muridnya yang menjadi ulama, seperti Syaikh Muhammad Syihabuddin yang menjadi ulama di Riau, ada pula Fatimah, salah seorang keturunan Syaikh Arsyad Al Banjari yang menulis kitab fiqih ‘Perukunan Jamaluddin’ dan lainnya.[25]

Syaikh Arsyad al Banjari menjadi catatan bagi kita tentang kiprah ulama-ulama nusantara di masa silam, yang memiliki jaringan keilmuan hingga ke Timur Tengah. Ilmu yang diperoleh di Haramayn mereka curahkan bagi umat Islam di Nusantara dengan menjunjung penerapan Syariat Islam.

Catatan Kaki:

[1] Ahyat, ita Syamtasiyah. 2012. Kesultanan Banjarmasin pada Abad ke-19. Tangerang: Serat Alam Media.

[2] Daud, Alfani. 1997. Islam & Masyarakat Banjar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

[3] Ahyat, ita Syamtasiyah. 2012.

[4] Azra, Azyumardi. 2006. Islam in the Indonesian World. Bandung: Mizan Pustaka

[5] Daud, Alfani. 1997.

[6] Penulis memilih untuk memakai istilah ‘Era Bersama (EB)’ daripada Masehi untuk penentuan tahun.

[7] Lihat Abdullah, H. W. Muhd. Shaghir. 1983. Syeikh Muhd Arsyad Al-Banjari, Matahari Islam. Pontianak: Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islamiyah Al-Fathanah dan Azra, Azyumardi. 2013. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

[8] Abdullah, H. W. Muhd. Shaghir. 1983.

[9] Yaqin, Husnul. 2011. Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari’s Thought On Education. Jurnal of Indonesia Islam Vol 5 No: 02

[10] Azra, Azyumardi. 2013. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

[11] Ibid

[12] Yaqin, Husnul. 2011.

[13] Azra, Azyumardi. 2013.

[14] Ahyat, ita Syamtasiyah. 2012.

[15] Daud, Alfani. 1997.

[16] Ibid

[17] Yaqin, Husnul. 2011.

[18] Ibid

[19] Abdullah, H. W. Muhd. Shaghir. 1983.

[20] Muhammad Arsyad Al-Banjari. 1985. Kitab Sabilal Muhtadin (diterjemahkan oleh Drs. HM Asywadie Syukur Lc.). Surabaya: PT Bina Ilmu.

[21] Azra, Azyumardi. 2013.

[22] Abdullah, H. W. Muhd. Shaghir. 1983.

[23] Sabda, Syaifuddin. 2003. Kanz Al-Ma’rifah Syekh Muhammad Al-Banjari. Hasil Penelitian Naskah Klasik Keagamaan Departemen Agama Republik Indonesia.

[24] Hasan, Noorhaidi. 2007. The Tuhfat Al Raghibin: The Work of Abdul Samad Al Palimbani or of Muhammad Arsyad Al-Banjari. BKI 163-1.

[25] Abdullah, H. W. Muhd. Shaghir. 1983.

***********

Penulis: Beggy Rizkiyansyah
(Pegiat Sejarah dan Aktivis JIB (Jejak Islam untuk Bangsa))

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Beggy RizkiyansyahSejarah IslamSejarah Islam di IndonesiaSejarah Islam di NusantaraSejarah Ulama NusantaraSyaikh Arsyad Al Banjari
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

LAZNAS Wahdah Islamiyah Bantu Pembangunan Asrama Santri Al Chalidiyah Bogor

Next Post

Muqaddimah Dan Sekilas Tentang Konteks Sosial, Politik, Intelektual Plato

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1641 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026
    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Juli 7, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    • In G4z4 Tonight... Yang gugur bukan sekadar angka. Mereka adalah anak-anak yang punya nama, mimpi, dan orang-orang yang mencintainya. Rumah mereka mungkin telah menjadi reruntuhan. Namun seperti pesan yang ditinggalkan G4z4 kepada dunia: "You can destroy our homes, but our spirit will not die." "Kalian bisa menghancurkan rumah-rumah kami, tetapi semangat kami tidak akan pernah mati." P4lestin4 tidak akan pernah kalah, karena iman, harapan, dan perjuangannya akan tetap hidup selamanya... #palestina #freepalestine🇵🇸 #baitulmaqdis #gaza #gazaunderattack
    • Syeikh Prof Abd Al Fattah el-Awaisi seorang ulama kelahiran Baitul Maqdis dan pernah mengajar di pelataran Masjid Al-Aqsa, beliau menceritakan bagaimana kisahnya yang begitu memuliakan dan membanggakan ibunya juga ayahnya... Sepasang ortu sederhana (menurut Syeikh) yang menjadi guru pertama dan utama Syeikh dan saudara2nya sehingga bisa mencapai posisi sekarang, Syeikh sebagai pejuang akademis untuk pembebasan Baitul Maqdis. Allahumma baariklahum. #baitulmaqdis #masjidalaqsa #saladincommunity #freepalestine🇵🇸 #gaza
    Next Post

    Catatan Pendidikan (Bag 5): Melahirkan Mu'min yang Berkualitas

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media