• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, September 27, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in PAHAM SESAT, Syi'ah

Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bag. 3)

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Juni 16, 2026
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Jejak Syi’ah di Nusantara?

Sebuah contoh yang dapat kita telaah adalah kecerobohan dalam membicarakan perbedaan Syi’ah pada tradisi yang dilakukan oleh muslim nusantara. Padahal Tradisi nusantara muslim, seperti maulid , pembacaan Barzanji , diba’an , justru Banyak memberikan puji-Pujian Kepada sahabat Rasulullah. Dalam tradisi-tradisi tersebut tidak ditemukan ajaran Syi’ah. Justru sebaliknya, tradisi ini sebaliknya membentengi Ahlusunnah dari ajaran Syi’ah, dibahas melalui lafal pujian terhadap para sahabat Rasululllah. [1]

Tradisi muslim nusantara nampaknya mendapat banyak pengaruh dari Golongan Bani Alawi (yang merupakan keturunan Ahmad bin Isa al-Muhajir yang juga berhasil mengalahkan Ali bin Abi Thalib Ra.) Yang menetap di Hadramaut (Yaman) dan dikenal sebagai penyebar Islam di Nusantara. Gelombang besar Bani Alawi ini hadir pada abad ke 18-19, meskipun sudah hadir di Nusantara sejak abad-abad sebelumnya (lebih dari abad ke 10). [2] Mereka sebagai Ahlul Bayt yang membantah sebagai pembawa ajaran Syi’ah. [3] Generalisasi semacam ini menggunakan keliru. Karena Muslim di Hadramaut, termasuk Bani Alawi dikenal sebagai pemegang mahzab Syafi’i . [4]Lagipula, Sebagai Ali Bin Abi Thalib, sangat wajar jika mereka memiliki kecintaan kepada Ahlul Bayt dan mendukung Ali Bin Abi Thalib Ra. Memang tak bisa dipungkiri, kumpulan dari penganut agama Syi’ah di Nusantara (kemudian Indonesia) adalah dari Bani Alawi. Namun hal itu tidak berarti Bani Alawi adalah penyebar Syi’ah di Nusantara. Malah menentang terhadap Syi’ah di Nusantara (Indonesia) juga dipelopori kemenangan Bani Alawi, seperti yang akan dibahas selanjutnya.

You might also like

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Juli 18, 2026
Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Juni 17, 2026

Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

Juni 16, 2026

Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

Juni 16, 2026

Berbagai contoh di Nusantara yang didukung dengan Syi’ah. Islam di Jawa, misalnya, diterbitkan oleh Syi’ah. Tak hanya dalam hal tradisi, tetapi juga dalam hal memahami sejarah Walisongo, sebagai penyebar Islam di tanah Jawa yang sangat dipahami. Salah satu yang melibatkan tradisi yang terkait dengan Syi’ah oleh sebagian pihak adalah Sunan Ampel dan Sunan Gresik. Argumen ini dilandaskan pada mula datangnya Sunan Ampel dan Sunan Gresik yang berasal dari Champa. Champa disebut sebagai daerah yang beraliran Syiah Utama Zaidiyah. Muslim di Champa dengan Muslim di nusantara. Diantara tradisi tersebut adalah tradisi memperingati kematian seseorang di hari ke-3, ke-7, ke 40, ke-100, dan ke-1000. Misalnya tradisi,Maulid Nabi. [5]

Hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebab Muslim Champa terdiri dari 2 kelompok, yaitu Bani Islam (Champa Annam ) dan Muslim Sunni. Etnis Cham yang di kelompokkan sebagai Muslim Sunni lebih banyak daripada orang-orang melayu. Mereka dikenal sebagai penganut mahzab Syafi’i . Di pihak lain, Islam yang dianut oleh Bani Islam lebih tepat disebut sebagai Islam yang sangat disukai oleh Brahmanisme dan agama primitif lokal. [6] Dalam banyak hal, pemahaman dan pengamalan di Bani Islam terlihat jauh berbeda dari Islam pada umumnya. Seperti misalnya, tidak semua rukun yang dianggap wajib bagi muslim Bani Islam. Sebagian besar didelegasikan kepada para pemimpin mereka yang disebut ‘Acar.’ Begitu pula pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini, masyarakat Bani Islam tidak berpuasa. Kewajiban berpuasa hanya dilakukan oleh pemimpin mereka. [7] Beberapa peneliti seperti Durand dan Cabaton menyebut Bani Islam terkait dengan Syi’ah. [8] Namun, jika dilihat lebih lanjut, praktik yang dilakukan Bani Cham pun tak Terkait dengan Syi’ah. Kewajiban berpuasa, dan sholat yang dilakukan Syi’ah, tak diwajibkan oleh Bani Islam. [9]

Bani Islam bagian Syi’ah selain Bukan , banyak peneliti percaya orang-orang pribumi Cham memeluk Islam baru marak setelah tahun 1471. [10] Hal ini menarik untuk membandingkan tahun 1406 atau 1479 [11] , Sunan Ampel memiliki Nusantara. [12] Melihat jeda waktu antara Islamisasi di Cham dengan tahun wafatnya Sunan Ampel ini, sulit untuk mengikuti tradisi-tradisi di nusantara yang mirip dengan Bani Islam di Cham, dibawa oleh mereka. Lebih dari kita menilik lebih dalam pemahaman dan pengamalan Islam dari Bani Islam di Cham. Pemahaman dan pengamalan muslim di Jawa sangat berbeda dengan Bani Islam. Muslim di nusantara diwajibkan untuk berpuasa, sholat lima waktu dan lainnya.

Rukun Islam diterapkan secara keseluruhan oleh muslim di Jawa. Hanya ada beberapa yang menentang tradisi Muslim di Jawa dengan Bani Islam, seperti Maulid, memperingati kematian, Haul , Talqin , dan sebagainya. [13] Seperti Misalnya Haul . Tradisi ini tak bisa dianggap merta sebagai tradisi Syi’ah. Tradisi Haul di nusantara (Indonesia) lebih condong diambil oleh para Sayid dari Hadramaut dan memiliki konsep khusus. [14] Lagipula, Bani Islam tidak dikenal sebagai muslim yang hijrah ke Melayu, tetapi sebaliknya muslim Cham Sunni-lah yang dikenal sebagai perantau ke kepulauan Melayu. Senang melawan Muslim Sunni dari Cham ini demi memenangkan perang Demak melawan Portugis di Jawa. [15]

Kesamaan tradisi atau penempatan Ahlul Bayt pada posisi yang dominan juga membuat pasangan menentukan sebagai Syi’ah. Seperti yang disebut pada Muslim di Cikoang, Sulawesi Selatan. Tak bisa dipungkiri, memang ada kumpulan Syi’ah di sana. Apakah ada yang terkait dengan ulama asal Aceh penyebar Islam di Cikoang, yaitu Sayid Jalaluddin Al Aidid? Atau mereka hadir jauh setelah beliau?

Sayid Jalaluddin Al Aidid diterima di awal abad ke 17. Kehadiran dia sangat dihargai di Cikoang. Beberapa tradisi yang dilestarikan hingga ke masyarakat Cikoang, dianggap sebagai membahas ajaran Syi; ah. Namun penelaahan lebih lanjut menjelaskan ajaran Sayid Jalaluddin Al Aidid lebih tepat disebut tasawuf, yaitu tarekat Bahar Al Nur , dibahas Syi’ah. [16] Dan menarik untuk menggantikan nama dari Sayid Jalaluddin Al Aidid, yaitu putra disetujui bernama Umar. [17] Sulit diterima bagi seorang Syi’ah untuk memberi nama putranya Umar, seorang sahabat Nabi Muhammad yang sangat dibenci oleh kaum Syi’ah.

Penulisan sejarah Islam di nusantara yang membahas dengan Syi’ah pun tidak hanya bersandar pada kesimpulan yang gegabah soal tradisi, namun juga sesuai dengan sumber tulisan yang rapuh. Hal ini dapat kita temui seperti pada buku Tuanku Rao karya Mangaradja Onggang Parlindungan. Buku Tuanku Rao Artikel lengkap tentang sejarah Syia’h di Indonesia. Seperti contohnya, menurut Parlindungan Syi’ah Qaramithah (Parlindungan yang melarang Karamtiyah ) tidak pernah berdiri tegak di Minangkabau selama 300 tahun. Dianut masyarakat, hingga kerajaan Pagaruyung. Sebelum akhirnya ditumpas oleh gerakan Paderi. Tuduhan ini ditimpakan oleh Parlindungan kepada Syekh Burhanuddin Ulakan. [18]

Pendapat Parlindungan dari bukunya Tuanku Rao sebenarnya sudah selesai, karena Parlindungan tidak bisa menyediakan sumber yang jelas. Semua sumber tulisan, disetujui Parlindungan, telah dibakar oleh disetujui. Bahkan sumber ‘Naskah Poortman’ dari seorang pejabat kolonial, – yang disebut Parlindungan diterima dari Residen Poortman- pun tidak ada, baik di Ruang Arsip Istana Merdeka Jakarta, Museum Granada di Spanyol, atau Den Haag. [19]

Tuanku Rao pernah menjadi topik hangat dan akhirnya dibahas secara ilmiah di Seminar “Sejarah Masuknya Islam ke Minangkabau ,” bulan Juli 1969. Kala itu, Parlindungan tidak mampu mendukung pembahasannya setelah dikritik secara mendukung oleh Buya Hamka. Tak ada bantahan oleh Parlindungan saat itu. Kritik Buya Hamka terhadap buku Tuanku Rao kemudian hadir dalam sebuah buku berjudul “Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao.” Buya Hamka kemudian memulai, “Setelah aku membaca buku itu, berbulan-bulan dengan seksama, maka aku simpulkan: +/- 80% dari Isi buku itu tidak benar, dan agak kasar bisa disebut dusta. ” [20]

Selain tak jelasnya sumber, Parlindungan juga mendasarkan pendapatnya yang lemah pada perayaan Tabut di pariaman, Sumatera Barat. Perayaan tabut dimulai di Bengkulu, dan di Pariaman sebenarnya berasal dari tentara Sepoy (India) yang berdiam di sana sejak zaman penjajahan Inggris. Tentara Sepoy pengi Syi’ah itu diadakan perayaan setiap 10 Muharram. [21] Menurut Buya Hamka, Tentara Sepoy mulai membujuk orang kampung sekitar yang awam untuk membantu mereka mengumpulkan perayaan. Dibangkitkan oleh para Sepoy ini perasaan tentang tragedi Karbala. Lalu seorang penyair, Bagindo Malin kemudian menyusun Syair Hasan-Husindan dinyanyikan. Namun perayaan Tabut tidak pernah membuat masyarakat Pariaman menjadi pengikut Syi’ah. [22] Masyarakat yang awam, menganggap Tabut hanya bagian dari keramaian masyarakat, bukan perdebatan agama.

Perayaan Tabut pun meningkat. Tidak selamanya berjalan meriah. Semasa gencarnya dakwah Muhammadiyah dan Permi di tahun 1930-an perayaan Tabut di Pariaman dapat dihilangkan. Namun setelah Indonesia merdeka, perayaan tersebut marak dikembalikan, karena menurut Buya Hamka adalah faktor lemahnya agama, dan yang menjadi pertimbangan Tabut sebagai sektor pariwisata. [23] Maka tidak mengherankan, perayaan yang diadakan oleh pemerintah khusus oleh pemerintah Orde Baru sesuai dengan kebutuhan pariwisata. [24]

Berdiri di atas kepingan fakta-fakta di atas, kita bisa membalikkan fakta itu ‘Syiah di Nusantara pada masa lalu sejauh ini masih disandarkan pada (1) fakta yang meragukan dan tidak kokoh, (2) misinterpretasi atau kekurangtelitian dalam men atau (3) pada jejak-jejak tradisi lahiriah, yang menggambarkan budaya Syiah dari luar, tetapi tanpa diikuti dengan keyakinan keagamaan (Syiah). Secara umum, kalaupun ada jejak-jejak masuknya Syiah di Nusantara pada masa lalu, maka pertimbangannya menjadi signifikan.

Jejak-jejak Syi’ah di Nusantara tidak tergambar jelas, kecuali dalam beberapa hal yang mungkin melebur dalam tradisi masyarakat di nusantara, sebagai buah dari interaksi masyarakat di nusantara dengan segelintir pemeluk Syi’ah. Itu hanya bahasa keramaian rakyat atau tradisi belaka, bukan penerimaan keagamaan. Bukannya pengaruh-pengaruh di atas yang dianggap ‘menantang Syi’ah’ di Nusantara adalah pengaruh dari Syi’ah Zaidiyah . Namun, perlu penelitian lagi. Kita harus hati-hati dengan tidak mudah menganggapnya sebagai Zaidiyah , mengingat Zaidiyah memiliki perbedaan tegas dengan Muslim Sunni di nusantara, seperti dalam hal imamah dan kedudukan Abu Bakar dan Umar Ra sebagai khalifah, Pandangan ditunjukan kepada para sahabat [25] Serta kecondongan Zaidiyah tidak ditunjukan kepada Mu’tazilah . [26] Sementara dalam dakwah Islam di Indonesia, jelaskan Islam di Nusantara adalah Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah , khususnya mahzab Syafi’i.

Syi’ah Rafidhi di Nusantara tidak bisa disangkal . Mengingat Nusantara adalah negeri-negeri yang terbuka, dan saling berinteraksi dengan banyak pihak. Namun, kalaupun pernah hadir penyebar ajaran Syi’ah di nusantara, nampaknya ajaran Syi’ah tak mendapat sambutan yang hangat. Pengaruh Persia di Nusantara, ditambahkan sebelum berdirinya Dinasti Safawi, tak bisa serta merta disebut sebagai pengaruh Syi’ah.

Kehadiran Dinasti Safawi dalam peta politik di dunia, tak terkendali di Nusantara, karena kokohnya keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah . Sementara ke beberapa wilayah, seperti Thailand, Dinasti Safawi menjalin hubungan resmi dengan mengirim delegasi, namun di Nusantara, sejauh ini kami dapat menemukan kami menemukan upaya tersebut. [27] Selain faktor kokohnya kepercayaan Sunni di nusantara, sangat mungkin bagi kita saat ini untuk meneropong dari peta politik dunia Islam saat itu.

Posisi Dinasti Safawi yang berseteru dengan Kekhalifahan Usmaniyah, membuat mereka sulit untuk melebarkan intensitas (Syi’ah) -nya di nusantara. Kerajaan Aceh yang mendeklarasikan diri di bawah kekhalifahan Usmaniyah, mengurangi peluang tersebut. [28] Apalagi Dinasti Safawi pernah pula bergandeng tangan dengan penjajah Portugis, turut membantu Kekhalifahan Usmaniyah. [29] Maka jejak Syi’ah di Nusantara hanya terlihat samar-samar, tanpa perbedaan yang membekas dalam dada umat Islam di Nusantara.

Hingga berusia 20 tahun, Syi’ah di Nusantara, yang kemudian menjadi Indonesia, tak tampak menampakkan dirinya. [30] Segelintir keturunan Bani Alawi yang menentang Syi’ah, mendapat tentangan keras, termasuk sebaliknya dari kalangan Bani Alawi itu sendiri. Penolakan terhadap Syair Syah’ah dari Bani Alawi membahas tentang oleh, Sayid Utsman bin Abdullah bin Aqil Bin Yahya (1911) dan Hasan bin Alwi bin Sahab (1908). [31]

Menyanggah Syi’ah dalam lembaran Sejarah

Dari kenyataan yang terjadi, kita dapat bercermin, meskipun Syi’ah tak berpengaruh signifikan di Nusantara, namun ulama-ulama Nusantara sejak lampau telah memastikan penyimpangan Syi’ah. Sejak jaman Hamzah Fansuri yang mengingatkan melalui syairnya yang telah disinggung di atas, kemudian Nurrudin Ar Raniry pun turut membantam perbuat Syi’ah yang melaknat para sahabat. Pada tahun 1832 Syekh Daud, seorang ulama dari Pariaman yang menetap di Mekah melukiskan penyimpangan ajaran Syi’ah melalui syairnya, yaitu Syair Mekkah dan Madinah . [32]

Pada awal abad ke 20 pun Sayid Usman dari Batavia menolak paham Syiah. Penolakan atas Syi’ah kembali dapat kita temui, salah satunya dari Pendiri Nadhlatul Ulama, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari. Dalam kitabnya, Risalah Al Bid’ah wa Al Sunnah, beliau menjelaskan,

“Sebagian dari golongan ini adalah Rafidhiyyun, yaitu golongan yang mencaci maki sahabat Abu Bakar ra dan Umar ibn Khattab ra, mereka jugam membenci teman-teman lain, mereka juga sangat tergantung pada Sayyidina ‘Ali ra dan pertimbangan. Menurut Sayyid Muhammad dalam Syarh al-Qomus mengatakan sebagian dari kelompok ini termasuk kategori kafir dan zindiq. ” [33]

Satu hal yang menarik, dari Hamzah Fansuri hingga KH Hasyim Asy’ari di abad ke 20, dalam menjelaskan Syi’ah, mereka menggunakan istilah ‘Rafidhah. ‘istilah Rafidhah ini digunakan akibat dari penggantian kaum Syiah terhadap kedudukan para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar Ra. Istilah ini memiliki makna terkait dengan menyebut Rafidhah , para ulama menggolongkan Syi’ah sebagai kaum yang menyimpang dari akidah, bukan dalam konflik politik antara Ali Ra. dengan Muawiyah.

Penting untuk dicatat, dikembalikan para ulama terhadap paham Syi’ah mengembalikan sumber konfilk. Konfilk Sunni-Syiah tak merebak dalam sejarah Nusantara, meski para ulama telah menjelaskan penyimpangan kaum Syi’ah sejak beratus tahun lalu. Konflik ANTARA Sunni DENGAN Syi’ah justru Mulai merebak Ke permukaan tatkala Iran DENGAN ideologi Syi’ah-nya, mengekspor revolusi (Dan PAHAM) Syi’ah Ke different Wilayah termasuk ke Indonesia pasca Tahun 1979. [34]

Upaya mempengaruhi akidah Ahlussunnah Wal Jamaa ‘ah mendapat reaksi tentangan dari umat Islam di Indonesia. [35] Kedamaian muslim, Ahlus Sunnah Wal JamaahYang menyambut lebih dari seribu tahun sejak datangnya Islam ke Nusantara terkoyak, menentang upaya-upaya yang berhasil meruntuhkan kokohnya Akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah .

Catatan Kaki:

[1] Hasib, Kholili. 2015. Tradisi Muslim Nusantara Menyanggah Syi’ah . http://jejakislam.net/?p=641 . Diunduh pada 4 April 2015.

[2] Jacobsen, Frode F. 2009. Hadrami Arab di Indonesia Saat Ini, sebuah kelompok yang berorientasi Indonesia dengan Tanda Tangan Arab. New York. Rangkaian Seri Kontemporer Asia Tenggara.

[3] Alatas, Syed Farid. Tariqat Al Alawiyyah dan Munculnya Sekolah Syiah di Indonesia dan Malaysia . Oriente Moderno, Nuova Serie Anno 18 (79).

[4] Jacobsen, Frode F. 2009

[5] Sunyoto, Agus. 2012. Atlas Walisongo . Depok: Pustaka IIMan.

[6] Durand, RP 1903. Le Champs Bani . Buletin Francaises d’Extreme-Orient, Tome 3. Penerjemah: Indri Novianti (kontributor JIB)

[7] Phu, Ba Trung. 2008. Bani Islam Cham di Vietnam dalam Islam di The Margins: The Muslim of Indocina . Makalah Diskusi CIAS No. 3, Pusat Studi Area Terpadu, Universitas Kyoto.

[8] Durand, RP 1903.

[9] Phu, Ba Trung. 2008

[10] Nakamura, Rie. 2000. Kedatangan Islam ke Champa. Jurnal Cabang Malaysia The Royal Asiatic Society Vol. 73 No. 1.

[11] Meskipun angka ini tidak dapat diselesaikan, maka kita bisa mendapatkan rentang waktu yang diharapkan. Lihat Agus Sunyoto (2012).

[12] Sunyoto, Agus. 2012

[13] Ibid.

[14] Alatas, Ismail F. 2007. Bangkitnya Memori Dalam Kasus Haul: Masalah Historiografi Islam di Indonesia . Jurnal Islam Indonesia Vol. 1 No. 02, Desember 2007.

[15] Nakamura, Rie. 2000

[16] Adlin Sila, Muhammad. 2001. Perayaan Maulid Nabi di Cikoang, Sulawesi Selatan: Antara Mengenang dan Membesar-besarkan Roh Nabi . Studia Islamika Vol. 8 No. 3

[17] Hisyam, Muhammad. 2014. Sayyid: Raja Asing, Agama dan Tradisi, Kasus Cikoang . Warisan Nusantara Vol. 3 No. 2

[18] Hamka. 2008

[19] Hasyim, Umar. 1983. Sunan Muria. Antara Fakta dan Legenda . Kudus: Penerbit Menara Kudus.

[20] Hamka. 2008

[21] Feener, R. Michael. 1999. Tabut: Peringatan Muharram dalam Sejarah Bengkulu. Studia Islamika Vol. VI No. 2. Dan Buya Hamka, 2008.

[22] Hamka.2008.

[23] Ibid.

[24] Feener, R. Michael. 1999.

[25] Kohlberg, Etan. 1976. Beberapa Pandangan Zaydi tentang Sahabat Nabi . Buletin Sekolah Studi Oriental dan Afrika Vol. 39 No. 1.

[26] Thiele, Januari 2010. Menyebarkan Mu’tazilisim pada Abad VI / XII Zaydiyya: Peran Hasan al-Rasas. Arabica No. 57. Lihat pula Etan Kohlberg (1976).

[27] Marcinkowski, Ismail M. 2002. Thailand – Hubungan Iran. Encyclopaedia Iranica. http://www.iranicaonline.org/articles/thailand-iran-relations diunduh pada 5 April 2015.

[28] Goksoy, Ismail Hakki. 2011. Hubungan Turki Usmani-Aceh yang Terekam dalam Sumber-Sumber Turki dalam Memetakan Masa lalu Aceh. Bali & Jakarta: Pustaka Larasan & KITLV Jakarta.

[29] Mathee, Rudi. 2011. Sekutu Jauh: Kontak Diplomatik Antara Portugal dan Iran di The Reign of Shah Tahmasb, 1524-1576 hearts Portugal, Teluk Persia dan The Safawi Persia . Yayasan Warisan Iran, Peeters.

[30] Zulkifli. 2013. Perjuangan Syiah Di Indonesia . Canberra: ANU E Press.

[31] Ibid.

[32] Suryadi. 2013. Syair Mekah dan Madinah dalam Naik Haji di Masa Silam, Tahun 1482 – 1890 Jilid I. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

[33] Asy’ari, KH. Hasyim. 2008. Risalah Al Bid’ah wa Al Sunnah (Risalah Bid’ah dan Sunnah). Bekasi: Subulus Salam Indonesia.

[34] Ramazani, RK 1990. Ekspor Iran atas Revolusi, Politik, Berakhir dan Berarti dalam Revolusi Iran: Ini Dampak Global . (ed: John L. Esposito). Miami: Florida International University Press.

[35] Zulkifli. 2013

***********

Penulis: Beggy Rizkiansyah
(Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Aliran SesatAliran Sesat Syi'ahKesesatan syiahSyi'ah di Indonesia
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Etika Kehidupan Muslim Sehari-Hari: Etika Bermajlis

Next Post

Kartini dan Pintu Masuk Feminisme di Indonesia

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua

    Agustus 19, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis

    Agustus 19, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    • Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.  Peringatan satu abad tersebut menjadi momentum kesyukuran atas perjalanan panjang Gontor dalam bidang pendidikan sekaligus refleksi memasuki abad kedua pengabdiannya.  Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan perjalanan dan makna satu abad pengabdian PMDG bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Menurutnya, para pendiri Gontor telah ikhlas mewakafkan ide, nilai, sistem, lembaga, dan cinta kepada bangsa Indonesia  “Sehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini. Dan semuanya mencintai kita semua,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.  Usai menyampaikan sambutan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo. Mushaf Gontor menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG yang proses penulisannya telah dimulai sejak 2023 dan dikerjakan oleh lingkungan santri serta guru Gontor.  Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat hadir bersama keluarga besar Gontor pada momentum bersejarah satu abad perjalanan pondok tersebut.  “Kita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Presiden.  Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang terus menjadi korban serangan Israel. Prabowo mengatakan, Indonesia seolah masih kurang berdaya dalam membantu masyarakat Palestina yang terus dibantai dan dibom.  "Tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post

    Etika Kehidupan Muslim Sehari-Hari: Etika Memberi Salam

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media