MUJAHIDDAKWAH.COM, BERAU – Dalam kehidupan kampung yang dikenal sebagai lumbung padi dan penghasil udang di Berau, Kalimantan Timur, suara anak-anak mengaji terdengar lirih dari sebuah bangunan sederhana.
Namanya TPA Al-Anshar, terletak di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. Di tengah kesederhanaan itu, harapan besar sedang dipupuk agar kelak dari kampung ini lahir generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Hari itu, Selasa (27/5), bukan hari biasa bagi para santri kecil di TPA Al-Anshar. Mereka kedatangan tamu istimewa dari LAZNAS BMH yang membawa amanah para donatur: 45 mushaf Al-Qur’an dan 11 buku Iqro.
Bukan hanya buku, tapi juga semangat yang dibawa untuk menyalakan kembali mimpi dan cita-cita mereka belajar agama.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Anak-anak jadi semakin semangat belajar. Ini bukan sekadar buku, tapi jembatan bagi mereka untuk mengenal Allah lebih dekat,” ungkap Ibu Hardiana, guru TPA Al-Anshar, penuh haru.
Melalui program Tebar Sejuta Al-Qur’an, BMH tidak hanya mengantarkan mushaf ke pelosok, tapi juga harapan besar: agar pendidikan Qur’ani bisa menyentuh seluruh anak bangsa, tak terkecuali yang berada di kampung-kampung terpencil.
Karena bagi mereka, belajar mengaji bukan hanya soal bisa membaca, tapi juga bekal hidup untuk masa depan.
Sabliansyah, Kepala Unit Layanan Zakat BMH Berau, menyampaikan bahwa penyaluran ini adalah bagian dari komitmen BMH dalam memperluas akses pendidikan agama ke wilayah-wilayah yang sering terlupakan.
“Setiap mushaf dan Iqro yang kami antarkan, sejatinya adalah doa dan harapan para donatur agar semakin banyak anak yang tumbuh bersama cahaya Al-Qur’an. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujarnya.
Pendidikan sejati bukan hanya terjadi di ruang kelas besar ber-AC. Ia juga tumbuh dari tikar lusuh, dari papan-papan kayu yang jadi dinding. Terutama dari suara anak-anak yang mengeja huruf demi huruf suci.
“Dan selama masih ada yang peduli, seperti para donatur dan relawan BMH, harapan itu akan terus tumbuh,” tegas Sabliansyah.
Karena membekali anak bangsa dengan Al-Qur’an, sejatinya adalah menanam cahaya di dalam jiwa mereka.
“Agar kelak mereka tumbuh tak hanya cerdas secara akal, tapi juga bersinar dalam akhlak dan iman,” tutupnya.
Laporan: Humas BMH
Editor: Admin MDcom














































































