MUJAHIDDAKWAH.COM, PALOPO – Longsor yang merusak rumah warga serta memutus Jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Palopo hingga kini masih dalam proses penanganan pihak terkait.
Bencana yang terjadi para Jumat (26/6) lalu akibat hujan dengan intensitas tinggi itu memaksa warga sekitar titik longsor harus dievakuasi. Beruntung tak ada korban jiwa karena warga sudah mengetahui adanya pergerakkan tanah sebelumnya.
Merespons bencana ini, ACT menerjunkan tim Masyarakat Relawan Indonesia Palopo pada Sabtu (27/6) untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian. Asesmen ini untuk menentukan bantuan apa yang bakal dikirimkan secepatnya.
“Relawan MRI juga bergabung bersama tim dapur umum dari Kementerian Sosial yang sudah ada di lokasi,” jelas Fajar Wibawa dari tim MRI Palopo.
Diketahui longsor yang terjadi di jalan penghubung Palopo dengan Toraja ini terputus pada Jumat lalu setelah diguyur hujan deras serta tanah yang labil. Video amatir yang tim ACT terima menunjukkan warga bertahan di dua sisi jalan yang terpisah oleh longsoran. Mereka hanya bisa berteriak histeris sambil memperingatkan warga lainnya yang masih berada di dekat longsoran.
Akibat bencana ini, dilaporkan tujuh rumah beserta warung ikut terbawa longsoran, beruntung tidak ada korban jiwa. Sedangkan ada 30 mobil yang terjebak akibat putusnya jalur penghubung ini. Kendaraan tersebut didominasi oleh kendaraan angkutan penumpang.
Mobil-mobil itu tak bisa melanjutkan perjalanan ke Toraja akibat longsornya jalan. Kini penumpang dikabarkan telah kembali ke Kota Palopo, sedangkan sopir bertahan di kendaraannya.
Laporan: Eko Ramdhani
Editor: Muhammad Akbar









































































