Awal tahun 2026 ini, telinga kita mungkin akrab dengan suara dari pelbagai podcast. Isinya seragam: tentang cara manusia mencapai tujuan hidup. Namun, saya teringat pesan mendalam Nabi Muhammad SAW. Beliau berujar bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Maka, alangkah elok jika tahun ini kita menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih berguna.
Secara sistem, kita sebenarnya mendapat dua dukungan sekaligus. Pertama, bulan Ramadhan akan menyapa kita pada awal tahun 2026 ini.
Kedua, secara mental kita sedang berada dalam kondisi siap untuk berubah. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk menjadi lebih baik.
Strategi Menuju Tujuan
Belakangan ini, ramai diskusi bahwa sekadar menyebut tujuan saja tidaklah cukup. Kita butuh strategi, bahkan sebuah sistem untuk mencapainya. Sistem itu berarti kita mampu menentukan proses nyata dalam kegiatan sehari-hari.
Langkah tersebut harus dibarengi dengan konsistensi yang tinggi. Sebab, tujuan hanya akan terwujud melalui tindakan nyata.
Di sinilah kita sangat membutuhkan satu kata kunci: disiplin.
Dan, kalau kita perhatikan dengan seksama, sejatinya, Allah SWT telah memberikan dukungan sistem untuk melatih hal itu.
Mulai dari kewajiban shalat, tilawah, hingga sedekah. Semuanya perlu kita lakukan secara disiplin setiap hari.
Nah, semua itu akan menjadi mudah bagi kita kala Ramadhan tiba. Jadi, siapkan memang untuk benar-benar punya satu sistem unggul menjadi pribadi penuh manfaat bersama datangnya Ramadhan.
Keuntungan Menjadi Disiplin
Apa sebenarnya keuntungan jika kita hidup disiplin?
Seseorang yang disiplin akan tetap bergerak meski raga sedang lelah. Ia tetap berjalan walau sedang tidak enak badan atau kehilangan gairah (mood).
Lebih jauh, disiplin memang lebih kuat menggerakkan kita dibandingkan motivasi. Ibarat cuaca, motivasi datang seperti hujan yang bisa gerimis atau lebat. Namun, saat musim hujan berlalu, motivasi itu bisa hilang seketika.
Bagi para pelajar, pribadi yang disiplin berpotensi lebih unggul daripada mereka yang sekadar berbakat.
Bahkan, orang disiplin bisa melampaui seorang ahli sekalipun.
Dasar dari setiap keahlian dan keunggulan hanyalah kedisiplinan, bukan sekadar angan-angan kosong. Oleh karena itu mari setting dari sekarang untuk tekun dalam kebaikan dan bermanfaat luas bagi kehidupan.
Kalau saya ingin bermanfaat luas dengan menulis, sekarang kalau kamu bagaimana?
**********
Penulis: Ustadz Imam Nawawi, M.Pd.I
(Kepala Humas BMH Pusat, Eks Ketua Umum Pemuda Hidayatullah dan Pengasuh masimamnawawi.com)
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)
⁴

















































































