• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Rabu, September 30, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan Dalam Ruang Kauman Yogyakarta

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 28 mins read
Juni 16, 2026
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Muhammadiyah tak dapat dijauhkan dari Kampung Kauman Yogyakarta, begitu pula sebaliknya. Paling tidak karena dua sebab musabab. Pertama, menurut salah satu riwayat disebutkan sang pendiri Muhammadiyah; K.H. Ahmad Dahlan, adalah putra kelahiran Kampung Kauman Yogyakarta. Sedangkan riwayat lain menyebutkan Kiai lahir di Nitikan dan barulah beberapa hari setelah kelahirannya dibawa ke Kauman. Kedua, ikrar berdirinya Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan sosial pendidikan berasaskan Islam terjadi di Kampung Kauman Yogyakarta. Karenanya antara Muhammadiyah dengan Kampung Kauman Yogyakarta memiliki ikatan historis, basis sosial, dan emosional yang tak mungkin dapat dipisahkan.

Mempelajari perjuangan Islam di Nusantara akan kita temui Muhammadiyah. Mempelajari Muhammadiyah tepatnya dimulai dengan mempelajari kehidupan dan pemikiran K.H. Ahmad Dahlan. Untuk memulai usaha mengenali sosok Kiai tepatnya diawali dari ruang-ruang Kauman; tempat di mana Kiai tumbuh besar, memulai perjuangan, dan kembali kehadirat Rabb-nya pada hari Jumat tanggal 7 Rajab 1341 Hijrah Nabi/23 Februari 1923. Walaupun kemudian jasad Kiai tidak dimakamkan di Kauman, namun jejak dan semangat perjuangannya masih membekas dalam ruang-ruang yang pernah merekam.

Pada hari ahad tanggal 4 Safar 1435 Hijrah Nabi/8 Desember 2013, kira-kira 90 tahun dalam perhitungan penanggalan masehi setelah wafatnya Kiai atau 94 tahun dalam perhitungan penanggalan hijriyah, penulis bersama 11 rekan berkunjung ke Kampung Kauman Yogyakarta untuk napak tilas jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan guna mengambil ibrah dan meneladani kisah hidup dan perjuangan salah seorang ulama yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk menegakkan Islam di bumi Hindia Timur pada masanya. Ditemani mas Ghifari dan mas Priyo dari Komunitas Blusukan Kampoeng Jogja, kami menelusuri dan memasuki satu persatu ruang yang menjadi saksi bisu perjuangan K.H Ahmad Dahlan. Ruang yang telah menua oleh sebab waktu, namun tak dapat menghapus kenangannya.

You might also like

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

September 4, 2026

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Peta

Rute napak tilas jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam ruang Kauman

Penelusuran kami dimulai dari Masjid Gedhe yang pembangunannya selesai pada hari ahad 29 Mei 1773. Masjid yang menjadi saksi bisu gerakan tajdid K.H. Ahmad Dahlan yang terlahir dengan nama Muhammad Darwis. Selepas wafat ayahnya; K.H. Abu Bakar pada tahun 1896, beliau diangkat oleh Kasultanan Yogyakarta sebagai salah seorang khetib di Masjid Gedhe untuk menggantikan peran sang ayah dengan menyandang gelar Khetib Amin.

Di serambi masjid inilah setiap Kiai bertugas piket sehari dalam seminggu berusaha menyampaikan ilmu kepada khalayak, termasuk perihal arah kiblat yang shahih ke arah barat laut. Pada masanya lumrah masjid dan langgar memiliki kiblat ke arah Barat. Sebagai seorang alim yang memiliki otoritas di bidang ilmu falak, wajib baginya menyampaikan kebenaran perkara arah kiblat walaupun tak serta merta diterima dengan mudah. Akhirnya atas pertolongan Allah Azza Wa Jalla, dakwah Kiai berbuah manis hingga saat ini kita dapati arah kiblat Masjid Gedhe yang menyerong.

Di pelataran masjid ini pula Kiai pernah membariskan kepanduan Hizbhul Wathan; padvinder Muhammadiyah bagi kalangan muda yang didirikannya pada tahun 1921. Bayangkan saja di pelataran luas yang dahulunya ditutupi tanah, seorang K.H. Ahmad Dahlan memimpin apel barisan pemuda yang dicita-citakannya mampu menjadi pemuda yang Islami dan kelak tergerak hatinya untuk berjuang atas nama Islam.

Penelusuran kami berlanjut ke ruang Kawedanan Pengulon yang berada di sebelah utara Masjid Gedhe. Kawedanan Pengulon adalah badan keagamaan Kasultanan Yogyakarta yang dipimpin seorang Kiai Penghulu yang memiliki tanggung jawab urusan keagamaan dalam wilayah kekuasaan sultan yang mencakup peribadatan, perawatan masjid dan makam kerajaan, upacara keagamaan kerajaan, dan peradilan kerajaan dalam lingkup peradilan syariat Islam.

Gambar Kawedanan Pengulon 1

Gambar Kawedanan Pengulon 2

Kawedanan Pengulon sebagai penanda otoritas sultan dalam bidang keagamaan

Dahulu Kiai Penghulu dalam kesehariannya bermukim di ndalem Pengulon dan berkantor di pendopo Pengulon. Strata ruangnya ditunjukkan dari ketinggian atap pendoponya yang tertinggi kedua di lingkungan Kauman setelah atap Masjid Gedhe. Di ruang Kawedanan Pengulon inilah terjadinya peristiwa perseteruan antara Kiai Penghulu Kamaludiningrat dengan K.H. Ahmad Dahlan menyoal perubahan arah kiblat Masjid Gedhe. Gagasan paharuan ditolak Kiai Penghulu disebabkan kedudukannya yang membawahi K.H. Ahmad Dahlan selaku abdi dalem pamenthakan berpangkat khetib. Perseteruan antara keduanya mencapai klimaks dengan dirobohkannya Langgar Kidoel milik keluarga K.H. Ahmad Dahlan.

Memasuki sebuah pintu di sebelah utara Masjid Gedhe kami menjumpai ruang Kauman RT 12. Berjalan beberapa langkah, tepat di samping kiri pertigaan jalan terlihat sebuah monumen Syuhada fii Sabilillah Kauman Darussalam. Terukir nama 24 orang mujahid warga Kauman di badan monumen yang insya Allah ikhlas mengorbankan jiwa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Demi Islam, demi umat, demi keridhaan Allah. Semoga hanya karena Allah pula kami menelusuri ruang-ruang Kauman untuk mengambil ibrah dari perjuanganmu, wahai mujahid dakwah.

Gambar Permukiman 1

Suasana permukiman Kampung Kauman Yogyakarta

Gambar Monumen

Monumen untuk mengenang para Mujahid warga Kauman yang diresmikan pada 23 Rabiul Awal 1416 Hijrah Nabi/20 Agustus 1995

Setelah merenung sejenak, langkah kaki kami kembali berderap ke arah barat menyusuri jalan paving yang basah lembab oleh hujan. Selang beberapa meter di sebelah kiri jalan kami menjumpai Gedung TK ABA (Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal) yang telah berdiri sejak tahun 1922 dengan nama Siswo Projo Wanito. Barulah pada tahun 1924 menggunakan nama Bustanul Anthfal yang berarti kebun anak-anak. Belanda menyebutnya dengan Frobel. Dengan kata lain inilah pendidikan Taman Kanak-Kanak pertama di Hindia Timur pada masanya yang kemudian menjadi embrio pendidikan serupa di Indonesia.

Gambar TK ABA

TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal yang dahulunya difungsikan oleh Kiai dan Nyai Dahlan untuk memberikan pengajaran Islam

Jauh sebelumnya, ruang-ruang dalam gedung ini difungsikan untuk pengajian Nyai Dahlan bagi perkumpulan Sopo Tresno yang dibentuknya pada tahun 1914. Berawal dari keinginan Nyai untuk mencerdaskan dan mengangkat harga diri kaum wanita. Begitu pula K.H. Ahmad Dahlan mengisi ruangnya setiap malam selasa untuk mengajarkan Islam, mendidik umat. Tak disangka Jenderal Besar Soedirman pun menjadi salah satu penyambung seruan dakwah Kiai di ruang yang sama, jauh setelah wafatnya Kiai, selain untuk bertemu dengan Nyai Dahlan; meminta doa restu kepada ‘sang ibu’. Ruang yang kini kami berdiri di depannya menyimpan rekam jejak dakwah 3 tokoh Islam di masanya yang hingga detik ini masih kita lihat dan rasakan hasil dari kerja dakwah mereka.

Kami melangkah kembali hingga tiba di perempatan jalan. Tepat di sebelah kanan kami berdiri Mushola ‘Aisyiyah yang diresmikan pendiriannya oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1922. Ruang sholat khusus bagi kaum wanita yang diimami oleh seorang wanita. Bayangkan pada masanya kaum wanita diharuskan berdiam diri di rumah. Urusannya hanya seputar dapur, sumur, dan kasur. Kemudian terbit dakwah pembaharuan di Kauman yang memancarkan cahaya-Nya, memuliakan wanita di atas jalan Islam. Mulailah wanita mendapatkan kehormatan, kebebasan sebagai hamba Allah, dan perlindungan di balik Islam. Mulailah wanita mendapatkan ruang untuk mencurahkan ketaatannya kepada Sang Pencipta, dan ruang Musholah ‘Aisyiyah menjadi saksi.

Gambar Mushola 1

Gambar Mushola 2

Mushola ‘Aisyiyah yang menjadi penanda kebangkitan keagamaan bagi kalangan wanita

Hadirnya Mushola ‘Aisyiyah menandakan pengakuan atas hak dan kewajiban seorang wanita sebagai hamba Allah sekaligus khalifah Allah. Urusan wanita memang di rumah tapi bukan berarti diperbolehkan untuk bodoh, untuk tidak beribadah, apalagi untuk diperlakukan bukan sebagai manusia. Karenanya ruang mushola hadir untuk mengasah keimanan kaum wanita di tengah dominasi kaum pria yang menguasai ruang-ruang Masjid Gedhe. Tak aneh bagi kami ketika adzan dzuhur berkumandang dari Masjid Gedhe satu persatu warga wanita memasuki ruang mushola, tapi entah bagaimana tanggapan masyarakat luas dengan realitas seperti ini pada masa 100 tahun yang lalu.

Kami mempercepat langkah seiring waktu memasuki dzuhur tuk menghampiri ruang Pendopo Tabligh yang lokasinya tak seberapa jauh dari Mushola ‘Aisyiyah dengan menyusuri gang-gang sempit di antara rumah-rumah warga diiringi tetesan hujan yang tak ingin menjadi deras.

Gambar Permukiman 2

Gambar Gang

Sempitnya sirkulasi di Kampung Kauman Yogyakarta menunjukkan sikap keterbukaan dan keakraban warganya

Pendopo Tabligh adalah salah satu dari dua buah pendopo yang masih bertahan di Kampung Kauman Yogyakarta. Salah lainnya adalah Pendopo Pengulon yang telah kami kunjungi di awal. Tak banyak yang mengetahui di ruang Pendopo Tabligh inilah yang pada masanya dimiliki salah seorang murid K.H. Ahmad Dahlan dilangsungkan ikrar berdirinya Muhammadiyah pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijrah Nabi/18 November 1912. Diawali dari saran seorang murid agar Kiai mendirikan organisasi untuk menaungi sekolah yang telah dirintisnya pada tahun 1911. Takut-takut kalau Kiai meninggal, sekolah tetap berdiri dan dilanjutkan perjuangannya oleh generasi penerus. Maka seiring tumbuhnya dukungan dan setelah menunaikan istikharah, pada waktunya berdirilah Muhammadiyah dari sebuah ruang kecil dan sederhana yang dipenuhi limpahan rahmat Allah Azza wa Jalla.

Gambar Pendopo Tabligh 1

Gambar Pendopo Tabligh 2

Pendopo Tabligh; ruang lahirnya bayi Muhammadiyah

Kaki kami kembali melangkah. Kali ini menuju Langgar K.H. Ahmad Dahlan yang pada masanya disebut Langgar Kidoel. Di tengah perjalanan kami melihat sebuah rumah bertuliskan Perpustakaan MABULIR di atas daun pintunya. Pemiliknya pernah ikut serta berperang bersama Jenderal Besar Soedirman; H. Dauzan Farook. Setelah tidak lagi berperang ia tetap meneruskan perjuangan. Kali ini tidak dengan senjata, tapi dengan buku untuk melenyapkan kebodohan dalam diri umat. Dahulu setiap hari ia berkeliling dengan sepeda untuk menawarkan buku koleksinya agar dapat dipinjam masyarakat. Tiada biaya yang dipungut, si peminjam hanya harus mengajak 5 orang kawannya untuk turut meminjam buku. Tak disangsikan lagi Perpustakaan MABULIR adalah cikal bakal perpustakaan keliling di Indonesia. Namun kini bangunannya sepi tanpa pertanda adanya penghuni, sepi tanpa aktivitas yang menggerakkan ruangnya.

Gambar Perpustakaan Mabulir

Keberadaan perpustakaan MABULIR semakin menguatkan citra Kampung Kauman sebagai kampung pendidikan Islam

Kembali melanjutkan perjalanan, kembali melewati gang-gang sempit di antara rumah warga, tibalah kami di lingkungan rumah K.H. Ahmad Dahlan. Kami berdiri di halaman tanah di kelilingi bangunan. Di sebelah barat adalah Langgar Kidoel, langgar milik keluarga K.H. Ahmad Dahlan. Di dalam ruangnya pada tahun 1898 berkumpul 17 ulama untuk menggelar musyawarah perihal arah kiblat yang shahih. Diskusi yang dilangsungkan dari isya hingga shubuh tak menunai hasil. Namun dua orang murid Kiai yang mendengar perbincangan secara diam-diam menuju Masjid Gedhe di tengah malam tuk menggoreskan garis putih di depan pengimaman sebagai penunjuk arah kiblat yang diyakini shahih oleh Kiai. Inilah awal mula perseteruan antara K.H. Ahmad Dahlan dengan Kiai Penghulu Kamaludiningrat yang berakhir pada perintah perobohan Langgar Kidoel.

Gambar Rumah Kiai

Lingkungan kediaman K.H. Ahmad Dahlan; ruang bagi Kiai tumbuh dan memulai pergerakan dakwahnya

Besarnya tantangan dan tekanan dakwah yang dihadapi Kiai meremukkan hatinya ketika melihat langgar warisan sang ayah rata dengan tanah. Seketika Kiai mengajak istri untuk hijrah namun sanak saudara tak ridha atas kepergiannya. Berkat petunjuk Allah Azza wa Jalla, Kiai mengurungkan niatnya untuk pergi dan membangun kembali langgar warisan sang ayah pada tahun 1901 dengan tetap menerapkan arah kiblat sebagaimana yang diyakininya. Semangat dakwah pun kembali membuncah.

Di masa kini kita dapat menjumpai Langgar K.H. Ahmad Dahlan dengan kondisinya yang baru dipugar. Di pengimaman terdapat sebuah penanda, entah dibuat oleh Kiai atau setelahnya, yang menunjukkan perhitungan arah kiblat. Kini hampir setiap hari ruang langgar difungsikan untuk pengajian dan pengajaran setelah beberapa masa kosong tanpa kegiatan. Ruang bawah langgar pun beralih fungsi menjadi kantor yayasan dan museum K.H. Ahmad Dahlan. Sebuah upaya untuk mulai memperkenalkan kembali sosok seorang ulama besar kepada generasi masa kini.

Gambar Luar Langgar 1

Gambar Luar Langgar 2

Gambar Dalam Langgar 1

Gambar Dalam Langgar 2

Langgar milik keluarga K.H. Ahmad Dahlan yang menyimpan jejak pergerakan tajdid Kiai

Gambar Penanda Kiblat

Penanda arah kiblat; terlihat tiga buah garis lurus yang saling berpotongan

Di sebelah utara halaman tanah adalah kediaman K.H. Ahmad Dahlan yang kini tersekat menjadi 3 ruang hunian terpisah. Di ruang tamu kediaman Kiai yang tidak kurang berukuran 2,5×6 meter pertama kali diselenggarakan lembaga pendidikan Islam yang dirintisnya. Berawal dengan 8 orang murid, 2 buah meja, 2 buah bangku panjang, dan sebuah papan tulis. Modal untuk mewujudkan modernisasi pendidikan Islam pada masanya. Di tengah gencarnya tantangan dakwah yang dihadapi, 6 bulan setelah dimulainya bertambah menjadi 20 orang murid dan terus bertambah seiring waktu sehingga ruang belajar dipindahkan ke serambi rumah Kiai; ruang yang lebih luas.

Gambar Rumah Kiai

Rumah kediaman K.H. Ahmad Dahlan; ruang lahirnya lembaga pendidikan yang digagasnya

Pada 1 Desember 1911, Kiai memutuskan mendirikan sekolah yang diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Awal dibukanya memiliki 29 orang murid, dan 6 bulan kemudian melonjak menjadi 62 orang murid. Untuk mewadahi murid yang terus bertambah jumlahnya, pada tahun 1913 Kiai mendirikan ruang kelas di sebelah timur halaman tanah tempat kami berdiri. Barulah pada tahun 1919 ruang kelas dipindahkan ke sebelah selatan Masjid Gedhe di atas tanah hibah dari sultan yang kemudian dinamakan Sekolah Dasar Pawiyatan. Dan kini ruang kelas di lingkungan kediaman Kiai difungsikan untuk kegiatan PAUD. Tiada kosong dari aktivitas pengajaran sebagaimana impian sang pendiri.

Gambar Kelas 1

Gambar Kelas 2

Gambar Kelas 3

Ruang kelas di lingkungan kediaman K.H. Ahmad Dahlan; bandingkan gambar atas yang diambil pada masa kini dengan dua gambar di bawahnya yang diambil pada tahun 1913

Setelah shalat dzuhur berjama’ah yang dilanjutkan dengan diskusi dan mengunjungi museum K.H. Ahmad Dahlan, kami beranjak menuju Sekolah Dasar Pawiyatan. Tak terasa penelusuran jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan telah memasuki bagian akhirnya. Beberapa langkah sebelum Sekolah Dasar Pawiyatan, di kiri jalan tepat di sebelah barat Masjid Gedhe terdapat pemakaman Kauman. Di sinilah Nyai Dahlan di makamkan yang wafat pada tanggal 29 Jumadil Akhir 1365 Hijrah Nabi/31 Mei 1946. Di tanah ini pula dimakamkan para pejuang Islam yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan jiwanya. Tertulis di batu nisan yang sederhana sebuah nama Abu Bakar Ali, Moch Wardani, dan Moch Djirhas.

Gambar Makam Nyai

Gambar Makam Pejuang Islam

Makam Nyai dan para pejuang Islam sebagai bukti militansi warga Kauman memperjuangkan Islam dan kemerdekaan Indonesia

Makam yang kesehariannya tertutup rapat. Rantai besi dan gembok berukuran besar menjadikan pintunya tak dapat dibuka. Makam pun dibuat rendah, tak lebih dari sejengkal tangan, hanya nisan sebagai petunjuk identitas. Tak lain sebagai upaya mencegah munculnya praktik kesyirikan.

Menziarahi makam Nyai Dahlan tanpa makam Kiai. Nisan bertuliskan Achmad Dahlan di belakang makam Nyai adalah makam cucu Kiai dan Nyai, sedangkan K.H. Ahmad Dahlan dimakamkan di Karang Kajen. Beredar beberapa riwayat berpisahkan makam Kiai dan Nyai, pasangan yang saling bahu membahu memperjuangkan kaum Muslimin hingga wafatnya. Sebuah riwayat mengatakan masyarakat Karang Kajen merupakan basis pendukung Muhammadiyah pada masa awal berdirinya di tengah berbagai rintangan yang dihadapi Kiai di dalam lingkungan Kauman. Keberadaan makam Kiai di Karang Kajen menjadi bukti. Dikuatkan riwayat yang meyakini Kiai bukanlah asli kelahiran Kauman, sedangkan Nyai yang dimakamkan di Kauman menjadi petunjuk tanah kelahirannya.

Gambar Makam Anak Nyai

Makam Achmad Dahlan; cucu Kiai dan Nyai

Beberapa langkah dari pemakaman Kauman kami telah berada di depan pagar SD Muhammadiyah Kauman. Sekolah inilah yang dahulunya disebut dengan Sekolah Dasar Pawiyatan yang diperuntukkan bagi putri. Sekolah yang cikal bakalnya tumbuh di lingkungan hunian K.H. Ahmad Dahlan tak lagi menampakkan wujud aslinya yang telah berlalu terbawa arus renovasi terakhir kali. Patut diambil hikmah begitu cepatnya sekolah Muhammadiyah tumbuh. Berawal dari ruang tamu di dalam sebuah rumah yang sederhana, kini kita dapati bangunan 2 lantainya yang terlihat gagah perkasa. Semoga senantiasa segagah dan seperkasa niat Muhammadiyah untuk terus memajukan kehidupan kaum Muslimin dan menegakkan Islam di tanah Indonesia, namun tanpa menghapus kesejarahannya.

Gambar SD Pawiyatan 1

Gambar Kawedanan Pengulon 1 Gambar SD Pawiyatan 2

SD Muhammadiyah Kauman yang wujud fisiknya tak lagi menampakkan bekas-bekas SD Pawiyatan peninggalan Kiai

Penelusuran jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam ruang-ruang Kauman kami akhiri dengan kembali ke Masjid Gedhe melalui setapak jalan di sebelah selatan masjid, hanya beberapa langkah dari Sekolah Dasar Pawiyatan. Berawal di masjid dan berakhir di masjid. Kiranya begitulah umat Islam yang tumbuh di masjid dan kelak akan dishalatkan di masjid sebelum menuju liang lahatnya. Tapi tidak berarti perjuangan berakhir di masjid, justru perjuangan akan terus bergulir dari masjid.

Jejak-jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan yang kami dapati dalam ruang Kauman Yogyakarta menjadikan antara keduanya tak terpisahkan. Wafatnya Kiai tak berarti turut menghilangkan rekam jejak hidup dan pemikirannya yang setelah sekian puluh tahun tetap terperangkap dalam ruang-ruang Kauman. Ruang-ruang yang senantiasa menyimpan ingatannya untuk generasi penerus. Bukan hanya untuk generasi penerus Muhammadiyah, bukan hanya untuk kami, tapi untuk generasi kita. Untuk seluruh umat Islam di Dunia. Kita memang tak berkesempatan bertemu Kiai, tapi dalam ruangnya kita dapat menyerap semangat dakwah dan pelajaran darinya. Tentu, kalau saja kita berkeinginan untuk itu.

Akhir kata, hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah.

Wallahu a’lam bishawab.

Gambar Bersama

***********

Penulis: Andika Saputra

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

Tags: Islam dan IndonesiaJejak Islam untuk Bangsa (JIB)Kauman YogyakartaKH. Ahmad DahlanOrmas Muhammadiyah
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Pesan Buya Hamka pada Pemuda

Next Post

Yahudi Turki Utsmani dan Salah Kita

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post

    Parenting Islami (Bag. 5): Jangan Mendoakan Keburukan Pada Anak

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media