Lelah merupakan suatu hal yang pasti dialami oleh setiap orang. Bahkan ketika kita rebahan seharian pun kita masih saja akan merasa lelah.
Secara logika, mana mungkin kita bisa lelah padahal kita hanya rebahan yang tak perlu tenaga untuk melakukannya. Bukan begitu?
Artinya, ketika berkeinginan terhidar dari keadaan ini maka itu adalah sesuatu yang mustahil terjadi.
Yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi penyebab lelahmu hari ini? Apakah lelahmu karena ketaatan kepadaNya? Atau lelahmu adalah karena dipenuhi aktivitas yang melalaikan dan bahkan lelah karena bermaksiat?
Sebagai seorang mukmin yang benar keimanannya, Ia akan membawa lelahnya pada kebaikan. Rela mengorbankan seluruh tenaganya demi mencapai Ridha Rabbnya.
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah menyampaikan pesan semangat,
اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلىَ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِيْ كُلٍّ خَيْرٍ، اِحْرِصْ عَلىَ ماَ يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللَّهُ وَماَ شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
Artinya : “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi lemah. Jika kamu ditimpa sesuatu, jangan berkata seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu, tetapi katakanlah Allah telah menakdirkan, dan kehendak oleh Allah pasti dilakukan. Sebab kata ‘seandainya’ itu dapat membuka perbuatan setan.” (HR. Muslim)
Dari hadis di atas kita dapat menarik benang merah yaitu untuk memiliki iman yang sempurna, seorang harus siap berjuang, siap lelah demi meraih cinta Sang Pencipta.
Bahkan jika kita melihat sejarah orang-orang kafir di zaman para Nabi mereka rela berlelah-lelah hanya untuk mencari neraka, suatu cita-cita yang sangat rendah. Apalagi kita yang memiliki cita-cita yang sangat tinggi yaitu ingin meraih surgaNya, tentu kita butuh perjuangan, pengorbanan, serta lelah yang lebih besar.
Seribu pasukan musyrik rela berjalan menuju Badr, di musim panas yang menyengat. Karena perang Badr terjadi di bulan ramadhan, yang identik dengan musim panas. Bulan ramadhan sendiri disebut ramadhan, karena panasnya cuaca di bulan tersebut. Berjalan kaki sepanjang 500 san km, di tengah terik matahari yang membakar, melewati gunung-gunung batu yang gersang, dan padang pasir yang kering panas. Untuk apa mereka berlelah-lelah ini? Menerangi kekasih Allah, mencari kemurkaan Allah!!
Bahkan sepuluh ribu pasukan musyrik, rela capek berjalan ke Madinah, berperang di tengah terik matahari, bulan Syawal, saat perang Uhud, menguras pikiran dan mengurus otot, untuk memperjuangkan kemusyrikan mereka, mencari neraka Allah!!
Fir’aun dan bala tentaranya, rela capek mengejar Nabi Musa dan pengikutnya, sampe rela menyeberangi laut, hingga mereka mati dalam capek tenggelam di laut merah.
Tentu beda lelahnya kaum musyrikin itu dengan orang-orang beriman. Lelahnya orang-orang kafir adalah kepedihan, siksaan dan murka Allah. Adapun lelahnya orang-orang beriman, adalah kenangan bahagia, nikmat dan ridho Allah.
إِن يَمۡسَسۡكُمۡ قَرۡحٞ فَقَدۡ مَسَّ ٱلۡقَوۡمَ قَرۡحٞ مِّثۡلُهُۥۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيۡنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمۡ شُهَدَآءَۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ
Terjemahnya: “Jika kalian (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim.” (QS. Ali ‘Imran : 140)
Sungguh beruntung jika hari ini lelah-lelahmu karena kebaikan dan ketaatan. Syukurilah!!
Sama halnya ketika seseorang berada di jalan dakwah. Dengan amanah dakwah yang begitu banyak. Tentu menguras waktu dan tenagamu, bahkan seringkali perhatian kita terkuras habis untuk dakwah.
Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam dua tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Kenyataannya memang itu yang diharapkan; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dakwah memang melelahkan, sebagaimana lelah pada aktivitas yang lainnya. Lelah di jalan dakwah adalah sebuah lelah yang berbuah nikmat, sebuah bentuk cinta yang begitu indah.
Bagaimana tidak? Saat engkau berada di jalan dakwah maka waktumu akan lebih banyak terisi dengan hal-hal bermanfaat. Akan lebih banyak bergaul dengan orang-orang shalih. Akan lebih banyak amalan kebaikan.
Saat berada di jalan dakwah, engkau akan sedikit bersantai, engkau akan sedikit bergurau, karena tersibukkan dengan proyek dakwahmu.
Itulah salah satu bentuk cinta Allah kepada hamba-hambaNya. Allah tidak ingin engkau lalai. Allah tidak ingin melihat engkau tersibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Saat engkau lelah dengan tumpukan amanah, maka kuatkan lagi semangatmu dengan lillah. Karena lelahmu adalah nikmat dan berada di jalan dakwah adalah bentuk cinta Allah kepadamu.
***********
Gowa, 8 Februari 2022
Penulis: Wahyuni Subhan
(Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Pengurus Mujahid Dakwah Media)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)













































































