MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Sekitar 1.500 pemukim Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa pada Minggu, hari kedua yang disebut sebagai hari raya Yahudi Sukkot, di bawah pengamanan ketat polisi Israel dan di tengah pembatasan luas terhadap warga Palestina di Kota Tua Yerusalem yang diduduki.
Pemerintah Provinsi Yerusalem mengatakan para pemukim memasuki Masjid Al-Aqsa secara berkelompok melalui Gerbang Maghariba, dengan perlindungan polisi Israel. Setelah penyerbuan selesai, otoritas Israel menutup gerbang tersebut.
Di halaman masjid, para pemukim melakukan ritual dan doa Talmud, terutama di sekitar Gerbang Qattanin. Mereka juga membawa apa yang disebut “persembahan tumbuhan” ke halaman masjid, sementara penyerbuan dan ritual terus berlangsung di dalam kompleks Al-Aqsa.
Sejumlah pemukim juga melakukan doa dan ritual Talmud di bagian luar Gerbang Hittah, salah satu pintu Masjid Al-Aqsa. Pada saat yang sama, tindakan pembatasan Israel di sekitar masjid dan Kota Tua terus diperketat.
Di Pasar Qattanin yang menuju Masjid Al-Aqsa, otoritas Israel memaksa sejumlah pemilik toko untuk menutup usaha mereka. Pada saat yang sama, para pemukim melakukan ritual Talmud di dalam pasar dan pembatasan diberlakukan terhadap pergerakan warga di Kota Tua.
Penyerbuan tersebut berlangsung di tengah pengetatan tindakan militer Israel di Yerusalem dan pembatasan terhadap akses serta pergerakan jamaah. Langkah tersebut berlangsung bersamaan dengan hari-hari raya Yahudi yang biasanya diwarnai peningkatan penyerbuan pemukim ke Masjid Al-Aqsa.
Pemerintah Provinsi Yerusalem sebelumnya mendokumentasikan 1.143 pemukim memasuki Al-Aqsa pada Minggu pagi. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi sekitar 1.500 orang berdasarkan data terbaru.
Pemerintah provinsi tersebut juga menyebut penyerbuan itu mencakup ritual Talmud, tarian kelompok, serta membawa apa yang disebut sebagai persembahan tumbuhan ke halaman masjid.
Menurut data Pemerintah Provinsi Yerusalem, jumlah pemukim yang memasuki Masjid Al-Aqsa sejak awal tahun hingga akhir Agustus lalu mencapai sekitar 40.661 orang.
Sementara itu, jumlah keputusan untuk mengeluarkan warga Yerusalem dari Masjid Al-Aqsa mencapai sekitar 800 keputusan sejak awal tahun hingga awal September ini.
Penyerbuan meningkat selama musim hari raya Yahudi. Rangkaian tersebut dimulai dengan Tahun Baru Ibrani pada 12 dan 13 September, kemudian Yom Kippur pada 21 dan 22 September.
Sementara itu, hari raya Sukkot berlangsung dari 26 September hingga 2 Oktober mendatang, dilanjutkan dengan Simchat Torah pada 3 Oktober.Berit
Sumber: Palinfo















































































