MUJAHIDDAKWAH.COM, PAMEKASAN – Capres nomor urut 1 Anies Baswedan melakukan kampanya akbar di Lapangan Garuda, Desa Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur. Anies membakar semangat pendukung dengan teriakan adil dan makmur.
“Yang saya muliakan para alim ulama para kiai, para habaib, yang semua hadir bersama kita dipanggung sana tanpa menyebut nama,” kata Anies mengawali orasinya di Pamekasan, Jatim, Rabu (31/1/2024).
Anies kemudian menyerukan perubahan. Anies juga meneriakkan adil dan makmur sambil menyuruh hadirin untuk mengikuti teriakannya.
“Kita ingin Indonesia mengalami perubahan. Jangan sampai yang makmur cuma sebagian kecil,” kata Anies.
“Kita ingin Indonesia adil makmur untuk semua. Adil makmur untuk semua. Adil makmur untuk semua,” kata Anies yang diikuti oleh teriakan relawan.
Anies kemudian mengajak relawan untuk datang ke TPS pada tanggal 14 Februari. Dia mengajak untuk memilih paslon nomor 1 Anies-Muhaimin Iskandar (AMIN).
“Tanggal 14 Februari, dua minggu lagi kita pilih mana? Nomor? Ada yang mau melanjutkan dan ada yang mau perubahan, pilih yang mana? Pilih yang mana? Perubahan?” kata Anies yang dijawab dengan kata perubahan oleh relawan.
Anies menyebut para kiai di Pamekasan telah mendekalarasikan dukungan ke AMIN. Dia mengajak untuk mentaati kiai.
“Para kiai di sini sudah memilih belum, sudah tadi baru deklarasi para kiai memberikan deklarasi memilih nokor satu. Apakah kita akan taat?” tanya Anies.
Anies lalu mengajak peserta untuk datang ke TPS tanggal 14 Februari untuk mencoblos Anies-Muhaimin Iskandar. Anies berharap tanggal 14 hari akan menjadi hari perubahan.
“Nanti kalau ada yang datang, janji ya. Kita ingin perubahan. Tanggal 14 Februari kita punya waktu 6 jam, dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang, saat itu kita bisa menentukan, menentukan arah ke depan. Apakah kita ingin kondisi yang sulit ini diteruskan, apakah kita ingin perubahan?” kata Anies.
“Mau perubahan tidak? Jadi tanggal 14 besok kita harus berbondong-bondong ke TPS coblos nomor?” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anies juga mengajak relawan untuk mengawasi penghitungan suara. Sebab, dia tidak ingin jika suara tiba-tiba hilang.
“Nanti saya titip pesan jangan cuma nyoblos. Harus mengawasi, coblos nomor 1 pagi, siangnya begitu TPS ditutup maka jaga pengawasan, jaga penghitungan. Setuju? Kenapa? Karena kita sekarang saja sudah merasakan, mau bikin acara lapangannya tidak bisa dipakai. Betul? Mau bikin acara eh listriknya dimatikan, betul? Mau pakai gedung izinnya hilang. Jangan sampai suara kita nanti hilang, betul? Siap jaga TPS, siap jaga semua?” kata Anies yang dijawab dengan ucapan siap oleh relawan.
Laporan: Media Center Pejuang AMIN













































































