MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Abu Shuhaib, begitu nama panggilan beliau di tengah masyarakat, melewati jalan perjuangan selama 40 tahun, dikenal sebagai pengendali dibelakang layar pejuang kaum muslimin di Gaza. Al-Haddad, yang dikenal dengan julukan “Hantu al-Qassam,” dianggap oleh penjajah Israel sebagai salah satu tokoh yang paling dicari.
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada Reuters pada Sabtu bahwa kepala sayap militer kelompok tersebut Syahid, sehari setelah Israel menyatakan telah melakukan serangan udara yang menargetkannya.
Sebelumnya, saksi mata di Kota Gaza mengatakan bahwa masjid-masjid telah mengumumkan “kemartiran” Izz al-Din al-Haddad. Ia adalah pejabat Hamas paling senior yang Syahid akibat serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS pada Oktober yang dimaksudkan untuk menghentikan pertempuran di Gaza.

Kelompok perlawanan Palestina Hamas belum secara resmi mengonfirmasi kematian Haddad.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pernyataan bersama dengan menteri pertahanannya pada Jumat bahwa Haddad menjadi sasaran. Stasiun berita milik Israel, Kan TV, mengutip seorang pejabat keamanan senior yang mengatakan serangan tersebut “berhasil,” dan al-Haddad kemungkinan tewas.
Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Haddad adalah arsitek serangan 7 Oktober 2023 yang dilancarkan Hamas, yang memicu serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Haddad, yang menjadi panglima militer kelompok tersebut di Gaza setelah Israel membunuh Mohammad Sinwar pada Mei 2025.
“Bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan penderitaan yang menimpa ribuan warga sipil (dan) tentara Israel,” kata mereka.

Israel dan Hamas masih menemui jalan buntu dalam pembicaraan tidak langsung untuk mewujudkan rencana pasca perang Presiden AS Donald Trump bagi Gaza yang dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Petugas medis di Gaza pada hari Jumat mengatakan bahwa setidaknya tujuh orang, termasuk tiga wanita dan seorang anak, tewas dan setidaknya 50 orang terluka dalam serangan udara yang menargetkan sebuah apartemen dan sebuah kendaraan. Belum jelas apakah Haddad termasuk salah satu korban tewas.
Israel telah meningkatkan serangannya di Gaza dan melanggar gencatan senjata dalam beberapa minggu terakhir sejak menghentikan serangan udara bersama dengan AS di Iran, mengalihkan serangannya kembali ke wilayah Palestina yang hancur di mana militer mengatakan bahwa pejuang Hamas semakin memperkuat cengkeramannya.
Sumber: Reuters/Trtworld













































































