• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Rabu, Agustus 12, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in PAHAM SESAT, Syi'ah

Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bag. 3)

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Juni 16, 2026
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Jejak Syi’ah di Nusantara?

Sebuah contoh yang dapat kita telaah adalah kecerobohan dalam membicarakan perbedaan Syi’ah pada tradisi yang dilakukan oleh muslim nusantara. Padahal Tradisi nusantara muslim, seperti maulid , pembacaan Barzanji , diba’an , justru Banyak memberikan puji-Pujian Kepada sahabat Rasulullah. Dalam tradisi-tradisi tersebut tidak ditemukan ajaran Syi’ah. Justru sebaliknya, tradisi ini sebaliknya membentengi Ahlusunnah dari ajaran Syi’ah, dibahas melalui lafal pujian terhadap para sahabat Rasululllah. [1]

Tradisi muslim nusantara nampaknya mendapat banyak pengaruh dari Golongan Bani Alawi (yang merupakan keturunan Ahmad bin Isa al-Muhajir yang juga berhasil mengalahkan Ali bin Abi Thalib Ra.) Yang menetap di Hadramaut (Yaman) dan dikenal sebagai penyebar Islam di Nusantara. Gelombang besar Bani Alawi ini hadir pada abad ke 18-19, meskipun sudah hadir di Nusantara sejak abad-abad sebelumnya (lebih dari abad ke 10). [2] Mereka sebagai Ahlul Bayt yang membantah sebagai pembawa ajaran Syi’ah. [3] Generalisasi semacam ini menggunakan keliru. Karena Muslim di Hadramaut, termasuk Bani Alawi dikenal sebagai pemegang mahzab Syafi’i . [4]Lagipula, Sebagai Ali Bin Abi Thalib, sangat wajar jika mereka memiliki kecintaan kepada Ahlul Bayt dan mendukung Ali Bin Abi Thalib Ra. Memang tak bisa dipungkiri, kumpulan dari penganut agama Syi’ah di Nusantara (kemudian Indonesia) adalah dari Bani Alawi. Namun hal itu tidak berarti Bani Alawi adalah penyebar Syi’ah di Nusantara. Malah menentang terhadap Syi’ah di Nusantara (Indonesia) juga dipelopori kemenangan Bani Alawi, seperti yang akan dibahas selanjutnya.

You might also like

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Juli 18, 2026
Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Juni 17, 2026

Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

Juni 16, 2026

Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

Juni 16, 2026

Berbagai contoh di Nusantara yang didukung dengan Syi’ah. Islam di Jawa, misalnya, diterbitkan oleh Syi’ah. Tak hanya dalam hal tradisi, tetapi juga dalam hal memahami sejarah Walisongo, sebagai penyebar Islam di tanah Jawa yang sangat dipahami. Salah satu yang melibatkan tradisi yang terkait dengan Syi’ah oleh sebagian pihak adalah Sunan Ampel dan Sunan Gresik. Argumen ini dilandaskan pada mula datangnya Sunan Ampel dan Sunan Gresik yang berasal dari Champa. Champa disebut sebagai daerah yang beraliran Syiah Utama Zaidiyah. Muslim di Champa dengan Muslim di nusantara. Diantara tradisi tersebut adalah tradisi memperingati kematian seseorang di hari ke-3, ke-7, ke 40, ke-100, dan ke-1000. Misalnya tradisi,Maulid Nabi. [5]

Hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebab Muslim Champa terdiri dari 2 kelompok, yaitu Bani Islam (Champa Annam ) dan Muslim Sunni. Etnis Cham yang di kelompokkan sebagai Muslim Sunni lebih banyak daripada orang-orang melayu. Mereka dikenal sebagai penganut mahzab Syafi’i . Di pihak lain, Islam yang dianut oleh Bani Islam lebih tepat disebut sebagai Islam yang sangat disukai oleh Brahmanisme dan agama primitif lokal. [6] Dalam banyak hal, pemahaman dan pengamalan di Bani Islam terlihat jauh berbeda dari Islam pada umumnya. Seperti misalnya, tidak semua rukun yang dianggap wajib bagi muslim Bani Islam. Sebagian besar didelegasikan kepada para pemimpin mereka yang disebut ‘Acar.’ Begitu pula pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini, masyarakat Bani Islam tidak berpuasa. Kewajiban berpuasa hanya dilakukan oleh pemimpin mereka. [7] Beberapa peneliti seperti Durand dan Cabaton menyebut Bani Islam terkait dengan Syi’ah. [8] Namun, jika dilihat lebih lanjut, praktik yang dilakukan Bani Cham pun tak Terkait dengan Syi’ah. Kewajiban berpuasa, dan sholat yang dilakukan Syi’ah, tak diwajibkan oleh Bani Islam. [9]

Bani Islam bagian Syi’ah selain Bukan , banyak peneliti percaya orang-orang pribumi Cham memeluk Islam baru marak setelah tahun 1471. [10] Hal ini menarik untuk membandingkan tahun 1406 atau 1479 [11] , Sunan Ampel memiliki Nusantara. [12] Melihat jeda waktu antara Islamisasi di Cham dengan tahun wafatnya Sunan Ampel ini, sulit untuk mengikuti tradisi-tradisi di nusantara yang mirip dengan Bani Islam di Cham, dibawa oleh mereka. Lebih dari kita menilik lebih dalam pemahaman dan pengamalan Islam dari Bani Islam di Cham. Pemahaman dan pengamalan muslim di Jawa sangat berbeda dengan Bani Islam. Muslim di nusantara diwajibkan untuk berpuasa, sholat lima waktu dan lainnya.

Rukun Islam diterapkan secara keseluruhan oleh muslim di Jawa. Hanya ada beberapa yang menentang tradisi Muslim di Jawa dengan Bani Islam, seperti Maulid, memperingati kematian, Haul , Talqin , dan sebagainya. [13] Seperti Misalnya Haul . Tradisi ini tak bisa dianggap merta sebagai tradisi Syi’ah. Tradisi Haul di nusantara (Indonesia) lebih condong diambil oleh para Sayid dari Hadramaut dan memiliki konsep khusus. [14] Lagipula, Bani Islam tidak dikenal sebagai muslim yang hijrah ke Melayu, tetapi sebaliknya muslim Cham Sunni-lah yang dikenal sebagai perantau ke kepulauan Melayu. Senang melawan Muslim Sunni dari Cham ini demi memenangkan perang Demak melawan Portugis di Jawa. [15]

Kesamaan tradisi atau penempatan Ahlul Bayt pada posisi yang dominan juga membuat pasangan menentukan sebagai Syi’ah. Seperti yang disebut pada Muslim di Cikoang, Sulawesi Selatan. Tak bisa dipungkiri, memang ada kumpulan Syi’ah di sana. Apakah ada yang terkait dengan ulama asal Aceh penyebar Islam di Cikoang, yaitu Sayid Jalaluddin Al Aidid? Atau mereka hadir jauh setelah beliau?

Sayid Jalaluddin Al Aidid diterima di awal abad ke 17. Kehadiran dia sangat dihargai di Cikoang. Beberapa tradisi yang dilestarikan hingga ke masyarakat Cikoang, dianggap sebagai membahas ajaran Syi; ah. Namun penelaahan lebih lanjut menjelaskan ajaran Sayid Jalaluddin Al Aidid lebih tepat disebut tasawuf, yaitu tarekat Bahar Al Nur , dibahas Syi’ah. [16] Dan menarik untuk menggantikan nama dari Sayid Jalaluddin Al Aidid, yaitu putra disetujui bernama Umar. [17] Sulit diterima bagi seorang Syi’ah untuk memberi nama putranya Umar, seorang sahabat Nabi Muhammad yang sangat dibenci oleh kaum Syi’ah.

Penulisan sejarah Islam di nusantara yang membahas dengan Syi’ah pun tidak hanya bersandar pada kesimpulan yang gegabah soal tradisi, namun juga sesuai dengan sumber tulisan yang rapuh. Hal ini dapat kita temui seperti pada buku Tuanku Rao karya Mangaradja Onggang Parlindungan. Buku Tuanku Rao Artikel lengkap tentang sejarah Syia’h di Indonesia. Seperti contohnya, menurut Parlindungan Syi’ah Qaramithah (Parlindungan yang melarang Karamtiyah ) tidak pernah berdiri tegak di Minangkabau selama 300 tahun. Dianut masyarakat, hingga kerajaan Pagaruyung. Sebelum akhirnya ditumpas oleh gerakan Paderi. Tuduhan ini ditimpakan oleh Parlindungan kepada Syekh Burhanuddin Ulakan. [18]

Pendapat Parlindungan dari bukunya Tuanku Rao sebenarnya sudah selesai, karena Parlindungan tidak bisa menyediakan sumber yang jelas. Semua sumber tulisan, disetujui Parlindungan, telah dibakar oleh disetujui. Bahkan sumber ‘Naskah Poortman’ dari seorang pejabat kolonial, – yang disebut Parlindungan diterima dari Residen Poortman- pun tidak ada, baik di Ruang Arsip Istana Merdeka Jakarta, Museum Granada di Spanyol, atau Den Haag. [19]

Tuanku Rao pernah menjadi topik hangat dan akhirnya dibahas secara ilmiah di Seminar “Sejarah Masuknya Islam ke Minangkabau ,” bulan Juli 1969. Kala itu, Parlindungan tidak mampu mendukung pembahasannya setelah dikritik secara mendukung oleh Buya Hamka. Tak ada bantahan oleh Parlindungan saat itu. Kritik Buya Hamka terhadap buku Tuanku Rao kemudian hadir dalam sebuah buku berjudul “Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao.” Buya Hamka kemudian memulai, “Setelah aku membaca buku itu, berbulan-bulan dengan seksama, maka aku simpulkan: +/- 80% dari Isi buku itu tidak benar, dan agak kasar bisa disebut dusta. ” [20]

Selain tak jelasnya sumber, Parlindungan juga mendasarkan pendapatnya yang lemah pada perayaan Tabut di pariaman, Sumatera Barat. Perayaan tabut dimulai di Bengkulu, dan di Pariaman sebenarnya berasal dari tentara Sepoy (India) yang berdiam di sana sejak zaman penjajahan Inggris. Tentara Sepoy pengi Syi’ah itu diadakan perayaan setiap 10 Muharram. [21] Menurut Buya Hamka, Tentara Sepoy mulai membujuk orang kampung sekitar yang awam untuk membantu mereka mengumpulkan perayaan. Dibangkitkan oleh para Sepoy ini perasaan tentang tragedi Karbala. Lalu seorang penyair, Bagindo Malin kemudian menyusun Syair Hasan-Husindan dinyanyikan. Namun perayaan Tabut tidak pernah membuat masyarakat Pariaman menjadi pengikut Syi’ah. [22] Masyarakat yang awam, menganggap Tabut hanya bagian dari keramaian masyarakat, bukan perdebatan agama.

Perayaan Tabut pun meningkat. Tidak selamanya berjalan meriah. Semasa gencarnya dakwah Muhammadiyah dan Permi di tahun 1930-an perayaan Tabut di Pariaman dapat dihilangkan. Namun setelah Indonesia merdeka, perayaan tersebut marak dikembalikan, karena menurut Buya Hamka adalah faktor lemahnya agama, dan yang menjadi pertimbangan Tabut sebagai sektor pariwisata. [23] Maka tidak mengherankan, perayaan yang diadakan oleh pemerintah khusus oleh pemerintah Orde Baru sesuai dengan kebutuhan pariwisata. [24]

Berdiri di atas kepingan fakta-fakta di atas, kita bisa membalikkan fakta itu ‘Syiah di Nusantara pada masa lalu sejauh ini masih disandarkan pada (1) fakta yang meragukan dan tidak kokoh, (2) misinterpretasi atau kekurangtelitian dalam men atau (3) pada jejak-jejak tradisi lahiriah, yang menggambarkan budaya Syiah dari luar, tetapi tanpa diikuti dengan keyakinan keagamaan (Syiah). Secara umum, kalaupun ada jejak-jejak masuknya Syiah di Nusantara pada masa lalu, maka pertimbangannya menjadi signifikan.

Jejak-jejak Syi’ah di Nusantara tidak tergambar jelas, kecuali dalam beberapa hal yang mungkin melebur dalam tradisi masyarakat di nusantara, sebagai buah dari interaksi masyarakat di nusantara dengan segelintir pemeluk Syi’ah. Itu hanya bahasa keramaian rakyat atau tradisi belaka, bukan penerimaan keagamaan. Bukannya pengaruh-pengaruh di atas yang dianggap ‘menantang Syi’ah’ di Nusantara adalah pengaruh dari Syi’ah Zaidiyah . Namun, perlu penelitian lagi. Kita harus hati-hati dengan tidak mudah menganggapnya sebagai Zaidiyah , mengingat Zaidiyah memiliki perbedaan tegas dengan Muslim Sunni di nusantara, seperti dalam hal imamah dan kedudukan Abu Bakar dan Umar Ra sebagai khalifah, Pandangan ditunjukan kepada para sahabat [25] Serta kecondongan Zaidiyah tidak ditunjukan kepada Mu’tazilah . [26] Sementara dalam dakwah Islam di Indonesia, jelaskan Islam di Nusantara adalah Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah , khususnya mahzab Syafi’i.

Syi’ah Rafidhi di Nusantara tidak bisa disangkal . Mengingat Nusantara adalah negeri-negeri yang terbuka, dan saling berinteraksi dengan banyak pihak. Namun, kalaupun pernah hadir penyebar ajaran Syi’ah di nusantara, nampaknya ajaran Syi’ah tak mendapat sambutan yang hangat. Pengaruh Persia di Nusantara, ditambahkan sebelum berdirinya Dinasti Safawi, tak bisa serta merta disebut sebagai pengaruh Syi’ah.

Kehadiran Dinasti Safawi dalam peta politik di dunia, tak terkendali di Nusantara, karena kokohnya keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah . Sementara ke beberapa wilayah, seperti Thailand, Dinasti Safawi menjalin hubungan resmi dengan mengirim delegasi, namun di Nusantara, sejauh ini kami dapat menemukan kami menemukan upaya tersebut. [27] Selain faktor kokohnya kepercayaan Sunni di nusantara, sangat mungkin bagi kita saat ini untuk meneropong dari peta politik dunia Islam saat itu.

Posisi Dinasti Safawi yang berseteru dengan Kekhalifahan Usmaniyah, membuat mereka sulit untuk melebarkan intensitas (Syi’ah) -nya di nusantara. Kerajaan Aceh yang mendeklarasikan diri di bawah kekhalifahan Usmaniyah, mengurangi peluang tersebut. [28] Apalagi Dinasti Safawi pernah pula bergandeng tangan dengan penjajah Portugis, turut membantu Kekhalifahan Usmaniyah. [29] Maka jejak Syi’ah di Nusantara hanya terlihat samar-samar, tanpa perbedaan yang membekas dalam dada umat Islam di Nusantara.

Hingga berusia 20 tahun, Syi’ah di Nusantara, yang kemudian menjadi Indonesia, tak tampak menampakkan dirinya. [30] Segelintir keturunan Bani Alawi yang menentang Syi’ah, mendapat tentangan keras, termasuk sebaliknya dari kalangan Bani Alawi itu sendiri. Penolakan terhadap Syair Syah’ah dari Bani Alawi membahas tentang oleh, Sayid Utsman bin Abdullah bin Aqil Bin Yahya (1911) dan Hasan bin Alwi bin Sahab (1908). [31]

Menyanggah Syi’ah dalam lembaran Sejarah

Dari kenyataan yang terjadi, kita dapat bercermin, meskipun Syi’ah tak berpengaruh signifikan di Nusantara, namun ulama-ulama Nusantara sejak lampau telah memastikan penyimpangan Syi’ah. Sejak jaman Hamzah Fansuri yang mengingatkan melalui syairnya yang telah disinggung di atas, kemudian Nurrudin Ar Raniry pun turut membantam perbuat Syi’ah yang melaknat para sahabat. Pada tahun 1832 Syekh Daud, seorang ulama dari Pariaman yang menetap di Mekah melukiskan penyimpangan ajaran Syi’ah melalui syairnya, yaitu Syair Mekkah dan Madinah . [32]

Pada awal abad ke 20 pun Sayid Usman dari Batavia menolak paham Syiah. Penolakan atas Syi’ah kembali dapat kita temui, salah satunya dari Pendiri Nadhlatul Ulama, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari. Dalam kitabnya, Risalah Al Bid’ah wa Al Sunnah, beliau menjelaskan,

“Sebagian dari golongan ini adalah Rafidhiyyun, yaitu golongan yang mencaci maki sahabat Abu Bakar ra dan Umar ibn Khattab ra, mereka jugam membenci teman-teman lain, mereka juga sangat tergantung pada Sayyidina ‘Ali ra dan pertimbangan. Menurut Sayyid Muhammad dalam Syarh al-Qomus mengatakan sebagian dari kelompok ini termasuk kategori kafir dan zindiq. ” [33]

Satu hal yang menarik, dari Hamzah Fansuri hingga KH Hasyim Asy’ari di abad ke 20, dalam menjelaskan Syi’ah, mereka menggunakan istilah ‘Rafidhah. ‘istilah Rafidhah ini digunakan akibat dari penggantian kaum Syiah terhadap kedudukan para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar Ra. Istilah ini memiliki makna terkait dengan menyebut Rafidhah , para ulama menggolongkan Syi’ah sebagai kaum yang menyimpang dari akidah, bukan dalam konflik politik antara Ali Ra. dengan Muawiyah.

Penting untuk dicatat, dikembalikan para ulama terhadap paham Syi’ah mengembalikan sumber konfilk. Konfilk Sunni-Syiah tak merebak dalam sejarah Nusantara, meski para ulama telah menjelaskan penyimpangan kaum Syi’ah sejak beratus tahun lalu. Konflik ANTARA Sunni DENGAN Syi’ah justru Mulai merebak Ke permukaan tatkala Iran DENGAN ideologi Syi’ah-nya, mengekspor revolusi (Dan PAHAM) Syi’ah Ke different Wilayah termasuk ke Indonesia pasca Tahun 1979. [34]

Upaya mempengaruhi akidah Ahlussunnah Wal Jamaa ‘ah mendapat reaksi tentangan dari umat Islam di Indonesia. [35] Kedamaian muslim, Ahlus Sunnah Wal JamaahYang menyambut lebih dari seribu tahun sejak datangnya Islam ke Nusantara terkoyak, menentang upaya-upaya yang berhasil meruntuhkan kokohnya Akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah .

Catatan Kaki:

[1] Hasib, Kholili. 2015. Tradisi Muslim Nusantara Menyanggah Syi’ah . http://jejakislam.net/?p=641 . Diunduh pada 4 April 2015.

[2] Jacobsen, Frode F. 2009. Hadrami Arab di Indonesia Saat Ini, sebuah kelompok yang berorientasi Indonesia dengan Tanda Tangan Arab. New York. Rangkaian Seri Kontemporer Asia Tenggara.

[3] Alatas, Syed Farid. Tariqat Al Alawiyyah dan Munculnya Sekolah Syiah di Indonesia dan Malaysia . Oriente Moderno, Nuova Serie Anno 18 (79).

[4] Jacobsen, Frode F. 2009

[5] Sunyoto, Agus. 2012. Atlas Walisongo . Depok: Pustaka IIMan.

[6] Durand, RP 1903. Le Champs Bani . Buletin Francaises d’Extreme-Orient, Tome 3. Penerjemah: Indri Novianti (kontributor JIB)

[7] Phu, Ba Trung. 2008. Bani Islam Cham di Vietnam dalam Islam di The Margins: The Muslim of Indocina . Makalah Diskusi CIAS No. 3, Pusat Studi Area Terpadu, Universitas Kyoto.

[8] Durand, RP 1903.

[9] Phu, Ba Trung. 2008

[10] Nakamura, Rie. 2000. Kedatangan Islam ke Champa. Jurnal Cabang Malaysia The Royal Asiatic Society Vol. 73 No. 1.

[11] Meskipun angka ini tidak dapat diselesaikan, maka kita bisa mendapatkan rentang waktu yang diharapkan. Lihat Agus Sunyoto (2012).

[12] Sunyoto, Agus. 2012

[13] Ibid.

[14] Alatas, Ismail F. 2007. Bangkitnya Memori Dalam Kasus Haul: Masalah Historiografi Islam di Indonesia . Jurnal Islam Indonesia Vol. 1 No. 02, Desember 2007.

[15] Nakamura, Rie. 2000

[16] Adlin Sila, Muhammad. 2001. Perayaan Maulid Nabi di Cikoang, Sulawesi Selatan: Antara Mengenang dan Membesar-besarkan Roh Nabi . Studia Islamika Vol. 8 No. 3

[17] Hisyam, Muhammad. 2014. Sayyid: Raja Asing, Agama dan Tradisi, Kasus Cikoang . Warisan Nusantara Vol. 3 No. 2

[18] Hamka. 2008

[19] Hasyim, Umar. 1983. Sunan Muria. Antara Fakta dan Legenda . Kudus: Penerbit Menara Kudus.

[20] Hamka. 2008

[21] Feener, R. Michael. 1999. Tabut: Peringatan Muharram dalam Sejarah Bengkulu. Studia Islamika Vol. VI No. 2. Dan Buya Hamka, 2008.

[22] Hamka.2008.

[23] Ibid.

[24] Feener, R. Michael. 1999.

[25] Kohlberg, Etan. 1976. Beberapa Pandangan Zaydi tentang Sahabat Nabi . Buletin Sekolah Studi Oriental dan Afrika Vol. 39 No. 1.

[26] Thiele, Januari 2010. Menyebarkan Mu’tazilisim pada Abad VI / XII Zaydiyya: Peran Hasan al-Rasas. Arabica No. 57. Lihat pula Etan Kohlberg (1976).

[27] Marcinkowski, Ismail M. 2002. Thailand – Hubungan Iran. Encyclopaedia Iranica. http://www.iranicaonline.org/articles/thailand-iran-relations diunduh pada 5 April 2015.

[28] Goksoy, Ismail Hakki. 2011. Hubungan Turki Usmani-Aceh yang Terekam dalam Sumber-Sumber Turki dalam Memetakan Masa lalu Aceh. Bali & Jakarta: Pustaka Larasan & KITLV Jakarta.

[29] Mathee, Rudi. 2011. Sekutu Jauh: Kontak Diplomatik Antara Portugal dan Iran di The Reign of Shah Tahmasb, 1524-1576 hearts Portugal, Teluk Persia dan The Safawi Persia . Yayasan Warisan Iran, Peeters.

[30] Zulkifli. 2013. Perjuangan Syiah Di Indonesia . Canberra: ANU E Press.

[31] Ibid.

[32] Suryadi. 2013. Syair Mekah dan Madinah dalam Naik Haji di Masa Silam, Tahun 1482 – 1890 Jilid I. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

[33] Asy’ari, KH. Hasyim. 2008. Risalah Al Bid’ah wa Al Sunnah (Risalah Bid’ah dan Sunnah). Bekasi: Subulus Salam Indonesia.

[34] Ramazani, RK 1990. Ekspor Iran atas Revolusi, Politik, Berakhir dan Berarti dalam Revolusi Iran: Ini Dampak Global . (ed: John L. Esposito). Miami: Florida International University Press.

[35] Zulkifli. 2013

***********

Penulis: Beggy Rizkiansyah
(Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Aliran SesatAliran Sesat Syi'ahKesesatan syiahSyi'ah di Indonesia
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Etika Kehidupan Muslim Sehari-Hari: Etika Bermajlis

Next Post

Kartini dan Pintu Masuk Feminisme di Indonesia

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    • In G4z4 Tonight... Yang gugur bukan sekadar angka. Mereka adalah anak-anak yang punya nama, mimpi, dan orang-orang yang mencintainya. Rumah mereka mungkin telah menjadi reruntuhan. Namun seperti pesan yang ditinggalkan G4z4 kepada dunia: "You can destroy our homes, but our spirit will not die." "Kalian bisa menghancurkan rumah-rumah kami, tetapi semangat kami tidak akan pernah mati." P4lestin4 tidak akan pernah kalah, karena iman, harapan, dan perjuangannya akan tetap hidup selamanya... #palestina #freepalestine🇵🇸 #baitulmaqdis #gaza #gazaunderattack
    Next Post

    Etika Kehidupan Muslim Sehari-Hari: Etika Memberi Salam

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media