• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Kamis, Oktober 1, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in KALAM, Sejarah Islam

Sejarah Perang Sipil

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 16 mins read
Juni 16, 2026
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Sama seperti sebuah peradaban maju dengan iman dan pengetahuan, ia ditangkap dan dihancurkan oleh ketidaktahuan dan keserakahan. Bahkan ketika pasukan Muslim terus bergerak maju menuju perbatasan India, Cina dan Samudra Atlantik, benih-benih keserakahan dan nepotisme tengah ditaburkan di jantung Islam. Hasil rampasan dari Persia sangat besar. Emas, perak, dan permata yang tak terhitung jumlahnya ditangkap dari Persia dan diangkut ke Madinah. Dilaporkan bahwa Omar bingung ketika kekayaan Persia disajikan kepadanya. “Ketika Tuhan menganugerahkan kekayaan kepada suatu bangsa”, katanya, “kecemburuan dan kecemburuan tumbuh dalam umatnya dan sebagai akibatnya permusuhan dan ketidakadilan tercipta di dalam barisannya”. Dengan wawasan spiritual mereka, para sahabat meramalkan apa yang akan dilakukan kekayaan ini terhadap karakter rakyat mereka. Mereka menentang pengumpulan kekayaan yang akan mengalihkan mereka dari misi spiritual Islam. Misalnya, salah satu barang rampasan dari Persia adalah karpet yang sangat indah yang disebut “farsh-e-bahar ”(karpet musim semi). Itu adalah milik raja Persia dan begitu besar sehingga dapat menampung seribu tamu di pesta minum mereka. Beberapa orang di Madinah ingin melestarikannya. Ali bin Abu Thalib RA menegaskan bahwa karpet harus dihancurkan. Saran Ali K diadopsi dan karpetnya robek.

Umar RA memastikan bahwa perbendaharaan tidak menjadi tempat untuk menimbun emas dan perak. Permata dan perhiasan dijual dan hasilnya didistribusikan sehingga semua orang mendapat manfaat. Modal dalam sirkulasi tumbuh dan perdagangan berkembang. Para penulis catatan mencatat bahwa ketika Omar ibn al Khattab (r) terbunuh, hanya ada cukup ransum dalam perbendaharaan untuk memberi makan sepuluh orang. Keteguhan dan kebijaksanaan yang dibutuhkan untuk mengelola pemasukan kekayaan yang tiba-tiba hilang seiring dengan berlalunya Omar RA. Dalam sepuluh tahun kematiannya, komunitas Islam berselisih dan di tengah perang saudara skala penuh.

Di samping iman, kekayaan adalah mesin terpenting dalam membangun peradaban. Berinvestasi dan dikelola dengan benar, kekayaan, sebagai energi surplus dari upaya manusia, mendorong penemuan dan kemajuan peradaban. Ketika ditimbun, itu mengarah pada kontraksi ekonomi, melahirkan kecemburuan, menumbuhkan intrik, keserakahan, pertikaian dan akhirnya menghancurkan peradaban.

You might also like

Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

Juni 16, 2026
Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

Juni 16, 2026

Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

Juni 16, 2026
Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

Juni 16, 2026

Kami menemukan asal-usul perang saudara di emas Persia . Selama sosok Omar (r) yang menjulang tinggi hadir, tekanan yang tak terhindarkan menyertai kekayaan tiba-tiba ditahan. Umar RA mengatur negara dengan keadilan, ketegasan dan keadilan. Indikasi nepotisme sekecil apa pun dihukum. Peningkatan diri secara publik tidak dianjurkan. Bahkan seorang jenderal yang populer dan sukses seperti Khalid bin Walid tidak luput dari hukuman ketika diketahui bahwa ia telah membayar seorang penyair untuk sebuah lirik dalam memuji orangnya sendiri (walaupun Khalid kemudian dibebaskan ketika ditentukan bahwa ia telah membayar uang dari sakunya sendiri).

Ketika ia terbaring di ranjang kematiannya, Omar RA menunjuk komite beranggotakan enam orang untuk memilih penggantinya dengan instruksi eksplisit bahwa mereka tidak boleh memilih putranya sendiri, Abdullah bin Omar RA, atau untuk mencalonkan diri. Panitia terdiri dari Ali bin Abu Talib RA, Utsman bin Affan RA, Zubair bin Awwam, Talha bin Ubaidallah, Sa’ad ibn Waqqas dan Abdur Rahman bin Aus. Abdur Rahman ibn Aus dituduh mengambil denyut nadi masyarakat tentang masalah suksesi. Dia melakukannya dan menemukan bahwa ada dukungan luas untuk Ali Kwh dan Utsman Kwh. Sebelum pertemuan besar di masjid Nabi, pertanyaan diajukan kepada dua finalis: “Apakah Anda akan melepaskan tanggung jawab kantor ini sesuai dengan Perintah-perintah Allah, Utusan-Nya dan contoh dari dua Syekh (Abu Bakr (r) dan Omar (r))? “Ali Kwh diberi pilihan pertama. Dia menjawab bahwa dia akan memimpin kantor sesuai dengan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Jawabannya diambil untuk berarti bahwa Ali Kwh ambigu tentang warisan Abu Bakar RA dan Umar RA. Utsman RA kemudian ditanya pertanyaan yang sama dan dia menjawab bahwa memang dia akan melayani sesuai dengan perintah-perintah Allah, Utusan-Nya dan contoh dari dua Syekh. Uthman bin Affan (r) memenangkan nominasi dan terpilih sebagai Khalifah. Utsman RA kemudian ditanya pertanyaan yang sama dan dia menjawab bahwa memang dia akan melayani sesuai dengan perintah-perintah Allah, Utusan-Nya dan contoh dari dua Syekh. Uthman bin Affan (r) memenangkan nominasi dan terpilih sebagai Khalifah. Utsman RA kemudian ditanya pertanyaan yang sama dan dia menjawab bahwa memang dia akan melayani sesuai dengan perintah-perintah Allah, Utusan-Nya dan contoh dari dua Syekh. Uthman bin Affan (r) memenangkan nominasi dan terpilih sebagai Khalifah.

Pertanyaan itu, meskipun tampaknya tidak berbahaya, dimuat untuk mendukung Utsman RA. Kecuali jika ada yang memberi alasan kuat bagi kelangsungan sejarah, beberapa sarjana berpendapat bahwa tidak perlu memasukkan tradisi kedua Syekh sebagai prasyarat bagi Kekhalifahan pada saat itu. Namun, masalahnya jauh lebih dalam dari argumen sederhana ini. Apa yang terjadi adalah sejarah yang berkembang dari perbedaan di antara para Sahabat mengenai tempat ijma dalam penerapan Syariah. Perbedaan seperti itu dikodifikasikan di kemudian hari di berbagai Sekolah Fiqh. Yang penting adalah bahwa perbedaan itu bukan doktrinal; mereka adalah perbedaan penekanan.

Utsman Kwh berusia lebih dari tujuh puluh tahun ketika terpilih sebagai Khalifah. Dia adalah seorang yang saleh, seorang ulama, seorang pria dengan integritas dan kerendahan hati tertinggi dan salah satu sahabat Nabi yang paling awal. Dia adalah seorang yang memiliki kemampuan dan menggunakan kekayaannya dengan kemurahan hati yang besar dalam pelayanan komunitas Islam. Dia menikah dengan Ruqaiyya, putri Nabi dan setelah kematiannya ke Umm Kulthum, putri lain dari Nabi. Tetapi Utsman RA juga sangat pemalu dan ragu-ragu. Kualitas-kualitas ini, yang mungkin tidak berbahaya dalam diri seseorang, terbukti fatal dalam Utsman RA sebagai penguasa. Lebih penting lagi, Utsman RA adalah milik Bani Umayyah. Pada masa pra-Islam, Banu Umayyah sering bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan prestise dengan Bani Hashim, suku tempat Nabi dan Ali bin Abu Thalib RA berada.

Kekhalifahan Utsman RA berlangsung selama dua belas tahun dan dapat dibagi menjadi dua fase yang berbeda. Selama enam tahun pertama, momentum yang diciptakan oleh Omar ibn al Khattab (r) membawa tentara Muslim lebih jauh ke Azerbaijan, Kirman, Afghanistan, Khorasan dan Kazakhstan di timur dan Libya di barat. Beberapa pemberontakan di Kurdistan dan Persia ditekan.

Dua dari inisiatif yang dilakukan oleh Utsman Kwh selama periode ini memiliki dampak yang langgeng pada sejarah Islam. Adalah atas inisiatif Utsman RA bahwa pelafalan Al-Qur’an distandarisasi. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi sebagai Firman Tuhan dan dihafal oleh ratusan hufaz . Setelah Pertempuran Yamama ketika banyak hufaz binasa, Abu Bakar as Siddiq (r), atas saran Omar ibn al Khattab (r), meminta Qur’an menuliskan persis seperti yang diatur oleh Nabi. Buku itu disebut Mushaf e Siddiqi . Bahasa Arab, seperti yang biasanya ditulis, tidak menunjukkan vokal dan pengucapan disimpulkan dari konteksnya. Dengan demikian, Mushaf e Siddiqitidak menunjukkan vokal apa pun. Ketika Islam menyebar di luar perbatasan Arab ke wilayah-wilayah yang tidak berbahasa Arab, ada risiko salah pengucapan dengan konsekuensi salah tafsir. Utsman RA memerintahkan persiapan salinan tertulis yang menunjukkan vokal dan konsonan, konsisten dengan bacaan Nabi. Di mana gaya bacaan yang digunakan oleh Nabi bervariasi, gaya-gaya ini sangat diperhatikan.

Inisiatif kedua adalah membangun angkatan laut. Umar RA menentang gagasan itu karena terlalu dini bagi pasukan Arab yang terbiasa melakukan gerakan cepat di padang pasir. Atas rekomendasi Muawiya, Utsman RA memerintahkan pembangunan angkatan laut yang kuat untuk memeriksa kekuatan Bizantium di Mediterania timur. Pasukan angkatan laut dibangun dan Siprus ditangkap. Ekspansi angkatan laut yang terus berlanjut memberikan kemampuan sepuluh tahun kemudian untuk serangan angkatan laut di ibukota Bizantium, Konstantinopel (Istanbul modern).

Selama paruh kedua Kekhalifahan Utsman RA timbul perpecahan serius dalam komunitas Islam. Sifat pemalu, pensiunan, dan bimbang dari Uthman adalah undangan untuk pembuat kejahatan. Beberapa di antara suku Banu Umayyah mengambil keuntungan dari keraguan ini untuk membuat perkebunan besar untuk diri mereka sendiri. Utsman RA telah menghapus beberapa administrator yang ditunjuk oleh Umar RA dan telah menggantikan mereka dengan orang-orang dari suku Bani Umayyah. Beberapa orang yang ditunjuk ini tidak memenuhi syarat untuk posisi mereka. Ketika ketidakmampuan para perwira ini dibawa ke perhatiannya, Utsman RA sering ragu-ragu dan tindakan korektif tertunda. Karena Utsman RA sendiri milik Bani Umayyah, ia rentan terhadap tuduhan nepotisme. Permusuhan suku pra-Islam antara Bani Hashim dan Banu Umayyah,

Elemen paling penting dalam ketidakstabilan politik berikutnya adalah kekayaan luar biasa yang diperoleh dari Persia. Mas’udi mencatat (sebagaimana terkait oleh Ibn Khaldun, Muqaddamah, halaman 478, op. cit.), “Pada hari Khalifah Utsman RA dibunuh, bendahara memiliki koleksi pribadinya, sejumlah 150.000 dinar dan 1.000.000 dirham. Selain itu, ia memiliki properti senilai 200.000 dinar di lembah Qura dan Hunain di mana ia menyimpan sejumlah besar unta dan kuda. Salah satu properti yang dimiliki oleh Zubair bernilai 50.000 dinar di mana ia memelihara 1.000 kuda. Talha memperoleh penghasilan 1.000 dinar dari propertinya di Irak. Abdur Rahman bin Awf memiliki 1.000 kuda di istalnya di samping 1.000 unta dan 10.000 kepala domba. Setelah kematiannya, seperempat dari tanah miliknya bernilai 84.000 dinar. Zaid bin Thabit memiliki batu bata emas dan perak yang membutuhkan kapak besar untuk dipotong. Zubair telah membangun beberapa rumah di Basrah, Mesir, Kufah dan Aleksandria. Demikian pula, Talha memiliki sebuah rumah di Kufa di samping sebuah rumah tua di Madinah, yang telah dia renovasi dengan batu bata, mortar, dan kayu oak. Sa’ad bin Waqqas telah membangun rumah besar dan luas yang terbuat dari batu merah. Maqdad membangun sebuah rumah di Madinah yang telah diplester keluar-masuk. ”

Masudi selanjutnya menyatakan bahwa kekayaan ini diperoleh secara sah melalui barang rampasan dan perdagangan. Sementara kekayaan, yang diperoleh secara sah, tidak memengaruhi para Sahabat, banyak orang lain di komunitas kurang optimis tentang bagaimana kekayaan diperoleh atau bagaimana ia digunakan. Kemewahan baru komunitas itu sangat kontras dengan kesederhanaan yang dialami para khalifah sebelumnya. Omar ibn al Khattab (r), sementara dia adalah Khalifah, biasa menutupi lubang-lubang dalam pakaiannya yang compang-camping dengan tambalan kulit kambing. Tetapi waktu telah berubah. Infus emas Persia mengubah karakter beberapa orang Arab. Damaskus, yang diperintah oleh gubernur Umayyah, menjadi kota istana.

Meningkatnya korupsi memberi peluang bagi penyebaran desas-desus, sindiran, dan kerusakan. Dalam skenario yang penuh gejolak ini, dua karakter menonjol sebagai sangat menyeramkan. Salah satunya adalah Abdullah bin Saba, seorang mualaf baru-baru ini, yang mencoba mengadu domba Utsman melawan Ali Kwh dan menghasut orang-orang Kufah (Irak) dan Mesir melawan Utsman Kwh. Yang lainnya adalah Hakam bin Marwan, seorang Umayyah, yang ditunjuk Uthman RA sebagai Sekretaris Utama. Hakam bertanggung jawab atas korespondensi resmi dan menyalahgunakan posisi istimewa ini untuk salah menggambarkan Utsman RA pada saat-saat kritis. Ketidakpuasan dan ketidakpuasan akhirnya meletus dalam pemberontakan terbuka. Gerombolan pemberontak dari Kufah dan Mesir memasuki Madinah, mengepung kediaman Khalifah dan menuntut pengunduran dirinya. Utsman RA tidak dapat memenuhi permintaan ini karena itu akan menghancurkan kekhalifahan sebagai sebuah institusi. Dia diserang dan dieksekusi tanpa ampun pada tahun 655. Perang saudara telah dimulai.

Tindakan yang didorong oleh nafsu menghasilkan gairah yang serupa dengan konsekuensi yang tidak terduga. Pembunuhan Utsman RA membebaskan kekacauan di Madinah. Tidak ada kepemimpinan, tidak ada ketertiban dan tidak ada otoritas di kota. Tubuh Utsman RA terbaring tanpa klaim selama lebih dari 24 jam ketika sekelompok Muslim mengumpulkan keberanian untuk melakukan wudhu terakhir dan mengubur Khalifah yang terbunuh dalam kegelapan malam. Hanya tujuh belas pria menghadiri pemakaman. Di tengah kekacauan ini, representasi dibuat untuk Ali bin Abu Thalib Kwh untuk menerima kekhalifahan. Dia ragu-ragu, tetapi bergantung pada desakan dari beberapa sahabat terkemuka Nabi dan menjadi Khalifah Islam keempat.

Ali Kwh mengerti bahwa pembunuhan Utsman Kwh adalah gejala dari rasa tidak enak yang lebih dalam. Emas Persia telah menciptakan angin puyuh yang kuat di mana politik tubuh Islam ditangkap. Sebagian kekayaan ini telah ditemukan di ibu kota provinsi tempat ia membiayai gaya hidup mewah. Mereka yang telah terbiasa dengan gaya hidup ini enggan untuk berubah dan kembali ke kesederhanaan yang diperintahkan oleh Nabi.

Prioritas pertama Ali adalah untuk menciptakan ketertiban. Dia ingin mencapainya sedemikian rupa sehingga penyakit itu sendiri akan sembuh. Menyadari bahwa reformasi apa pun harus dimulai dari atas, Ali Kwh menuntut pengunduran diri gubernur provinsi. Seperti yang akan kita lihat, ini terbukti menjadi keputusan yang menentukan. Beberapa gubernur wajib; yang lain menolak sebagai deklarasi pemberontakan terbuka. Yang terkenal di antara yang terakhir adalah Muawiya bin Abu Sufyan, gubernur Umayyah Suriah.

Iman dan kekayaan adalah dua mesin sejarah yang paling kuat. Kita melihat untuk pertama kalinya setelah pembunuhan Utsman RA yang berlawanan dari kedua elemen ini. Kekayaan itu seperti kuda liar. Saat dijinakkan, ia bergerak dengan anggun dan memberi kekuatan pada pengendara. Tanpa nama, itu menghancurkan dirinya sendiri dan pengendara sama. Iman adalah tali kekang yang menjinakkan kekayaan. Tanpa disiplin yang datang dengan iman, kekayaan mengarah pada keserakahan dan menghancurkan semua yang membangun peradaban. Apa yang dibutuhkan setelah penaklukan Persia adalah ketegasan dan ketegasan seseorang seperti Omar RA. Sifat pemalu dan pensiunan Khalifah ketiga Utsman RA adalah resep untuk bencana. Pada paruh terakhir Kekhalifahan Utsman RA, kita melihat bagaimana kekayaan yang baru ditemukan itu menghasilkan korupsi dan nepotisme, mengancam untuk menghancurkan keyakinan yang telah memungkinkan umat Islam memenangkan kekayaan.

Ali Kwh, dilatih seperti apa adanya oleh Nabi Muhammad SAW, ingin membangun kembali kehidupan Islam setelah contoh murni dari Nabi. Tetapi waktu telah berubah. Penaklukan Kekaisaran Persia telah membuat beberapa tokoh sangat kaya. Tokoh-tokoh ini lebih suka berjuang untuk mempertahankan hak istimewa mereka daripada menyerah. Islam sekarang menjadi agama sebanyak dunia ini seperti akhirat dan harus bersaing dengan kekuatan pribadi dan prestise untuk kesegaran hati orang-orang. Transendensi dari contoh Nabi sekarang harus berdamai dengan realitas duniawi dari emas dan keserakahan.

Iman dan keserakahan terkunci dalam pertempuran fana. Dengan latar belakang ini, pembunuhan Utsman RA adalah peristiwa yang menyediakan bahan bakar bagi para pejuang. Prioritas Ali (r) adalah untuk menciptakan ketertiban. Tetapi banyak dari para sahabat ingin menyelesaikan masalah pembunuhan Uthman RA sebagai prioritas pertama. Mereka menuntut qisas (penangkapan dan hukuman karena para pembunuh sebagaimana ditentukan oleh Al-Qur’an). Bagi mereka, keadilan harus diutamakan daripada ketertiban.

Begitu kagetnya komunitas Islam pada pembunuhan Utsman RA sehingga Aisha binte Abu Bakar RA, istri Nabi, mengangkat isu qisas . Sahabat terkemuka seperti Talha ibn Ubaidallah dan Zubair ibn al Awwam ikut bergabung. Pada tahun 656, Aisyah RA berangkat dari Mekah menuju Basra (Irak) dengan kekuatan 3.000 orang. Ini benar-benar momen yang mengerikan. Inilah Ummul-Momineendirinya sendiri, berbaris maju untuk menangkap dan menghukum para pembunuh Utsman RA dan dalam prosesnya melemahkan otoritas Kekhalifahan. Perasaan sedih dan tak berdaya menguasai komunitas Mekah. Beberapa bergabung dengan keributan, termasuk Sahabat terkenal Nabi Talha ibn Ubaidallah dan Zubair ibn al Awwam. Sejumlah besar merasakan gravitasi situasi dan tetap netral.

Posisi Aisyah RA, termotivasi meskipun dengan keinginan kuat untuk mereformasi masyarakat dan menghukum yang bersalah, memiliki efek menciptakan pasukan bersenjata independen dari kekhalifahan dan melemahkan otoritasnya. Tidak mungkin ada dua angkatan bersenjata independen dalam satu negara politik. Keadilan, seperti yang dituntut oleh Aisyah RA, pasti akan bertentangan dengan perintah yang diinginkan oleh Ali Kwh. Dua posisi bertabrakan di Pertempuran Jamal (Unta).

Ali Kwh awalnya bersiap untuk berbaris di Suriah untuk membawa Muawiyah di bawah kendali. Tetapi pergerakan pasukan Mekah di bawah Aisyah RA menuju Irak adalah gangguan yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, Ali Kwh berbaris menuju Irak dengan memimpin pasukan 700 orang. Ini adalah keputusan lain yang menentukan, karena Ali Kwh tidak pernah bisa kembali ke Madinah. Roda takdir digerakkan. Ketika mendekati Kufah (Irak), pasukan Ali Kwh diperkuat oleh pasukan ribuan orang Irak. Hanya masalah waktu sebelum pasukan gabungan Madinah dan Irak di bawah Ali Kwh akan menghadapi pasukan Mekah di bawah Aisha Kwh.

Upaya khusus dilakukan untuk menyatukan posisi kedua pihak untuk menghindari konflik bersenjata. Pemahaman memang dicapai antara kedua belah pihak untuk menghindari perang dan merekonsiliasi komunitas. Tapi ada juga pembuat onar yang ditentukan. Faksi-faksi yang bertanggung jawab atas pembunuhan Utsman RA bertekad untuk menyabotase perjanjian tersebut karena rekonsiliasi damai akan membuat mereka terkena hukuman berat dari kedua belah pihak. Salah satu faksi ini, yang dipimpin oleh seorang anggota baru Abdulla bin Saba, sangat aktif di Irak dan Mesir. Karena bertekad untuk membatalkan perjanjian damai dengan cara apa pun, orang-orang Sabai menyerang kedua kubu dalam kegelapan malam. Dalam kebingungan berikutnya, masing-masing pihak berpikir bahwa pihak lain telah menipu mereka. Ketika Aisha RA menaiki untanya untuk mengendalikan situasi, kelompoknya mengira dia telah melakukannya untuk secara pribadi memimpin tuduhan. Peperangan umum meletus. Ribuan tewas dalam hitungan jam. Di antara korban konflik adalah pendamping terkenal Talha ibn Ubaidallah. Sahabat terkenal lainnya Zubair ibn al Awwam menarik diri dari medan perang tetapi dibunuh dalam perjalanannya dari medan perang. Menyadari bahwa selama Aisyah RA terlihat di onta-nya, pertempuran akan berlanjut, Ali RA memerintahkan onta-nya untuk diturunkan. Ketika unta jatuh, sisi Aisha jatuh berantakan. Ali Kwh dengan tegas memenangkan pertempuran. Aisha RA diperlakukan dengan sangat hormat dan dikirim kembali ke Mekah di bawah pengawalan militer. Sahabat terkenal lainnya Zubair ibn al Awwam menarik diri dari medan perang tetapi dibunuh dalam perjalanannya dari medan perang. Menyadari bahwa selama Aisyah RA terlihat di onta-nya, pertempuran akan berlanjut, Ali RA memerintahkan onta-nya untuk diturunkan. Ketika unta jatuh, sisi Aisha jatuh berantakan. Ali Kwh dengan tegas memenangkan pertempuran. Aisha RA diperlakukan dengan sangat hormat dan dikirim kembali ke Mekah di bawah pengawalan militer. Sahabat terkenal lainnya Zubair ibn al Awwam menarik diri dari medan perang tetapi dibunuh dalam perjalanannya dari medan perang. Menyadari bahwa selama Aisyah RA terlihat di onta-nya, pertempuran akan berlanjut, Ali RA memerintahkan onta-nya untuk diturunkan. Ketika unta jatuh, sisi Aisha jatuh berantakan. Ali Kwh dengan tegas memenangkan pertempuran. Aisha RA diperlakukan dengan sangat hormat dan dikirim kembali ke Mekah di bawah pengawalan militer.

Pertempuran Unta adalah bencana bagi umat Islam. Ini menghancurkan kekompakan komunitas Islam yang telah ditempa dengan susah payah oleh Nabi. Aisha RA sendiri menyatakan penyesalannya atas pertempuran ini menjelang akhir hidupnya. Itu adalah babak pertama dalam perang saudara yang mengguncang Islam dan memuncak di Karbala. Meskipun Ali Kwh dengan tegas memenangkan pertempuran, itu melemahkan posisi politiknya dan mendorong lawan-lawannya untuk tetap bertahan dalam tuntutan mereka untuk qisas . Para pembunuh Utsman RA dapat yakin bahwa mereka dapat bersembunyi di balik satu faksi atau lainnya dan lolos dari hukuman. Memang, Ali Kwh tidak pernah bisa menunjuk pengadilan untuk membawa para pembunuh Utsman Kwh ke pengadilan.

Pertempuran Unta memberi Muawiya waktu tambahan untuk mempersiapkan perjuangan yang akan datang melawan Khalifah Ali bin Abu Thalib Kwh. Baju bernoda darah Utsman RA digantung di pintu Masjid Agung di Damaskus. Orang-orang dari jauh dan luas akan mengunjungi masjid dan melihat darah Utsman RA, akan menangis dan bersumpah untuk membalas darah khalifah ketiga. Kesederhanaan Ali Kwh dalam pembunuhan Utsman Kwh diduga, pertama secara diam-diam dan kemudian secara terbuka. Muawiya meminta dukungan dari seorang orator terkenal, Shurahbeel bin Samat Kindi, untuk menyebarkan tuduhan ini di Suriah. Dengan cara seperti itu, Muawiyah berhasil menyatukan orang-orang Suriah melawan Ali Kwh dan membangun kekuatan militer yang kuat yang terdiri dari 70.000 orang untuk menghadapinya.

Perjuangan antara Ali Kwh dan Muawiyah adalah contoh klasik dari pertempuran antara prinsip dan politik. Beberapa Muslim memandangnya sebagai perjuangan antara Tareeqah dan Syariah . Yang lain telah menghindar dari memeriksa konflik sama sekali mengutip kehormatan dan rasa hormat yang disebabkan oleh semua sahabat Nabi. Namun yang lain berpendapat bahwa ijtihad(alasan hukum) dari Ali Kwh dan Muawiyah adalah benar tetapi Ali kwh memiliki tingkat yang lebih tinggi dari pada Muawiya. Kami tidak mengambil posisi sehubungan dengan masalah ini kecuali untuk mengutip fakta-fakta sejarah saat fakta itu diungkapkan. Ali Kwh, yang disebut oleh Nabi sebagai “pintu gerbang menuju pengetahuan saya”, adalah sumber mata air kerohanian, seorang yang berprinsip, seorang ulama yang hebat, seorang prajurit yang mulia, tetapi terperangkap dalam badai politik yang ditimbulkan oleh Kekhalifahan Utsman (r) dan pembunuhannya. Muawiya adalah seorang administrator yang ulung, seorang politisi hebat dan musuh yang gigih. Keduanya terbukti setia pada posisi mereka sampai akhir hayat mereka. Ali Kwh, sebagai Khalifah yang sah, berkeinginan untuk menegakkan ketertiban terlebih dahulu dan kemudian mengurus masalah negara lainnya termasuk pembunuhan Utsman Kwh. Ali Kwh tidak berhasil dalam upaya ini dan perjuangan itu menghabiskan kekhalifahannya dan orangnya. Muawiya menuntutqisas dulu, sebelum dia mau menerima kekhalifahan Ali Kwh.

Pada bagiannya, Ali Kwh memindahkan ibukota negara Islam dari Madinah ke Kufah (656) dan mengkonsolidasikan posisinya. Dia mengumpulkan 80.000 tentara untuk pawai di Suriah. Tentara ini sebagian besar terdiri dari orang Irak, dengan kontingen Madinah dan Persia. Melihat badai yang berhimpun di cakrawala, beberapa sahabat terkemuka berusaha berdamai. Abu Muslim Khorasani meyakinkan Muawiyah untuk menulis kepada Ali Kwh. Dalam suratnya, Muawiyah menawarkan untuk mengambil sumpah kesetiaannya kepada Ali Kwh jika dia menyerahkan pembunuh Utsman Kwh. Tetapi sekarang posisi telah mengeras di kedua sisi. Muawiya tahu bahwa Ali Kwh secara politis terlalu lemah untuk memenuhi permintaan ini. Ketika masalah ini diangkat sebelum pertemuan besar di masjid di Kufah, lebih dari 10.000 orang Irak mengangkat tangan mereka dan menyatakan bahwa masing-masing dari mereka adalah seorang pembunuh Utsman RA.

Muawiya, dengan pasukan Suriahnya, adalah yang pertama bergerak ke Irak dan menduduki perairan Sungai Eufrat dekat dataran Siffin. Ketika tentara Ali Kwh tiba di lokasi, mereka tidak diberi air. Ali Kwh segera memerintahkan warga Suriah untuk diusir dan mengendalikan sumber daya air. Pertempuran Siffin telah dimulai. Itu adalah salah satu pertempuran paling berdarah pada zaman itu. Selama tiga bulan, orang-orang Suriah dan Irak saling berselisih, yakin bahwa posisi mereka masing-masing benar. Lebih dari 40.000 orang kehilangan nyawa. Begitu hebatnya pertumpahan darah sehingga banyak orang di kedua belah pihak bertanya-tanya apakah umat Islam akan selamat jika pembantaian ini berlanjut.

Untuk waktu yang lama, pertempuran adalah jalan buntu dengan tidak ada pihak yang mendapatkan keuntungan yang menentukan. Tetapi pada malam Laitul-Hareer (Malam Pertempuran), para pendukung Ali Kwh menyerang dengan kekuatan penuh tekad sehingga Suriah menyadari bahwa mereka berada di ambang kekalahan. Di sinilah Muawiya memainkan satu tipu muslihat lagi. Atas saran Amr bin al-As, kepada siapa Muawiya telah berjanji sebagai gubernur Mesir, orang-orang Suriah mengangkat salinan Al-Qur’an tentang tombak mereka dan menyatakan bahwa mereka akan menerima hakam (arbitrase) Alquran antara pihak yang bertanding. Ali Kwh melihat melalui tipu muslihat ini tetapi tidak berdaya menghadapi tuntutan yang ditentukan dari kedua belah pihak.

Ini adalah satu lagi keputusan yang menentukan bagi Khalifah Ali Kwh. Penerimaan arbitrase menjadikan Muawiya sebagai pesaing sah untuk kekuasaan dengan Ali Kwh. Kedua belah pihak membentuk pengadilan dua orang, satu dari masing-masing pihak, untuk memutuskan antara Muawiyah dan Ali Kwh. Abu Musa Aashari, sahabat tua Nabi yang saleh, dipilih untuk mewakili Ali Kwh. Amr bin al As, seorang partisan yang diakui, adalah wakil untuk Muawiyah.

Pada titik ini, sekelompok tentara Ali berjalan pergi. Mereka disebut Al Khwarij (mereka yang berjalan pergi, juga disebut Kharijites ). Orang-orang Khawarij sangat marah karena dalam pandangan mereka, Khalifah Ali bin Abu Thalib RA telah melakukan syirik dengan menerima arbitrasi manusia yang bertentangan dengan hakam (arbitrasi) Al-Qur’an. Dan kecuali dia bertobat, mereka bersumpah untuk menentang Ali Kwh.

Ini adalah ilustrasi klasik tentang bagaimana transendensi wahyu ilahi dikompromikan ketika orang-orang dengan pemahaman terbatas menerapkannya dalam urusan duniawi. Orang-orang Kharij menyandingkan dua ayat dari Al-Qur’an dan mengekstraksi pembenaran atas aktivitas kejam mereka. Awalnya, mereka memaksa Ali Kwh untuk menerima arbitrasi berdasarkan Ayat : “Jika ada yang gagal untuk menilai dengan apa yang telah Tuhan ungkapkan, mereka adalah orang-orang yang zalim” (Qur’an, 5:47). Kemudian mereka berjalan pergi ketika pengadilan ditunjuk, mendasarkan posisi mereka pada Ayat lain : “Namun orang-orang yang menolak iman tetap (sama) dengan Tuhan mereka.” (Qur’an, 6: 1). Itu adalah posisi mereka bahwa hanya Al-Qur’an yang menjadi penengah; arbitrase manusia tidak dapat diterima.

Para arbiter memutuskan bahwa baik Ali Kwh dan Muawiyah harus mengundurkan diri dan bahwa seorang pengganti harus dipilih oleh masyarakat. Ketika tiba saatnya untuk mengumumkan hal ini kepada publik, ada trik lain yang dimainkan. Abu Musa Aashari diminta untuk berbicara terlebih dahulu dan dia dengan setia mengumumkan keputusan bersama. Tetapi ketika Amr bin al-As mengikuti, ia mengubah ceritanya. ”Wahai manusia, Anda telah mendengar keputusan Abu Musa. Dia telah menggulingkan prianya sendiri dan sekarang aku juga menggulingkannya. Tapi saya tidak menggulingkan laki-laki saya sendiri Muawiya. Dia adalah pewaris Emir ul Momineen Uthman (r) dan ingin balas dendam sah atas darahnya. Karena itu, ia lebih berhak untuk menduduki kursi almarhum Khalifah ”. Ada kekacauan di pertemuan itu. Tuduhan terbang. Tapi sudah terlambat. Ketika berita tentang episode ini sampai pada Ali Kwh, dia sedih. Amr bin al-As kembali ke Damaskus di mana Muawiyah dinyatakan sebagai Khalifah (658). Demikianlah bahwa selama tahun 658-661, ada dua pusat kekhalifahan, satu di Kufah dan yang lainnya di Damaskus.

Pelanggaran ini tidak dapat diterima oleh pengikut Ali Kwh dan perang pun berlanjut. Selama tiga tahun berbagai provinsi diperebutkan antara Muawiya dan Ali Kwh, termasuk Madinah, Mekah, Jazira, Anbar, Madain, Badya, Waqusa, Talbia, Qataqtana, Doumatul Jandal dan Tadammur. Akhirnya kedua belah pihak tampaknya sudah lelah dan gencatan senjata diumumkan pada tahun 660. Berdasarkan ketentuan tersebut, Ali K r tetap memegang kendali atas Mekah, Madinah, Irak, Persia dan provinsi-provinsi di sebelah timur. Muawiya memegang kendali atas Suriah dan Mesir.

Partisi de-facto membangun kembali batas geopolitik bersejarah antara Byzantium dan Persia di perbatasan Eufrat. Seperti yang akan kita lihat lagi dan lagi dalam eksposisi kita tentang sejarah Islam, batas ini ditegaskan kembali oleh banyak khalifah dan sultan, sedemikian rupa sehingga pengalaman sejarah Persia, Asia Tengah, India, dan Pakistan saat ini berbeda secara signifikan. dari pengalaman sejarah orang-orang Suriah, Yordania, Lebanon, Mesir, dan Afrika Utara. Suriah dan Mesir tidak menerima Kekhalifahan Ali Kwh sampai periode Abbasiyah (750), sedangkan Ali Kwh adalah untuk semua masa kekhalifahan, “Singa Allah”, guru dan mentor untuk Persia dan Muslim Persia di Timur.

Orang-orang Khawarij tidak puas berjalan jauh dari Ali Kwh. Mereka berusaha mengubah status quo melalui pembunuhan, pembunuhan dan kekacauan dan memutuskan untuk secara bersamaan membunuh Ali Kwh, Muawiya dan Amr bin al As, menyalahkan ketiga orang ini dalam perang saudara. Seperti sudah ditakdirkan, pembunuhan Ali Kwh berhasil. Muawiya melarikan diri dengan luka kecil. Amr bin al As tidak muncul untuk sholat pada hari ia akan dibunuh dan orang yang ditunjuknya terbunuh di tempatnya. Ali bin Abu Thalib (r), keempat Khalifah Islam dan yang terakhir di garis orang-orang terkenal yang berusaha untuk memerintah sesuai dengan Sunnah Nabi, meninggal pada 20 th Ramadhan, pada tahun 661.

Badai yang diciptakan oleh pembunuhan Utsman bin Affan (r) menyapu bersih persatuan dalam komunitas Islam. Ali bin Abu Thalib RA berusaha untuk mengarahkan kapal negara di perairan badai; dalam usahanya, ia sendiri menjadi korban. Dikatakan bahwa dia dimakamkan di Kufah. Tetapi penelitian yang cermat terhadap kronik-kronik itu mengungkapkan bahwa kuburannya tidak diketahui. Mungkin di Kufah, atau di padang pasir, atau tubuhnya mungkin telah dikirim ke Madinah untuk dimakamkan agar Kharijite tidak menghancurkannya. Penghargaan abadi yang dibayarkan oleh sejarah kepada lelaki agung ini adalah bahwa semua Muslim, apakah mereka menyebut diri mereka Syiah atau Sunni, Zaidi atau Fatimid, menerimanya sebagai Khalifah Islam. Dia adalah Qutub, kutub spiritual bagi para Sufi. Dia adalah orator yang sempurna, menara ketabahan, pilar keberanian, sumber mata air kerohanian. Dia adalah penggagas tata bahasa Arab klasik. Nabi memanggilnya, “saudaraku. . . pintu menuju pengetahuan saya ”. Perkataannya yang fasih, yang dikumpulkan dengan judul Nahjul Balaga , memiliki daya tarik universal dan pengikut global. Tidak ada orang lain dalam sejarah Islam yang mendapat kehormatan ini.

***********

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Penulis: Prof. Dr. Nazeer Ahmed, PhD
Sumber: History Of Islam

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

Tags: MozaikProf. Dr. Nazeer AhmedSejarah IslamSejarah Peradaban IslamSejarah Perang Sipil
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Parenting Islami (Bag. 4): Mendoakan Kebaikan Meskipun Untuk Anak Orang Lain

Next Post

Ancaman Israel Terhadap Masjid Al-Aqsa Semakin Meningkat

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post

    MUI DKI Jakarta Luncurkan Koperasi Milenial Umat Indonesia

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media