Penyintas Covid-19 adalah orang yang sembuh dari Covid-19. Secara seloroh sering diberi gelar Lc, seperti gelar sarjana agama lulusan Timur Tengah, singkatan dari lulusan Covid. Penderita Covid ada bermacam-macam. Ada yang OTG alias tanpa gejala, ada yang bergejala mulai dari yang ringan hingga berat bahkan sampai mengakibatkan kematian.

Tapi bagi seluruh jenis penderita Covid tersebut tidak ada yang enak. Yang paling minim OTG pun ketika harus isoman 10 hari atau 14 hari pasti mengalami masa-masa yang menderita.

Namun ketika para penderita ini ikhlas, ridha dan sabar dengan senantiasa membasahi lidah mereka dengan dzikir dan doa, termasuk membaca istirja’ -inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, maka Allah akan memberikan pahala baginya. Allah akan hapus dosanya. Allah akan naikkan derajatnya.

Allah memang menginginkan mahluk yang diujinya berhasil melewatinya dengan ikhlas, bersabar dan husnudzan kepada-Nya. Maka, Ia menyediakan pahala yang banyak bagi mereka-mereka yang berhasil melewati ujian iman dengan sakit itu.

Masih ada satu lagi ”hadiah” bagi mereka yang telah lolos ujian kesabaran dan menjadi penyintas Covid-19 yaitu, ketika dia teringat musibah tersebut yang pernah dialaminya dan kemudian kembali berdzikir dengan mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, Allah akan berikan satu pahala baru lagi padanya. Kapan lagi nanti dia ingat dan mengucapkan kalimat istirja maka Allah beri lagi dia pahala baru.

Sehingga pengalaman sakitnya dia itu menjadi semacam ”wasilah” baginya untuk menimba pahala setiap saat. Subhanallah, betapa sayangnya Allah pada mahluk-Nya terutama bagi yang sedang Ia uji.

Itulah kabar gembira bagi penyintas Covid-19 dan semua orang mukmin yang bersabar mendapati musibah, apapun bentuk musibahnya. Kabar itu disampaikan langsung oleh baginda Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau saw bersabda,

”Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, meskipun telah lama kejadiannya, lalu teringat dan kembali mengucapkan kalimat istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi rajiun), melainkan Allah akan memberi pahala baru seperti yang dahulu ia terima ketika mendapat musibah itu.”

Kita pernah jalan kaki dan karena mata kita ”meleng” kaki kita terantuk batu dan rasanya sakit sekali. Spontan kita mengucapkan kalimat istirja’, satu pahala bagi kita. Lalu beberapa waktu kemudian, ketika sedang merenung kita teringat kembali peristiwa kaki kita tersandung itu, lagi kita ucapkan kalimat istirja’ maka Allah berikan pahala baru baginya.

Namun bagi penderita yang tidak sabar, tidak terima takdir dari Allah dan bahkan memaki-maki Allah atas takdir yang ditimpakan kepadanya, atau boro-boro ingat Allah kerjaannya hanya mengeluh meratapi diri, maka kala itu dia tidak mendapat pahala dari Allah, tidak dihapus dosanya, tidak dinaikkan derajatnya.

Bahkan ada orang yang yang keyakinannya goyah dan berpendapat, adanya pandemi Covid-19 ini menunjukkan Tuhan itu tidak ada. Kalaupun ada, Tuhan tidak peduli dan tidak adil. Naudzu billah min dzalik. Ibaratnya orang ini ”sudah jatuh tertimpa tangga”. Semoga kita dijauhkan dari sikap semacam itu.

Ingat, Covid-19 ini obatnya cuma 2. Menjauh dari sumber virus dan meningkatkan imunitas. Menjauh dari virus dilakukan dengan protokol kesehatan. Sedangkan imunitas ditingkatkan selain dengan asupan makanan yang baik, juga mentalitas si sakit.

Kata para ahli, asupan makanan hanya berkontribusi 40% membangun imunitas sedangkan sisanya adalah masalah mental atau spiritual. Inilah yang dimaksud dengan sikap ikhlas, sabar, tawakal, ridha dan husnudzan terhadap keputusan Allah. Satu hal kita bisa berpikir, jika kita berhasil melewati ujian ini maka peristiwa ini bisa menjadi sarana untuk ”meraup” pahala-pahala baru di masa datang.

Sungguh Allah Maha Pengasih tak pilih kasih dan Maha Penyayang yang kasih sayang-Nya tiada terbilang. Sesakit apapun dan seberat bagaimana pun, janganlah itu diabaikan. #takhentimemotivasi.

************

Penulis: Dr. Budi Handrianto, M.Pd.I
(Sekprodi S3 Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor, Penulis Buku dan Peneliti Senior INSISTS)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan