MUJAHIDDAKWAH.COM, BANDUNG – Komunitas Student Rihlah Indonesia merupakan salah satu komunitas yang bergerak di bidang pemikiran pendidikan, kebudayaan dan peradaban terus mengadakan inovasi kegiatan di masa pandemi covid 19, dengan mengadakan Kuliah Literasi yang membahas Jelas Islam di Bogor Jawa Barat, di adakan melalui virtual online pada Jumat Malam (15/12/2020).

Jejak masuknya Islam di Bogor Jawa Barat adalah pembahasan yang panjang, dalam materi ini Dr. Mumuh Muhsin, M.Hum memaparkan history jejak Islam di Bogor.

“Bogor sebenarnya memiliki latar historis yang amat panjang. Hal ini didasarkan pada temuan data arkeologis dan historis bahwa di wilayah geografis, yang kemudian bernama Bogor itu, pada masa-masa sebelumnya merupakan tempat berdirinya kerajaan yang terbilang besar. Kerajaan-kerajaan yang berlokasi di sekitar wilayah itu adalah: kerajaan Tarumanegara (abad IV-VII), Kerajaan Sunda (abad VII-IX), dan Kerajaan Pakuan Pajajaran (abad XV-XVI),” ujarnya.

Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Diperkirakan masih seputaran abad itu pula Islam masuk ke banyak daerah di Indonesia termasuk ke Jawa Barat melalui aktivitas perdagangan.

“Islam menjadi sebuah kekuatan politik di wilayah Jawa Barat terjadi pada ke-14/15 Masehi. Dua kerajaan utama sebagai pusat kekuasaan Islam adalah Cirebon dan Banten dengan tokoh utamanya Sunan Gunung Jati dan Faletehan. Melalui kedua tempat dan kedua orang inilah Agama Islam menyebar ke wilayah pedalaman di Jawa Barat,” lanjutnya.

Dosen Departemen Sejarah dan Filologi Universitas Padjadjaran tersebut menjelaskan masuknya Islam ke daerah pedalaman Jawa Barat Pada perempat kedua abad ke-16 Masehi seluruh Pantai Utara Jawa Barat telah berada di bawah penguasaan pemimpin-pemimpin Islam.

“Adapun penyebaran Islam ke daerah-daerah pedalaman Jawa Barat dilakukan setelah itu. Daerah-daerah di Jawa Barat yang diislamkan oleh Sunan Gunung Jati, Cirebon, Banten, Kalapa, Kuningan, Sindangkasih, Talaga, Luragung, Ukur, Cibalagung, Kluntung Bantar, Pagadingan, Indralaya, Batulayang, dan Imbanganten. Daerah Priangan Selatan diislamkan oleh Haji Abdullah Iman, ua-nya Sunan Gunung Jati. Pangeran Makhdum mengislamkan daerah Pasir Luhur. Galuh dan Sumedang diislamkan oleh Cirebon pada masa Sunan Gunung Jati,” tegasnya.

Penyebaran agama Islam ke daerah pedalaman Banten (Banten Selatan) dilakukan pada waktu Pangeran Hasanudin memegang kekuasaan di daerah itu, yaitu tahun 1526-1552 sebagai bupati Banten, dan pada tahun 1552-1570 sebagai Sultan Banten. Maulana Yusuf, putera Pangeran Hasanudin yang menggantikan kedudukan ayahnya (1570-1580), melanjutkan usaha Pangeran Hasanudin menyebarkan Islam di pedalaman Banten.

Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom

Tinggalkan Balasan