Dalil ayat yang ketiga yang menunjukkan bahaya fitnah wanita adalah dalam firman Allah di surah At-taubah, yaitu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan kepada para sahabat untuk ikut perang Tabuk. Perang Tabuk ada perang yang terjadi di kota Tabuk, yang jaranknya kurang lebih 700 kilometer dari kota Madinah. Pada saat itu adalah musim yang sangat panas, dan musuh yang dihadapi tatkala itu adalah orang-orang Romawi. Allah Subhanhu wa ta’ala menceritakan dalam firman ana firman ana,
“Di antara mereka (orang munafik) ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah”. Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benarbenar meliputi orang-orang yang kafir.” (QS. At-Taubah : 49)
Di dalam ayat ini Allah menceritakan bahwa ada orang-orang munafik yang tidak ingin pergi berperang, sehingga mereka mengutarakan dalil-dalil sebagai alasan untuk mereka agar diberi izin untuk tidak ikut berperang. Al-Baghawi mengatakan,
“Firman Allah : ‘Di antara mereka (orang munafik) ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah’, turun kepada seorang munafik bernama Jadd bin Qais.” (Tafsir al-Baghawi 4/56-57)
Dalam tafsri Ath-Thabari disbutkan bahwa pada suatu hari tatkala Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sedang melakukan persiapan perang Tabuk, beliau berkata kepada Jadd Ibnu Qais,
“Wahai Jad! Apakah tahun ini kamu akan ikut memerangi Bani alAshfar (pasukan Romawi)?” Dia menjawab, ‘Wahai Rasulullah!
Apakah engkau bisa memberiku ijin untuk tidak ikut agar aku tidak terfitnah? Demi Allah! Semua kaumku tahu bahwa tidak ada yang mengagumi perempuan melebihi aku, dan saya khawatir tidak bisa bersabar terhadap merekat (terfitnah) ketika melihat wanita-wanita Romawi.’ Maka Rasulullah h langsung berpaling darinya dan mengatakan,
‘Saya mengizinkanmu, lalu turunlah ayat yang berkaitan dengannya: ‘Di antara mereka (orang munafik) ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah’ [QS. At-Taubah : 49].” (Tafsir Ath-Thabari 14/287)
Lihatlah bagaimana alasan Jadd bin Qais yang meminta izin kepada Rasulullah untuk tidak ikut perang karena takut fitnah wanita. Walaupun Allah Subhana Wata’ala tahu bahwa sesungguhnya Jadd bin Qais mengutarakan alasan tersebut hanya karena tidak ingin berperang, akan tetapi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memberikan izin karena beliau tahu bahwa fitnah wanita itu sangat berbahaya dan hal tersebut
ada udzur yang besar. Alasan Jadd bin Qais untuk tidak pergi berperang karena takut fitnah wanita sudah cukup bagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk memberikan izin baginya, meskipun setelahnya Allah membongkar kebohongannya bahwa Jadd bin Qais beralasan demikian karena kemunafikan. Oleh karenanya setelah Allah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyebutkan tentang orang-orang yang meminta izin karena takut fitnah wanita, maka Allah kemudian mengatakan,
“Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir.” (QS. At-Taubah : 49)
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah







































































