MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Tujuh warga Palestina tewas dan setidaknya 50 lainnya luka-luka pada Jumat malam akibat serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal dan sebuah kendaraan di Kota Gaza, menurut sumber medis Palestina.
Seorang koresponden Anadolu di lokasi mengatakan api masih berkobar di gedung yang menjadi sasaran di kawasan Rimal, bagian barat Kota Gaza, berjam-jam setelah serangan.
Gedung tersebut mengalami kerusakan parah, sementara bangunan di sekitarnya juga terkena dampak berat.
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa sebuah drone Israel juga menyerang kendaraan sipil yang sedang melaju di Jalan Al-Wahda dekat stasiun bensin Abu Asi.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan Izz al-Din al-Haddad, seorang komandan senior di Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas.
Stasiun berita milik negara Israel, Kan TV, mengutip seorang pejabat keamanan senior yang mengatakan serangan tersebut “berhasil,” dan al-Haddad kemungkinan tewas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa militer Israel menyerang al-Haddad, dengan klaim bahwa ia merupakan salah satu perencana serangan Hamas terhadap Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Sumber lokal dan saksi mata mengatakan pesawat tempur Israel menembakkan setidaknya tiga rudal ke sebuah apartemen di gedung Al-Mu’taz di bagian barat Kota Gaza, yang menyebabkan apartemen tersebut terbakar.

Petugas medis mengatakan kepada Xinhua bahwa tim darurat mengevakuasi jenazah empat korban, termasuk seorang wanita dan seorang anak, serta 44 orang terluka ke Rumah Sakit Lapangan Al-Saraya yang dikelola oleh Palang Merah Palestina.
Terpisah, sumber lokal mengatakan drone Israel menyerang sebuah kendaraan yang melintas di Jalan Al-Wehda di pusat Kota Gaza, menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya.
Al-Haddad, yang dikenal dengan julukan “Hantu al-Qassam,” dianggap oleh Israel sebagai salah satu tokoh yang paling dicari. Ia telah selamat dari beberapa upaya pembunuhan sebelumnya, menurut media Israel.
Israel telah melancarkan serangan militer besar-besaran di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan 72.744 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 172.588 lainnya.
Sejak perjanjian gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, Israel telah menewaskan 857 warga Palestina dan melukai 2.486 lainnya. Jenazah 771 warga Palestina yang tewas telah ditemukan selama periode yang sama.
Sumber: Wafa/News.cn














































































