• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Jumat, Agustus 14, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in PAHAM SESAT, Syi'ah

Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bag. 2)

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 14 mins read
Juni 16, 2026
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Kerajaan Peurlak adalah Syi’ah?

Salah satu pendapat yang mendapat perhatian adalah opini ulama dan budayawan Aceh, Prof. Ali Hasjmy. Dia menyatakan bahwa Peurlak adalah kerajaan pertama Islam di Nusantara dan penganut Syi’ah. Menurutnya, Kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Kerajaan Islam Perlak yang didirikan pada 1 Muharram 225H (840M), dengan Rajanya yaitu Sulthan Alaiddin Saiyid Maulana Abdul Aziz Shah. Kerajaan Perlak mulai berdiri setelah tiba di Angkatan Dakwah sebanyak 100 orang di bawah pimpinan Nahkoda Khalifah dari Teluk Kambay di Gujarat pada 173H. Angkatan Dakwah yang menurut Hasjmy keturunan Bani Khalifah itu adalah para Amir dari Bahrain dan Qatar. Mereka adalah kaum Syi’ah yang memberontak terhadap Khalifah Makmun di Baghdad. Rombongan terdiri dari berbagai rombongan seperti Arab, Persia dan Hindi. Angkatan Dakwah kemudian diterima dengan baik oleh Meurah (Raja) Perlak. Bahkan salah satu anggota Angkatan Dakwah, Ali bin Muhammad bin Jakfar Shiddiq, seorang yang memiliki Ali bin Abi Thalib RA, kemudian menikahi putri istana, sehingga lahirlah putra campuran pertama yang bernama Saiyid Abdul Aziz. Beliaulah kemudian yang menjadi raja pertama Kerajaan Islam Perlak.[1]

Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah (225-249H / 840-864M) inilah yang disebut raja pertama dan beraliran Syiah. Sampai kemudian dilanjutkan dua penerusnya, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (249-285H / 864-888M) dan Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (285-300H / 888-913M). Pada masa dinasti Syed Maulana Abdul Aziz Shah, masuk pula Ahlussunnah Wal Jamaah, sehingga masa akhir pemerintahan Abbas Shah terjadi pergolakan Sunni dan Syiah yang menyebabkan kekosongan kekuasaan. Di masa berikutnya, Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughayat Shah dikembalikan dan dimenangkan kembali oleh Sunni dan diangkat sultan dari golongan mereka, yaitu Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (306-310H / 928-932 M). Dinasti Makhdum ini berakhir pada masa Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (334-362H / 956-983M). Saat itu terjadi pemberontakan oleh Syiah. Maka Kerajaan Perlak dibagi dua, yaitu Perlak Pesisir untuk aliran Syi’ah. Dan Perlak pedalaman untuk Ahlussunnah.[2]

You might also like

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Juli 18, 2026
Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Juni 17, 2026

Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

Juni 16, 2026

Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

Juni 16, 2026

Ali Hasjmy, Kerajaan Perlak Pesisir di bawah Sultan Alaiddin Syed Maulana Mahmud Shah tahun 986 diserang oleh Sriwijaya hingga luluh lantak. Maka Kerajaan Perlak kemudian sepenuhnya dikuasai Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahaim Shah Johan Berdaulat yang berasal dari Perlak Pedalaman. Sejak akhirnya berakhir kekuasaan Syiah di Nusantara. Kerajaan Perlak kemudian menjadi Kerajaan Sunni. Kerajaan Perlak kemudian berakhir di setelah wafatnya Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Shah Johan Berdaulat (662-692H / 12631292M). Setelah wafat beliau, Sultan Muhammad Malik Al Dahir memimpin Perlak dengan Kerajaan Samudera Pasai.

Selain Ali Hasjmy, M. Junus Djamil adalah penulis yang mengungkapkan kisah yang hampir mirip . Baik Djamili maupun Prof Ali Hasjmy yang menggunakan manuskrip lama, halaman lepas dari sebuah kitab yang disebut berjudul Idzharul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi , karangan Abu Ishak Makarani Al Fasy. Selain manuskrip lama, Prof. Ali Hasjmy menyebutkan bukti-bukti fisik terdiri dari uang yang disebutnya dari Kerajaan Perlak. [3]

Hadirnya komunitas Islam di Perlak memang memungkinkan, Meskipun demikian, umumnya Samudra dianggap sebagai kerajaan Islam pertama. Catatan perjalanan Marco Polo menguatkan pertemuan komunitas muslim di Perlak. Marco Polo yang berkunjung ke pantai Sumatera tahun 1292, mengatakan penduduk Perlak telah menganut agama Islam. Eskavasi bukti arkeologis di pantai timur sumatera, yaitu Kota Cina (Medan) dan Barus menurut Hasan Ma’arif Ambary juga menguatkan akan hadir artefak yang diperoleh dari Timur Tengah, menunjukkan data kronologi mulai abad ke 9M. [4] Di Barus, Ludvik Kalus juga menemukan artefak yang diperoleh dari abad ke 9M. [5]

Adanya bukti-bukti dari komunitas Islam di Perlak, bukan berarti membenarkan keberadaan kerajaan seperti pendapat Prof. Hasjmy dan M. Junus Djamil. Kedua pendapat diatas harus ditelaah dengan cermat. Baik pendapat Prof. Hasjmy dan Djamil dikritik, terutama karena mereka hanya menyandarkan pada sumber (yang disebut sebagai manuskrip tua), namun sangat diperlukan lagi keabsahannya. Menurut Hasan Maarif Ambary, melihat dari gaya penulisannya, manuskrip Idharul Haq mendukung fakta yang diambil dari abad ke 18-19 M. [6] 

Naskah Idharul Haq Mencoba sulit untuk dipercayai. Kelengkapan naskah ini pun diterbitkan tak jelas. Aceh, Drs. Nab Bahany As, yang disetujui membahas naskah tersebut, akhirnya dinyatakan sebagai buku tersebut tidak ada. Kajian arkeologi di Peurlak pun akhirnya menemukan bukti kerajaan tersebut. Bukti Fisik dari mata uang yang disebut oleh Prof. Hasjmy pun perlu dipahami keabsahannya, mengingat hal itu tidak boleh disebut-sebut oleh peneliti lain hingga saat ini. [7]

Azyumardi Azra juga menyatakan harus mempertimbangkan sumber lokal ( Idharhul Haq ) perlu dibandingkan dengan sumber lain, baik sumber lokal maupun asing. Kemudian Azra membantah ini karena setuju, menentang dengan dunia Islam saat itu, konfilk Sunni dan Syi’ah Rafidhi ( Ithna ‘Ashariyah ) belumlah menjelma menjadi pesaing idelogi dalam politik internasional. Konflik semacam ini baru terlihat setelah Dinasti Safawi berkuasa di Persia di abad ke 15. [8]

Jejak Ahlussunnah Wal Jama’ah di Nusantara

Bukti-bukti yang ada justru menguatkan kedudukan Ahlus Sunnah wal Jamaah di nusantara termasuk kala munculnya kerajaan Islam pertama di Nusantara. Kehadiran Kesultanan Samudra Pasai, yang oleh sebagian besar kalangan dianggap sebagai kerajaan Islam pertama, menunjukkan bahwa akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah benar-benar dipegang oleh masyarakat muslim di nusantara.

Berdasarkan catatan perjalanan Ibnu Battutah yang mengunjungi Kesultanan Samudera Pasai pada 1345, kita mendapatkan informasi bahwa Samudra Pasai, bertahta seorang raja yang alim, yaitu Sultan Malik Al Zahir yang bermahzab Syafi’i. Bahkan menurut Ibn Battutah, Raja Pasai itu menurutnya memiliki minat besar dalam perbincangan mengenai agama. Dan dapat kita simpulkan ketika Ibn Battutah berbicara dengan Al Malikus Zhahir, Sang Sultan berbicara dengan bahasa Arab.[9]

Tidak hanya itu, Ibnu Batutah juga menyatakan bahwa ia bertemu dengan ulama terkenal Samudera Pasai, yaitu Amir Dawlasa dari Delhi (India), Kadi Amir Sayyid dari Syiraz dan Tajuddin berasal dari Isfahan (Persia). [10] 

Samudra Pasai kala itu memang menjadi pusat keilmuan Islam. Dari Samudra Pasai orang-orang, baik dari nusantara maupun dari luar nusantara berdatangan. Bahkan dari Pasai-lah Fatahillah, datang sebelum ia akhirnya melakukan dakwah ke pulau Jawa dan membangun kesultanan di sana [11]

Sebagai pendaftar yang mewakili Malik Sebagai Shalih, berinskripsi 1297. Di sisi lain, kita dapat menggunakan salah satu contoh menarik, yaitu raja-raja Pasai menggunakan gelar Malik. ( Raja Pasai berikutnya adalah Malikuzh Zahir). Gelar Malikush Shalih mirip dengan gelar penguasa di Damaskus, Malikush Shalih Ismail (1237-1238) dan gelar Malikuz Zahir mirip dengan gelar Sultan yang menguasai Mesir, yaitu Al Malikuzh Zhahir Baibars (1227). Menurut gelar Buya Hamka menunjukkan kuatnya hubungan Islam di Nusantara dengan mahzab Syafi’I. Hal ini membuktikan pula hubungan internasional muslim Nusantara dengan Arab dan Mesir [12] .

Komplek Makam Sultan Malik Ash-Shalih di Gampong Beuringen, Aceh.  Sumber foto: Dokumentasi CISAH (Pusat Informasi Warisan Samudra Pasai).  http://misykah.com/foto/foto-komplek-makam-samudra-pasai/
Komplek Makam Sultan Malik Ash-Shalih di Gampong Beuringen, Aceh. Sumber foto: Dokumentasi CISAH (Pusat Informasi Warisan Samudra Pasai). http://misykah.com/foto/foto-komplek-makam-samudra-pasai/ foto atas seizin pengurus CISAH.

Syed Naquib Al Attas yang dengan argumennya mendukung para Kesultanan Samudra Pasai adalah Ahlul Bayt [13] (yang terkait dengan Ali bin Abi Thalib Ra) yang berakidah Ahlussunnah diminta telah hadir di nusantara sejak abad ke 9M. [14] Dari Samudra Pasai inilah kemudian pengaruhnya yang luas merambah ke Malaka, Kerajaan Aceh hingga daerah-daerah lain di Nusantara.

Akidah Ahlussunnah wal Jamaah yang didakwahkan oleh para Ulama Pasai ke berbagai daerah menjadi bukti kukuhnya Sunni di Nusantara. Aceh, yang kemudian dikenal sebagai Mekah menjadi bukti berpusatnya akidah Ahlussunnah Wal Jamaah . Ulama-ulama aceh semacam Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, hingga Abdurauf Sinkili, Ar Raniry menjadi ulama-ulama yang menggantikan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Dugaan – Dugaan Gegabah

Sayangnya, para ulama tasawuf aceh semacam Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Pasai memulihkan memegang ajaran Syi’ah. [15] Dugaan ini tidak berdasar, karena Hamzah Fansuri sendiri pernah menolak ajaran Syi’ah dengan menyebut Syi’ah sebagai kafir. Dalam Asrar Al Arifin , ia menulis,

“Sebab inilah maka pada hukum syariat, Kalam [Allah] tiada makhluq. Adapun [kepada] mazhab Mu’tazilah, Rafidi (Syi’ah Rafidah, pen.) dan Zindiq, Kalam Allah (itu) makhluq. Pada hukum syiriatnya, barangsiapa yang mengata[kan] Kalam Allah makhluq, iaitu kafir –naudzubillahi minha!. Kalam Allah peri Zat; Qadim sama-sama dengan sekalian sedia ketujuh sifatnya…. Ini pun kata Qadim dengan kata isyarat juga, bukan dengan lidah dan suara. Jikalau dengan lidah dan suara, dapat dikatakan makhluq. Karena Allah Subhanahu wa ta’ala Mahasuci, KalamNya pun Mahasuci dari lidah dan suara.” [16].

Begitu pula dengan Syamsuddin Pasai. Kerap diduga Syamsuddin Pasai adalah pemeluk Syiah, hanya karena mengikuti tasawuf Hamzah Fansuri. Tentu saja pendapat ini tertolak, karena kedudukan Syamsuddin Pasai sebagai ulama yang berpengaruh di Aceh jelas tidak memungkinkan dugaan tersebut. Menganggap pengaruh Syi’ah yang signifikan di Aceh nampaknya mustahil, mengingat pendapat Nurrudin Ar Raniry, yang mengatakan ulama Aceh mufakat menolak ajaran Syi’ah yang mencaci sahabat dan mengkafirkan Mu’awiyah.[17]

Seringkali kekeliruan mengandaikan Syiah terjadi karena menyamakan antara Persia dengan Syi’ah. Seperti yng sudah disetujui di atas, Persia dikirim ‘menjadi’ Syi’ah baru kompilasi Dinasti Safawi berkuasa di sana. Saat Dinasti ini menentang Syi’ah menjadi ideologi dan agama resmi negara, lalu dilakukan penindasan terhadap muslim Sunni. [18] Hingga ulama-ulama Sunni keluar dari wilayah tersebut. Maka dari itu Persia harus kita sikapi dengan cermat dan menolak kesimpulan ceroboh yang menyamakan dengan Syi’ah.

Manuskrip Hikayat Muhammad Hanafiyah yang sering disebut sebagai hikayat yang menerima Syi'ah.  Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan dugaan tersebut.  Mudah-dapat dipercaya ditulis dalam tulisan khusus (InsyaAllah).  Sumber foto: Gallop, Annabel Teh & Bernard Aps.  Surat Emas: Tradisi Menulis Indonesia / Surat Emas: Budaya Tulis di Indonesia.  London: Perpustakaan Inggris, Jakarta: Yayasan Lontar
Manuskrip Hikayat Muhammad Hanafiyah yang sering disebut sebagai hikayat yang menerima Syi’ah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan dugaan tersebut. Mudah-dapat dipercaya ditulis dalam tulisan khusus (InsyaAllah). Sumber foto: Gallop, Annabel Teh & Bernard Aps. Surat Emas: Tradisi Menulis Indonesia / Surat Emas: Budaya Tulis di Indonesia. London: Perpustakaan Inggris, Jakarta: Yayasan Lontar

Pengaruh Persia di Nusantara

Sebuah contoh menarik, Yaitu DENGAN menilai raja-raja Malaka Yang memakai sedangkan gelar ‘Syah’ Beberapa Pendapat DENGAN gegabah menyimpulkan pengaruh Persia Syi’ah PADA kerjaan Malaka, KARENA Pemakaian sedangkan gelar syah. Tentu saja pendapat ini menyesatkan. Gelar Syah bukan (saja) milik Persia dan bukan berarti Syi’ah, seharusnya jika berasal dari Persia. Jauh sebelum Raja Dinasti Safawi, Syah Ismail, memakai gelar Syah , Kerajaan Khuwarazmia (berdiri 304H / 995M) rajanya disebut Syah. [19] 

Kerajaan Khuwarazmia adalah keturunan Seljuk Turki dan bermahzab Hanafi. Di India, gelar Syah bukan hanya gelar kerajaan, namun juga gelar untuk ulama seperti Syah Waliullah Dhilawi. Rata-rata raja-raja MalakaSyah dibandingkan Dinasti Safawi. Namun, meskipun menyindir kesimpulan ceroboh macam ini, “… jika sekiranya aku seorang ‘chauvinis’ niscaya aku akan mengatakan itu Raja-raja Shafawi yang meminta raja-raja Melayu Malaka, bukan Malaka yang menirut Persia, karena itu Safawi mungkin muncul sebagai pengganti Malaka 100 tahun? ” [20]

Pengaruh politik Persia yang membekas di Nusantara, Kerajaan Kerajaan Malaka memang bisa dikenali, dari perdebatannya dalam Sejarah Melayu yang menyebut Iskandar Zulkarnain sebagai leluhur Kerajaan Melayu. Demikian pula riwayat Melayu yang disebut Bendahara Malaka, Mani Purindan sebagai pemenang ‘Nizam Al Mulk Akar Syah, dari negeri di Benua Keling . Tentu saja Nizam Al Mulk sebenarnya bukan dari negara di Benua Keling , tetapi Wazir dari Dinasti Saljuk Persia (wafat 1092), yang sangat berjasa membangun madrasah Nizamiyah Sunni yang sangat berguna. Rujukan ke Nizam Al Mulk ini juga mendukung buku Melayu berjudul Taj As-Salatin(1603). Sebuah buku panduan bagi penguasa, yang sebagian besar mendukung sebuah buku asal Persia, yaitu Siyasat Al Mulk , karya Nizam Al Mulk. [21]

Pengaruh Persia lainnya adalah pandangan penguasa Melayu tentang diri dan kekuasannya, yang mencerminkan raja sebagai ‘Khalifah Allah di muka Bumi ( Khalifah Allah fi Al –Ardh ) atau bayangan Tuhan di muka Bumi ( Zill Allah fi Al-Ardh ). Namun, pandangan itu bukan pandangan Syi’ah, tetapi menentang Sunni dari Arab yang telah mengubah Persia. [22] Pengaruh-pengaruh Persia (bukan Syi’ah) ini memang nyata di Nusantara, namun kompilasi Dinasti Safawi menguasai Persia, Dinasti Safawi (Syi’ah) nyatanya tidak serta merta menjadi rujukan juga bagi umat Islam di Nusantara. Alih-alih, menurut Marrison, memengaruhi Hadramaut-lah, yang kemudian mendorong perubahan Persia di Nusantara. [23]

Pengaruh Persia di Nusantara, terlihat pula dalam hal tasawuf, bahasa dan sastra. Seringkali tasawuf di Nusantara dipersiapkan sebagai perbedaan Syi’ah. Seperti yang sudah kita bahas, Para sufi termasuk kelompok yang mentransfer Islam di Nusantara. Menurut AH Johns, merebaknya intensitas Islamisasi di Nusantara selepas abad ke-12, tak lepas dari peran para sufi. Ketika jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol, ikut berpencarnya umat Islam (termasuk para sufi) ke berbagai wilayah, termasuk ke Nusantara. [24] Menurut Azyumardi Azra, tasawuf menentang lebih berakar dalam tradisi Sunni yang menentang Syi’ah. Meskipun ada perbedaan, namun sangat jelas perbedaannya. Terlebih dalam konteks tasawuf yang disepakati di Nusantara. [25]

Pengaruh Persia yang lain yang membantah disalahpahami sebagai Syi’ah adalah dalam hal bahasa. Pendapat DJ Pijnappelembut kutipan kompilasi mengukuhkan argumen ini. Pijnappel menyatakan, menghitung kata-kata dan istilah Persia digunakan oleh umat Islam di Nusantara. Maka pastilah pengaruh ini turut mempengaruhi agama islam di Nusantara. Menurut Pijnappel, pengaruh itu dibawa oleh orang-orang arab yang singgah di pelabuhan Pesisir Persia dan India. [26]

Tak bisa dipungkiri, Persia telah memberikan variasi ke dalam kosakata bahasa melayu. Sesuai, menurut Abdul jabbar Beg, terdapat 77 kata asal Persia yang diserap ke dalam bahasa melayu., Seperti kanduri (kenduri), astana, bedebah, biadab, nahkoda, piala, kawin, nisan, takhta, Bandar, lasykar saudagar, pasar dan lain . Namun yang harus dipertimbangkan adalah, kata-kata tersebut masuk ke bahasa melayu melalui bahasa arab, misalnya seperti diwan (dewan), medan (madyan), firdawus (firdaus) atau kata, yang dalam bahasa parsi yang diminta raja, sedang dalam bahasa melayu menjadi wahyu Tuhan. Abdul Jabbar Memulai 230 kata Persia dipinjam oleh bahasa arab, yang kemudian meresap ke dalam bahasa Melayu. Selain itu menurut Alessandro Bausani, 90% kata-kata Persia itu merupakan nama benda, dan hanya 10% saja yang merupakan istilah kunci yang didukung atau paham keagamaan yang abstrak. Lagipula yang harus diubah, pengaruh Persia bukan berarti pengaruh Syi’ah.[27] Azyumardi Azra menyimpulkan,

“Pengaruh itu-jika ada-terbatas pada hal-hal yang lebih penting lahiriah, kebebasan beragama atau pemahaman dunia tertentu yang lebih mendasar. Dengan demikian, jelas agak naif jika orang berbicara tentang ‘pengaruh’ paham Syi’ah di nusantara. ” [28]

Syi’ah di Nusantara. Penjelasan tentang kedua hal tersebut mudah-bisa diselesaikan pada tulisan khusus. Namun yang perlu digarisbawahi adalah perlunya kriteria yang baku dan ketat untuk pembahasan Syi’ah atau diselesaikan sebagai jejak Syi’ah pada suatu masalah. Kriteria yang baku dan ketat untuk membatasi Syi’ah atau bahkan sebaliknya sebagai Syiah, dibutuhkan agar tidak sulit pada kesimpulan yang gegabah.

Pertama, Syi’ah yang disetujui adalah Syi’ah disetujui yang sekarang sangat disetujui dan sedang menjadi kontroversi besar. Yaitu Syi’ah Rafidhi ( Ithna ‘Ashariyah atau imam 12 atau Imamiyah) yang sekarang berporos di Iran. Syi’ah harus menyinggung ajaran imam 12 dan atau membantah (termasuk di dalamnya caci maki) terhadap para sahabat seperti Abu Bakar, Umar dan Usman Ra. [29]

Amat gegabah jika ada fakta yang mengunggulkan Ali dan Fatimah, dan perasaan duka pada tragedi Karbala, lantas langsung menggolongkannya sebagai Syi’ah. Karena pengunggahan atau kecondongan terhadap Ali ra dalam membaca fakta sejarah bukan juga merta artinya pengi Syi’ah. Selama tidak ada pembicaraan imam, 12 atau caci maki dan lawan terhadap sahabat, bisa ditambah dengan merta kita simpulkan sebagai Syi’ah. Harus mempertimbangkan itu, awal mula mendiskusikan Syi’ah sejatinya adalah soal politik tanpa embel-embel teologis. Maka kompilasi kita temui fakta sejarah di nusantara yang condong kepada Ali Ra (dan bisa) bisa jadi kecondongan politik atau kecintaan pada Ali dan Keluarganya ( Ahlul Bayt). Istilah Ahlul Bayt sendiri bukan hanya Ali dan memerintahnya, tetapi juga keluarga Rasulullah, yang melibatkan istri-istri beliau, anak cucu dan kerabat dekat beliau dari marga Bani Hashim dan Bani Muttalib. [30] Oleh sebab itu sebagai Muslim, kita harus mengingat Ahlul Bayt . [31] Dalam hal inilah banyak penulis terperangkap pada kesimpulan yang menggampangkan dan gegabah.


[1] Hasymy, Ali. 1993. Adakah Kerajaan Islam Perlak Negara Islam Pertama di Asia Tenggara dalam Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia. Peny. Prof Ali Hasymy. Al Ma’arif. Lihat pula, Hasjmy, A. 1983. Syi’ah dan Ahlussunnah Saling Rebut Kekuasaan Sejak Awal Sejarah Islam di Kepulauan Nusantara. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

[2] Ibid

[3] Ibid

[4] Ambary, Hasan Ma’arif. 1993. Sejarah Masuknya Islam di Negeri Perlak Ditinjau dengan Pendekatan Arkeologi dalam Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia. Peny. Prof Ali Hasymy. Bandung: Al Ma’arif.

[5] Kalus, Ludvik. 2008. Prasasti Islam yang Tertua di Dunia Melayu dalam Inskripsi Islam Tertua di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

[6] Ambary, Hasan Ma’arif. 1993.

[7] Penelusuran terhadap manuskrip Idharul Haq yang dilakukan oleh Center for Information of Samudra Pasai Heritage (CISAH) di tahun 2013 hanya menghasilkan tangan hampa. Lihat “Penasaran dengan Izharul Haq, CISAH ke Peunaron” (http://misykah.com/penasaran-dengan-izhharul-haq-cisah-ke-peunaron/) dan “Nab Bahany AS: Tidak ada Kitab Izharul Haq” (http://misykah.com/nab-bahany-as-tidak-ada-kitab-izhharul-haq/) . DI unduh pada 1 April 2015.

[8] Azra, Azyumardi. 1999. Syi’ah di Indonesia: Mitos dan Realitas dalam Islam Reformis. Dinamika Intelektual dan Gerakan. Jakarta: Rajawali Pers

[9] Lee B.D., Rev. Samuel. 1829. The Travels of Ibn Batuta. London: The Oriental Translation Committee.

[10] Iskandar, Teuku. 1996. Kesusasteraan Klasik Melayu Sepanjang Abad. Jakarta: Libra.

[11] Tjandrasasmita, Uka. 2009.

[12] Hamka. 1963. Pidato Bandingan Hamka: Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Pesisir Sumatera Utara. Gema Islam No. 31.

[13] Untuk penjelasan mengenai Ahlul Bayt lihat Zarkasyi, Hamid Fahmy dan Henri Salahuddin (ed). 2014. Teologi dan Ajaran Syi’ah. Jakarta: INSISTS

[14] Al Attas, Syed Muhammad Naquib. 2011.

[15] Hasjmy, A. 1983. Syi’ah dan Ahlussunnah Saling Rebut Kekuasaan Sejak Awal Sejarah Islam di Kepulauan Nusantara. Lihat pula Sofjan, Dicky. 2013. Kebangkitan Syi’ah di Asia Tenggara dalam Sejarah dan Budaya Syi’ah di Asia Tenggara (ed. Dicky Sofjan). Jogjakarta: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada.

[16] Rinaldi, Yogi T. 2014. ‘Sahabat’ dan klaim Syi’ah di Nusantara. http://jejakislam.net/?p=533 . Diunduh pada 3 April 2015.

[17] Iskandar, Teuku. 1996.

[18] Abisaab, Rula Jurdi. 2004. Converting Persia: Religion and Power in the Safavid Empire. New York: IB Tauris & Co. Ltd. Lihat pula Perry, Ellis. 2010. The Rise of Shi’ism in Iran. Cross Section, The Bruce Hall Academic Journal. Vol 6.

[19]  Bosworth, C. Edmund. 2009. Khawarzmshahs i. Descendants of the line of Anuštigin dalam Encyclopaedia Iranica Online. (http://www.iranicaonline.org/articles/khwarazmshahs-i) diunduh pada 4 April 2015.

[20] HAMKA.1963. Pidato Bandingan Hamka: Masuk dan Berkembangnya Agama Islam Di Pesisir Sumatera Utara. Gema Islam No. 33.

[21] Marrison, GE 1955. Pengaruh Persia dalam Kehidupan Melayu (1280 – 1650). Jurnal Cabang Malaysia. Vol. XXVIII Pt I. Royal Asiatic Society.

[22] Azra, Azyumardi. 1999.

[23] Marrison, GE 1955

[24] Jones, AH 1961. Sufisme Sebagai Kategori dalam Sastra dan Sejarah Indonesia. Jurnal Sejarah Asia Tenggara, Vol. 2, No. 2.

[25] Azra, Azyumardi. 1999.

[26] Ibid.

[27] Ibid

[28] Ibid

[29] Zarkasyi, Hamid Fahmy dan Henri Salahuddin (red). 2014. Teologi dan Ajaran Syi’ah . Jakarta: INSISTS.

[30] Ibid.

[31] Zarkasyi, Hamid Fahmy dan Henri Salahuddin (red). 2014. Lihat pula Hamka. 2008. Tuanku Rao: Antara Fakta dan Khayal . Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

***********

Penulis: Beggy Rizkiansyah
(Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Aliran SesatAliran Sesat Syi'ahKesesatan syiahSyi'ah di Indonesia
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Letnan Jenderal TNI (Purn) Geerhan Lantara akan Bangun Pesantren Penghafal Al-Qur’an yang Berwawasan Kebangsaan

Next Post

Penggandengan Antara Zina, Kufur dan Membunuh Jiwa

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    Next Post

    Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bag. 3)

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media