• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Selasa, Oktober 6, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Dakwah Butuh Kader yang Solid: Ustadz Ariesman Tekankan Pentingnya Ukhuwah dalam Perjuangan

    Dakwah Butuh Kader yang Solid: Ustadz Ariesman Tekankan Pentingnya Ukhuwah dalam Perjuangan

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Dakwah Butuh Kader yang Solid: Ustadz Ariesman Tekankan Pentingnya Ukhuwah dalam Perjuangan

    Dakwah Butuh Kader yang Solid: Ustadz Ariesman Tekankan Pentingnya Ukhuwah dalam Perjuangan

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Kolom, TSAQOFAH

Catatan Pena An-Nawawi (Bag 26): Mengenal Jati Diri Kita

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 10 mins read
Juni 16, 2026
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Sering kita mendengar istilah mencari jati diri, kehilangan jati diri, ataukah paduan suku kata lain yang bermakna hampir sama. Obrolan saya bersama teman-teman dua tahun lalu yang menceritakan tentang jati diri, salah seorang teman langsung berkata. Saya ini belum menemukan titik temu arti jati diri sesungguhnya, saya sering mendengarnya tetapi tidak paham betul apa itu sejatinya jati diri, diri yang mana, dan wujudnya seperti apa. Ditambah dengan penambahan kata mencari atau kehilangan, kian menimbulkan kerancuan pada pemikiran kami, lalu timbullah pertanyaan, benarkah jati diri itu dicari atau ditemukan? Dan jati diri yang seperti apa sehingga bisa dikatakan hilang?

Waktu itu sayapun bercerita, sejauh mana kita mengenal diri kita. Apakah selama ini kita menjalani kehidupan tanpa mengenal diri kita, tidak tahu apa tugas kita hidup, dan tidak tahu kemana tujuan kita. Betapa penting mengenal diri sendiri sebelum kita mengenal arti kehidupan yang lain. Sulit bagi orang yang tidak memahami dirinya untuk menggapai hidup dalam ketenangan dan kesejahteraan.

Bagaimana konsep jati diri kita, apakah sudah benar ataukah salah? Jika salah maka itu sangat berbahaya bagi diri kita. Maka dari itu penting untuk kita merenung sejenak sejauhmana kita mengenal diri kita sendiri. Begitu banyak konsep-konsep jati diri menurut para pakar pengembangan diri. Namun sebagai seorang muslim yang baik kita kembalikan pertanyaan, dan persoalan hidup ini kepada Al-Qur’an karena di sanalah kita akan menemukan konsep jati diri yang sebenarnya menurut Islam.

You might also like

Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

Agustus 26, 2026
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Agustus 26, 2026
Rasisme: Dosa Asal Amerika

Rasisme: Dosa Asal Amerika

Juni 28, 2026
Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Juni 25, 2026

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata jati diri adalah ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda, bisa pula berarti identitas, inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam atau spiritualitas.

Nah, berkaca dari pengertian ini terkadang seseorang kebingunan dalam memaknai kata jati diri selama ini. Kalimat mencari jati diri akan terkesan rancu bila dicermati. Bagaimana tidak rancu, bukankah jati diri itu ada dalam diri? Kenapa mesti dicari? Malah saya sempat berpikir bahwa sebenarnya jati diri tak pernah hilang. Bila orang berkata hilang, saya pikir tidak. Karena, biar bagaimanapun dalam diri seseorang pasti ada sesuatu yang berbeda dari orang lain dan itu pun tidak akan pernah bisa tercuri atau hilang. Biar lebih mudah kita bisa ambil contoh air, mau dicampur atau diberi pewarna apapun sifat zat cairnya akan tetap ada. Berubah seperti apa air akan tetap dikatakan air, walau dalam wujud comberan sekalipun.

Begitu pula dengan diri kita. Janganlah merasa pesimis tentang kelabilan yang dikira masih dalam pencarian jati diri. Diri ada bukan untuk dicari. Sebetulnya ia telah tertanam dalam diri, tinggal membongkarnya saja. Andaikata memang kesulitan, seseorang tersebut belum menyadari, ditambah dengan kesibukan melihat sekitar atau orang lain malah terlupalah sejatinya diri. Menganggap orang lain lebih hebat dan lebih cocok menjadi panutan lambat laun dengan  ketertarikan tersebut akan menimbun ke’aku’annya. Terkuburlah sosok dia yang sebenarnya dan terganti oleh sosok baru atau cermin lain.

Maka tak heran ada beberapa orang yang begitu asing dengan dirinya sendiri dan muncullah kalimat ‘siapa aku?’ atau who am i? yang dikiranya dia sedang kehilangan jati diri, padahal tidak. Jati dirinya ada, cuma masih tertimbun oleh tumpukan obsesi dan tekanan ketidakpercayaan diri. Semisal, sering kita melihat seseorang berpenampilan layaknya idola yang mereka gemari. Mulai dari gaya rambut, pakaian yang dia kenakan, sampai gaya bicara pun persis. Dengan begitu, kita menjadi kesulitan melihat sosok dia yang sebenarnya. Tidak bisa dikatakan dia sedang kehilangan jati diri, terkontaminasi barangkali iya.

Untuk menonjolkan jati diri sejatinya membutuhkan sebuah proses yang lama. Kembali lagi ke pengertian yakni adanya identitas, inti, jiwa, semangat, dan daya gerak ternyata ada bukan berjalan dengan sendirinya. Terbentuknya jati diri yang kuat pastilah terlebih dahulu ditempa oleh berbagai pilihan serta problematika dalam perjalanan hidupnya.

Salah satu inti dari pengertian diatas adalah mengenai jati diri adalah identitas. Kita sering mendengar kata identitas dan pemahaman kita tentang ini berbeda-beda, tapi intinya adalah sebagai tanda pengenal kita. Namun, secara umum jati diri sering dikenal dengan tiga pertanyaan: – Siapa Aku? – Untuk Apa Aku Ada? dan Mau Kemana Aku?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang simple namun, tidak semua orang mampu menjawabnya. Karena membutuhkan pemikiran yang sangat mendalam agar tidak salah dalam memahami dan mengenal diri ini. Karena sesungguhnya setelah kita mengenal diri kita maka kita akan mengetahui makna dan tujuan hidup kita di dunia. Mereka yang mengabaikan masalah jati diri adalah orang-orang yang tidak memiliki keberanian untuk memahami hidupnya.

Maka jadilah mereka orang-orang yang labil, ikut-ikutan, dan berjalan tanpa arah. Mereka berkata “Jalani saja hidup ini”. Maukah kalian menjalani kehidupan ini tanpa arah dan tujuan? Yang nantinya berakhir dengan kesedihan. Saya pribadi tidak mau. Saya ingin hidup bahagia, dan berakhir dengan senyuman indah. Maka kita harus tahu dan harus menemukan jati diri kita agar kita tahu arah tujuan hidup kita.

Sebagai seorang muslim maka seharusnya segala urusan kita diserahkan kepada Allah , begitu pula dengan diri kita. Tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui diri kita ini selain Dzat yang telah menciptakan kita, yaitu Allah  Yang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui. Jika hanya Allah  yang paling mengetahui tentang diri kita, mengapa kita harus mencari dan menemukan makna jati diri dari selain Dia? Mengapa hidup kita harus dikendalikan oleh berbagai konsep jati diri yang bukan bersumber dari Allah ?

Ini memang termasuk hal yang sangat penting, sebab hanya dari Allah  saja kita akan menemukan segala jawaban yang paling tepat, dijamin kita tidak akan salah sehingga hidup kita ini akan lebih bermakna. Sebuah perjalanan akan dimulai jika kita memiliki tujuan, dan mengetahui arah atau jalan untuk sampai ketujuan itu. Orang yang mengetahui arah dan tujuan hidupnya maka kemungkinan besar akan tersesat dan sangat susah untuk kembali kejalan yang sesuai dengan pentunjuk dan tujuannya diciptakan.

“Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.” (Ibnu Mas’ud radhyallahu anhu)

  1. Jati Diri Manusia Sesungguhnya

Kita mungkin tidak asing jikalau seorang pemuda mencari jati dirinya dan berkata. Siapa Aku? Pertama kali saya mendengar perkataan ini, sayapun merasa kebingunan, Siapa Saya? Ketika kujawab ‘Saya Akbar’ Pertanyaan ini bukan memperkenalkan nama, Ketika kujawab kembali ‘Saya Manusia’ Pertanyaan ini bukan mempertanyakan jenis. Lantas apa? (Berfikir) kita tidak usah lagi merasa bingun. Jikalau diantara kita masih juga mempertanyakan dan kurang memahami tentang hal ini, cukuplah tulisan dibawah ini menjadi referensi bagi kita.

Siapa Aku? Manusia adalah makhluk Allah  yang terbuat dari tanah dan kemudian diberikan ruh oleh Allah . Kemudian manusia juga dilengkapi dengan sebuah potensi hati, akal dan juga jasad. Hati dan akal merupakan dua  potensi yang menyebabkan manusia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan makhluk Allah  yang lainnya. Sebaimana hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Hal ini telah dijelaskan oleh Allah  didalam Al-Qur’an, tentang siapa diri kita ini. Sebagaiman firman-Nya:

Artinya: “Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya ke dalam tubuhnya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur”.(QS. As-Sajadah: 7-9).

Dalam ayat yang lain Allah  berfirman:

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah Aku telah meniupkan ruh (ciptaan)-Ku, ke dalamnya. Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. (QS. Al Hijr: 28-29).

Setelah menyimak ayat diatas maka kita tidak usah lagi mempertanyakan siapa diri kita sebenarnya, dan begitu banyak para remaja dan pemuda yang mati-matian mencari jati dirinya diberbagai macam-macam buku. Namun tidak mendapatkan hasil yang diingingkannya. Padahal pedoman Al-Qur’an telah menjelaskan kepada kita semua secara detail siapa diri kita sebenarnya. Tinggal kita sendiri yang belum membacanya dan memahami isin-Nya, serta menjadikan-Nya sebagai pedoman dalam kehidupan kita. Jika Anda ingin lebih mengetahui diri Anda maka kembalilah kepada Al-Qur’an. Silahkan baca dan tadabburi maknanya.

“Berapa ramai manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kapannya sedang di tenun.” (Imam As-Syafi’i rahimahullah)

  1. Untuk Apa Aku Ada?

Apa tujuan kita dicipatkan didunia ini, apakah bersenang-senang, berfoya-foya. Ataukah diciptkan untuk bermain-main begitu saja. Perlu kita ketahui, ada 2 tujuan dalam penciptaan manusia yang saling berkaitan yaitu dijadikan khalifah dimuka bumi ini dan untuk beribadah kepada Allah . Tidak ada tujuan lain selain kedua hal tadi. Semua aktivitas dan segala tindakan yang kita lakukan semuanya harus bertujuan dalam rangka kedua peran kita ini. Sebagai khalifah dan juga sebagai hamba Allah .

Untuk itu, Allah telah memberi kita semua dengan berbagai potensi yaitu hati, akal, dan juga jasad yang cukup untuk memikul kedua tugas ini. Selama kita dapat memanfaatkan semua potensi yang kita punyai, kedua tugas ini pasti akan terlaksana dengan baik. Sebagaimana firman Allah  didalam Al-Qur’an:

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Ad-Dzaariyaat: 56).

Ayat diatas jelas menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah dan hanya menyembah Allah  semata. Ayat ini mengisyaratkan pentingnya tauhid, karena tauhid adalah bentuk ibadah yang paling agung. Bahkan ibadah seseorang tidak akan diterimah sebelum bertauhid hanya kepada Allah  semata.

Karena tujuan manusia diantaranya adalah beribadah, maka mengisyaratkan agar kita beramal dengan sebaik-baiknya, dan memperbanyak menuntut ilmu. Bahkan sangat dianjurkan untuk kita lebih dahulu menuntut ilmu lalu beramal. Karena tidaklah ilmu dicari dan dipelajari kecuali untuk diamalkan. Sebagimana pohon, tidaklah ditanam kecuali mendapatkan buahnya.

Tujuan selanjutnya tentang penciptaan manusia adalah menjadi khalifah dimuka bumi. Sebagaimana firman Allah  didalam Al-Qur’an:

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkanl Kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?” Dia berfirman: “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30).

Setiap diantara kita adalah pemimpin khalifah yang Allah  utus didunia ini, sebagaimana yang telah dijelaskan pada ayat diatas. Pada hakikatnya setiap pemimpin memiliki tanggungjawab yang begitu besar dan akan dipertanggung-jawabkannya kelak. Begitu pula dengan diri kita, kita adalah pemimpin dalam diri kita. Maka setiap apa yang kita miliki maka sepantasnya kita memimpinya agar taat beribadah kepada Allah .

Pemimpin yang dikatakan berhasil adalah pemimpin yang mampu memimpin dirinya lebih dekat kepada Allah , karena begitu banyak pemimpin yang menganggap dirinya sebagai seorang pemimpin,  namun jauh dari jalan Allah . Maka pilihlah pemimpin yang mampu memimpin kita lebih dekat kepada Allah, dan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan maksiat.

Sudah jelas bukan, tentang tujuan kita ada didunia melaingkan untuk beribadah dan menjadi khalifah. Lantas bagimana diantara kita yang memiliki cita-cita atau tujuan ingin sukses, ingin cepat dapat kerja dll. Apakah boleh? Seorang hamba diperbolehkan untuk mencari kesenangan dunia, bahkan Allah  melarang kita untuk bermalas-malasan. Namun, yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai kesibukan kita dengan kehidupan dunia justru melalaikan hakikat kita diciptkan oleh Allah  didunia ini.

“Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.” (Ibnu Mas’ud radhyallahu anhu)

  1. Akan Kemana Aku?

Kita bukan hanya berproses dari bayi menuju anak-anak. Bukan hanya anak-anak menuju remaja. Bukan hanya remaja menuju dewasa. Bukan pula hanya dewasa menuju tua. Seungguhnya, tujuan yang pasti bagi setiap manusia itu adalah kehidupan akhirat. Dan hanya ada dua pilihan saat kita pulang ke kampung akhirat, yaitu surga (Al Jannah) atau neraka (An–Naar).

Kita akan memilih yang mana? Tentu saja, setiap orang yang beriman pasti berharap mendapatkan balasan surga dari Allah . Syaratnya ialah hidup kita harus sesuai dengan tujuan akan keberadaan kita, yaitu sebagai khalifah dan juga beribadah pada Allah . Sebagaimana firman-Nya:

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang pernah mereka kerjakan. Dan Adapun orang-orang yang Fasik (kafir) Maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan.” (QS. As-Sajadah: 19-20).

 Kehidupan akhirat ditentukan dikehidupan dunia, orang yang berbahagia dikehidupan dunianya maka tidak ada jaminan bahwa dia akan bahagia diakhirat kelak. Akan tetapi bagi orang-orang yang beriman yang telah mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat maka mereka akan mendapatkan kebahagian yang hakiki.

Diantara tempat keduanya adalah sebuah pilihan, dan pilihan itu ada ditangan kita dan waktu kita memilih adalah saat ini juga. Jikalau kita ingin memilih Al-Jannah (syurga) maka persiapkan diri kita dengan bekal ketakwaan kepada Allah  agar kita bisa dimasukkan kedalamnya. Namun, apbula kita memilih An-Naar (neraka) maka silahkan tidak ada larangan, silahkan berbuat maksiat seenaknya dan sepuasnya, jikalau cita-cita kita memang keneraka.

Cita-cita akan tercapai jikalau pengorbanan telah maksimal kita kerjakan, apatah lagi orang beriman yang mencita-citakan syurga. Mereka harus bekerja keras, beribadah dengan sebaik-baiknya, agar bisa dimasukkan kedalamnya. Adapun diantara kita yang belum tersadarkan sedikitpun untuk berubah, maka bertaubatlah sepat mungkin sebelum ajal menjemput. Jangan pernah mencita-citakan diri kita untuk masuk kedalam neraka, walaupun itu sekedar coba-coba.

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka bagi mereka syurga sebagai tempat tinggalnya, sebagai pahala bagi apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun bagi orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka ialah neraka jahannam. Setiap kali mereka ingin keluar dari neraka, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan pada mereka rasakanlah siksa api neraka yang dulu kamu mendustakannya. Sebagaimana firman Allah  didalam Al-Qur’an:

Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Kemudian sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak, jika kamu mengetahui dengan pasti, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). (QS. At-Takatsur: 1-8).

Inilah hakikat jati diri kita hidup didunia, mudah-mudahan, setelah kita bisa memahami siapa kita sebenarnya, mengapa kita ada di dunia ini  dan mau kemana kita nantinya, pikiran kita tidak akan galau lagi karena bingung dengan arti dan cara menemukan jati diri dalam Islam. Kini sudah jelas, apa yang harus kita jalani dan bagaimana konsekuensinya ke depan. Kita mesti selalu ingat bagaimana kita diciptakan, kita diciptakan dari sesuatu yang hina dan keluar dari tempat ‘yang kita sendiri malu untuk menyebutkannya, tidak lain agar kita tidak sombong dan melupakan siapa kita. Karena sombong adalah sifat Iblis yang menyebabkannya terusir dari surga dan terlaknat selamanya.

Selain itu, kita juga harus selalu mengingat tujuan kita agar sekecil apapun perbuatan kita selalu mempunyai niat untuk tujuan ibadah, agar kita bisa mencegah diri sendiri dari berbagai perbuatan yang tidak bernilai apalagi perbuatan maksiat, dan tentu saja kita akan selalu berbuat baik. Maka niatkanlah setiap langkah dan detik dalam kehidupan kita untuk beribadah kepada Allah  karena dengan niatlah segala sesuatunya itu akan bernilai disisi Allah .

“Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh lalu aku dimasukkan kedalam syurga, tidak sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjaklan ibadah serta menerima apa apa yang telah di berikan Allah kepadaku.” (Ali bin Abi Tholib radhyallahu an’hu)

***********

Bersambung, Insya Allah…

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku, Pendiri Madani Institute, Ceo Mujahid Dakwah Media, Aktivis Media Islam, Founder www.mujahiddakwah.com dan Pembina Daar Al-Qalam)

Sumber: Buku Meraih Kesuksesan dalam Benih Kegagalan

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Buku Meraih Kesuksesan dalam Benih KegagalanCatatan Pena An-NawawiCeo Kokoh Ikhwah CollectionCeo Mujahid Dakwah MediaFounder Mujahid Dakwah.ComMuhammad AkbarPembina Daar Al-QalamPendiri Madani Institute (Center For Islamic Studies)Penulis Buku (Meraih Kesuksesan dalam Benih Kegagalan)
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Kisah Awal Hijrah Nabi Muhammad

Next Post

Masuk Hutan Pikul Logistik, Relawan LAZNAS Wahdah Evakuasi Warga Terisolir Di Banten

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      906 shares
      Share 362 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      813 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Oktober 6, 2026
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Jumlah warga Palestina yang tewas sejak Genosida Penjajah Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023 telah melampaui 74 ribu orang. Angka tersebut tercatat ketika serangan Israel masih berlangsung di sejumlah wilayah Gaza, meskipun gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.  Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 74.016 orang, sementara 175.068 lainnya terluka.  Hampir setahun setelah kesepakatan gencatan senjata, rekonstruksi Gaza belum berjalan dalam skala yang dibutuhkan. Reuters pada 23 September 2026 melaporkan bahwa lebih dari dua juta penduduk masih tinggal di bangunan rusak atau tempat penampungan sementara.  Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa berlakunya gencatan senjata belum sepenuhnya menghilangkan ancaman kematian bagi penduduk Gaza.  Tragedi kemanusiaan di Gaza menegaskan bahwa perlindungan terhadap nyawa manusia merupakan prinsip mendasar dalam Islam. Di tengah konflik bersenjata, keselamatan warga sipil, penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan, dan penghentian kezaliman harus menjadi perhatian utama.  Gencatan senjata juga harus dimaknai sebagai jalan menuju penghentian kekerasan yang nyata, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Perlindungan warga sipil, kelancaran bantuan kemanusiaan, pembebasan sandera sesuai ketentuan yang berlaku, serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional merupakan bagian penting dari upaya membangun perdamaian.  Membela kemanusiaan berarti menjaga nyawa, menolak kezaliman, dan memastikan bahwa setiap manusia memperoleh haknya atas keselamatan, martabat, serta kehidupan yang layak.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    Next Post

    Israel Kembali Menyetujui Pembangunan 1936 Unit Hunian Ilegal di Tepi Barat

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media