Bagaimana kisah selengkapnya tentang penyerangan Abrahah pada Ka’bah? Apakah berhasil?
Abrahah mempersiapkan pasukannya untuk melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. Tatkala perjalanan gajah yang dinamai Mahmud untuk berjalan menuju Mekah, buat gajah tersebut duduk (tidak mau jalan). Mereka akhirnya memaksakan dengan memukulinya, tetapi Mahmud enggan untuk berjalan. Namun, kompilasi mereka mengarah ke arah selain Mekah, ternyata gajah itu mau berjalan. Tidak lama kemudian datang pasukan burung Ababil (burung yang datang berkelompok) membawa batu-batu di moncong mereka. Batu-batu itu lantas dijatuhkan dan pasukan Abrahah akhirnya binasa. Inilah yang diterima dalam surat Al-fiil,
ألم تر كيف فعل ربك بأصحاب الفيل (1) ألم يجعل كيدهم في تضليل (2) وأرسل عليهم طيرا أبابيل (3) ترميهم بحجارة من سجيل (4) فجعلهم كعصف مأكول (5)
“ Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak melawan tentara bergajah? Apakah Dia telah membuat tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang dilempar mereka dengan batu (dikirim) dari tanah yang dibakar, lalu Dia membuat mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).“(QS. Al-Fiil: 1-5).
Peristiwa pasukan bergairah terjadi pada bulan Muharram bertepatan dengan akhir Februari atau awal bulan Maret tahun 571 Miladiyah atau sekitar 1,5 bulan sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Burung yang didatangkan adalah burung yang terpencar-pencar, artinya datang kelompok demi kelompok. Itulah yang diminta “ thoiron ababil ” meminta kata Ibnu Taimiyah. Burung-burung tersebut membawa batu untuk mempertahankan Ka’bah. Batu itu berasal dari lumpur ( tipis ) yang dibuat jadi batu, seperti tafsiran Ibnu ‘Abbas. Ada juga yang menandakan batu tersebut adalah batu yang dibakar ( matbukh ). Batu tersebut digunakan untuk melemparkan gajah tersebut. Lantas mereka hancur seperti daun-daun yang dimakan dan diinjak-injak oleh hewan. Allah memberi pertolongan dari pertanyaan misi gajah tersebut. Tipu daya mereka pun akhirnya sirna.
Dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah , “Kisah ini dari kisah raja Abrahah yang membangun kanisah (gereja) di negeri Yaman. Ia ingin agar haji yang ada di Arab dipindahkan ke sana. Abrahah ini adalah raja dari negeri Habasyah (berpenduduk Nashrani kala itu) yang telah menguasai Yaman. Kala itu diceritakan ada orang Arab yang menjelek-jelekkan kanisah (gereja) orang Nashrani membuat raja Abrahah marah. Lalu ia pun berniat membangun Ka’bah. ”(Lihat Majmu’ah Al-Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 27: 355-356).
Beberapa faedah dari kisah Abrahah yang akan menyerang Ka’bah di atas:
1. Quraisy adalah kabilah yang mendapat perlindungan dari kabilah lain yang ada di Arab. Sementara kabilah yang dilewati berhasil dikuasai oleh Abrahah. Hal ini menunjukkan kedudukan mulia dari bangsa Quraisy, dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan membahas tentang kabilah yang mulia ini.
2. Dalam kisah sebelumnya tentang Seseorang dari Bani Kinanah yang meminta kehormatan Ka’bah. Dia menghabiskan semuanya demi ideologinya hingga jauh ke Yaman. Ini jadi contoh, kita harus berjuang demi agama kita.
3. Kisah penyerangan Pasukan Abrahah menunjukkan bangsa Arab Lebih dahulu bukan bangsa yang bersatu. Ketika Abrahah dan pasukannya melewati suku-suku yang ada, bisa ditaklukkan dengan mudah. Hal ini berbeda kompilasi Islam itu hadir yang meminta persatuan di antara mereka dan ingin menjauhkan sifat fanatisme golongan dan kesukuan.
4. Islam meminta persatuan seluruh umat, bukan hanya bangsa Arab. Tidak seruan dalam Al-Qur’an tidak dengan seruan “Wahai orang-orang Arab” namun dengan seruan “Wahai orang-orang beriman” atau “Wahai manusia”.
5. Peristiwa perjuangan berjuang dapat memberikan iman iman bagi setiap mukmin yang berjuang untuk melawan makar musuh Allah. Karena jika Allah mengizinkan dan menyelamatkan Baitullah Ka’bah, maka pastilah Allah akan meminta dan menyelamatkan orang yang berjuang untuk agama-Nya, meminta Rasul-Nya, dan hamba-hamba-Nya yang beriman, karena martabah untuk mukmin tentu lebih besar dari martabat Ka bah
Ibnu ‘Umar PERNAH Berkata, ‘Alangkah agungnya kehormatanmu Dan alangkah agungnya kesucianmu, tetapi Kehormatan Dan harga diri Seorang muslim LEBIH gede di Sisi Allah daripada kamu.’ (HR. Tirmidzi, no. 1755. Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan bahwa hadits Penyanyi hasan shahih )
6. Dalam kisah ini, Allah menghendaki pasukan Gajah tidak bisa bergerak, sehingga tidak bisa menyerang Ka’bah dan pasukan Abrahah menghancurkan dengan batu yang dilemparkan burung Ababil, sehingga mereka bagaikan daun yang diinjak-injak hewan. Siapa pun yang tidak bisa melawan kehendak Allah, apa pun usaha keras manusia.
7. Jika Allah mempercayai Ka’bah berarti jika ada Nabi yang lahir dari tempat tersebut, senantiasa akan dimuliakan oleh Allah.
8. Jika kabilah Quraisy dari ayat ini dimuliakan, berarti Rasul yang lahir dari kabilah ini adalah Rasul yang mulia.
Semoga kisah penyerangan pasukan Abrahah ini semakin berharga dan semakin menguatkan iman.
***********
Referensi:
Fikih Sirah Nabawiyah . Cetakan kunjungan, 2016. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Zaid. Penerbit Darus Sunnah.
Tafsir Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah . Cetakan pertama, tahun 1432 H. Iyad bin ‘Abdul Lathif bin Ibrahim Al Qomisi. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 7: 186-188.
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)










































































