• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Jumat, Agustus 14, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Mereka yang Dilumpuhkan

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 13 mins read
Juni 16, 2026
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Badan kurusnya terbujur di gubuk reyot ditengah hutan rimba, Bagelen Barat. Ia sedang berjuang melawan malaria tropika parah yang menghantam melawan. Bukan hanya malaria yg ikut merontokkan perjuanganannya selama ini. Tapi Kiyai Maja juga berhasil merebutnya, dan berhasil menyanyikan panglima Sentot Ali Basah. Saat itu, di sampingnya hanya ada dua orang punakawannya. Yang berbaring, tinggal sedikit dan tercerai berai.

Akhirnya surat itu datang juga. Kembali berunding. Ia -Pangeran Diponegoro- menerima tawaran itu. Hatinya sudah tak sekukuh keyakinannya akan peperangan ini. Bukan main senang Jenderal De Kock.Ada juga yang mengeluarkan peperangan ini akan berakhir dengan perundingan. Namun apa lacur, datang surat dari Negeri Belanda. Raja Willem I sendiri yang menitahkannya. Di bawa langsung oleh Gubernur Jenderal Hindia yang anyar, Johannes Van Den Bosch.

“Jangan lakukan perundingan apa pun dengan dia… hanya dengan persyaratan pemenjaraan yang bertahan hidup dan diserahkan padanya. Tidak ada persyaratan lain apa pun juga (yang dapat diterima). [1]

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Sang Pangeran Jawa paham peperangan tak sedahsyat dulu. Perang Jawa memang melelahkan bagi kedua belah pihak. Diperkirakan 200.000 nyawa orang Jawa melayang. 15.000 meninggal dari pihak Belanda. Seperempat lahan pertanian di Jawa rusak. Pemerintah Kolonial membebaskan beban tak terperikan, 20 Juta gulden menguras kantong mereka. Keuangan mereka jebol. Ditambah lagi api disetujui juga berkobar di Sumatera Barat.Atas luapan jiwa Islam pula. Perundingan memang menjadi jalan yang memungkinkan bagi pihak kedua. Sayang, Raja Willem I yang datang terlambat, De Kock terlanjur menawarkan perundingan untuk Pangeran Diponegoro. De Kock dalam posisi sulit.

Pangeran datang bersama 800 orang yang ikut berpartisipasi selama perjalanan ke Magelang. Namun, mereka ikut berpartisipasi yang siap bertarung mati-matian. Sejatinya perjalanan itu adalah perjalanan bebasnya yang terakhir. De Kock meminta tanpa tekanan. Ia melukiskan perasaannya yang sudah terlanjur mengundang berunding, namun ditunda oleh Raja Willem I.

“Saya menyadari itu cara bertindak seperti itu di pihak saya tidak terpuji, tidak kesatria, dan licik (onedel en oneerlijk) karena Diponegoro telah datang ke Magelang mencari saya dengan niat baik.” [2]

Setelah menunggu hingga berakhirnya bulan puasa, hari berakhir telah tiba.28 maret 1830. Awalnya pertemuan begitu hangat. Kemudian keadaan mulai terjadi kebuntuan. Pangeran tidak menunggu untuk menyelesaikan pembicaraan apa pun hari itu. Namun, kompilasi tahu ia tidak bisa pergi, Pangeran begitu marah. Apa yang dijanjikan; jika tidak ada persetujuan, Pangeran Diponegoro boleh pergi. De Kock tahu, hal itu tidak mungkin.Titah Raja Willem aku tak mungkin ditampik. Lagipula, Ia ingin perang ini segera berakhir. Pangeran Diponegoro kemudian dikepung. Tapi tak ada perlawanan. Hari itu Sang Pangeran takluk di bawah kekuasaan De Kock.

Saat mewakili kisah heroik sang pangeran sampai pada lembaran yang terakhir. Ia dilumpuhkan dengan keputusan. Apakah pangeran tahu bahwa ia akan diingkari? Mungkin saja. Yang pasti sejak beberapa bulan sebelumnya, ia pernah mengatakan kepada Mangkubumi, yang mengaku telah menerima pertanda (wangsit) bahwa perjuangannya akan sia-sia. [3]

Lembaran pemimpin perang ini berganti menjadi lembaran hidup seorang tahanan yang diasingkan. Dari Batavia ia dibawa ke Manado. Setelah tiga tahun di Manado, ia diasingkan ke Makassar. Di dalam Benteng Rotterdam.Ditemani diundang, Raden Ayu Retnoningsih, di sana ia menyetujui hari-hari hingga ajal menjemputnya. Menjelang Revolusi Perancis, 1848, sebuah Koran

“ Dikurung di antara tembok tembok benteng kecil, terpisah dari benteng, diawasi dengan ketat, tanpa izin menulis surat dengan baik kepada Gubernur-Jenderal, juga kepada orang lain, diselesaikan selama delapan belas tahun terakhir ini dengan cara-cara yang keras dan kejam yang tidak layak dilakukan oleh negeri ini. “

Dalam pengasingannya, ia merindukan sosok pengiring, Raden Ayu Mangkorowati untuk menemaninya. Permintaannya agar sang Ibu didatangkan ke Makassar tidak pernah disampaikan. Dalam rasa rindu yang begitu dalam izin, bilamana ada kapal uap mentransfer Bandar Makassar, dia akan menaiki tangga ke lantai atas untuk melihat lepas ke pelabuhan.Guna melihat apakah sang ibu telah tiba. Berharap kapal-kapal tersebut akan membawa ibundanya. Sampai akhir hayatnya, harapan itu tak pernah tercapai. Sang Pangilma perang itu pun wafat sebagai orang yang terasing dari bangsanya sendiri dalam kesepian.

Sungguh, perang Jawa membuat Pemerintah kolonial Belanda, bertindak leluasa. Api peperangan di Sumatera Barat yang dikobarkan Haji-Haji “Paderi” beberapa tahun sebelumnya akhirnya semakin redup. Pasukan pemadam setuju para Tuanku sekarang didatangkan bertubi-tubi. Jawa bukan lagi beban yang memberatkan. Kaum Paderi yang telah terkoyak dan terpecah menunggu ajalnya.

Inilah pertahanan Paderi yang penghabisan. Setelah membebaskannya Tuanku Imam Bonjol, pasukan Belanda mengerahkan kekuatannya menggempur Dalu-dalu. 28 Desember 1838. Sudah 14 bulan lamanya mereka berjuang mengepung pertahanan Dalu-dalu. Kurban sudah bergelimpangan. Haji Muhammad Saleh, lebih dikenal dengan Tuanku Tambusai, adalah sisa dari tokoh Paderi yang diburu. Benteng paderi terakhir benar-benar tumbang. Pengikutnya banyak yang gugur ditembaki.Sebagian lainnya mundur keluar gerbang. Menuju ke sungai. Perahu yang perlu dibeli melepaskan diri tak mencukupi. Banyak dari mereka yang melompat ke sungai. Esoknya banyak mati di sungai itu. Entah ditembaki atau karena tenggelam tak pandai berenang. Mereka berhasil melewati sungai mati dibunuh. Tapi Tuanku Tambusai tak jelas rimbanya. Menurut cerita yang dikeluarkan kemudian, kompilasi benteng runtuh, ia menyelamatkan diri ke sungai dengan menggunakan sampan. Ia kemudian dihujani peluru. Melihat bahaya menyelam ia jatuh ke dalam air dan menyelam. Kemudian menghilang, hingga sekarang. Yang tersisa hanya sampannya. Di sini ditemukan cincin stempelnya. Al Qur’an, dan kita-kitab yang dibawanya dari Mekkah. Dengan runtuhnya Dalu-dalu, berakhir sudah perlawanan kaum Paderi di sumatera. [4]

Api Islam yang menyala-nyala di dada ulama dan umat memang menjadi biang kerok kemapanan Belanda di Nusantara. Tahun 1873, api itu kembali berkobar hebat di ujung Sumatera. Perang yang akan berlangsung hingga 40 tahun kemudian membuat keuangan pemerintah terkuras kolonial.Kematian Jenderal Kohler pada ekspedisi pertama mereka di Aceh, buat mereka semakin mengganas. Pemerintah kolonial tanpa ampun menghabisi rakyat aceh yang melawan. . Perang ini dikenal sebagai perang pembantai wanita dan anak-anak. Tapi hebatnya, wanita Aceh juga dikenal tidak punya rasa takut terhadap tentara penjajah. Menurut penulis Belanda, Zentgraaf,

“Vrouwen juga sudah bekerja, dan sudah siap, wellicht duizenden (wanita aceh yang suka ini ada bermacam-macam, mungkin ribuan). ”Di lain kesempatan Zentgraaff mengatakan, “ id dat de

Vrouwen van dit volk alle andere overtreffen di moed en doodsverachting, “ yang dalam terjemahan bebasnya berarti wanita bangsa ini lebih lanjut tentang orang lain dalam tantangan dan berani mati. [5]

Salah satu wanita yang kelak akan dikenang seperti itu, adalah istri seorang pria bangsawan, bernama Cut Muhammad. Sang suami yang sedang menunggu eksekusi hukuman mati oleh penjajah, berpesan pada pembicaraan, yang sedang menggendong anak mereka, Teuku Raja Sabi.

” Tidak perlu bersedih hati, Cut.”

Allah Maha Adil dan Bijaksana. Apa yang akan saya alami adalah rangkaian dari perjuangan. Apakah sama saja artinya ketika aku jatuh terkapar di medan pertempuran atau mati ditembak? Kedua-duanya adalah dengan pelawan. ”

“…” lanjutkan perjuangan bersama-sama rekan seperjuangan kita. “

“… setelah aku menyelesaikan hukuman kemudian dan idahmu telah selesai, kawinlah dengan Pang Nanggroê.” [6]

Pesan seorang suami yang disampaikan beberapa bulan kemudian.Menikahlah Pang Nanggroê, dengan wanita tadi. Wanita itu dikenal dengan nama Cut Meutia. Sementara Pang Naggroê adalah panglima dari penilaian yang sebelumnya.

Enam tahun lamanya Cut meutia dan dialokasikan, Pang Naggroê, bergeriliya dalam rimba, terletak di daerah sungai Wojla dan sungai Meulaboh. Kolaborasi Belanda untuk menerjunkan pasukan Marechaussee(Mersose) yang dikenal kejam. Ironisnya pemimpin terciptanya misi ini atas nama seseorang bernama Mohammad Syarief. Seorang Commis di kantor Gubernur Aceh, di Kutaraja. [7]

Pada 24 September 1910, Cut Meutia kembali menjanda, setelah kembali Pang Nanggroê syahid diterjang peluru. Cut Meutia kemudian mengambil alih komando dalam pasukannya. Sementara Kolone Macan dari pasukan mersose terus memburu Cut Meutia. Sebulan kemudian, 25 Oktober 1910, Kolone Macan dipimpin Sersan WJ Mosselman menyerbu Gunong Lipeh.Cut Meutia dan pasukannya terkepung. Dua kali Sersan Mosselman, minta Cut Meutia- yang terkepung sangkur dan senapan-untuk menyerah.Namun terjangan kelewang menjadi jawaban dari Cut Meutia. Tiga senapan menyalak tentang kepala dan badannya. Cut Meutia tersungkur. Syahid.Menyusul persetujuan. Memenuhi citanya, yang biasa ia dendangkan untuk ekor, Teuku Raja Sabi.

“Jak Ion timang preuen,

ureueng jameuen bhe lagoina,

Bek hai aneuek tagidong reunyeuen,

kapan jameuen tuntut le gâta. “

(Mari kutimang, terima kasih

Dengan alunan nyanyian merdu

Janganlah sayang kembali pulang

Jangan kauinjak tangga rumahmu

Sebelum dendam sempat berbalas.)[8]

Bukan satu-dua kisah wanita Aceh yang menjanda, kemudian bergeriliya, bahkan hingga syahid meminta suami mereka. Adalah Tjut Nyak Dhien yang ikut membantu perjuangan yang berhasil, Teuku Umar. Pihak Kolonial Belanda tidak puas hanya dengan Teuku Umar. Tjut Nyak Dhien juga disasar. Pada 1904, di medan Aceh Barat yang berat, Kapten Campioni mengejar beliau. Kapten Campioni membunuh diserbu 300 pejuang Aceh.Baru dibuka kemudian Tjut Nyak Dhien menutup lembaran geriliyanya. 4 November 1905, Letnan Van Vuuren, berhasil menyergapnya. Dalam kondisi hari ini tidak makan nasi, hanya tinggal makan pisang bakar, ia terserang penyakit yang membutakan matanya. Adalah Pang Laot Ali, pejuangnya sendiri yang mengundang persembunyiannya. Pang Laot tidak melihat kondisi pemimpinnya yang sudah begitu berhasil. Ketika Tjut Nyak Dhien tahu ia telah dikhianati Pang Laot, ia begitu murka, hingga mencabut rencongnya dan semakin menikam Pang Laot. Namun usahanya tidak berhasil.

Kemajuan teknologi berhasil mengabadikan Tjut Nyak Dhien yang telah berhasil. Kamera berhasil mengabadikan berhasil yang bersedih saat ia ditawan. Bersama keponakannya, T. Nana, 11 Desember 1906, wanita perkasa dipindahkan ke Sumedang, karena dianggap menghabiskan keamanan. Dua tahun kemudian, 6 November 1908 ia wafat, jauh dari tanah yang dicintainya. [9]

Selepas Perang Jawa yang mengatur keuangan pemerintah Kolonial, sistem Tanam Paksa diberlakukan. Mereka berhasil menguras tanah, hingga mencapai menangguk untung 832 juta gulden atau setara dengan 600 triliun rupiah saat ini. [10] Namun angin politik etis kemudian berhembus.Dan pemerintah kolonial semakin memahami situasi umat Islam di Nusantara. Untuk tetap menancapkan kukunya, haluan kebijakan berganti menjadi halus. Dipakai jasa orientalis semacam Christian Snouck Hugronje.Ia membawa pemerintah kolonial untuk menceraikan Islam dari politik, dan membawanya sibuk dengan urusan ibadah dan kemasyarakatan semata. [11] Putra-putra ningrat dibaratkan. Warisan adat memperkuat. Islam diceraikan dari jejaknya. Huruf (Arab) Jawi disingkirkan, huruf latin ditegakkan. Merasakan rasanya, menghindar tak lagi menghebat. beberapa pemberontakan memang muncul. Namun tak ada yang sedahsyat Perang Jawa, Paderi atau Aceh. Umat ​​Islam mulai menggerakkan dirinya dengan pendidikan dan organisasi. Sebut saja Syarekat Islam, Persis, Muhammadiyah, NU dan lainnya. Bukan berarti tak ada tekanan dari pemerintah kolonial. Berbagai aturan tetap menantang, seperti sekolah pembohong yang menggusur lembaga pendidikan danpers delicht yang memberangus kebebasan bersuara.

Jepang kemudian datang. Belanda terjengkang. Datang Jepang mewakili represif untuk ulama. KH Hasyim Asyari yang sudah sepuh ditangkap.Namun protes datang bergelombang. Kiyai-kiyai dan santri ingin dikembalikan bersama Hadlratus Syaikh . Atas lobi-lobi, akhirnya, Hadlratus Syaikhmembebaskan. Jepang mulai merangkul ulama untuk menyiapkan wibawa. Kebijakan ini membuat para ulama terjepit. Antara tajamnya samurai dan tangan kotor Jepang. Penindasan, romusha, hingga penculikan gadis-gadis untuk pemuas nafsu Jepang, membuat ulama jijik dan enggan. [12] Namun, bagaimana cara mengambil jalan siasat, bekerja sama dengan Jepang. Menipu mereka dan menggalang kekuatan. Salah satu yang ikut berpartisipasi dalam siasat ini adalah KH Mas Mansyur. Pemimpin besar Muhammadiyah. Diangkat menjadi pemimpin PUTERA bersama Soekarno, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. Ia hidup dalam tekanan berat. Bermanis-manis di depan Jepang, hati remuk tatkala melihat rakyat ditindas. Namun akhirnya Jepang hengkang, Indonesia bersorak girang. Merayakan kemerdekaan. Namun untuk Anda, KH Mas Mansyur, inilah awal yang akan ditutup. KH Mas Mansyur lambat pulih dari tekanan. Tak lama berselang, Belanda berseragam NICA datang. Lepas dari dunia politik, Ia kembali mengajar. Terkadang berkhotbah dalam sholat Jumat. Mengecam sebagian orang yang berkhianat ke republik. Ironisnya ia sendiri kemudian menjadi korban para pengkhianat ini.

Saat pasukan sekutu bersama NICA semakin leluasa memasuki Ampel.Puluhan pemuda dan orang tua berhasil. KH Mas Masnyur tak luput dari fitnah ini. Ia dituduh menjadi kolaborator Jepang, karena pernah bekerja sama dan meminta pucuk pimpinan PUTERA. Dalam situasi puasa sunnah, dia memegang dan diikat. Rumahnya di Kampung Baru Nur Anwar digeledah. Tulisan-tulisan penting beliau ikut diangkut. Dia kemudian diancam dengan hukuman berat. Bisa diterima berpidato di radio AMACAB milik sekutu. Untuk menghasut penurunan resistensi rakyat. Tawaran ini ditampiknya.
Ia kemudian membebaskan dalam situasi sakit. Namun ini hanya sementara. Tak lama ia ditangkap kembali. Karena terlalu lemah ia dilarikan ke rumah sakit swasta di Darmo. Tanpa ditemani siapa pun, termasuk anak, istri atau kerabatnya, Di situ terletak seorang diri dalam kesunyian. Hingga malaikat menceraikan ruh dari badannya. Begitu sunyi dan terasing, bahkan hingga saat ini ia menghembuskan nafas terakhirnya pun, tak ada yang tahu dengan pasti waktu wafatnya. Tanggal kematiannya dikembalikan oleh beragam versi. Radio Corong AMACAB melalui Djojobojo memberitakan tanggal 1 April 1946. Ada pula yang mengatakan 24 atau 25 April.Jenazahnya dimakamkan di kuburan Gipo, dekat Masjid Ampel. [13]

Roda sejarah terus berputar. Zaman terus berganti, dari masa revolusi kemerdekaan hingga Demokrasi terpimpin. Mungkin Inilah masa yang membutuhkan korban ulama dan tokoh Islam terbanyak. Khususnya tokoh-tokoh Masyumi yang dilumpuhkan dengan keji oleh rezim Soekarno, yang didukung oleh pihak komunis. Terjangan fitnah bertebaran dimana-mana.Memaksa siapa pun untuk ikut menari dalam tabuhan Sang Pemimpin Besar Revolusi. Namun tidak untuk Masyumi. Mereka terus mengkritik kebijakan Soekarno. Menolak agama disandingkan dengan komunisme.Menampik laku sewenang-wenang penguasa. Soekarno mulai kehabisan akal. Tangan besi diayunkan. Tokoh-tokoh Masyumi pun bertumbangan.Akhirnya 13 September 1960, Masyumi pun memilih menghabisi dia sendiri, menyetujui dihabisi. Namun tragedi baru saja dimulai. Satu persatu anggotanya diterjang fitnah. Ditangkap.

27 Januari 1963, siang itu sungguh mengejutkan. Empat orang datang mengetuk pintu. Sang tuan rumah dengan ramah membuka pintu dan menyambut. Tak disangka, para tamu membawa surat sakti. Surat penangkapan atas suatu sidang. Sang tuan rumah, Buya Hamka, tersentak.Ia kemudian dibawa pergi.

“Dalam keadaan tak tahu apa kesalahan saya di tengah hari biarlah berpuasa, saya dijemput dan dicabut dengan segenap kekerasan dari ketentraman saya dengan anak-anak, disisihkan dari masyarakat dan dimasukkan ke dalam pertahanan,” tutur Buya hamka. [15]

Tuduhan pada Buya Hamka begitu hebat. Ia dituduh melanggar Menteri Agama H. ​​Saifuddin Zuhri. Dituduh pula ia tidak pernah menghasut mahasiswa untuk meminta pemberontakan Kartosuwiryo, Daud Beureu’eh, M. Natsir dan Syafruddin Prawiranegara. Mimpi buruk untuk Buya Hamka baru saja bergulir. Ia difitnah. Untuk melanggengkan penangkapan atas dirinya, segala macam usaha dipakai, memenangkan ia menerima.

“Dengan tekanan batin yang sangat menyesak, dipasang pertanyaan-pertanyaan jebakan. Kadang-kadang dengan tantangan, kadang-kadang dengan gertak, kadang-kadang tidak kadang-kadang tidak, kita yang tidak setuju menerima hal-hal yang telah disiapkan menjadi pertanggungan. ” [16]

Dan setelah “selesai” untuk memeriksa, teruslah dikumpulkan. Dua setengah bulan dihujani persiapan semacam ini, membuat Buya Hamka ambruk juga. Itu akhirnya disetujui. Pengakuan yang dipaksakan itu dilakukan Buya Hamka, karena ia mengira kelak di pengadilan, akan bisa melawan. Membeberkan segala kebusukan. Nyatanya tak akan pernah ada pengadilan atas.

Situasi semakin suram dengan diterbitkannya keputusan Presiden Soekarno, Pen. Pres No. 11/1963. Tiga hari setelah Buya Hamka diterima.Sebuah keputusan Presiden yang menceraikan manusia dari fitrahnya. Pen Pres menjadi pisau tajam dan subversif, yang berhak memegang siapa pun.Setengahnya disiksa dengan kejam, sampai jarak antara mereka dengan maut hanya beberapa langkah lagi, ada juga yang ikut berjumpa dengan maut.

Salah satunya yang nyaris berjabat dengan maut adalah KH Ghazali Sahlan.Seorang Masyumi jua.

KH Ghazali Sahlan ditangkap di rumah selepas sholat subuh, 7 Januari 1964. Sudah tiba. Tiga hari kemudian dunia seakan runtuh untuk KH Ghazali Sahlan. Ia mulai setuju untuk menyetujui semua yang disetujui.Kepolisian yang banyak dikuasai komunis menjadi-jadi. Suatu saat, ditengah malam buta, Inspektur Polisi Solihun, menyerahkan Ghazali Sahlan untuk melepas pakaiannya. Ghazali hanya mengenakan pakaian dalam saja. Pukukl 1 malam mulai dari dipukuli, hingga berdarah-darah. Pukul 3 pagi ia disetujui,

“Jikalau saudara mati terbunuh dalam pemeriksaan ini, apakah pesan saudara?”Ia menjawab, “Saya hanya pesan agar jenazah saya dikirim ke Jakarta atas biaya keluarga saya.”

Pukul 4 pagi, Ghazali Sahlan makan sahur. Tak lama ia kembali ditelanjangi.Dipaksa melalkukan scotch Jump . Terus menerus scotch Lompat sampaiterjatuh-jatuh. Ditengah-tengah jatuh bangun, ia ditodong pistol. Kembali membahas pesan terakhirnya. Ia menjawab hal yang sama, dengan tambahan, ” Sesudah saya mengalahkan kalimat, La ilaaha’illalah, barulah tembak.”

Nyatanya tim pemeriksa menolak untuk dimainkan, lebih senang untuk menyiksanya. Izin Ghazali Sahlan untuk sholat pun ditampik. Pukul 9 pagi Ghazali rubuh. Ia terkapar. Namun pukul 11 ​​ia kembali disiksa. Hanya kali ini lebih keji. Ia disetrum. Berkali-kali KH Ghazali Sahlan meneriakkan kalimat Tauhid. Berharap syahid menjemput. Ia menolak untuk diterima, namun paksaan ditolak olehnya. Berkali-kali ia disetrum hingga dikeluarkan.Namun itu tidak menghentikan siksaan. Lipatan tangan, kaki, pinggang hingga kuduk, dilekatkan dengan aliran listrik. Berlanjut setelah esok.Semakin menggila. Dalam keadaan telanjang bulat, alat vitalnya disetrum.Lalu mulutnya. Berulang-ulang, padahal ia sedang berpuasa. Hingga akhirnya ia tak sadarkan diri. 10 hari KH Ghazali Sahlan terkapar tanpa daya.Ternyata penyiksaan kepada KH Gahzali Sahlan dan Buya Hamka hanya jebakan untuk mempelajari Kasman Singodimedjo, salah satu tokoh Masyumi yang paling lantang. Pengakuan mereka dibutuhkan untuk membuat Kasman dijebloskan ke dalam tahanan. [17]

Namun Kasman menerima orang yang awam dengan hukum. Kasman tak mudah untuk ditaklukkan. Setiap hari selama 24 jam Kasman terus berlalu.Bergiliran oleh 6 tim. Dalam keadaan puasa Ramadhan besarbesaran, dipojokkan dan diintimidasi, Empat hari di periksa, akhrinya Kasman menantang untuk dikonfrontir. Pertama yang dihadirkan adalah Letkol Nasuhi. Ketika dikonfrontir ,. Letkol Nasuhi hanya berbicara pelan. Hingga Kasman marah, dan berteriak,

“Yang keras suaramu, dikelola kedengeran!”  

“Saya setuju ,” sahut Nasuhi.

Tim Pemeriksa kemudian gaduh. Kasman kembali menantang untuk dikonfrontir dengan siapa pun.

“Pertama, saya siap dikonfrontir dengan semua yang mengakui siapa pun,” Jawab H. Ghazali Sahlan dan Hamka. Tolong !, ” tegas Kasman.

“Kedua, maaf, saya dapat mengesankan oleh tim pemeriksa, utama dari tim-tim pemeriksa telah dikerjakan penggiringan, paksaan-paksaan, siksaan-siksaan, dan lain-lain, sementara para tertuduh yang diminta demi keselamatan jiwa mereka.”

Beberapa saat kemudian, Kasman berdiri. Dia buang kursinya jatuh ke belakang, dan dengan tangan ke atas dia berteriak sekeras-kerasnya dengan melotot,

“Percuma memeriksa semacam ini. Percuma! Sekarang begini saja. Silakan tuan-tuan cabut pistolnya dan tembaklah saya. Tembak! Tembaak! Tembaaak! ”[18]

Ketua tim pemeriksa kemudian memutuskan untuk memberikan waktu istirahat bagi Kasman. Namun keadaan tak berubah. Beragam cara tak bisa membuat Kasman bersalah. Barulah 16 hari kemudian Kasman dirilis.

Setiap penindasan yang terjadi bukan hanya melumpuhkan seorang pejuang, tetapi juga meruntuhkan tatanan harta. Menceraikan dari anak dan berbicara. Mengasingkan dari masyarakatnya. Mereka tidak kehilangan kebebasan tetapi juga peluang untuk menafkahi keluarga. Istri mereka tiba-tiba mengembalikan otak menjadi tulang belakang keluarga. Menjual apa saja yang berharga. Seperti apa yang dialami keluarga Syafrudin Prawiranegara yang kehilangan rumah mereka. Penindasan ini bahkan juga memasung hak-hak mereka sebagai ayah. Mohammad Natsir tak secuil pun diberikan kesempatan untuk menikahkan putrinya. Ia hanya bisa menerima di pengadilan. Sungguh keadaan yang mendesak jiwa.

Yunan Nasution, mantan sekjen Masyumi yang ikut memenangkan, berkisah, dinding tahanan menjadi saksi coretan-coretan mereka. Ayat-ayat Quran seperti, “Umat-Umat Yang PT KARYA CIPTA PUTRA Telah silih Berganti mengalami Bangkit Dan Jatuh,” ATAU “ Tuhan akan mempergilirkan hari-hari kehidupan Manusia DENGAN Kalah dan Menang.” Kelak, Janji Allah Yang ditorehkan PADA Dinding-Dinding Tahanan ITU Terbukti . Tatkala mereka dirilis, pihak-pihak dari komunislah yang kemudian berganti mengisi tempat mereka. [19]

Peristiwa membungkam dan melumpuhkan tidak berhenti sampai di sini saja. Masih banyak dan kerap terjadi acara dan pejuang yang lain di bungkam dan dilumpuhkan, bahkan hingga beberapa langkah saja dari maut. Atau malah menjemput syahid. Sampai sekarang. Para penguasa harus mengikuti langkah yang sama, namun tak akan pernah bisa menumpas setiap kebenaran. Mereka hanya bisa melumpuhkan raga, namun tidak jiwanya. Menceraikan nyawa dari badannya, tapi tidak mematikan semangatnya.

Para pejuang adalah pejuang yang membumi, namun dengan hati mengingat ke langit. Menolak hidup berbalut kemewahan, dan memimpin dengan segala keberanian. Dan sesunggunya, api perjuangan itu tak akan pernah padam, dan selamanya berkobar-kobar. Sejarah pulih, pembungkaman hanya akan diperbaiki rentetan perlawanan yang lain. Satu penindasan akan memacu bangkit kembali. Semua itu karena api itu di bakar oleh keinginan menegakkan kalimat Allah di bumi nusantara ini.

Catatan.

  1. Cerey, Peter. (2011). Kuasa Ramalan, Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855. Jilid 2. Jakarta: KPG.
  2. Ibid.
  3. Hal ini membuktikan Pangeran kepada Mangkubumi, bahwa dia telah menerima pertanda (wangsit) bahwa perjuangannya akan sia-sia. Tiada lagi yang tersisa bagi dirinya di dunia ini, kecuali mati sebagai sabilillah dalam pertempuran.
  4. Radjab, Muhamad. (1964). Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1838).Jakarta: PN Balai Pustaka.
  5. Talsya, T. Alibasjah. (1982). Cut Nyak Meutia, Srikandi yang Gugur di Medan Perang Aceh. Jakarta: Mutiara.
  6.  Ibid.
  7. Ibid .
  8. Ibid .
  9. Alfian, Ibrahim. (1987). Perang di Jalan Allah: Perang Aceh 1873-1912.Jakarta: Sinar Harapan.
  10. Cerey, Peter. (2011). Kuasa Ramalan, Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855. Jilid 2. Jakarta: KPG.
  11. Suminto, H. Aqib. (1996). Politik Islam Hindia Belanda. Het Kantoor voor Indlandsche Zaken. Jakarta: LP3ES
  12. Zuhri, Saifudin. (1974). Pesantren Guruku Orang-orang. Bandung: PT AlMa’arif.
  13. DI, Soebagijo. (1982). KH Mas Mansur. Diskusiaru Islam di Indonesia .Jakarta: Gunung Agung.
  14. Panitia Peringatan 75 Tahun Kasman. (1982 ). Hidup Itu Berjuang. Kasman SIngodimedjo 75 Tahun. Jakarta: Bulan Bintang.
  15. Hamka. (2004). Tafsir Al Azhar Juz I. Jakarta: Pustaka Panjimas.
  16. Ibid .
  17. Panitia Peringatan 75 Tahun Kasman. (1982 ). Hidup Itu Berjuang. Kasman SIngodimedjo 75 Tahun. Jakarta: Bulan Bintang.
  18. Ibid .
  19. Nasution, Yunan. Kenang-Kenangan Di Belakang Terali Besi di Zaman Orla.Jakarta: Bulan Bintang.

***********

Penulis: Beggy Rizkiansyah
(Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB))

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Beggy RizkiansyahIslam dan IndonesiaJejak Islam di NusantaraSejarah Indonesia
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Tiba di Bacan, UBN Disambut Kesultanan dan KKSS

Next Post

Desain Mujahid Dakwah 302 (Intropeksi Diri di Dunia)

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    Next Post

    Menguatkan Jelajah Ekonomi Islam

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media