MUJAHIDDAKWAH.COM, SULAWESI – Kerentanan perubahan iklim atau pergeseran lempeng bumi berpotensi menjadi ancaman bencana alam.
Di kepulauan Sulawesi beberapa bencana skala besar terjadi beberapa tahun belakang, seperti gempa, tsunami dan likuivaksi yang melanda Palu dan Dongala-Sulteng, gempa bumi di Mamuju-Sulbar, atau banjir bandang di Masamba – Sulsel.
Pada setiap kejadian itu menimbulkan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit.
Sebagai bagian tanggap bencana, lembaga relawan kemanusiaan Search And Rescue (SAR) Nasional Hidayatullah beserta Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) senantiasa menyiapkan tenaga relawan terampil.
“Seperti selama ini dilakukan, Alhamdulilllah BMH selalu hadir terdepan dalam memberikan pertolongan pada bencana yang terjadi,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulsel, Kadir.
Sebagai langkah kesiapan terbaru BMH dan SAR Hidayatullah kembali menyepakati peningkatan kapasitas relawan kemanusiaan.
“Relawan di lapangan harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan, mulai dari evakuasi korban, pengelolaan bantuan logistik, atau penanganan recovery pasca bencana,” imbuh Kadir.
Oleh karena itu pada 18-28 Februari 2022 telah disiapkan wadah tersebut dalam bentuk Diklat SAR di Bulukumba.
“Insyaallah kita bersepakat untuk memberikan support pada Diklat SAR yang siap dilaksanakan segera,” tutup Kadir bru-baru ini.
Laporan: Herim
Editor: Muh Akbar

















































































