Upacara wisuda ke-135 Universitas Stanford pada hari Minggu diwarnai aksi protes besar-besaran oleh para mahasiswa, ketika puluhan lulusan keluar dari ruangan saat CEO Google Sundar Pichai sedang menyampaikan pidato utama sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dan penolakan terhadap hubungan bisnis raksasa teknologi tersebut dengan Israel.
Pichai, seorang alumni Stanford yang meraih gelar Master of Science dalam Ilmu dan Teknik Material dari universitas tersebut, kembali ke almamaternya untuk berpidato. Menurut Stanford Report, lebih dari 20.000 orang, termasuk 3.600 mahasiswa, menghadiri upacara tersebut.
Namun, saat Pichai berbicara kepada mahasiswa, dosen, orang tua, dan hadirin lainnya, sekitar 200 mahasiswa berdiri dan meninggalkan tempat acara, demikian dilaporkan SFGate. Beberapa kelompok kecil yang tetap tinggal di antara hadirin terlihat mengibarkan spanduk, meniup peluit, dan memegang bendera Palestina sebelum akhirnya juga keluar di tengah-tengah pidato.
Para mahasiswa yang keluar dari pidato Pichai mengadakan “People’s Commencement” mereka sendiri, dengan aktivis Mahmoud Khalil sebagai pembicara utama, menurut SFGATE.
Khalil telah ditahan selama lebih dari 100 hari oleh Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) atas aktivitas pro-Palestina-nya di kampus Universitas Columbia pada tahun 2024.
Menurut Al Jazeera, Proyek Nimbus senilai $1,2 miliar ditandatangani antara Google, Amazon, dan Israel pada tahun 2021. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan infrastruktur komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan layanan teknologi lainnya kepada pemerintah dan militer Israel.
Stanford Students for Justice in Palestine mengucapkan selama kepada semua lulusan yang memilih nurani daripada kenyamanan, mereka tegas menolak siapa saja yang mendukung genosida di Gaza.
“Hari ini, Sundar Pichai disambut oleh ratusan mahasiswa yang menunjukkan bahwa mereka tak lagi terpikat oleh janji-janji uang atau perkembangan AI yang pesat. Kami tahu tentang pelanggaran yang dilakukan Google dalam kolaborasinya dengan Israel, ICE, dan perusahaan seperti Palantir,” tulisnya di akun IG @stanfordsjp, Senin (15/6/2026).
“Hari ini, kami menolak pidato CEO perusahaan genosida. Kami berjalan menuju Upacara Kelulusan Rakyat kami. Kami mulai membayangkan masa depan yang lebih baik untuk pendidikan kami,” tambahnya.
Eva Jones, lulusan Stanford, berpidato di acara People’s Commencement, setelah para mahasiswa keluar dari ruangan saat CEO Google Sundar Pichai sedang berpidato.
“Kami, sebagai lulusan Stanford, berada dalam posisi yang unik untuk menghentikan kompleks industri militer yang semakin membengkak dan jejak kehancuran yang ditinggalkannya,” ungkapnya.
Sumber: News18, Al Jazeera


















































































