Islamnya Tsumamah bin Utsal
Dalam Sahih Bukhari disebutkan dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu berkata,
“Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengirim pasukan menuju Najed, lalu mereka
menangkap seseorang dari Bani Hanifah, Tsumamah bin Utsal
pemimpin penduduk Yamamah, kemudian mereka mengikatnya pada
salah satu tiang masjid, lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم menemuinya dan bersabda kepadanya: “Apa yang kamu miliki hai Tsumamah?” ia menjawab,
“Wahai Muhammad, aku memiliki apa yang lebih baik, jika engkau
membunuhnya maka engkau telah membunuh yang memiliki darah, dan
jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang bersyukur,
namun jika engkau menginginkan harta maka mintalah niscaya engkau
akan diberi apa saja yang engkau inginkan.” Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم meninggalkannya, hingga keesokan harinya beliau bertanya, “Apa yang engkau miliki wahai Tsumamah?” ia menjawab, “Seperti yang aku
katakan, jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang
bersyukur, jika engkau membunuh maka engkau membunuh yang
memiliki darah, jika engkau menginginkan harta maka mintalah
niscaya engkau akan diberi apa yang engkau mau.” Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم meninggalkannya, hingga keesokan harinya beliau bertanya lagi: “Apa yang engkau miliki wahai Tsumamah?” ia menjawab, “Seperti yang aku katakan, jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang
bersyukur, jika engkau membunuh maka engkau membunuh yang
memiliki darah, jika engkau menginginkan harta maka mintalah
niscaya engkau akan diberi apa yang engkau mau, ” Rasulullah صلى الله عليه وسلم kemudian bersabda kepada sahabatnya; “Bawalah Tsumamah” lalu mereka pun membawanya ke sebatang pohon kurma di samping masjid,
ia pun mandi dan masuk masjid kembali, kemudian berkata; “Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya
Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, demi Allah,
dahulu tidak ada wajah di atas bumi ini yang lebih aku benci selain
wajahmu, namun sekarang wajahmu menjadi wajah yang paling aku
cintai dari pada yang lain, dan demi Allah, dahulu tidak ada agama
yang lebih aku benci selain dari agamamu, namun saat ini agamamu
menjadi agama yang paling aku cintai di antara yang lain, demi Allah
dahulu tidak ada wilayah yang paling aku benci selain tempatmu, namun
sekarang ia menjadi wilayah yang paling aku cintai di antara yang lain,
sesungguhnya utusanmu telah menangkapku dan aku hendak
melaksanakan umrah, bagaimana pendapatmu?” Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberinya kabar gembira dan memerintahkannya untuk melakukan umrah, ketika ia sampai di Makkah seseorang berkata kepadanya; “Apakah engkau telah murtad?” Ia menjawab; “Tidak, tetapi aku telah masuk Islam bersama Muhammad صلى الله عليه وسلم, dan demi Allah tidaklah kalian akan mendapatkan gandum dari Yamamah kecuali mendapatkan izin dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم.” (HR. Bukhari 5/170 no. 4372)
Rupanya hidayah menyapa Tsumamah setelah diikat
selama tiga hari di salah satu tiang masjid Nabawi. Sebagian
ulama mengatakan bahwa di antara sebab Tsumamah
mendapatkan hidayah adalah karena tatkala dia diikat di masjid,
dia melihat Nabi صلى الله عليه وسلم shalat, dia mendengar bacaan Alquran, dia
mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم berceramah. Lihatlah bagaimana
Tsumamah masuk Islam tanpa disengaja dan direncanakan.
Dan lihatlah bagaimana perasaan dia setelah masuk ke dalam Islam, dia kemudian menjadi cinta kepad Nabi صلى الله عليه وسلم, kepada
agama Islam, dan kepada kota Nabi صلى الله عليه وسلم.
Jika Tsumamah masuk Islam karena diikat di masjid, maka
dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa ada kisah orang yang
masuk Islam karena diberi kambing.
Dari Anas bin Malik
radhiallahu ‘anhu berkata,
“Ada seorang laki-laki meminta kambing kepada Nabi صلى الله عليه وسلم di antaradua bukit. Kemudian tanpa ragu-ragu, Rasulullah pun memberikan
kambingnya kepada orang itu. Lalu orang itu datang kepada kaumnya
(dalam keadaan telah berislam) seraya berkata; “Hai, kaumku!
Masuklah kalian semua ke dalam agama Islam kalian! Demi Allah,
sesungguhnya Muhammad telah memberiku suatu pemberian tanpa takut
miskin.” Maka Anas berkata; “Jika ada seseorang yang dahulu masuk
Islam karena niat menginginkan harta dunia, tidaklah ia masuk Islam
sehingga Islam itu sendiri lebih dicintainya dari pada dunia dan segala
isinya.” (HR. Muslim 4/1806 no. 2312)
Maksud dari meminta seekor kambing di antara dua bukit
adalah dia meminta kambing dengan jumlah yang sangat
banyak kepada Rasulullah. Bahkan orang tersebut mengajak
kaumnya untuk masuk kedalam Islam. Seakan-akan orang
tersebut menyerukan bahwa barangsiapa yang mau kambing, maka masuklah ke dalam Islam.
Akan tetapi sebagaimana perkataan Anas bin Malik dalam ayat ini bahwa meskipun seseorang awalnya masuk Islam karena harta dunia, namun
tatkala dia masuk Islam, diapun akan lebih mencintai Islam
daripada dunia dan seisinya.
***********
Penulis: Ustadz DR. firanda Andirja, Lc. Ma.
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)









































































