MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Hadiri pertemuan Silaturahmi Nasional Ulama Indonesia Bela Palestina yang diselenggarakan oleh Ikatan Ulama Muslimin Sedunia Indonesia di Jakarta pada Sabtu sore (17/5/2025).
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA tegaskan seruan pentingnya persatuan ulama dan umat Islam Indonesia untuk mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas di tingkat internasional dalam menghentikan genosida di Gaza.
Dalam forum tersebut, Ustadz Zaitun menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Palestina, khususnya di Gaza, yang semakin memburuk akibat serangan masif dan blokade ketat pasca pembebasan sandera.
Ia menekankan pentingnya peran strategis Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dalam menghentikan tragedi kemanusiaan ini.
“Pembicaraan lintas ormas dan aktivis di Indonesia terus dilakukan untuk Palestina. Namun, kita ingin upaya menghentikan genosida ini lebih kuat lagi. Salah satu langkah konkret yang diharapkan adalah pertemuan langsung antara Presiden dengan tokoh-tokoh ormas Islam untuk membahas langkah-langkah strategis dalam persoalan ini,” tegasnya.
Ustadz Zaitun juga mengusulkan agar Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa, baik dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun platform global lain yang melibatkan negara-negara pendukung Palestina, termasuk Afrika Selatan dan Spanyol.
“Banyak negara non-OKI juga mendukung Palestina. Maka, jika Indonesia menginisiasi KTT ini, hal itu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam membela hak-hak rakyat Palestina,” ujarnya.
Dalam rangka memperkuat dukungan nasional terhadap Palestina, Ustadz Zaitun juga mengusulkan aksi besar-besaran yang melibatkan ulama, ormas, dan masyarakat luas, dengan kehadiran langsung Presiden sebagai simbol persatuan.
“Jika Presiden hadir dalam aksi tersebut, didampingi tokoh-tokoh nasional dan ulama lintas ormas, ini akan menunjukkan bahwa Indonesia bersatu dalam perjuangan ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah ormas besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah telah menyepakati pentingnya langkah konkret dari pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional.
Dalam Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada Ahad (18/5), Ustaz Zaitun mengingatkan bahwa kondisi di Palestina, khususnya Gaza, semakin memprihatinkan.
“Genosida yang terus berlangsung memanggil kita semua untuk bertindak. Sebagai umat Islam di Indonesia, tanggung jawab kita bukan hanya berdoa, tetapi juga menguatkan solidaritas dan langkah-langkah nyata,” tuturnya.
“Saya percaya, Indonesia memiliki posisi strategis di dunia internasional untuk menghentikan kezaliman ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah, ulama, ormas, dan masyarakat, kita dapat menunjukkan kekuatan persatuan yang membawa perubahan,” tambahnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh para ulama dari berbagai latar belakang ormas dan lembaga. Seluruh peserta sepakat untuk terus mendorong langkah konkret dari pemerintah Indonesia dalam membela Palestina di kancah internasional.
Laporan: Media UZR
Editor: Admin MDcom













































































