Telah berlalu beberapa hari sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan. Kini kita berada sepuluh hari yang kedua dari bulan Ramadhan ini. Marilah kita bermuhasabah. Bagaimana kita mengisi sepuluh hari pertama yang telah berlalu? Apakah kita menjaga hari-hari tersebut dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala? Apakah kita meraih faidah pada sepuluh hari tersebut?

Jika diri kita telah menjaga sepuluh hari pertama dengan sebaik-baiknya, kini saatnya bagi kita mengumpulkan bekal untuk menyempurnakan hari-hari Ramadhan yang tersisa. Namun jika diri kita ceroboh dan bermalas-malasan pada sepuluh hari pertama, kini saatnya kita bertaubat dan memperbaiki diri untuk menghadapi hari-hari yang tersisa dari bulan Ramadhan ini sebelum Ramadhan meninggalkan kita, sedangkan kita tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga selama berpuasa. Jika sepuluh hari pertama Ramadhan kita isi dengan maksiat, maka kita wajib bertaubat, menyesal dan memperbaiki amal. Kesempatan itu masih ada! Jangan pernah kita sia-siakan karena kesempatan hari ini belum tentu kita dapatkan di hari esok.

Hari-hari ini adalah hari-hari penuh dengan kebaikan, jika kita memanfaatkannya dalam ketaatan kepada Allah, maka akan dicatat sebagai kebaikan yang akan menjadi hujjah kita di akhirat kelak, sekecil apapun kebaikan itu di mata kita. Namun, jika kita mengisi hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan kemaksiatan dan kelalaian, maka kita termasuk orang yang merugi. Akan tetapi, pintu taubat masih terbuka dan Ramadhan masih tersisa beberapa hari. Jika kita bertaubat kepada Allah maka Allah akan mengampuni dan menghapus kejelekan dan dosa yang telah berlalu. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

“Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)

Dari hadits diatas, dikatakan bahwa orang yang berbuat dosa dan dia bertaubat, maka dia seperti tidak pernah melakukannya. Ini adalah kelembutan Allah Subhanahu Wata’ala kepada hamba-hamba-Nya. Dimana, saat ini Allah masih memberikan kita kesempatan yang tidak semua orang bisa merasakannya yaitu kesempatan berjumpanya kita dengan bulan yang suci, bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan ini, kita jadikam momentum untuk beribadah dan bertaubat Allah subhanahu wa ta’ala. Beramallah! Sebelum bulan Ramadhan ini berlalu! Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran serta saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Setiap manusia merugi pada hari kiamat, kecuali orang yang memenuhi empat kriteria sebagaimana Allah Subhanahu wata’ala sebutkan dalam surat Al-Ashr, yaitu beriman, beramal shalih, saling mengingatkan dan saling berwasiat dalam kebenaran (iman dan amal shalih), dan saling mengingatkan dalam kesabaran. Orang yang memenuhi kriteria ini adalah orang yang selamat dan meraih faidah dan kebaikan dalam kehidupan. Adapun orang-orang yang menyia-nyiakan waktu istimewa seperti bulan Ramadhan ini, maka dia mendapatkan kerugian pada hari kiamat.

Bermuhasabahlah! Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang menyesal karena melalaikan bulan Ramadhan ini. Bulan Ramadhan adalah nikmat yang besar dari Allâh Ta’ala, tetapi banyak manusia tertipu dan mendapatkan kerugian terhadap nikmat tersebut.

kesempatan emas yang Allah berikan kepada kita sampai saat ini, sepatutnya kita maksimalkan untuk melakukan ketaatan dan menyiapkan bekal-bekal kebaikan.

Karena sejatinya penyesalan itu hanya dirasakan oleh orang-orang yang kehilangan. Kehilangan bulan Ramadhan yang hanya bertamu sekali setahun, bulan yang sangat mulia diantara bulan yang lain, bulan dilipatgandakannya pahala ibadah, yang tidak bisa kita pastikan akan kembali berjumpa dengannya di tahun berikutnya.

***********

Bulukumba, 15 April 2021

Penulis: Wahyuni Subhan
(Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Pengurus Mujahid Dakwah Media)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan