MUJAHID DAKWAH. COM, JAKARTA – Pemerintah kota Makassar telah menegaskan semua aktivitas pergudangan dan pabrik agar kiranya tidak ada lagi dalam kota dan sudah memiliki perda walikota makassar bahwa setiap aktivitas gudang dan pabrik dipindahkan dikawasan PT.KIMA.

Untuk masyarakat sendiri yang dekat dengan pergudangan PT Pinus Merah produk makan nabati jalan Mappainga, kelurahan Barombong, kecamatan Tamalate kota Makassar, Mus mengatakan sangat menganggu. Apa lagi mobil truk truk besar masuk angkat barang disana terkadang menghalangi jalan kami dan pemerintah kota makassar seharusnya berani menertibkan jangan karna orang besar dibelakangnya tidak tegas dalam mengambil keputusan.”ucap mus saat ditemui sore tadi didepan Alfa, Sabtu,15 juni 2019.

Sementara itu pihak penanggung jawab usaha, Saiye mengatakan terkait masalah izin pergudangan dan izin lainnya kami sementara urus, 7 ruko ini hanya kami sewa selama 3 tahun

Lanjut jelasnya, kami melakukan operasi bongkar muat disini sudah 9 bulan lamanya jadi sisa kontrak kami 2 tahun lebih lagi. Sekali lagi terkait masalah izin kami lagi mengurus dan masalah aturan itu urusannya lain,” ucap Saiye

Beberapa gudang yang ditemukan pihak berwenang dinas terkait kota Makassar, seperti Mahameru dijalan Mappanyuki tidak diberikan sanksi. mereka cuma di intruksikan untuk menjadi toko Mahameru Mart padahal sebetulnya gudang juga ditengah kota,” ungkapnya

Sementara pemerintah kota makassar, Dinas Perdagangan kota Makassar melalui Kasie Pengkajian, Erwin saat dikonfirmasi via whatsappnya mengatakan bahwa Perusahaan tersebut sudah dikasih surat teguran ke 2 dan ada balasan suratnya, sementara proses pengurusan di PTSP Izin Usahanya

Perlu saya pertegas belum ada izinnya, hanya tanda terima berkas pengurusan izin. Sesuai perintah dan petunjuk kadis untuk melakukan cek fisik dilokasi usaha dan kami sudah lakukan pengecekan fisik sebagai bahan kajian untuk rekomendasi dapat tidaknya dibuatkan izin

Soal aturan Perwali, saya hanya laksanakan perintah kadis Perdagangan kota Makassar bu Nielma.”tutup Erwin

Lain halnya dengan Kepala Pemerintah kecamatan Tamalate, Farhat Yusuf saat dikonfirmasi lewat chat WhatsApp cuma mengirimkan foto gambar petugas Sdatpol PP lagi berkunjung ketempat pergudangan tersebut. Saat ditanyakan terkait tindak lanjut hasilnya, dirinya tidak lagi membalas pesan whatsapp tim investigasi GoWa-MO/muh.yusuf hafid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here