• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Kamis, Oktober 1, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

KH. Ahmad Rifa’i Kalisalak: Mujaddid dari Tanah Jawa

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 14 mins read
Juni 16, 2026
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Abad ke-19 adalah masa yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Jawa. Pada masa ini, kekuasaan kolonial Eropa – yang kurang lebih dua abad sebelumnya telah hadir di Pulau Jawa – berhasil menancapkan otoritasnya di Jawa. Setelah mengambil alih kekuasaan dari tangan VOC yang bangkrut, pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem administrasinyakepada masyarakat pribumi yang sebelumnya berada di bawah para penguasa tradisional. Para penguasa tradisional tersebut – yang di Jawa biasa disebutpriayi – menjadi bawahan pemerintah kolonial dalam melaksanakan sistemadministrasinya (Kartodirdjo dkk, 1976: 151-154). Kehadiran penguasa kolonialBelanda meningkatkan tekanan terhadap masyarakat pribumi. Tekanan tersebut semakin nyata ketika pemerintah menerapkan Sistem Tanam ( Cultuurstelsel)) mulai tahun 1830.

Pelbagai tekanan yang melanda masyarakat pribumi mendorong gerakan dan pemberontakan sosial di tengah-tengah masyarakat. Sepanjang abad ke-19 banyak gerakan dan pemberontakan sosial yanglahir dan berkembang di Jawa. Sebagian gerakan mampu menggerakkan kekuatan untuk melawan kekuasaan kolonial dan para pembantunya dari kalangan tradisional yang mampu melancarkan perlawanan fisik. Sebagian lagi hanyamampu melancarkan protes dalam bentuk gerakan tanpa konfrontasi secara fisik. Ada sebagian dari gerakan sosial yang berhasil mempertahankan eksistensinya – bahkan hingga sekarang – sebagai sebuah komunitas tetapi tidak sedikit yang hilang ditelan zaman. Di antara gerakan sosial ini termasuk di dalamnya adalah gerakan sekte kegamaan.

Masa meluasnya kekuasaan kolonial Belanda bertepatan dengan tumbuhnya kesadaran beragama di kalangan kebebasan muslimin Jawa. Pada abad ke-19 seiring dengan semakin banyaknya orang Jawa yang menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu di Tanah Suci (Mekkah dan Madinah) timbul kesadaran bahwa Islam yang dipraktikkan di Jawa lebih banyak bercampur dengan tradisi lokal yang bercorak animis dan juga budaya Hindu-Buddha. Sampai di masa itu, memahami dan melatih Islam di Jawa juga kental dengan tidak mistik yang disetujui dalam karya-karya sastra tradisional seperti  suluk  dan serat (Simuh, 2003: 70-73). Kentalnya tidak mistik dalam pemahamandan praktik Islam di Jawa ini membuat lebih banyak di antara masyarakat Jawa yang menggunakan aspek syari’at dalam praktik keberlanjutan karena lebih memperhatikan aspek esoteris (batiniah). Kondisi ini mendorong orang-orang yang baru kembali dari Tanah Suci untuk memahami dan melaksanakan Islam yangbersifat ortodoks ke tengah-tengah masyarakat (van Bruinessen, 1995: 151). Mendorong mereka untuk berontak – baik ke pemerintah maupun internasional – berkolaborasi dengan pemerintah dan elit birokrasi tradisional yang berkolaborasi mendukung. [1]

You might also like

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

September 4, 2026

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Jama’ah Rifa’iyah. Nama gerakan ini diambil dari tokoh pemimpinnya yaitu KH Ahmad Rifa’i Kalisalak. Terkait gerakan gerakan sosial yang lazimnya tradisional, Jamaah Rifa’iyah sangat lekat dengan sosok pemimpinnya yang karismatis. Lahir, tumbuh, dan berkembangnya Jamaah Rifa’iyah pada dasarnya adalah implementasi dari pemikiran-KH Ahmad Rifa’i yang dituangkan dalam kitab-kitab karyanya. Oleh karena itu, kita perlu membahas latar belakang dari sosok KHAhmad Rifa’i dan juga berpikir yang terkandung dalam kitab-kitabnya. Dari pembahasan kita akan melihat KH Ahmad Rifa’i adalah tokoh ulama yang menentang pemerintah kolonial Belanda melalui elit birokrasi tradisional dan konsistensi ini dapat ditemukan pula dalam tulisan yang terdapat pada kitab-kitabnya. Kitab-kitab itu sendiri telah ditulis dalam rangka yang menerima kebutuhan masyarakat yang kompilasi untuk yang ditawarkan agama.

Hidup dan Perjuangan K .H. Ahmad Rifa’i Kalisalak

Ahmad Rifa’i lahir tahun 1786 di Desa Tempuran Kendal. Ayahnya bernama Muhammad bin Sujak Wijaya, seorang Penghulu di Kendal. Ahmad Rifa’i merupakan anak bungsu dari dominan bersaudara. Sejak ditinggal mati orangtuanya pada usia tujuh tahun, ia diasuh oleh kakaknya yang bernama Rojiyah istri Kiai Asy’ari seorang ulama terkenal dan pengasuh pondok pesantren di Kaliwungu. Di bawah bimbingan KiaiAsy’ari ia belajar ilmu-ilmu Islam yang malasiminta di Pesantren seperti tafsir Al-Qur’an, Hadits,  Nahwu ,  Sharaf, Manthiq , Fikih dan sebagainya. di pesantren tersebut (Darban, 1999: 23).

Selama remaja Ahmad Rifa’i giat melakukan dakwah keliling di wilayah Kendal dans ekitarnya. Dakwah dan pengajiannya cukup menarik dengan menggunakan syair ditambah dengan sikapnya yang anti pemerintah kolonial. Sebelum pengajiannya didukung pemerintah kolonial, ia telah berhasil menggalang kekuatan dari santri dan juga simpatisannya sehingga memungkinkan kemudian dipindahkan ke Kalisalak ia telah memiliki jaringan yang tersebar di daerah Kendal dan sekitarnyaseperti Wonosobo, Pemalang, Pekalongan dan Batang. Dalam berdakwah ia tidak segan-segan menghujat penguasa kolonial dan birokrat pribumi yang berkolaborasi dengan pemerintah kolonial. Ia memandang pemerintah kolonial Belanda sebagai penguasa kafir dan sumber kerusakan yang terjadi pada masyarakat Jawa pada masa itu. Ia mengobarkan semangat pada masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial dan mengatakan perang melawan penguasa kafir sertaantek-anteknya sebagai  perang sabil  ( jihad fisabilillah ), jikagugur akan mati syahid (Jamil, 2001: 13).

Dalam usia 30 tahun ia menunaikan ibadah haji atas biaya kakaknya.Selama di Mekkah ia tinggal beberapa tahun untuk menuntut ilmu di sana. Sudah menjadi kebiasaan orang-orang pada masa itu di samping menunaikan ibadah haji juga menuntut ilmu pada ulama lokal. Mekkah dan Madinah atau yang biasa disebut  Haramain (dua tempat suci) adalah yang paling penting dan menjadi daya tarik khusus bagi umat Islam. Mekkah dan Madinah memiliki kedudukan yangberkaitan dengan ibadah haji, kota kelahiran dan pertumbuhan awal Islam atau pusat agama Islam. [2]Selama di Mekkah, KH Ahmad Rifa’i berguru kepada para ulama di sana. Guru-gurunya antara lain Syaikh Ibrahim al-Bajuri, Syaikh Abdurrahman, Syaikh Isa al-Barawi, dan Syaikh Faqih Muhammad bin Abdul Aziz al Jaisyi (Darban, 1999: 29). KalanganRifa’iyah meyakini di Mekah ia bertemu dengan dua ulama terkenal Jawa yaitu Imam Nawawi dari Banten dan Kiai Kholil dari Madura. (Amin, 1994: 29). Ketiganya sangat prihatin dengan masalah keagamaan masyarakat di Jawa yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Hal ini diperparah dengan hadirnya penjajah Belanda diJawa. Mereka bertiga dihadiri musyawarah dan hasilnya adalah mereka yang disetujui untuk diadakan pembaharuan dan pemurnian Islam melalui pengajian, dialog, dan penerjemahan buku-buku berbahasa Arab. Selain itu ketiganya Berbagi tugas untuk menulis buku. KH ushuluddin ,  dan Kiai Kholil menyusun kitab tasawuf (Amin, 1994: 29).

Sesudah meminta ilmu di Mekah ia pulang ke Kendal dan membantu kakaknya mengajar di pesantren, pada saat ia meminta 51 tahun. Kemudian ia pindah ke Kalisalak sebuah desa di Kecamatan Limpung Batang yang pada masa itu masuk dalam keresidenan Pekalongan. Sepulang dari Timur Tengah masa depan KH Ahmad Rifa’idalam menulis kitab  tarjamah  atau  tarojumah , ia mulai menulis kitab kompilasi yang dimulai 54 tahun (Amin, 1989: 12).

Kitab-kitab karya KH Ahmad Rifa’i dinamakan Tarojumah dan ajarannya juga dinamakan ajaran Tarojumah karena memang kitab-kitab karyanya merupakan terjemahan dari beberapa ayat Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab berbahasa Arab (Amin, 1989: 45). Sebenarnya penamaan kitab Tarojumah sendiri kurang tepat sebab tidak ada satu pun dari karya KHAhmad Rifa’i yang benar-benar merupakan hasil terjemahan dari buku-buku yang diterjemahkan Arab (Abdullah, 2006: 92). Karya KH. Ahmad Rifa’i merupakan saduran dari kitab-kitab yang berasal dari Arab, hasil dari ulama yang ditambahkan dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits. Penamaan Tarojumah menentang kebebasan politis karena lebih banyak yang menentang dilindungi bagipemerintah kolonial Belanda, nama itu disetujui agar dapat dilihat sesuai dengan yang dilihat oleh KH. Ahmad Rifa’i sendiri, hanya mendukung untuk menyalindari objek wisata Arab (Jamil, 2001: 25). Tentang jumlah buku karya KH Ahmad Rifa’i masih simpang siur karena ada beberapa pendapat, diikut sebagai berikut: 61 buah (Amin 1989: 53), 53 buah (Kartodirdjo dkk, 1976: 301), 55 buah (Kuntowijoyo, 1999: 130). Perbedaan pendapat karena KH Ahmad Rifa’i juga menulis tanbih  (semacam buletin). Sebagian memasukkannya sebagai kitabkarya KHAhmad Rifa’i sementara sebagian lagi tidak dimasukkannya. Sebagian besar kitabTarojumah membahas  ushuluddin , fikih, dan tasawuf .

KH Ahmad Rifa’i adalah seorang juru bicara dakwah yang pandai, ia mengemas ajarannya dalam kitab-kitab percakapan Jawa berhuruf Arab ( Arab Pegon ) dan membentuk syair yang menarik bagi orang Jawa, membuat Islam mudah dihafal dan digunakan oleh masyarakat Jawa pada masa itu ( Steenbrink, 1984: 106) .Dalam berdakwah ia mengobarkan semangat anti kafir, anti penjajah dangagasannya bisa dikategorikan  tajdid  (pembaharuan) atau  purifikasi  (pemurnian) dan fikihisasi karena  pengajarannya fikih berorientasi (Abdullah, 2006: 34). Hal ini tidak mengherankan mengingat KHAhmad Rifa’i pernah belajar dan bermukim beberapa tahun di Haramain (Mekkah danMadinah) yang pada abad ke-19 dengan politis yang ditempatkan di bawah negara Turki Utsmani (1299-1923), namun orang Turki tidak dapat membendung perpindahan ‘Pemurnian’ yang dipimpin oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang menguasai Jazirah Arabiadalam bidang keagamaan. [3] Gerakan ini sempat pula menguasai kota Mekkah dan Madinah. Gerakan ini sangat penting untuk memahami akidah murni dan ketaatan pada syari’ah.

Imbas gerakan ini sampai pula di Nusantara, orang-orang yang baru pulang menunaikan ibadah haji dari Mekkah sedikit demi sebagian oleh gerakan ‘pemurnian’ di Jazirah Arab padaabad ke-18 dan 19. Orang, guru agama, dan kiai yang pulang menunaikan ibadah haji mendapat dan memperbarui ide-ide pembaharuan dan sikap militansi (Kartodirdjo, 1973: 211). diri dari kaum penjajah di Jawa, dalam hal ini adalah Belanda dan antek-anteknya (Steenbrink, 1984: 211). Semangat yang sama dengan gerakan ini terlihat pula pada pemikiran KH Ahmad Rifa’i yang dicirikan dengan sikapnya yang keras terhadap pelbagai bentuk penyimpangan atas ajaran-ajaran Islam dan terhadap para pejabat birokrasi tradisional yang berkolaborasi dengan penguasa kafir. Hal ini wajar mengingat salah satu guru KH Ahmad Rifa’i yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Azizal-Jaisyi adalah salah seorang ulama yang mengikuti ajaran Syaikh Muhammad bin AbdulWahab (Abdullah dkk, 2002: 235). Akan tetapi tidak semua paham ‘pemurnian’diambil oleh KH. Ahmad Rifa’i. Hal ini dapat dilihat dari kepentingannya di Mazhab Syafi’i dalam bidang fikih – sementara kaum ‘pemurnian’ menganut Mazhab Hanbali- dan sumber hukum tafsiran Tarojumah adalah Al-Qur’an, Hadits, Ijma ‘dan Qiyas.Ini berbeda dengan paham’ pemurnian ‘ yang hanya bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits serta menuntut adanya ijtihad  menggantikan dan menetapkan suatuhukum yang belum ditemukan dalam dua sumber utama serta menolak sikap taklid . Selain itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sangat menentang tasawuf, hal ini berbeda dengan KHAhmad Rifa’i tidak berkiblat pada tarekat tertentu tetapi menulis beberapa buku tentang tasawuf. [4]

Di Kalisalak ia membangun sebuah komunitas pengajian, mula-mula ia mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an. Namun lambat laun orang dewasa dari Desa Kalisalak dan sekitarnya tertarik untuk mengaji. Di desa tersebut, KHAhmad Rifa’i menikah dengan janda Demang Kalisalak yang bernama Nyai Sujinah. Pernikahan KH Ahmad Rifa’i dengan Nyai Sujinah menunjukkan bahwa ia menerima dukungan dari orang yang memiliki status sosial yang cukup tinggi yang dapat memberikan manfaat bagi para penyandang dakwah. Di tempat barunya ini, KH. Ahmad Rifa’i membahas pemikiran Islam melalui kitab Tarojumah yang ia tulis sendiri. Kitab Tarojumah ini berbentuk  nazham  atau syair dalam bahasa Jawa dan berhuruf Arab ( Arab Pegon ). Hal ini tidak lepas dari kondisi sosio-kultural orang Jawa pada abad ke-19 yang tidak memungkinkan untuk memfasilitasi dan memecahkan kitab-kitab yang menerima Arab. Selain itu agar mudah dihafalkan dan dipahami. Lambat laun komunitas keagamaan yang dibangun oleh KH Ahmad Rifa’i di Kalisalak menarik penduduk sekitardan daerah lain menjadi santrinya. Hubungi para santri untuk mengikuti KH Ahmad Rifa’i adalah masyarakat desa yang diberi pekerjaan sebagai petani. Untuk memfasilitasi minat para santrinya yang ingin tinggal dekat meminta ia mendirikan masjid dan pondok pesantren di Kalisalak sehingga pengikutnya sering juga disebut  Santri  Kalisalak. Dalam pembahasannya dengan upaya dakwah yang didukung, adatujuh metode dakwah yang dikembangkan KH Ahmad Rifa’i sebagai berikut:

  1. Menerjemahkan Al-Qur’an, Hadits dan kitab-kitab asli Arab karangan ulama terjemahan bahasa Jawa dengan huruf Arab Pegon membentuk  nazham  atau syair;
  2. Mengadakan kunjungan silaturahmi dari rumah ke rumah keluarga dan masyarakat;
  3. Menyelenggarakan pengajian umum dan dakwah keliling ke daerah yang penduduknya miskin materi dan agama guna membendung budaya asing;
  4. Menyelenggarakan dialog di masjid atau di  langgar  (mushola);
  5. Mengadakan kegiatan kesegaran jasmani untuk pemuda;
  6. Mengadakan gerakan protes sosial terhadap birokrat pribumi dan Belanda;
  7. Untuk mempererat hubungan antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid, biasa dilakukan pula pernikahan sesama murid, anak guru dengan murid (Amin, 1996: 106).

Di Kalisalak KH Ahmad Rifa’i tetap melakukan kecaman dan protes terhadap Pemerintahdan birokrat pribumi. Tindakan ini tentu sangat meresahkan pemerintah kolonial yang menganggap sikap militan KH Ahmad Rifa’i sebagai ancaman. Melainkan birokrat pribumi yang suka kedudukan dan otoritasnya terancam. Berikut ini adalah kutipan dari KH Ahmad Rifa’i dalam  Nazham Wiqayah ,  salah satu kitab karangannya (Darban, 1999: 39):

     Slametadunya akherat wajib kinira

     Ngalawan raja kafir sakuasane kafikira

     Tur perang sabil luwih kadane ukara

     Kacukupan tan kanti akeh bala kuncara.

Berarti:

Keselamatan dunia akhirat wajib diperhitungkan

Melawan raja kafir sekemampuannya perlu difikirkan

Demikian juga perang lebih dari pada ucapan

Cukup tidak menggunakan pasukan yang besar.

Pernyataan sikap yang Terkait juga dikemukakannya terhadap para birokrat pribumi, seperti yang ada pada syair dalam  Nazham Wiqayah  berikutini (Darban, 1999: 41):

     Sumerepbadan hina seba ngelangsur

     Manfaate ilmu lan amal dimaha lebur

     Tinemune priyayi laku gawe gede kadosan

     Ratu, Bupati, Lurah, Tumenggung, Kebayan

     Maring rojo kafir pada asih anutan

     Haji, abdi, dadi tulung maksiyat

     Nuli dadi khotib ibadah

     Maring alim adil laku bener syareate

     Karena khawatir yen ora nemu derajat

     Ikulah lakune wong munafik imane suwung

     Anut maksiyat wong dadi Tumenggung

Berarti:

Melihat tubuh hina menghadap dengan tubuh merayap

Manfaatnya ilmu dan amal hilang binasa

Pendapat dan tindakan kaum priyayi membuat dosa besar

Ratu, Bupati, Lurah, Tumenggung, Kebayan

Kepada raja kafir senang jadi pengikut

Termasuk haji abdi, menolong kemaksiatan

Kemudian menjadi kadi khotib ibadah

Kepada alim adil bertindak membenarkan syareat

Sebab khawatir jika tidak mendapat kedudukan

Itulah amalan orang munafik yang kosong imannya

Mengikuti tindakan maksiat orang yang jadi Tumenggung.

Protes itu disampaikan kepada santrinya di Pesantren Kalisalak juga melalui pengajian dan khutbahnya di masjid. Gerakan protes yang dilakukan KH Ahmad Rifa’i dengan mengatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda sebagai penguasa kafir, penindas, perempuan diperangi dan sumber kerusakan di Jawa terbukti berhasil mengatasi kekalahan yang dapat menyebabkan guncangan kebijakan pemerintah di Jawa dan dikhawatirkan memunculkan gerakan anti-penjajah, jika diminta sampai menimbulkan pemberontakan fisik (Darban, 1990: 5). Hal ini membuat KH Ahmad Rifa’i dijadikan musuh bersama oleh Belanda dan aparat birokrasi tradisional. Segala daya dan upaya dilakukan untuk meniadakan KH Ahmad Rifa’i dan jama’ahnya dengan ketentuan bahwa ajarannya sesat dan menyesatkan.

Persepsi negatif terhadap KH Ahmad Rifa’i dan jamaahnya dapat ditemukan dalam  Serat Cebolek  karyaRaden Panji Jayasubrata. Dalam Serat Cebolek dikisahkan dua tokoh ulama non-pemerintah yang terpilih sebagai pengikut Syaikh Muhammad Mutamakin dari desa Cebolek-Tuban dan KH Ahmad Rifa’i dari Kalisalak (Kuntowijoyo, 1999: 123). Syaikh Mutamakin dituduh membicarakan mistik sesat yaitu  ilmukasunyatan dan mengijinkan orang untuk pulang syari’at dan bisa mengembalikan ketertiban umum. Mutamakin menjadi tersangka dan Ketib Anom dari Kudus menjadi pahlawan. Mutamakin selamat dari hukuman karena memiliki keberhasilan suksesi dari Amangkurat IV untuk Paku Buwono II. KHAhmad Rifa’i yang dituduh meminta ajaran sesat, menyatakan diri sebagai satu-satunya  ‘alim adil , dan tidak mengesahkan shalat jum’at di masjid lain selain masjidnya. KH Ahmad Rifa’i disuruh berdebat dengan Haji Pinang Penghulu Batang, meskipun menang tetapi pada akhirnya ia harus menerima kekalahan dan dipindahkan ke Ambon kemudian dipindahkan ke Manado hingga wafat pada1286 H / 1878 M dalam usia 92 tahun (Yayasan Rifa’iyah, 2001: 2).

Tindakan pengasingan yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda merupakan upaya pencegahan  untuk mencegah timbulnya bahaya yang dapat mengubah ketertiban dan keamanan, untuk itu ia harus dijauhkan dari jamaahnya. Meskipun jauh dari pengantar ia masih menerima surat dan buku-buku yang dititipkan pada saudagar Semarang yang bernama Abdullah (Darban, 1999: 52). Keempat kitab itu adalah  Targhibul Mithalab  tentang  ushuluddin,  Hidayatul Himmah  tentang tasawuf , Kaifiyatul Miqshad  tentang ibadah dan  Nasihatul Haq  tentang tasawuf. Surat dariK.H. Ahmad Rifa’i diundang untuk menantunya Maufuro, istri dan para santrinya yang isinya antara lain:

  1. Agar para santrinya tetap mantap dan  jazem  mengamalkan kitab  tar ojumah  dengan jalan , mendalami, dan mengamalkannya agar selamat dunia akhirat;
  2. Kepada santri yang harus didanai dan diterapkan agar menjadi saksi, berikan fatwa dan mengesahkan keislaman orang yang membutuhkan;
  3. Agar santrinya masih ada yang berani melakukan  amar ma’ruf nahi munkar . Ia khawatir akan Musibah Kerusakan di Jawa setelah ditolaknya;
  4. KH Ahmad Rifa’i meminta para santri dan pengikutnya jangan memiliki rasa belas kasihan terhadap pemerintah  kafir ;
  5. Wasiat khusus untuk berbicara Sujinah, disetujui belum kawin lagi tetap dianggap sebagai berbicara. Namun senang sudah kawin dengan orang lain ia ridho dan ikhlas. Di samping itu kitab  Asnal Miqshad  agar diberikan.

Jika pesan-pesan tersebut dibahas, ia masih memiliki semangat dan idealisme dalam perjuangan karena ia hidup di pengasingan yang jauh dari para pengikutnya. Hal ini dapat dilihat dari perintahnya agar tetap  amar ma’ruf nahi munkar  terhadap penguasa  zalim  (Darban, 1999: 62-63).

Di antara murid-murid generasi pertama KH Ahmad Rifa’i adalah KHAbdul Qohar (Kendal), KH Muhammad Tubo, K. Abu Ilham (Batang), K. Maufuro (Limpung), K. Hasan Dimejo (Wonosobo), K. Abdus Saman (Kendal), K.Abdullah / Dolak (Magelang), Abdul Ghani Wonosobo, Muhammad Toyyib (Wonosobo), Ahmad Hasan (Pekalongan), Nawawi (Batang), dan sebagainya. Murid-muridnya inilah yang sedang membahas Tarojumah ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya (Amin, 1989: 22). Sekarang diikuti Jamaah Rifa’iyah dan simpatisannya tersebar di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian utara seperti Kendal, Pekalongan, Batang, Wonosobo, Pati, Magelang, Demak, Purwodadi, Pemalang, Indramayu, Cirebon, dan juga dapat diakses ke Jakarta.

Daftar Sumber:

Abdullah, Shodiq. 2006

IslamTarjumah: Komunitas, Doktrin dan Tradisi . Semarang: Rasail.

Amin, Ahmad Syadzirin. 1989.

Mengenal Ajaran Tarajumah Syaikh H. Ahmad Rifa’i

dengan Mazhab Syafi’i dan I’tiqad Ahli SunnahWaljamaah . Jakarta: Masjid Baiturrahman Jamaah.

___________________. 1994.

Pemikiran Kyai Haji Ahmad Rifa’iTentang Rukun Islam Satu . Jakarta: Masjid Baiturrahman Jamaah.

___________________. 1996.

Gerakan Syaikh Ahmad Rifa’i DalamMenentang Kolonial Belanda . Jakarta: Masjid Baiturrahman Jama’ah.

Azra, Azyumardi. 1994

Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan NusantaraAbad XVII dan XVIII . Bandung: Mizan.

 

_____________. 1999.

Renaisans Islam Asia Tenggara . Bandung: Remaja Rosdakarya.

van Bruinessen, Martin. 1995

Kitab Kuning, Pesantren, Tarekat: Tradisi-tradisiIslam di Indonesia .

Bandung: Mizan.

__________________. 1999.

Rifa’iyah: Gerakan Sosial Religius di Pedesaan Jawa Tengah (1850-1982) .Yogyakarta: Tarawang.

Jamil, Abdul. 2001

Perlawanan Kiai Desa: Pemikiran dan Gerakan Islam KHAhmad Rifa’i Kalisalak .Yogyakarta: LKiS.

Kartodirdjo, Sartono. 1976.

Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV . Jakarta: Balai Pustaka.

Kuntowijoyo. 1991.

ParadigmaIslam, Interpretasi Untuk Aksi . AE Priyono ed. Bandung: Mizan.

Nahrawi, Nahar dkk. 1983.

Laporan Penelitian Tentang Potensi Lembaga Keagamaan SeriIV, Gerakan Rifa’iyah . Semarang: Balai PenelitianAliran Kerohanian / Keagamaan.

Simuh. 2003

Islam dan Pergumulan Budaya Jawa . Jakarta: Teraju.

Steenbrink, Karel.1984.

Beberapa Aspek Tentang Islam di Indonesia Abad XIX . Jakarta: Bulan Bintang.

Yayasan Rifa’iyah. 2001

Laporan Penelitian Pemulihan dan Pembangunan Makam Syaikh KH Ahmad Rifa’i . Jakarta: YayasanRifa’iyah.

[1]  Hal ini terlihat antaralain dalam perlawanan Pangeran Diponegoro yang lebih banyak didukung oleh para kiai dan santri.

[2]  Secara kuantitatif lembaga-lembaga keagamaan di Mekah dan Madinah tidak pernah memiliki jumlah yang samaBaghdad dan Kairo. Akan tetapi lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang ada di Mekah dan Madinah padamasa itu terdiri dari  halaqah  (lingkaran belajar) yang diadakan di MasjidilHaram dan Masjid Nabawi di Madinah,  ribath  (sering juga disebut Zawiyah yaitu pondokan  sufi) dan  kuttab yaitu semacam madrasah kecil yang diselenggarakan di rumah guru (Azra, 1994: 16, 144). Lewat lembaga-lembagaini terciptalah “Jaringan Ulama”. Inti dari jaringan ini adalah jumlah ulamaterkemuka yang datang dari berbagai penjuru dunia muslim, mereka menetap danmengajar di Haramain. Hal inilah yang menjadi daya tarik khusus bagi umat Islam dari semua penjuru dunia. Selain menunaikanibadah haji mereka juga menuntut ilmu agama di Haramain (Darban, 1999: 24).

[3]  Gerakan ‘pemurnian’ atau sering disebut Wahabi (1740-1818) tidak berhasil menggantikan pengamalan Islam sesuai dengan sumber yang didukung (Al-Qur’an dan As Sunnah), tetapi juga mendukung penguatan  Ruhul Islami (ruh / jiwa Islam) di kalangan Bangsa Islam Jazirah Arabia (Darban, 2004: 22).

[4]  Kitab-kitabnya yangmembahas tentang tasawuf antara lain  ThoriqotGede  dan  Thoriqot Cilik . (Nahrawidkk. 1983: Resmi IV).

***********

Penulis: Adif Fahrizal 
(Alumni Pendidikan Sejarah S2 UGM)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

Tags: Adif FahrizalIslam dan IndonesiaKH. Ahmad Rifa'i KalisalakMujaddid dari Tanah Jawa
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Cinta Tanah Air?

Next Post

Menelusuri dan Mendata Manuskrip Islam yang Tersebar di Eropa

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post

    Dukung Israel, Pemerintah Belanda Stop Bantuan untuk  Palestina

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media