بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم
MUJAHID DAKWAH.COM, MAROS – Wisuda Tahfizul Qur’an Karantina Tahfiz Nasional Darul Istiqamah di Gedung serbaguna Maros. Selasa, 16/4.
Saya ucapkan Selamat pada orang tua yang keluarganya bisa mencapai penghargaan ini. Doa-doa yang bapak Ibu panjatkan menjadikan Rahmat Allah Pada keluarga yang ikut karantina dan seluruh keluarga yang belajar Al Quran.
Kita juga bersyukur, putra Maros, Muthahhir Arif, Direktur Karantina Darul Istiqamah, terpilih sebagai Direktur Nasional yang membawahi 70 cabang Karantina Tahfiz se Indonesia.
Insya Allah, bulan depan beliau juga akan berangkat ke New York, Amerika Serikat. Ia juga akan tinggal selama empat bulan untuk mendakwakan Al Quran di negeri paman sam.
Ada satu Semangat yang harus kita ingat. Semangat yang dicanangkan di masjid Al Markas Maros. Semangat memperjuangkan nilai nilai kebaikan di masyarakat. Memperjuangkan nilai nilai Al Quran di masyarakat kita.
Kita yakini Keluarga Allah di bumi adalah mereka para Ahlul Quran. Mereka diistimewakan Allah. Berbahagialah kalau ada semangat keluarga kita untuk mempelajari Al Quran.
Saat ini, Kita punya metode baru lagi. Membaca Al Quran dalam waktu empat jam. Kedua metode ini akan kita terapkan Bersama hafal Qur’an sebulan di Karantina Tahfizul Al Quran.
Setelah kita hafalkan. Bentuk pengamalan selanjutnya adalah mengamalkan di keluarga dan lingkungan kita.
Selanjutnya kita mendakwakan Al Quran. Kalau ada anggota masyarakat kita yang tidak mengamalkan Al Qur’an sementara kita ada disitu. Cukuplah jadi kekhwatiran kita dihadapan Allah.

Beberapa Hari lalu, Saya Berkunjung ke Desa Bonto Sompa. Tompobulu. Saya menemukan realita Jalanan yang Belum Bagus. Bahkan Tidak Ada listrik. Yang lebih memprihatinkan. Saat dekat sholat Jumat Hanya Tiga orang datang.
Saya tanya pada imam desa , apakah memang tidak ada yang Sholat. Ia jawab Orang orang di sawah dan pergi berburu rusa. Ini di hari jumat.
Situasi itu, merupakan tanggung jawab kita sebagai umat muslim. Bahwa di Kabupaten Maros yang kita cintai ini. Ada kelompok masyarakat yang luput dari perhatian kita. Termasuk perhatian dari pemerintah.
Kunjungan saya ke desa tersebut, semakin menguatkan saya untuk mendorong program Satu dusun satu Hafiz Al Quran.
Ini kita percaya sebagai tanggung jawab dan jalan Allah memberikan keberkahan buat kita dan daerah ini.
Kita tidak ingin anak anak kita jauh dari Al Quran. Kita tidak ingin masyarakat kita semakin jauh dari agama ini. Semoga Allah Merahmati kita semua. [*]











































































