• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Sabtu, Agustus 15, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Ketua MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Pelecehan Harus Diproses Hukum

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kemenhaj Dorong Ormas Islam Manfaatkan Peluang Kebijakan Dam Jamaah Haji di Tanah Air

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    Semarak Muktamar V, Wahdah Islamiyah Sulteng Ajak Masyarakat Sehat Lewat Fun Walk Family

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    SDIT Rabbani Bone Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Merdeka Ceria 2026

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan Dalam Ruang Kauman Yogyakarta

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 28 mins read
Juni 16, 2026
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Muhammadiyah tak dapat dijauhkan dari Kampung Kauman Yogyakarta, begitu pula sebaliknya. Paling tidak karena dua sebab musabab. Pertama, menurut salah satu riwayat disebutkan sang pendiri Muhammadiyah; K.H. Ahmad Dahlan, adalah putra kelahiran Kampung Kauman Yogyakarta. Sedangkan riwayat lain menyebutkan Kiai lahir di Nitikan dan barulah beberapa hari setelah kelahirannya dibawa ke Kauman. Kedua, ikrar berdirinya Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan sosial pendidikan berasaskan Islam terjadi di Kampung Kauman Yogyakarta. Karenanya antara Muhammadiyah dengan Kampung Kauman Yogyakarta memiliki ikatan historis, basis sosial, dan emosional yang tak mungkin dapat dipisahkan.

Mempelajari perjuangan Islam di Nusantara akan kita temui Muhammadiyah. Mempelajari Muhammadiyah tepatnya dimulai dengan mempelajari kehidupan dan pemikiran K.H. Ahmad Dahlan. Untuk memulai usaha mengenali sosok Kiai tepatnya diawali dari ruang-ruang Kauman; tempat di mana Kiai tumbuh besar, memulai perjuangan, dan kembali kehadirat Rabb-nya pada hari Jumat tanggal 7 Rajab 1341 Hijrah Nabi/23 Februari 1923. Walaupun kemudian jasad Kiai tidak dimakamkan di Kauman, namun jejak dan semangat perjuangannya masih membekas dalam ruang-ruang yang pernah merekam.

Pada hari ahad tanggal 4 Safar 1435 Hijrah Nabi/8 Desember 2013, kira-kira 90 tahun dalam perhitungan penanggalan masehi setelah wafatnya Kiai atau 94 tahun dalam perhitungan penanggalan hijriyah, penulis bersama 11 rekan berkunjung ke Kampung Kauman Yogyakarta untuk napak tilas jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan guna mengambil ibrah dan meneladani kisah hidup dan perjuangan salah seorang ulama yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk menegakkan Islam di bumi Hindia Timur pada masanya. Ditemani mas Ghifari dan mas Priyo dari Komunitas Blusukan Kampoeng Jogja, kami menelusuri dan memasuki satu persatu ruang yang menjadi saksi bisu perjuangan K.H Ahmad Dahlan. Ruang yang telah menua oleh sebab waktu, namun tak dapat menghapus kenangannya.

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Peta

Rute napak tilas jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam ruang Kauman

Penelusuran kami dimulai dari Masjid Gedhe yang pembangunannya selesai pada hari ahad 29 Mei 1773. Masjid yang menjadi saksi bisu gerakan tajdid K.H. Ahmad Dahlan yang terlahir dengan nama Muhammad Darwis. Selepas wafat ayahnya; K.H. Abu Bakar pada tahun 1896, beliau diangkat oleh Kasultanan Yogyakarta sebagai salah seorang khetib di Masjid Gedhe untuk menggantikan peran sang ayah dengan menyandang gelar Khetib Amin.

Di serambi masjid inilah setiap Kiai bertugas piket sehari dalam seminggu berusaha menyampaikan ilmu kepada khalayak, termasuk perihal arah kiblat yang shahih ke arah barat laut. Pada masanya lumrah masjid dan langgar memiliki kiblat ke arah Barat. Sebagai seorang alim yang memiliki otoritas di bidang ilmu falak, wajib baginya menyampaikan kebenaran perkara arah kiblat walaupun tak serta merta diterima dengan mudah. Akhirnya atas pertolongan Allah Azza Wa Jalla, dakwah Kiai berbuah manis hingga saat ini kita dapati arah kiblat Masjid Gedhe yang menyerong.

Di pelataran masjid ini pula Kiai pernah membariskan kepanduan Hizbhul Wathan; padvinder Muhammadiyah bagi kalangan muda yang didirikannya pada tahun 1921. Bayangkan saja di pelataran luas yang dahulunya ditutupi tanah, seorang K.H. Ahmad Dahlan memimpin apel barisan pemuda yang dicita-citakannya mampu menjadi pemuda yang Islami dan kelak tergerak hatinya untuk berjuang atas nama Islam.

Penelusuran kami berlanjut ke ruang Kawedanan Pengulon yang berada di sebelah utara Masjid Gedhe. Kawedanan Pengulon adalah badan keagamaan Kasultanan Yogyakarta yang dipimpin seorang Kiai Penghulu yang memiliki tanggung jawab urusan keagamaan dalam wilayah kekuasaan sultan yang mencakup peribadatan, perawatan masjid dan makam kerajaan, upacara keagamaan kerajaan, dan peradilan kerajaan dalam lingkup peradilan syariat Islam.

Gambar Kawedanan Pengulon 1

Gambar Kawedanan Pengulon 2

Kawedanan Pengulon sebagai penanda otoritas sultan dalam bidang keagamaan

Dahulu Kiai Penghulu dalam kesehariannya bermukim di ndalem Pengulon dan berkantor di pendopo Pengulon. Strata ruangnya ditunjukkan dari ketinggian atap pendoponya yang tertinggi kedua di lingkungan Kauman setelah atap Masjid Gedhe. Di ruang Kawedanan Pengulon inilah terjadinya peristiwa perseteruan antara Kiai Penghulu Kamaludiningrat dengan K.H. Ahmad Dahlan menyoal perubahan arah kiblat Masjid Gedhe. Gagasan paharuan ditolak Kiai Penghulu disebabkan kedudukannya yang membawahi K.H. Ahmad Dahlan selaku abdi dalem pamenthakan berpangkat khetib. Perseteruan antara keduanya mencapai klimaks dengan dirobohkannya Langgar Kidoel milik keluarga K.H. Ahmad Dahlan.

Memasuki sebuah pintu di sebelah utara Masjid Gedhe kami menjumpai ruang Kauman RT 12. Berjalan beberapa langkah, tepat di samping kiri pertigaan jalan terlihat sebuah monumen Syuhada fii Sabilillah Kauman Darussalam. Terukir nama 24 orang mujahid warga Kauman di badan monumen yang insya Allah ikhlas mengorbankan jiwa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Demi Islam, demi umat, demi keridhaan Allah. Semoga hanya karena Allah pula kami menelusuri ruang-ruang Kauman untuk mengambil ibrah dari perjuanganmu, wahai mujahid dakwah.

Gambar Permukiman 1

Suasana permukiman Kampung Kauman Yogyakarta

Gambar Monumen

Monumen untuk mengenang para Mujahid warga Kauman yang diresmikan pada 23 Rabiul Awal 1416 Hijrah Nabi/20 Agustus 1995

Setelah merenung sejenak, langkah kaki kami kembali berderap ke arah barat menyusuri jalan paving yang basah lembab oleh hujan. Selang beberapa meter di sebelah kiri jalan kami menjumpai Gedung TK ABA (Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal) yang telah berdiri sejak tahun 1922 dengan nama Siswo Projo Wanito. Barulah pada tahun 1924 menggunakan nama Bustanul Anthfal yang berarti kebun anak-anak. Belanda menyebutnya dengan Frobel. Dengan kata lain inilah pendidikan Taman Kanak-Kanak pertama di Hindia Timur pada masanya yang kemudian menjadi embrio pendidikan serupa di Indonesia.

Gambar TK ABA

TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal yang dahulunya difungsikan oleh Kiai dan Nyai Dahlan untuk memberikan pengajaran Islam

Jauh sebelumnya, ruang-ruang dalam gedung ini difungsikan untuk pengajian Nyai Dahlan bagi perkumpulan Sopo Tresno yang dibentuknya pada tahun 1914. Berawal dari keinginan Nyai untuk mencerdaskan dan mengangkat harga diri kaum wanita. Begitu pula K.H. Ahmad Dahlan mengisi ruangnya setiap malam selasa untuk mengajarkan Islam, mendidik umat. Tak disangka Jenderal Besar Soedirman pun menjadi salah satu penyambung seruan dakwah Kiai di ruang yang sama, jauh setelah wafatnya Kiai, selain untuk bertemu dengan Nyai Dahlan; meminta doa restu kepada ‘sang ibu’. Ruang yang kini kami berdiri di depannya menyimpan rekam jejak dakwah 3 tokoh Islam di masanya yang hingga detik ini masih kita lihat dan rasakan hasil dari kerja dakwah mereka.

Kami melangkah kembali hingga tiba di perempatan jalan. Tepat di sebelah kanan kami berdiri Mushola ‘Aisyiyah yang diresmikan pendiriannya oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1922. Ruang sholat khusus bagi kaum wanita yang diimami oleh seorang wanita. Bayangkan pada masanya kaum wanita diharuskan berdiam diri di rumah. Urusannya hanya seputar dapur, sumur, dan kasur. Kemudian terbit dakwah pembaharuan di Kauman yang memancarkan cahaya-Nya, memuliakan wanita di atas jalan Islam. Mulailah wanita mendapatkan kehormatan, kebebasan sebagai hamba Allah, dan perlindungan di balik Islam. Mulailah wanita mendapatkan ruang untuk mencurahkan ketaatannya kepada Sang Pencipta, dan ruang Musholah ‘Aisyiyah menjadi saksi.

Gambar Mushola 1

Gambar Mushola 2

Mushola ‘Aisyiyah yang menjadi penanda kebangkitan keagamaan bagi kalangan wanita

Hadirnya Mushola ‘Aisyiyah menandakan pengakuan atas hak dan kewajiban seorang wanita sebagai hamba Allah sekaligus khalifah Allah. Urusan wanita memang di rumah tapi bukan berarti diperbolehkan untuk bodoh, untuk tidak beribadah, apalagi untuk diperlakukan bukan sebagai manusia. Karenanya ruang mushola hadir untuk mengasah keimanan kaum wanita di tengah dominasi kaum pria yang menguasai ruang-ruang Masjid Gedhe. Tak aneh bagi kami ketika adzan dzuhur berkumandang dari Masjid Gedhe satu persatu warga wanita memasuki ruang mushola, tapi entah bagaimana tanggapan masyarakat luas dengan realitas seperti ini pada masa 100 tahun yang lalu.

Kami mempercepat langkah seiring waktu memasuki dzuhur tuk menghampiri ruang Pendopo Tabligh yang lokasinya tak seberapa jauh dari Mushola ‘Aisyiyah dengan menyusuri gang-gang sempit di antara rumah-rumah warga diiringi tetesan hujan yang tak ingin menjadi deras.

Gambar Permukiman 2

Gambar Gang

Sempitnya sirkulasi di Kampung Kauman Yogyakarta menunjukkan sikap keterbukaan dan keakraban warganya

Pendopo Tabligh adalah salah satu dari dua buah pendopo yang masih bertahan di Kampung Kauman Yogyakarta. Salah lainnya adalah Pendopo Pengulon yang telah kami kunjungi di awal. Tak banyak yang mengetahui di ruang Pendopo Tabligh inilah yang pada masanya dimiliki salah seorang murid K.H. Ahmad Dahlan dilangsungkan ikrar berdirinya Muhammadiyah pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijrah Nabi/18 November 1912. Diawali dari saran seorang murid agar Kiai mendirikan organisasi untuk menaungi sekolah yang telah dirintisnya pada tahun 1911. Takut-takut kalau Kiai meninggal, sekolah tetap berdiri dan dilanjutkan perjuangannya oleh generasi penerus. Maka seiring tumbuhnya dukungan dan setelah menunaikan istikharah, pada waktunya berdirilah Muhammadiyah dari sebuah ruang kecil dan sederhana yang dipenuhi limpahan rahmat Allah Azza wa Jalla.

Gambar Pendopo Tabligh 1

Gambar Pendopo Tabligh 2

Pendopo Tabligh; ruang lahirnya bayi Muhammadiyah

Kaki kami kembali melangkah. Kali ini menuju Langgar K.H. Ahmad Dahlan yang pada masanya disebut Langgar Kidoel. Di tengah perjalanan kami melihat sebuah rumah bertuliskan Perpustakaan MABULIR di atas daun pintunya. Pemiliknya pernah ikut serta berperang bersama Jenderal Besar Soedirman; H. Dauzan Farook. Setelah tidak lagi berperang ia tetap meneruskan perjuangan. Kali ini tidak dengan senjata, tapi dengan buku untuk melenyapkan kebodohan dalam diri umat. Dahulu setiap hari ia berkeliling dengan sepeda untuk menawarkan buku koleksinya agar dapat dipinjam masyarakat. Tiada biaya yang dipungut, si peminjam hanya harus mengajak 5 orang kawannya untuk turut meminjam buku. Tak disangsikan lagi Perpustakaan MABULIR adalah cikal bakal perpustakaan keliling di Indonesia. Namun kini bangunannya sepi tanpa pertanda adanya penghuni, sepi tanpa aktivitas yang menggerakkan ruangnya.

Gambar Perpustakaan Mabulir

Keberadaan perpustakaan MABULIR semakin menguatkan citra Kampung Kauman sebagai kampung pendidikan Islam

Kembali melanjutkan perjalanan, kembali melewati gang-gang sempit di antara rumah warga, tibalah kami di lingkungan rumah K.H. Ahmad Dahlan. Kami berdiri di halaman tanah di kelilingi bangunan. Di sebelah barat adalah Langgar Kidoel, langgar milik keluarga K.H. Ahmad Dahlan. Di dalam ruangnya pada tahun 1898 berkumpul 17 ulama untuk menggelar musyawarah perihal arah kiblat yang shahih. Diskusi yang dilangsungkan dari isya hingga shubuh tak menunai hasil. Namun dua orang murid Kiai yang mendengar perbincangan secara diam-diam menuju Masjid Gedhe di tengah malam tuk menggoreskan garis putih di depan pengimaman sebagai penunjuk arah kiblat yang diyakini shahih oleh Kiai. Inilah awal mula perseteruan antara K.H. Ahmad Dahlan dengan Kiai Penghulu Kamaludiningrat yang berakhir pada perintah perobohan Langgar Kidoel.

Gambar Rumah Kiai

Lingkungan kediaman K.H. Ahmad Dahlan; ruang bagi Kiai tumbuh dan memulai pergerakan dakwahnya

Besarnya tantangan dan tekanan dakwah yang dihadapi Kiai meremukkan hatinya ketika melihat langgar warisan sang ayah rata dengan tanah. Seketika Kiai mengajak istri untuk hijrah namun sanak saudara tak ridha atas kepergiannya. Berkat petunjuk Allah Azza wa Jalla, Kiai mengurungkan niatnya untuk pergi dan membangun kembali langgar warisan sang ayah pada tahun 1901 dengan tetap menerapkan arah kiblat sebagaimana yang diyakininya. Semangat dakwah pun kembali membuncah.

Di masa kini kita dapat menjumpai Langgar K.H. Ahmad Dahlan dengan kondisinya yang baru dipugar. Di pengimaman terdapat sebuah penanda, entah dibuat oleh Kiai atau setelahnya, yang menunjukkan perhitungan arah kiblat. Kini hampir setiap hari ruang langgar difungsikan untuk pengajian dan pengajaran setelah beberapa masa kosong tanpa kegiatan. Ruang bawah langgar pun beralih fungsi menjadi kantor yayasan dan museum K.H. Ahmad Dahlan. Sebuah upaya untuk mulai memperkenalkan kembali sosok seorang ulama besar kepada generasi masa kini.

Gambar Luar Langgar 1

Gambar Luar Langgar 2

Gambar Dalam Langgar 1

Gambar Dalam Langgar 2

Langgar milik keluarga K.H. Ahmad Dahlan yang menyimpan jejak pergerakan tajdid Kiai

Gambar Penanda Kiblat

Penanda arah kiblat; terlihat tiga buah garis lurus yang saling berpotongan

Di sebelah utara halaman tanah adalah kediaman K.H. Ahmad Dahlan yang kini tersekat menjadi 3 ruang hunian terpisah. Di ruang tamu kediaman Kiai yang tidak kurang berukuran 2,5×6 meter pertama kali diselenggarakan lembaga pendidikan Islam yang dirintisnya. Berawal dengan 8 orang murid, 2 buah meja, 2 buah bangku panjang, dan sebuah papan tulis. Modal untuk mewujudkan modernisasi pendidikan Islam pada masanya. Di tengah gencarnya tantangan dakwah yang dihadapi, 6 bulan setelah dimulainya bertambah menjadi 20 orang murid dan terus bertambah seiring waktu sehingga ruang belajar dipindahkan ke serambi rumah Kiai; ruang yang lebih luas.

Gambar Rumah Kiai

Rumah kediaman K.H. Ahmad Dahlan; ruang lahirnya lembaga pendidikan yang digagasnya

Pada 1 Desember 1911, Kiai memutuskan mendirikan sekolah yang diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Awal dibukanya memiliki 29 orang murid, dan 6 bulan kemudian melonjak menjadi 62 orang murid. Untuk mewadahi murid yang terus bertambah jumlahnya, pada tahun 1913 Kiai mendirikan ruang kelas di sebelah timur halaman tanah tempat kami berdiri. Barulah pada tahun 1919 ruang kelas dipindahkan ke sebelah selatan Masjid Gedhe di atas tanah hibah dari sultan yang kemudian dinamakan Sekolah Dasar Pawiyatan. Dan kini ruang kelas di lingkungan kediaman Kiai difungsikan untuk kegiatan PAUD. Tiada kosong dari aktivitas pengajaran sebagaimana impian sang pendiri.

Gambar Kelas 1

Gambar Kelas 2

Gambar Kelas 3

Ruang kelas di lingkungan kediaman K.H. Ahmad Dahlan; bandingkan gambar atas yang diambil pada masa kini dengan dua gambar di bawahnya yang diambil pada tahun 1913

Setelah shalat dzuhur berjama’ah yang dilanjutkan dengan diskusi dan mengunjungi museum K.H. Ahmad Dahlan, kami beranjak menuju Sekolah Dasar Pawiyatan. Tak terasa penelusuran jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan telah memasuki bagian akhirnya. Beberapa langkah sebelum Sekolah Dasar Pawiyatan, di kiri jalan tepat di sebelah barat Masjid Gedhe terdapat pemakaman Kauman. Di sinilah Nyai Dahlan di makamkan yang wafat pada tanggal 29 Jumadil Akhir 1365 Hijrah Nabi/31 Mei 1946. Di tanah ini pula dimakamkan para pejuang Islam yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan jiwanya. Tertulis di batu nisan yang sederhana sebuah nama Abu Bakar Ali, Moch Wardani, dan Moch Djirhas.

Gambar Makam Nyai

Gambar Makam Pejuang Islam

Makam Nyai dan para pejuang Islam sebagai bukti militansi warga Kauman memperjuangkan Islam dan kemerdekaan Indonesia

Makam yang kesehariannya tertutup rapat. Rantai besi dan gembok berukuran besar menjadikan pintunya tak dapat dibuka. Makam pun dibuat rendah, tak lebih dari sejengkal tangan, hanya nisan sebagai petunjuk identitas. Tak lain sebagai upaya mencegah munculnya praktik kesyirikan.

Menziarahi makam Nyai Dahlan tanpa makam Kiai. Nisan bertuliskan Achmad Dahlan di belakang makam Nyai adalah makam cucu Kiai dan Nyai, sedangkan K.H. Ahmad Dahlan dimakamkan di Karang Kajen. Beredar beberapa riwayat berpisahkan makam Kiai dan Nyai, pasangan yang saling bahu membahu memperjuangkan kaum Muslimin hingga wafatnya. Sebuah riwayat mengatakan masyarakat Karang Kajen merupakan basis pendukung Muhammadiyah pada masa awal berdirinya di tengah berbagai rintangan yang dihadapi Kiai di dalam lingkungan Kauman. Keberadaan makam Kiai di Karang Kajen menjadi bukti. Dikuatkan riwayat yang meyakini Kiai bukanlah asli kelahiran Kauman, sedangkan Nyai yang dimakamkan di Kauman menjadi petunjuk tanah kelahirannya.

Gambar Makam Anak Nyai

Makam Achmad Dahlan; cucu Kiai dan Nyai

Beberapa langkah dari pemakaman Kauman kami telah berada di depan pagar SD Muhammadiyah Kauman. Sekolah inilah yang dahulunya disebut dengan Sekolah Dasar Pawiyatan yang diperuntukkan bagi putri. Sekolah yang cikal bakalnya tumbuh di lingkungan hunian K.H. Ahmad Dahlan tak lagi menampakkan wujud aslinya yang telah berlalu terbawa arus renovasi terakhir kali. Patut diambil hikmah begitu cepatnya sekolah Muhammadiyah tumbuh. Berawal dari ruang tamu di dalam sebuah rumah yang sederhana, kini kita dapati bangunan 2 lantainya yang terlihat gagah perkasa. Semoga senantiasa segagah dan seperkasa niat Muhammadiyah untuk terus memajukan kehidupan kaum Muslimin dan menegakkan Islam di tanah Indonesia, namun tanpa menghapus kesejarahannya.

Gambar SD Pawiyatan 1

Gambar Kawedanan Pengulon 1 Gambar SD Pawiyatan 2

SD Muhammadiyah Kauman yang wujud fisiknya tak lagi menampakkan bekas-bekas SD Pawiyatan peninggalan Kiai

Penelusuran jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam ruang-ruang Kauman kami akhiri dengan kembali ke Masjid Gedhe melalui setapak jalan di sebelah selatan masjid, hanya beberapa langkah dari Sekolah Dasar Pawiyatan. Berawal di masjid dan berakhir di masjid. Kiranya begitulah umat Islam yang tumbuh di masjid dan kelak akan dishalatkan di masjid sebelum menuju liang lahatnya. Tapi tidak berarti perjuangan berakhir di masjid, justru perjuangan akan terus bergulir dari masjid.

Jejak-jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan yang kami dapati dalam ruang Kauman Yogyakarta menjadikan antara keduanya tak terpisahkan. Wafatnya Kiai tak berarti turut menghilangkan rekam jejak hidup dan pemikirannya yang setelah sekian puluh tahun tetap terperangkap dalam ruang-ruang Kauman. Ruang-ruang yang senantiasa menyimpan ingatannya untuk generasi penerus. Bukan hanya untuk generasi penerus Muhammadiyah, bukan hanya untuk kami, tapi untuk generasi kita. Untuk seluruh umat Islam di Dunia. Kita memang tak berkesempatan bertemu Kiai, tapi dalam ruangnya kita dapat menyerap semangat dakwah dan pelajaran darinya. Tentu, kalau saja kita berkeinginan untuk itu.

Akhir kata, hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah.

Wallahu a’lam bishawab.

Gambar Bersama

***********

Penulis: Andika Saputra

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

Tags: Islam dan IndonesiaJejak Islam untuk Bangsa (JIB)Kauman YogyakartaKH. Ahmad DahlanOrmas Muhammadiyah
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Pesan Buya Hamka pada Pemuda

Next Post

Yahudi Turki Utsmani dan Salah Kita

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      901 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    Next Post

    Parenting Islami (Bag. 5): Jangan Mendoakan Keburukan Pada Anak

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media