Bangsa kita di akhir tahun selalu diwarnai dengan penggugatan toleransi beragama. Hal ini disebabkan karena ketidak fahaman sebagian orang bagaimana toleransi yang benar, sehingga muncul tiga kelompok dalam hal ini. Kelompok pertama, toleransi liberal. Mereka yang menceburkan diri dalam peribadatan orang-orang kafir, sampai mengorbankan aqidahnya. Kelompok kedua, toleransi ekstrim. Mereka yang merampas hak-hak orang kafir dalam menjalankan ibadahnya, sampai mencoreng kebaikan agama Islam. Dan kelompok ketiga, toleransi yang benar. Mereka yang bersifat wasath, pertengahan dalam hal ini. Tidak terlibat dalam peribadatan orang-orang kafir, dan juga tidak menghalangi hak peribadatan mereka..
Islam sebagai agama paripurna, pastinya telah mengatur hal ini. Terkait toleransi beragama, Allah azza wa jalla berfirman dalam surah Al Kafirun Ayat 6
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“untukmu agamamu, untukku agamaku”
Jadi toleransi yang benar adalah mengakui bahwa ada agama lain selain Islam. Tapi tidak sampai berkeyakinan pluralisme, mengakui bahwa semua agama benar, yang tentunya bertentangan dengan firman Allah azza wa jalla dalam surah Al Imran ayat 9
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam”
Secara umum, Allah azza wa jalla tidak melarang hambaNya untuk melakukan kebaikan kepada orang-orang kafir. Sebagaimana firmanNya dalam surah Al-Mumtahah ayat 8
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”
Berikut beberapa penerapan toleransi beragama dalam Islam.
- Bermuamalah dgn baik
Islam mengajarkan kita berbuat kepada orang lain, walaupun dari golongan orang kafir. Selama tidak berkaitan dengan peribadatan mereka, maka berbuat baik kepada mereka adalah bentuk penerapan toleransi beragama yang benar. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Luqman ayat 15
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”
Adapun orang-orang liberal, yang kebablasan dalam beragama, menyatakan bahwa berbuat baik kepada orang kafir dalam toleransi beragama, salah satunya dengan hadir dalam peribadatan mereka, bahkan terlibat didalamnya, wal iyadzubillah.
- Larangan Membunuh Orang Kafir Kecuali yang memerangi
Sering kita mendapati kasus, dimana orang-orang yang ekstrem, membunuh orang kafir dengan dalih agama. Padahal orang kafir tersebut tidak memerangi ataupun menjajah dan mengusir kita dari tanah kelahiran. Tentu ini sangat bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam, sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan An Nasa’i;
مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ”
Alih-alih mengharapkan Bidadari, bahkan mencium aroma rumah para bidadari tak kesampaian bagi pelaku ekstremisme.
- Adil dalam hukum dan peradilan
Masih ingatkah kita Kisah Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiallahu’anhu yang membebaskan dan menaklukkan Yerussalem Palestina?
Walau berkuasa, saat itu Umar bin Khattab radhiallahu’anhu tidak semena-mena dengan orang Nasrani yang sebelumnya berkuasa. Gereja tetap berdiri dan orang-orang Nasrani tetap aman dalam menjalankan ibadahnya.
Begitulah Islam mengajarkan kepada kita toleransi beragama bahkan jika kita berkuasa pada suatu wilayah.
Mengucapkan selamat kepada perayaan agama lain
Polemik yang paling menonjol pada praktik toleransi beragama adalah pemberian ucapan selamat pada momen-momen perayaan agama lain.
Di negara kita, mengucapkan selamat diawali oleh orang-orang kafir kepada perayaan agama Ummat Islam. Setelah itu mereka “menagih” hal yang sama kepada Ummat Islam pada perayaan agama mereka. Bagi yang tidak memahami agama Islam dengan baik, akan memenuhi permintaan tersebut. Adapun bagi orang yang berilmu, sangat memahami, bahwa hal tersebut juga pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
Dikisahkan beberapa orang kafir Quraisy menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
يا محمد ، هلم فلنعبد ما تعبد ، وتعبد ما نعبد ، ونشترك نحن وأنت في أمرنا كله ، فإن كان الذي جئت به خيرا مما بأيدينا ، كنا قد شاركناك فيه ، وأخذنا بحظنا منه . وإن كان الذي بأيدينا خيرا مما بيدك ، كنت قد شركتنا في أمرنا ، وأخذت بحظك منه
“Wahai Muhammad, bagaimana jika kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, maka kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.”
Kemudian turunlah Surah Al Kafirun sebagai bentuk penolakan permintaan tersebut
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafirun: 1-6).
**********
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Penulis: Ustadz Erwin Ardiansyah, S.Pd
(Pengurus DPW Wahdah Islamiyah Sumatera Utara)
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)






































































