Setahun telah berlalu, masih ingatkah kita? Setelah terjadi serangan teroris terhadap Muslim di Inggris , Dewan Muslim Inggris dalam statemennya menyatakan tidak ada langkah signifikan dalam penerapan undang-undang untuk menurunkan tingkat kejahatan akibat ujaran kebencian dan pemberantasan terorisme. Mengapa?
Ditahun 2017, seorang teroris rasis bernama Darren Osbourne menabrakkan mobilnya ke arah jamaah yang menunaikan shalat di sebuah lembaga Islam di wilayah utara London. Ada yang tewas juga terluka.Mengapa tidak disebut tindakan radikal?
Maraknya ujaran kebencian terhadap Muslim dibarengi ancaman masif terhadap kehidupan kaum muslim minoritas bukanlah hal baru. Ibarat gunung es ,aksi destruktif Islamophobia tidak bisa dilepaskan dari proyek media Barat itu sendiri. Framing berita yang semakin menyudutkan Islam itu sendiri meningkat pasca tragedi 11 september 2001..Seolah Islam menjadi virus mematikan..
Sadarkah kita,isu Islamophobia memang bukan milik barat mutlak. Bahkan seorang Profesor studi Islam Universitas Georgetown AS, John L Esposito mengungkapkan, “Ketiadaan kesadaran di kalangan masyarakat Barat mengenai realitas di dunia Islam tidak bisa dipisahkan dari sikap media Barat yang membesar-besarkan sebagian kecil ekstremis sebagai pemicu Islamophobia. Padahal sebagian besar korban terorisme adalah Muslim, tapi masalah ini tidak pernah disinggung sama sekali,”
Sadarkah kita yang dibutakan oleh sejarah.Kebengisan tiada waktu, para zionis ditanah Al quds Palestina adalah tindakan teroris maha dahsyat. Bukankah itu yang disebut radikal? Akan tetapi mengapa isu ini selalu ‘dingin’dipermukaan mayoritas masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia?
……….
Lalu bagaimana dengan Indonesia?Benarkah tidak ada ruang Islamphobia dinegara bermayoritas muslim ini? Jika benar tidak, Mengapa berita Wamena yang berdarah beberapa bulan terakhir ini menjadi sunyi. Benarkah tidak ada lagi muslim yang merenggang nyawa disana? Jika memang tidak ada isu Islamphobia,lalu mengapa isu cadar yang tergugat lagi diangkat kepermukaan setelah hampir sebagian perempuan Islam terpesona dengannya tentu karena Ilmu, lalu memutuskan menutup wajah ,terlepas dari perbedaan persepsi wajb atau tidaknya…
……………
Bagaimana jika kondisinya dibalik, pakaian ‘ you can see'( kamu bisa lihat) kita sebut dengan pakaian radikal?Maka dunia akan teheran-heran dan terbahak-bahak , karena tidak ada data dilapangan yang bisa menunjukkan mereka yang berpakaian serba terihat atas bawah ‘you can see’ adalah radikal. Bukankah ini tidak adil? Apakah dilapangan fakta empirik juga membuktikan pemakai cadar adalah memang pelaku bom? Atau jangan-jangan hanya dugaan media semata hingga menjadi frame berita paling apik dari ‘titipan pemegang kuasa dunia dan politik yang mewariskan kebencian pada Islam?
……
Persepsinya, tidak masuk logika,mewakili suara negara Indonesia lalu mengklaim secara serampangan bercadar sebagai salah satu karakteristik pelaku teror/radikal. Sehingga membatasi pemakainya pada ruang-ruang sipil adalah aturan yang harus diterapkan.Lalu dimana dijunjung Hak Asasi Manusia?
……
Segala ketakutan dan kekhawatiran pada pembatasan pengguna cadar yang berupaya dikemas dalam bingkai aturan-aturan pemerintahan pada akhirnya akan bermuara pada dua hal: aliran Islamphobia ada dalam darah kita bahkan pada seorang diri muslim itu sendiri dan yang paling menguntungkan walau tidak banyak ,saya yakin semakin banyak yang penasaran dan berniat mencari tahu cadar dengan segala warna-warni kehidupannya..
**********
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Penulis: Fauziah Ramdani, M.Si
(Penulis, Kontributor mujahiddakwah.com dan Ketua Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia)
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)
_______________________________
@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
- REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
- KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA
Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media







































































