MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar sukses menyelenggarakan Webinar Hadis Internasional dengan tema “Peran Ilmu Hadis di Era Kontemporer” secara hybrid, Sabtu (01/06/2024).
Webinar yang menghadirkan dua pemateri Internasional ini, dirangkaikan dengan launching Program Studi (Prodi) baru di bidang ilmu hadis.
Mudir STIBA Makassar Ustaz Ahmad Hanafi membacakan keputusan Kementrian Agama RI terkait izin penyelenggaraan program Studi Ilmu Hadis.
“Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 227 tahun 2024 tentang izin penyelenggaraan program studi ilmu hadits untuk program sarjana pada STIBA Makassar dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Agama Republik Indonesia memutuskan, menetapkan keputusan Menteri Agama tentang izin penyelenggaraan program studi ilmu Hadis untuk program sarjana pada STIBA Makassar,” ucapnya.
Ustaz Hanafi juga menceritakan bahwa Prodi Ilmu Hadis adalah prodi yang ke-4 di STIBA Makassar dan telah direncanakan dari 10 tahun yang lalu, namun baru terlaksana pada tahun 2024 ini.
Diselenggarakan secara offline, Kegiatan Webinar yang dibuka langsung oleh Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah ini berlangsung di Masjid Anas bin Malik STIBA Makassar.
Dalam sambutannya, Ustaz Rahmat menyampaikan bahwa Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah akan selalu mensuport lembaga-lembaga pendidikan WI dan secara khusus adalah STIBA Makassar.
“DPP terus mendorong untuk alih status dari sekolah tinggi menjadi institue. Mudah-mudahan bisa lebih segera,” kata beliau.
Ustaz Rahmat menyampaikan bahwa jumlah prodi yang semakin banyak, akan menjadi alternatif pilihan untuk para calon Mahasiswa pada saat mereka akan mendaftar di STIBA Makassar.
“kita bisa menambah jumlah prodi lebih banyak, buat pilihan lebih banyak kepada calon-calon Mahasiswa dan tentu juga Mahasiswi,” lanjutnya.
Jumlah dari prodi yang banyak tersebut, menurut beliau adalah merupakan kebutuhan dakwah agar dakwah yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah akan berjalan dari berbagai disipilin ilmu.
“Semakin banyak prodi semakin banyak pilihan tentu saja. kita memerlukan para pejuang dakwah dari berbagai disiplin ilmu” harap beliau.
Ustaz Rahmat berharap, prodi hadis yang baru dibuka tersebut menjadi prodi yang nantinya akan lebih duluan unggul.
Laporan: Humas STIBA
Editor: Admin MDcom
















































































