Tetapi, kita kerap lalai dari memperhatikan Alquran, akibatnya sering terkaget-kaget dengan keadaan. Setelah ada soal, baru cari ayat Alquran. Oh… ini Alquran mengatakan demikian dan demikian.
Soal virus Corona misalnya, seluruh dunia panik, negara raksasa pun dibuat tak berdaya. Di Indonesia situasinya semakin buruk, karena Corona disusul oleh melemahnya nilai tukar Rupiah, lengkap dengan kegagapan dan kegugupan pemerintah dalam merespon.
Informasi simpang siur, publik bingung dan korban terus berjatuhan. Bukan saja warga biasa, penghuni istana hingga walikota.
Fakta ini kalau mau dipikir akan pecah kepala manusia. Tetapi kalau kembali melihat ayat Alquran, tenang dan takjub kita kepada Allah Ta’ala, Maha Pencipta yang Maha Kuasa.
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah (kecil) dari itu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 26).
Corona adalah yang lebih rendah dari nyamuk, ditemukan diameter virus corona diperkirakan mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer. satu mikormeter sama dengan 1000 nanometer. Kecil sekali dan tak mungkin pandangan telanjang manusia mampu melihatnya.
Sekalipun sangat kecil dan manusia yang tak mau berpikir meremehkannya, virus ini mampu bertahan lebih dari 10 menit di permukaan, termasuk tangan.
Bahkan WHO menyebut virus corona baru (Covid-19) dapat bertahan selama beberapa jam, bahkan beberapa hari. Bahkan dapat bertahan hidup di suhu 26-27 derajat Celcius.
Orang yang jauh dari Alquran akan abai terhadap Corona, karena menganggap itu tidak ada dan tidak akan sampai ke Indonesia. Tetapi pemimpin yang mengerti justru sangat waspada dan siap dengan langkah-langkah darurat jika benar-benar terjadi.
Manusia cenderung arogan, bangga dengan hasil karya teknologinya, padahal yang tak terlihat yang bisa meruntuhkan kekuatan apapun, bukan saja ekonomi dan militer, kekuasaan pun bisa runtuh hanya dengan kedatangan Corona.
Kita perlu belajar pada sikap ulama mengenai hal ini. Ibn Katsir menukilkan sebuah kisah menarik perihal bagaimana sikap Muslim kala tidak mampu memahami perumpamaan yang Allah jelaskan di dalam Alquran.
Sebagian ulama salaf menuturkan, “Jika aku mendengar perumpamaan di dalam Alquran, lalu aku tidak memahaminya, maka aku menangisi diriku, karena Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan perumpamaa-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS. Al-Ankabut [29]: 43).
Subhanalloh, jawaban, penjelasan, dan pembuktian ada dalam Alquran. Tinggal sikap kita sendiri terhadap mukjizat akhir zaman ini, apakah cinta, suka, bahkan rindu. Atau sebaliknya sekedarnya saja bahkan tak peduli. Padahal, kunci dari segala macam kegalauan dan kekacauan tersedia di dalamnya.
*************
Bogor, 21 Maret 2020
Penulis: Ustadz Imam Nawawi
(Ketum Pemuda Hidayatullah)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)











































































