Dalam acara yang dipandu oeh Dr Nurizal Ismail, Syamsuddin mengutip pendapat filosof Jerman Jürgen Habermas bahwa ilmu manusia tak lepas dari kepentingan para pelaku maupun sponsornya. Bisa kepentingan politik, industri, militer, komersil dan lain sebagainya.
Dalam sambutannya, Dr Murniati selaku Rektor Tazkia mengatakan, ilmu ekonomi Islam harus berdiri di atas landasan epistemologi yang benar.
Sementara itu Direktur LPPM Tazkia Dr Mukhamad Yasid mengingatkan pentingnya ilmuan Muslim mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam ilmu ekonomi. Secara aksiologi, seorang Muslim memandang ilmu tidak semata-mata untuk kepentingan duniawi saja. Dengan kata lain, tidak sekularistik, tidak materialistik dan tidak positifistik.
Acara yang dihadiri oleh semua dosen Tazkia tersebut diakhiri dengan dialog dan ramah tamah. Para peserta berharap diskusi semacam ini dapat berlanjut ke tahap implementasi dan publikasi.
Laporan: Ahmad













































































