Sekembali dari aktivitas sebagai relawan kurang lebih enam bulan di Aceh pada tahun 2004, Ustadz Umar Soleh seperti biasa kembali melakoni kegitan sehari-hari sebagai da’i murabbi, khususnya sebagai salah satu pucuk pimpinan Pondok Tahfidz Wahdah Islamiyah yang berlokasi di Kassi Antang Makassar.

Beberapa tahun berselang, pada tahun 2009 untuk tujuan strategis pengembangan dakwah di pulau Jawa khususnya di ibukota, Ustadz Umar dipilih untuk diutus berangkat ke ibukota Jakarta merambah dakwah di sana.

Awal kedatangan di Jakarta, beliau tinggal bersama beberapa Ikhwah di Kantor Perwakilan Ketua Umum (KPKU) dengan tugas sebagai asisten Ketua Umum Wahdah Islamiyah. Sebagai salah satu yang terdekat dengan Pimpinan Umum saat itu, beliau nampak sangat piawai memainkan perannya, lincah dan disiplin sudah menjadi karakternya saat diberikan amanah. Itu semua terbukti sejak masih berada di kota Makassar dengan segundang aktivitas dakwah dan kesibukan sehari-hari beliau.

Pada asalnya, keberangkatan Ustadz Umar ke Jakarta bukan hanya bertugas sebagai asisten Ketua Umum tetapi ada agenda strategis lainnya yang telah direncanakan sebagai salah satu upaya pengembangan dakwah Wahdah Islamiyah disana. Maka, tugas lain yang diemban oleh beliau adalah menjadi pimpinan Yayasan Al Hijaz al Khairiyyah Indonesia, sebuah Yayasan yang berada di Depok Jawa Barat yang berfokus pada pemberdayaan ummat melalui lembaga Pendidikan, keagamaan, sosial kemusiaan dan keummatan.

BACA JUGA: SEJARAH LENGKAP USTADZ UMAR SOLEH

Diantara tugas penting beliau adalah mengatur agenda-agenda ketua umum, agenda harian, agenda bulanan tercatat baik dalam buku catatan Ustadz Umar Soleh. Agenda mendampingi ketua umum sudah merupakan agenda rutin beliau, pertemuan dengan tokoh-tokoh atau ormas dalam rangka membangun komunikasi, membukan kran dakwah serta mencari celah kebuntuan dakwah ibu kota saat itu.

Kedatangan beliau di Al Hijaz diawali saat proses pembangunan pesantren yayasan, karena kondisi bangunan yang masih on-proses, Ustadz Umar sementara waktu berdomisili di Pondok Cabe sekaligus membantu pemembinaan beberapa bulan. Setelah bangunan selesai, barulah beliau ke Al Hijaz menggantikan Ustaz Sobar Siswoyo yang merupakan pimpinan Yayasan sebelum Ustaz Umar.

Secara herarki, kepengurusan Al Hijaz pertama kali diketuai oleh Ustaz Supriadi Yusuf Boni, Ustaz Sobar bertindak sebagai ketua divisi dakwah, sementara Ustaz Islahuddin Gunawan berposisi sebagai ketua pembangunan infrastuktur Yayasan adapun ustaz Muflih menjabat sebagai Sekretaris.

Ketika kepemimpinan telah beralih ke Ustaz Umar Soleh, secara struktural Ustaz Muflih menjabat rangkap dua jabatan, sebagai sekretaris dan bendahara adapun Ustaz Sobar beralih menjadi relawan biasa Yayasan dan Guru di sekolah.

Selama berada di Al Hijaz sosok beliau dikenal tegas, disiplin, tetapi sangat penyayang terhadap anak-anak didiknya. Kebersihan dan keteraturan menjadi protitas kehidupan sehari-hari sehingga pondok begitu rapi dan bersih. Pola pembinaannya sangat mengumkan bisa menarik simpati siapa saja yang diajarnya tidak terkecuali pengelola Al Hijaz, sekaligus ini menjadi contoh di pondok dan yayasan.

Sangat tenang ketika menghadapi masalah-masalah, selain itu dikenal sangat taat pada pimpinan. Semua terbukti ketika beliau dimanahkan dengan berbagai amanah oleh pimpinan, tak satupun yang dilalaikan. Kalimat penyemangat yang selalu beliau sampaikan kepada anggota adalah “Hidupku telah ku wakafkan untuk dakwah dan perjuangan.”

Saat menjadi pimpinan Al Hijaz beliau menerapkan menegerial yang sangat baik, anggota-anggota yang membersamainya pun mengambil banyak manfaat dengan pola dan sistem kepemimpinan yang diterapkan. Tegas, konsistensi khususnya dalam menjalankan SOP yang telah sudah disepakati, kerapian, kebersihan, dan bagaimana menerapkan management organisasi dengan baik. Point penting dari sosok Ustaz Umar Soleh adalah prinsip “amal jamai”, bekerja secara bersama.

BACA JUGA: SEJARAH TOKOH-TOKOH WAHDAH ISLAMIYAH LAINNYA

Salah satu hal yang selalu ditekankan oleh beliau kepada seluruh anggotanya adalah mengerjakan apa saja yang telah diamanahkan. Konsep Tanzim Jama’I merupakan konsep baku yang ada dalam kamus kehidupan Ustaz Umar Soleh. Pembagian job bagi seluruh anggota menjadi sebuah keniscayaan demi berjalannya agenda-agenda dakwah khususnya untuk mendampingi kesibukan ketua Umum.

Semangat beliau terus membara meskipun kesehatan beliau terus menurun sehingga cita-cita beliau berkhidmat demi Lembaga di wilayah ibu kota semakin terhambat. Meskipun demikian, dengan kondisi sakit-sakitan beliau tidak pernah berhenti mengingatkan amanah-amanah anggota sudah berjalan atau tidak apakah itu secara lisan ataukah melalui tulisan jika memang sedang istirahat.

Tetapi karena kondisi yang semakin memburuk, beliau dikembalikan ke Makassar untuk perawatan, dan ternyata kepulangan beliau ke kota awal beliau memulai perjuangan dakwah menjadi kepulangan terakhir. Karena pada saat itu jugalah Allah menakdirkan sakit beliau semakin parah dan asbab itulah beliau meninggal dunia Rahimahullah.

Referensi:
1. Ustaz Sobar Siswoyo
2. Ustaz Muflih
3. Situs resmi Yayasan Al Hijaz (www.alhijaz.or.id)

***********

Bersambung, Insya Allah..

Makassar, 12 Agustus 2021

Penulis: Ustadz Syandri Syaban, Lc., M.Ag
(Almuni Internasional Islamic University Islamabad Pakistan, Dosen STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan