MUJAHIDDAKWAH.COM, BULUKUMBA – Sayyid Fadhillah, S.T pada kuliah pemikiran islam (KUPAS) yang diselenggarakan oleh LIDMI Bulukumba. Menyampaikan darurat pendidikan dengan kurikulum liberal yang disisipkan. Pada hari Sabtu (20/02/2021)

Lulusan Universitas Muslim Indonesia tersebut membongkar strategi kaum liberal dalam merubah sistem islam yg sebenarnya sudah melekat pada masyarakat negara indonesia secara khusus dan masyarakat dunia secara umum.

Menurutnya, selama ini kaum liberal tidak repot repot membuat lembaga, yayasan ataupun sejenisnya. Mereka cukup membuat kurikulum yang kemudian ditanamkan kedalam kurikukum pendidikan dan instansi yang dibentuk ulama.

“Banyak contoh pemikir liberal yang menanamkan kurikulumnya terhadap kampus-kampus,mereka cukup bawa kurikulum ke kampus, dan ulama pendiri tidak bisa buat apa-apa. karna kurikulum yang mereka bawa kuat,ohh kita tidak bisa apa apa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menerangkan pentingnya pemikir pemikir islam yang militan dan cerdas untuk melawan pemikiran seperti itu menggunakan pemikiran islam yang lurus. Bukan sekedar berdakwah lewat hati ke hati.

“Kita tidak bisa berdakwah lewat hati kehati saja, kita juga harus bisa berdakwah lewat pemikiran, Kurikulum liberal yang ditanamkan, tidak akan mudah di hapus, karna sudah melekat. Siapapun yang mencoba merubah secara langsung, maka akan terpental sendiri,” tegasnya.

Ketua Kajian strategis PP LIDMI ini juga menyampaikan pentingnya membuat nilai dasar dalam organisasi dan instansi instansi islam, bukan sekedar membuat lembaga yang kelak akan mudah diracuni pemikiran liberal.

“Makanya, kita itu butuh sebuah nilai dasar perjuangan. Semisal Al-Qur’an yang di tafsirkan, jangan hanya membuat lembaga saja, karna itu akan mudah dimasuki kurikulum liberal,” tutupnya.

Reporter: Fadli Anas
Editor: Muh Ikram