• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, Agustus 9, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Tunjukkan Kiprah Lewat Fun Walk

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Tunjukkan Kiprah Lewat Fun Walk

    Sambut HUT Ke-81 RI, Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) Bagikan 81 Ribu Paket Makanan dan Sembako

    Sambut HUT Ke-81 RI, Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) Bagikan 81 Ribu Paket Makanan dan Sembako

    Jalan Sehat Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Berau, Wabup Gamalis Tekankan Pentingnya Kolaborasi

    Jalan Sehat Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Berau, Wabup Gamalis Tekankan Pentingnya Kolaborasi

    Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Yusran Anshar Tegaskan Gerakan Ahlussunnah Washaty

    Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Yusran Anshar Tegaskan Gerakan Ahlussunnah Washaty

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Tunjukkan Kiprah Lewat Fun Walk

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Tunjukkan Kiprah Lewat Fun Walk

    Sambut HUT Ke-81 RI, Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) Bagikan 81 Ribu Paket Makanan dan Sembako

    Sambut HUT Ke-81 RI, Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) Bagikan 81 Ribu Paket Makanan dan Sembako

    Jalan Sehat Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Berau, Wabup Gamalis Tekankan Pentingnya Kolaborasi

    Jalan Sehat Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Berau, Wabup Gamalis Tekankan Pentingnya Kolaborasi

    Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Yusran Anshar Tegaskan Gerakan Ahlussunnah Washaty

    Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Yusran Anshar Tegaskan Gerakan Ahlussunnah Washaty

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Kolom, TSAQOFAH

Fakta Dibalik PKI Tidak Menculik Jenderal Soeharto

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Juni 16, 2026
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Sebelum meneliti siapa Soeharto saat itu, kita musti lihat literatur dan kenali dulu siapa-siapa Jenderal yang menjadi korban PKI, literatur yang akurat berdasarkan fakta bisa dilihat di ANRI. Semua yang diculik PKI adalah satu gerbong dengan Nasution dan Yani. Kesemuanya Deputy dan Assisten Menpangad plus satu (1) Brigjen pimpinan Oditur Militer (Mayjen Anm Sutoyo). Rombongan inilah yang sering berhadapan dengan PKI, saat pertemuan satu meja di kabinet ataupun pada pertemuan/rapat kenegaraan lainnya.

Bisa dibayangkan betapa benci dan dendamnya PKI kepada kelompok petinggi militer ini. Bersama Pak Nas, pak Yani dan para Deputy serta asisten ini secara kompak sering bersitegang dan menentang apa-apa yang diusulkan PKI. Hingga kadang PKI tidak berkutik dibuatnya.

PKI terlihat akrab bersama Bung Karno (BK) dalam Nasakom, punya klaim pengikut hingga 10 juta massa, memiliki puluhan Underbow binaan. Dari yang namanya CGMI, SOBSI, PR, BTI, Fadjar Harapan, Pemuda sosialis Indonesia, Lekra, hingga Gerwani, namun saat itu ABRI tidak gentar menghadapi segala manuver-manuver PKI. mereka dengan tegas selalu melawan usulan-usulan PKI yang dinilai membahayakan Pancasila.

You might also like

Rasisme: Dosa Asal Amerika

Rasisme: Dosa Asal Amerika

Juni 28, 2026
Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Juni 25, 2026
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Juni 24, 2026
Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

Juni 23, 2026

Negara saat itu mempunyai lebih dari 10 Menteri yang mendukung PKI, dan juga punya banyak anggota Parlemen karena menduduki peringkat ke-4 di Parlemen sebagai Legislator alias Anggota DPR RI. PKI tinggal berhadapan dengan ABRI agar bisa memuluskan rencananya menguasai Pemerintahan Negara ini bila Bung Karno Wafat. Namun berulang kali usaha-usaha mereka patah, saat berhadapan dengan orang yang mereka sebut dalam fitnahan Dewan Jenderal.

Dewan Jenderal merupakan sebutan untuk sebuah kumpulan khayalan PKI, dengan maksud agar dipropaganda-kan sebagai grup Jenderal penentang Bung Karno. Sebenarnya tidak ada istilah Dewan Jenderal dalam negara kita saat itu. Isu Dewan Jenderal sengaja dihembuskan PKI, namun fakta nyata saat itu menunjukkan bahwa para Jenderal yang dituduh PKI tersebut rupanya semuanya adalah Jenderal yang menentang PKI, mereka Jenderal yang sangat Pancasilais dan mencintai Bangsa serta patuh pada pemerintah yang sah.

Sejatinya mereka bukan seperti yang dituduhkan PKI, yaitu diam-diam menentang Soekarno. Agar BK dan rakyat membenci mereka, maka PKI mengkondisikan agar fakta sesungguhnya bisa dibalik menjadi fitnahan untuk Dewan Jenderal, hingga ada alasan menyudutkan Pak Nas, pak Yani dan rekan. Bahkan membunuh mereka.

Soeharto yang berada di luar gerbong tidak dianggap anggota Dewan Jenderal. Soeharto memang berpangkat Mayjen, namun bertugas menjadi Panglima Kostrad. Beliau berada di tengah pasukan, bukan berada di dalam pemerintahan. Otomatis PKI tidak memandang beliau sebagai sosok militer yang berbahaya.

Sekarang renungkan dan baca baik-baik secara logika yang sehat. Inilah contoh nyata sepak terjang Para Jenderal yang membuat PKI naik pitam. Pada awal 60-an, untuk melawan (baca: membendung) agitasi PKI maka ABRI membentuk Partai Politik bernama Golongan Karya, saat itu PKI dengan menggunakan Bung Karno berhasil memfitnah Masyumi dan Murba sampai-sampai BK membubarkan 2 Partai yang menjadi saingan PKI ini. Terbentuknya Golkar membuat PKI kesal, sebab sangatlah sulit untuk dihancurkan karena pendirinya para Jenderal aktif.

Selanjutnya ketika kampanye Dwikora yang mengeluarkan resolusi perang Ganyang Malaysia, inilah momen bagi PKI membentuk sukwan sukwani alias sukarelawan perang, dengan harapan kelak bisa mereka manfaatkan seperti Tentara Rakyat Komunis di China saat melakukan revolusi.

Namun sial bagi PKI, kekuatan dan kecerdasan intelejen MT.Haryono, Suprapto, S.Parman, dan Panjaitan membuat ABRI tidak terlalu mendukung perang itu. Kita saja tahu bahwa Perang Ganyang Malaysia itu akibat provokasi PKI terhadap BK, agar mendapat bantuan senjata dan dana dari RRC, apalagi Jenderal intelejen ABRI saat itu begitu ketat memperhatikan segala gerak gerik PKI. Hingga provokasi dan segala giat PKI mampu terbaca oleh ABRI, dan akhirnya konfrontasi dengan Malaysia tidak terlalu serius dijalani dan didukung oleh ABRI

Pertentangan terhadap PKI bersambung, Nasution dan Yani serta rekan-rekan kembali kompak dan keras menolak usulan angkatan kelima Buruh Tani. Ini adalah sebuah usulan gila karena PKI meminta pada BK agar buruh tani dipersenjatai oleh Negara. Petinggi ABRI sontak menolak, karena ABRI mencium adanya gerakan persiapan pemberontakan dibalik usulan ini jika Negara menyetujuinya.

ABRI juga melihat ada gelagat/niat PKI untuk membentuk pasukan bersenjata yang ilegal untuk memperkuat posisi mereka, gerakan ini tercium, dan serta merta ABRI menolak keras, meski usulan itu dibalut alasan untuk perang menghadapi Malaysia.

Belum lagi saat Brigjen Panjaitan menyita 50 ribu pucuk senjata mencurigakan selundupan dari RRC di Tanjung Priuk, senjata itu yang merupakan pesanan PKI, betapa hancurnya hati petualang-petualang Aidit, Syam, Nyoto, Sakirman, Lukman, Nyono, Sudisman, Latief. Hingga saking bencinya Sakirman maka dia memasukkan nama adiknya S.Parman agar turut dihabisi juga, karena S.Parman adalah Asisten Jend Yani.

Contoh lain adalah ketika begitu kerasnya statemen Ahmad Yani perihal pembunuhan Pelda Sujono, anggota TNI di Bandar Betsi, Sumatera Utara oleh segerombolan Komunis, Yani dalam pidatonya memerintahkan kepada semua Prajurit angkatan darat untuk “Asah Sangkurmu” dan bersiap menghadapi Komunis dan segala kemungkinan yang akan terjadi. Artinya Yani memproklamirkan persiapan perang terhadap PKI.

Puncaknya, PKI yang merasa sudah sangat dekat dengan Bung Karno kaget plus sakit hati, saat BK pun pernah mengatakan bahwa pengganti dia kelak adalah Yani. Aidit dan Syam panik luar biasa, apalagi Tim Dokter RRC mengatakan bahwa umur BK tidaklah lama lagi, antara mati atau lumpuh total. Aidit berkehendak menjadi Presiden. Namun BK berkehendak lain. Di luar dugaan BK berniat menyerahkan Negara Kepada Yani, tidak kepada Aidit.

Artinya kalo Yani jadi Presiden maka kecil harapan PKI untuk menguasai atau berkiprah di negara ini. Sangat susah mereka meloloskan niat untuk mengubah Pancasila dan menjadikan Komunis sebagai ideologi Negara. Dan pasti barisan S.Parman cs sebagai Deputy dan Assisten tadi semakin solid menentang PKI.

Soeharto walaupun seorang Mayor Jenderal saat itu, namun beliau tidak selalu bersama Nasution dan Yani karena lebih banyak bersama Pasukannya di Kostrad. Dia tidak ada urusan untuk berdebat dan menentang secara frontal seperti Pak Nas dan Yani karena Soeharto bukan memegang jabatan yang mengharuskan dia untuk selalu mendampingi Pak Nas atau Yani.

Soeharto tidak termasuk barisan ABRI yang bisa menganulir tiap usulan sesat PKI di pemerintahan. Begitupun Brigjen Oemar Wirahadikusuma dan Kol Sarwo Edhie dan juga para Pangdam teritorial lainnya. Semua rata-rata berpangkat bintang Jenderal. Belum lagi ditambah dengan para Kepala Staf 3 Angkatan lain, kecuali Oemar Dhani yang memang terlibat PKI. Semuanya adalah Laksamana, Komodor dan Jenderal. Namun mereka semua bukan Deputy dan Assisten dari Nasution maupun Yani.

PKI bergerak gegabah, dengan menganggap bahwa jika barisan Nasution dan Yani mereka hancurkan lantas, semua pasukan ABRI akan mampu mereka kuasai. Karena gerakan mereka tidak diridhoi Allah SWT, maka rencana gagal total. Rakyatpun tidak mendukung gerakan kudeta ini.

Mereka teramat tidak pintar dengan menganggap kalo kepala sudah ditundukkan maka badan dan ekor akan takluk. PKI lupa bahwa ketika menghantam kepala kalajengking maka seketika buntut ekornya balas ganas menyerang dengan sengatan beracun membunuh.

Ketika Pasukan gabungan dikerahkan Soeharto merangsek masuk ke wilayah Lubang Buaya, para dedengkot PKI panik. “Kita sudah kalah” ujar Brigjen Suparjo pada sore hari tanggal 1 Oktober 1965. ”Jawa tengah akan berbicara teman-teman” balas Sjam Komaruzaman. Sedang Letkol Untung sepanjang hari hanya diam termenung dan sorenya kabur ke Tegal.

Perhitungan PKI sangat buruk. Semakin parah kelakuan mereka dengan alih-alih percaya diri menangkap Jenderal tertinggi ABRI, di rumah Nasution, Tjakrabirawa hanya mampu menembak Balita kecil (Ade Irma gugur 6 Oktober 1965 setelah dirawat intensif), Prajurit Tjakra Kopral Hagiono memuntahkan 5 peluru menembus Balita Kecil itu, di halaman depan, pasukan menembak mati Polisi muda Satsuit Tubun, dia yang hanya piket pengawal di rumah Waperdam J Leimena, kebetulan bersebelahan dengan rumah Pak Nas. Berlanjut Saking gobloknya mereka tidak mampu membedakan mana Panglima ABRI dan mana Ajudannya. Pierre Tendean-pun mereka bawa dan di aniaya hingga gugur di Lubang Buaya.

Setelah lolos dari maut, selanjutnya Nasution bergabung dengan Soeharto untuk menyusun strategi melawan PKI. Andai Soeharto terlibat PKI maka tidaklah mungkin Pak Nas mau bergabung ke beliau dan bermarkas di Kostrad, serta bahu membahu menghantam PKI.

Dan jika memang Soeharto mendukung atau terlibat dengan PKI lantas apa ada saksi hidup saat itu yang melihat Soeharto bersama PKI, paling tidak apakah ada photo/dokumen yang menunjukkan dia bersama dan berkumpul bersama Aidit atau dengan pimpinan PKI lain? Dari sini saja bisa pelajari lagi.

Jika memang Soeharto tidak dibunuh karena terlibat PKI, maka tidak masuk akal kenapa sepanjang perjalanan gemilang PKI sejak 1948 hingga 1965 tidak ada satu photo-pun atau dokumen tentang kebersamaan petinggi-petinggi PKI bersama Soeharto.

Hanya fakta yang bisa memastikan fitnahan terhadap Soeharto ini benar atau tidak. Dan tidak ada fakta yang bisa menunjukkan keterlibatan Soeharto meski hanya selembar photo atau secarik dokumen.

Kemudian, dalam persidangan Subandrio dan Oemar Dhani serta yang lainnya, apa ada kesaksian mereka yang jelas menyebut Soeharto bagian dari mereka. Karena untuk mengakui hal itu sangatlah dimungkinkan mengingat para terdakwa semuanya tipis harapan untuk lolos dari hukuman mati. Bagi mereka eksekusi mati sudah pasti, lantas mau apa lagi jika tidak mau jujur. Nyatanya tidak ada kesaksian dari mereka tentang keterlibatan Soeharto.

Kesimpulan yang didapat, posisi Soeharto dianggap tidak penting, begitupun Pangdam DKI Umar dan Kasal RE Martadinata meski semua mereka adalah Jendral dan Laksamana setingkat Jenderal. Dan PKI bertindak langsung mengumumkan bahwa kekuasaan ABRI sementara diambil alih oleh Letkol Untung. Hal ini disampaikan pada pagi hari 1 Oktober 65 di RRI. PKI memperhitungkan bahwa semua Jenderal lain akan mematuhi pengumuman itu. Tapi perhitungan mereka salah besar. Justru Soeharto dan rekan-rekan yang menghancurkan mereka.

Jadi tuduhan yang berkembang bahwa Soeharto tidak diculik karena terlibat PKI adalah omong kosong belaka, tuduhan memutar balik fakta khas komunis, ditambah lagi keturunan dan simpatisan PKI dendam terhadap sikap heroik Soeharto dalam membumi hanguskan semua unsur-unsur yang mengandung Komunis, Marxis dan Leninsme.

Asumsi sederhana yang didapat yakni, kasus Soeharto tidak bisa disamakan ketika kejadian pada Marsekal Oemar Dhani dan Brigjen Suparjo. Kedua Jenderal ini terlibat G30S/PKI, jadi memang tidak mungkin diculik dan dibunuh. sangat berbeda dengan Mayjen Soeharto dan Brigjen Umar Wirahadikusuma dan Laksamana RE.Martadinata yang tidak terlibat PKI, mereka tidak dibunuh karena dianggap remeh PKI, dalam teori mereka cukup hanya bunuh semua pimpinan mereka di Mabes ABRI dan otomatis yang lain langsung tabik tunduk.

Antara Soeharto dan mereka memang sama-sama berpangkat Jenderal dan sama-sama tidak diculik, namun yang membedakan mereka adalah status ideologi yang dianut. Dan Soeharto tidak berhaluan Komunis. Soeharto Pancasilais dan militer sejati, tidak ke kanan dan ke kiri.

Setelah kekalahan telak PKI. Hanya simpatisan dan keturunan PKI yang selalu melontarkan asumsi negatif mengapa Soeharto tidak diculik, mereka juga menghembuskan isu bahwa Soeharto menjadi bagian dari pelaku G30S/PKI.

Menekan Negara agar minta maaf pada PKI sekaligus mendogma anak negeri agar menerima faham ini dengan mengubah fakta pada buku pelajaran sejarah sekolah, dengan menghapus sejarah kelam G30S/PKI.

Jika memang Soeharto berhaluan Komunis dan juga terlibat G30S/PKI, maka mengapa sepanjang 32 tahun berkuasa, secara luar biasa Pancasila sangat dijunjung tinggi. Entah berapa kali kami dulu diharuskan ikut Penataran P4.

Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) masuk dalam kurikulum wajib di Ebtanas, mata kuliah Kewiraan di Universitas juga musti lulus. Belum lagi Resimen Mahasiswa dan ABRI masuk Desa digalakkan demi keamanan Negeri dari bahaya Laten komunis.

Jika ikutan test Tentara, Polisi atau PNS, dipastikan harus lulus test Mental Ideologi dan sedikitpun tidak mentolerir jika peserta terindikasi laten walaupun keluarga jauh yang pernah terlibat, meski hanya simpatisan PKI.

Jika merujuk dari cerita bahwa Soeharto tahu akan ada penculikan, saya fikir Jenderal lain juga sudah tahu, Jenderal Yani pun sudah tahu namun dia dan Pak Nas menolak agar pengamanan di rumah mereka ditambah.

Dan juga sangat tidak logis jikalau hanya gara-gara mengetahui lantas langsung dituduh terlibat, mengingat kondisi Soeharto pada hari-hari kelam tersebut disibukkan oleh kejadian putranya yang masuk RS akibat tersiram air panas kuah Sup. Secara militer-pun Soeharto pasti tidak terlalu khawatir sebab dia tahu bahwa PKI tidak memiliki pasukan bersenjata.

Soeharto baru mengetahui bahwa PKI memdoktrin Pasukan Tjakrabirawa menculik rekan-rekannya dari Pernyataan Letkol M Untung di RRI. Awalnya Soeharto berfikir tidak mungkin PKI dan antek-anteknya mampu menculik Para Jenderal.

Intinya, yang menuduh Soeharto tidak diculik subuh itu adalah simpatisan PKI. Sebagai Bangsa yang besar seyognyanya melindungi nama baik Pahlawan. Sebaiknya Bangsa Indonesia menghargai jasa Soeharto yang menyelamatkan Indonesia dari Komunis.

Andai PKI berhasil maka Negara ini dipastikan mirip dengan Korea Utara. Semoga negeri ini cerdas dalam melawan sebuah propaganda fitnah.

***********

Penulis: CEO HastaNews
Referensi: Dari Berbagai Sumber (Infokomando)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Kolom MujahidPartai Komunis Indonesia (PKI)Soeharto
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

Next Post

50 Tahun Liberalisasi Islam di Indonesia

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1641 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026
    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Juli 7, 2026
    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    Juli 7, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    • In G4z4 Tonight... Yang gugur bukan sekadar angka. Mereka adalah anak-anak yang punya nama, mimpi, dan orang-orang yang mencintainya. Rumah mereka mungkin telah menjadi reruntuhan. Namun seperti pesan yang ditinggalkan G4z4 kepada dunia: "You can destroy our homes, but our spirit will not die." "Kalian bisa menghancurkan rumah-rumah kami, tetapi semangat kami tidak akan pernah mati." P4lestin4 tidak akan pernah kalah, karena iman, harapan, dan perjuangannya akan tetap hidup selamanya... #palestina #freepalestine🇵🇸 #baitulmaqdis #gaza #gazaunderattack
    • Syeikh Prof Abd Al Fattah el-Awaisi seorang ulama kelahiran Baitul Maqdis dan pernah mengajar di pelataran Masjid Al-Aqsa, beliau menceritakan bagaimana kisahnya yang begitu memuliakan dan membanggakan ibunya juga ayahnya... Sepasang ortu sederhana (menurut Syeikh) yang menjadi guru pertama dan utama Syeikh dan saudara2nya sehingga bisa mencapai posisi sekarang, Syeikh sebagai pejuang akademis untuk pembebasan Baitul Maqdis. Allahumma baariklahum. #baitulmaqdis #masjidalaqsa #saladincommunity #freepalestine🇵🇸 #gaza
    Next Post

    Wahdah Islamiyah, Indonesia Moeslim Doktor dan Jilbab Uni Salurkan Mukena Kepada Warga Masamba

    Mujahid Dakwah adalah Porta media Islam Indonesia dengan visinya menebar cahaya Islam, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran. Memuat seputar artikel Islam, kolom, opini, sejarah dan peradaban, berita dunia Islam, Indonesian news. Serta menjadi pusat aspirasi dan literasi keilmuan dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media