• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Rabu, September 23, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    SAJID Audiensi dengan KPI, Soroti Disrupsi AI dan Dorong Percepatan Revisi UU Penyiaran

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

    LAZNAS Dewan Dakwah Mudahkan Umat Tunaikan ZIS untuk Dakwah Pedalaman

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in KHAZANAH, Sejarah Islam

Antara Shalahuddin Al-Ayyubi dan Imam Al-Ghazali

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 13 mins read
Juni 16, 2026
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Film Kingdom of Heaven arahan Ridley Scott cukup berhasil menampilkan sosok pahlawan Islam Shalahuddin al-Ayyubi secara lebih obyektif. Wajar, jika film yang menampilkan sisi-sisi hitam sejarah Kristen itu memeranjatkan banyak orang di Barat. Sebab, selama ini sosok Shalahuddin memang dipersepsikan sebagai โ€œmomokโ€, yang dibenci. Jenderal Geraud, saat berhasil menaklukkan Damaskus, pada abad ke-20, menginjakkan kakinya di makam Shalahuddin, sambil berteriak: โ€œSaladin, wake up. We are back!โ€

Karen Armstrong, dalam bukunya, Holy War: The Crusades and Their Impact on Todayโ€™s World, menguraikan dampak Perang Salib dalam membentuk persepsi masyarakat Barat terhadap Muslim. Film Kingdom of Heaven mengungkap fakta yang sangat kontras antara sikap pasukan Kristen dan pasukan Islam saat merebut Jerusalem. Tahun 1099, saat menduduki Jerusalem, pasukan Salib membantai hampir semua kaum Muslim dan Yahudi. Sekitar 30 ribu orang dibantai di Jerusalem, sehingga di Masjid al- Aqsha terjadi genangan darah setinggi mata kaki. Tapi, saat Shalahuddin merebut kembali Jerusalem, ia membebaskan kaum Kristen untuk meninggalkan Jerusalem dengan aman.

Sosok Shalahuddin, telah berabad-abad melegenda dalam tradisi masyarakat Barat. Jo Ann Hoeppner Moran Cruz, dalam tulisanya โ€œPopular Attitudes towards Islam in Medieval Europeโ€ (Lihat, David R. Blanks and Michael Frassetto (ed), Western Views of Islam in Medieval and Early Modern Europe, 1999), memaparkan cerita-cerita menarik seputar legenda-legenda yang hidup di kalangan masyarakat Barat pada Zaman Pertengahan terhadap Islam.

You might also like

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

September 4, 2026

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Misal, legenda tentang Eleanor of Aquitaine yang diisukan memiliki affair dengan Shalahuddin al-Ayyubi, saat ia menemani suaminya, Louis VII, dalam Perang Salib II. Ada pula legenda tentang Shalahuddin yang dikabarkan merupakan keturunan dari anak perempuan Count of Ponthieu di Utara Perancis. Juga, legenda bahwa Shalahuddin telah dibaptis pada akhir hayatnya.

Apa pun persepsi Barat tentang Shalahuddin, bagi kaum Muslim, Shalahuddin al- Ayyubi dipandang sebagai pahlawan. Hingga kini, banyak orang Muslim bangga memberi nama anaknya โ€œShalahuddinโ€. Kisah-kisah kepahlawanan Shalahuddin, Muhammad al-Fatih, dan penguasa-penguasa (umara) Muslim lainnya, telah memberikan inspirasi kepada banyak generasi Muslim, bahwa jalan kebangkitan umat Islam adalah dengan menunggu dan berusaha menghadirkan seorang pemimpin politik kenegaraan. Bahkan, terkadang, harapan itu begitu besar, saat Negara dan masyarakat dalam kondisi terpuruk, banyak yang berharap hadirnya pemimpin baru akan memberikan perubahan besar dalam kehidupan mereka. Harapan itu sering kali berakhir sia-sia. Pemimpin baru yang tampil tak mampu berbuat banyak, atau bahkan seringkali menunjukkan kualitas jauh lebih rendah dari pada citra yang dimunculkan saat kampanye pemilihan kepemimpinan negara.

Peran Ulama

Kisah kebangkitan umat Islam dalam Perang Salib โ€“ setelah terpuruk dan dibantai Pasukan Salib dari Eropa โ€“ bisa menjadi pelajaran penting bagi umat Islam saat ini. Kebangkitan umat Islam ketika itu terjadi bukan melalui hadirnya seorang pemimpin hebat seperti Shalahuddin al-Ayyubi, tetapi justru terjadi melalui kerja keras para ulama โ€“ melalui madrasah-madrasah โ€“ yang berhasil melahirkan satu generasi yang hebat, yaitu โ€œGenerasi Shalahuddinโ€ (Jiilu Shalahuddin). Kisah kebangkitan itu dipotret dan dianalisis dengan baik oleh Dr. Majid Irsan al-Kilani dalam bukunya, Hakadza Dhahara Jiilu Shalahuddin wa-Hakadza โ€˜Aadat al-Quds. Buku ini memaparkan peran ulama- ulama seperti Imam al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir al-Jilani, dan sebagainya, dalam mendidik dan melahirkan generasi Shalahuddin tersebut.

Peran Imam al-Ghazali dalam kebangkitan umat Islam saat itu juga digambarkan dalam Kitab al-Jihad yang ditulis โ€˜Ali b. Thahir al-Sulami an-Nahwi (1039-1106), seorang imam bermazhab Shafiโ€˜i dari Damaskus. Ia adalah seorang yang aktif menggalang jihad melawan pasukan Salib melalui pertemuan-pertemuan umum pada 1105 (498 H), enam tahun setelah penaklukan Jerusalem oleh pasukan Salib. Adalah sangat mungkin al-Sulami bertemu dengan al-Ghazali di Masjid Ummayad, sebab Ali al- Sulami adalah imam di Masjid tersebut dan al-Ghazali juga sempat tinggal di tempat yang sama pada awal-awal periode Perang Salib.

Dalam Kitabnya itu, Ali al-Sulami mencatat, bahwa satu-satunya solusi yang dapat menyelamatkan wilayah-wilayah Muslim, adalah menyeru kaum Muslim kepada jihad. Ada dua kondisi yang harus disiapkan sebelumnya. Pertama, โ€œreformasi moralโ€ untuk mengakhiri โ€œdegradasi spiritualโ€ kaum Muslim ketika itu. Invasi pasukan Salib harus dilihat sebagai hukuman Allah, sebagai peringatan agar kaum Muslim bersatu.

Kekalahan Muslim, menurut al-Sulami, adalah sebagai hukuman Allah atas kealpaan menjalankan kewajiban agama, dan di atas semua itu, adalah kealpaan menjalankan jihad. Tahap kedua, penggalangan kekuatan Islam untuk mengakhiri kelemahan kaum Muslim yang telah memungkinkan pasukan Salib menguasai negeri-negeri Islam. Dalam kitabnya, al-Sulami menyebutkan dengan jelas tentang situasi saat itu dan stretagi untuk mengalahkan pasukan Salib.

Konsep al-Sulami dalam melawan pasukan Salib berupa โ€œreformasi moralโ€ dari al-Ghazaliโ€™s memainkan peran penting. Sebab, menurut al-Sulami, melakukan jihad melawan pasukan Salib akan hampa jika tidak didahului dengan the greater jihad (al- jihad al-akbar). Ia juga mengimbau agar pemimpin-pemimpin Muslim memimpin jalan ini. Dengan demikian, perjuangan melawan hawa nafsu, adalah prasyarat mutlak sebelum melakukan perang melawan pasukan Salib (Franks).

Peran al-Ghazali dalam membangun moral kaum Muslim disebutkan oleh Elisseef. Bahwa, kelemahan spiritual di kalangan Muslim pada awal Perang Salib ditekankan oleh al-Ghazali, yang ketika itu mengajar di Damascus. Al-Ghazali menekankan jihad melawan hawa nafsu, melawan kejahatan, di atas jihad melawan musuh. Tujuannya adalah untuk membantu kaum Muslim mereformasi jiwa mereka.

(The spiritual laxness existing in Islam on the eve of the Crusades was underlined by al- Ghazali, in 1096. The illustrious philosopher who, at the time, was teaching in Damascus, emphasized the priority of jihad of the soul, the jihad al-akbar (the major jihad) โ€“ struggle against evil โ€“ over the jihad al-aรŽghar (the minor jihad), i.e. the struggle against infidel. His aim was to help the Muslim rediscover his soul. At this time, it was necessary to effect the reform of morals and beliefs and to create ways of combating the various heterodoxies existing in the very bosom of Islam).

Faktanya, sekitar 50 tahun kemudian, di masa Nur ad-Din Zengi, kaum Muslim mampu melaksanakan jihad efektif. Elisseef mencatat: โ€œThe person who would realize the ideal of the jihad which as-Sulami, Ghazali, and the โ€˜ulama of Damascus had advocated, was Nur ad-Din.โ€

Titik balik Perang Salib terjadi dengan kejatuhan Edessa di tangan Muslim pada 539/1144, di bawah komandan Imam al-Din Zengi, ayah Nur al-Din. Dua tahun sesudah itu, Zengi wafat, tahun 1146. Ia telah meratakan jalan buat anaknya, Nur al-Din, untuk memimpin perjuangan melawan Pasukan Salib. Pada 544/1149, Nur al-Din meraih kemenangan melawan pasukan Salib dan pada 549/1154 ia sukses menyatukan Syria di bawah kekuasaan Muslim. Nur al-Din digambarkan sebagai sosok yang sangat religius, pahlawan jihad, dan model penguasa sunni. Setelah meninggalnya Nur al-Din pada 569/1174, Shalahuddin al-Ayyubi, keponakan Nur al-Din, memegang kendali kepemimpinan Muslim dalam melawan pasukan Salib. Ia kemudian dikenal sebagai pahlawan Islam yang berhasil membebaskan Jerusalem pada tahun 1187. 6

Istilah jihad, secara yuridis Islam, kemudian berkembang menjadi makna khusus, dan telah dipahami oleh para sarjana Muslim dalam pengertian โ€œperangโ€ (qital). Dalam makna khusus dalam bidang fiqih inilah, istilah jihad memiliki makna syariat. Semisal, ada ketentuan-ketentuan hukum dimana orang yang matin dalam jihad โ€“ dengan makna qital โ€“ diperlakukan jezanahnya sebagai syahid. Namun, memang terdapat berbagai hadith Nabi saw yang menunjukkan berbagai jenis jihad dalam makna yang umum, seperti jihad dengan mengeluarkan kata-kata yang benar di depan penguasa yang zalim. Begitu juga dengan jihad melawan hawa nafsu, dengan lisan, dan harta.

Secara ringkas dapat dipahami, bahwa di masa Perang Salib, kaum Muslim berhasil menggabungkan konsep jihad al-nafs dan jihad melawan musuh dengan baik.

Karya-karya al-Ghazali dalam soal jihad menekankan pentingnya mensimultankan berbagai jenis potensi dalam perjuangan umat, baik potensi jiwa, harta, dan juga keilmuan. Adalah menarik, bagaimana dalam situasi perang seperti itu, Imam Ghazali mampu melihat masalah umat secara komprehensif; secara mendasar.

Dan melalui Ihya Ulumuddin, al-Ghazali juga menakankan pentingnya masalah ilmu. Ia membuka kitabnya itu dengan โ€œKitabul Ilmiโ€. Aktivitas al-Ghazali yang aktif dalam memberikan kritik-kritik keras terhadap berbagai pemikiran yang dinilainya menyesatkan umat, juga menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah ilmu dan ulama. Al-Ghazali seperti berpesan kepada umat, ketika itu, bahwa problema umat Islam saat itu tidak begitu saja bisa diselesaikan dari faktor-faktor permukaan saja, seperti masalah politik atau ekonomi. Tetapi, masalah umat perlu diselesaikan dari masalahnya yang sangat mendasar, yang dikatakan oleh Ali al-Sulami sebagai tahap โ€œreformasi moralโ€.

Tentu, tahap kebangkitan dan reformasi jiwa ini tidak dapat dilakukan tanpa melalui pemahaman keilmuan yang benar. Ilmu adalah asas dari pemahaman dan keimanan. Ilmu yang benar akan menuntun kepada keimanan yang benar dan juga amal yang benar. Ilmu yang salah akan menuntun pada pehamaman yang salah. Jika pemahaman sudah salah, bagaimana mungkin amal akan benar?

Jadi, dalam perjuangan umat, diperlukan pemahaman secara komprehansif terhadap problematika yang dihadapi oleh umat Islam. Ketika itu, umat Islam menghadapi berbagai masalah: politik, keilmuan, moral, sosial, dan sebagainya. Problema itu perlu dianalisis dan didudukkan secara proporsional dan adil. Yang penting ditempatkan pada posisinya, begitu juga yang kurang penting.

Di situlah, al-Ghazali menulis kitab Ihya Ulumuddin, dengan makna โ€œMenghidupkan kembali ilmu-ilmu agamaโ€. Ketika itu, dia seperti melihat, seolah-olah ilmu-ilmu agama sudah mati, sehingga perlu dihidupkan. Dalam Kitabnya, ia sangat menekankan pada aspek niat dan pembagian keilmuan serta penempatannya sesuai dengan proporsinya.

Problema politik umat ketika itu merupakan masalah yang sangat serius. Tetapi, problematika keilmuan dan akhlak merupakan masalah yang lebih mendasar, sehingga solusi dalam bidang politik, tidak dapat dicapai jika kerusakan dalam bidang yang lebih mendasar itu tidak diselesaikan terlebih dahulu.

Al-Ghazali dan para ulama ketika itu berusaha keras membenahi cara berpikir ulama dan umat Islam serta menekankan pada pentingnya aspek amal dari ilmu, sehingga jangan menjadi ulama-ulama yang jahat. Sebab, ilmu yang rusak, dan ulama yang jahat, adalah sumber kerusakan bagi Islam dan umatnya.

Nabi Muhammad saw memberi amanah kepada para ulama untuk menjaga agama ini. Tentu saja, itu harus mereka lakukan dengan cara menjaga keilmuan Islam dengan baik. Bahkan, Rasulullah saw mengingatkan akan datangnya satu zaman yang penuh dengan fitnah dan banyaknya orang-orang jahil yang memberi fatwa.

Sabda Rasulullah saw: Bahwasanya Allah SWT tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia. Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. Apabila sudah ditiadakan para ulama, orang banyak akan memilih orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (HR Muslim).

Sepanjang sejarah Islam, para ulama sejati sangat aktif dalam mempertahankan konsep-konsep dasar Islam, mengembangkan ilmu-ilmu Islam, dan menjaganya dari perusakan yang dilakukan oleh ulama-ulama suโ€™, atau ulama jahat. Penyimpangan dalam bidang keilmuan tidak ditolerir sama sekali, dan senantiasa mendapatkan perlawanan yang kuat, secara ilmiah.

Banyak kaum Muslimin yang berpikir bahwa jika aspek politik direbut oleh gerakan Islam tertentu, maka akan selesailah masalah umat. Pendapat ini sebagian benar. Tapi kurang sempurna. Kekuasaan politik adalah bagian dari masalah penting umat Islam.

Sebab, ad-daulah adalah penyokong penting perkembangan agama. Bukan hanya Islam. Tetapi, juga agama-agama lain. Agama Kristen berkembang pesat di Eropa atas jasa besar Kaisar Konstantin yang mengeluarkan Dekrit โ€˜Edict of Milanโ€™ (tahun 313) dan Kaisar Theodosius yang menjadikan Kristen sebagai agama resmi negara Romawi (Edict of Theodosius, tahun 392). Perkembangan agama Budha juga tidak lepas dari peran Raja Asoka. Begitu juga eksistensi dan perkembangan agama-agama lain, sulit dipisahkan dari kekuatan politik.

Sama halnya, dengan ideologi-ideologi modern yang berkembang saat ini. Eksistensi dan perkembangan mereka juga sangat ditopang oleh kekuasaan politik. Komunisme menjadi kehilangan pamornya setelah Uni Soviet runtuh. Sulit membayangkan Kapitalisme akan diminati oleh umat manusia jika suatu ketika nanti Amerika Serikat mengalami kebangkrutan sebagaimana Uni Soviet.

Tetapi, perlu dicatat, bahwa kekuasaan politik bukanlah segala-galanya. Banyak peristiwa membuktikan, bahwa pemikiran, keyakinan, dan sikap masyarakat, tidak selalu sejalan dengan penguasa. Di masa Khalifah al-Makmun, yang Muktazily, umat Islam lebih mengikuti para ulama Ahlu Sunnah, ketimbang paham Muktazilah. Di masa penjajahan Belanda, umat Islam tidak mengikuti agama penjajah, dan lebih mengikuti kepemimpinan ulama. Banyak lagi contoh lain.

Karena itu, ulama dan umara memang dua tiang penyangga umat yang penting. Kedua aspek itu harus mendapatkan perhatian yang penting. Para aktivis politik umat harus memiliki pemahaman yang benar tentang Islam. Jika tidak, para pemimpin politik justru bisa menjadi perusak Islam yang signifikan. Karena ketidaktahuannya, bisa saja melakukan tindakan yang keliru.

Sebagai contoh, mereka mati-matian merebut kursi kepemimpinan di daerah atau departemen tertentu, sedangkan kemunkaran di bidang aqidah Islamiyah dianggap sepele. Ribuan orang dikerahkan untuk berdemonstrasi karena faktor kursi kekuasaan, tetapi tidak demonstrasi apa-apa ketika ada penyimpangan dalam aqidah Islam, semisal kasus Ahmadiyah, penyebaran paham Pluralisme Agama, atau kezaliman yang sangat mencolok, semisal pembangunan patung yang memakan dana rakyat milyaran rupiah, disaat rakyat sedang dililit kesulitan hidup dan berbagai penyakit yang mematikan.

Jadi, tidaklah benar jika dalam perjuangan mengabaikan salah satu aspek kehidupan. Tetapi, semuanya harus ditempatkan dalam proporsi dan tempatnya. Itulah yang namanya adil. Nabi Muhammad saw memulai dakwah Islam dengan aspek ilmu, memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang konsep-konsep dasar dalam Islam, seperti konsep tentang Tuhan, Nabi, wahyu, adil, agama, dan sebagainya. Pondasi pemikiran (afkar), pemahaman (mafahim), standar-standar nilai (maqayis), dan ketundukan (qanaโ€™at), yang Islamiy ditanamkan secara kokoh oleh Nabi Muhammad saw kepada para sahabat ketika itu.

Mereka tampil sebagai sosok-sosok ulama dan cendekiawan serta pejuang yang tangguh dalam berbagai bidang kehidupan. Bisa dilihat, bagaimana hebatnya argumentasi Jaโ€™far bin Abi Thalib ketika berdebat dengan Raja Najasyi dan orang-orang kafir Quraisy Mekkah di Habsyah. Jaโ€™far dan kaum Muslimin yang sedang dalam kondisi terjepit meminta perlindungan kepadsa Najasyi, mampu memberikan argumen-argumen yang canggih seputar masalah Isa a.s. yang menjadi titik sentral kontroversi Islam dengan Kristen.

Ringkasnya, perjuangan Islam dalam menghadapi problematika yang dihadapi umat ini, perlu memadukan dan mensinergikan berbagai aspek, yakni aspek keilmuan, kejiwaan, harta benda, dan sebagainya. Jihad melawan hawa nafsu atau berjuang dalam bidang keilmuan, tidak perlu dipertentangkan dengan jihad melawan musuh. Semua perlu dipadukan, sebagaimana telah dilakukan di zaman Rasulullah saw, Perang Salib, dan sebagainya, sehingga kaum Muslim berhasil mengukir kemenangan yang gemilang dalam berbagai arena perjuangan.

Rasulullah saw bersabda: โ€œJahid al-mushrikina bi amwalikum wa anfusikum wa alsinatikumโ€. (Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu, dan lisan-lisanmu). Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Nasaโ€™i, Ahmad, al-Darimi, dengan sanad yang sangat kuat. Ibn Hibban, al-Hakim, and an-Nawawiy menyatakan, bahwa hadits ini sahih.

Melalui hadits tersebut, Rasulullah saw menekankan pentingnya kaum Muslimin melakukan jihad secara komprehensif, dengan menggunakan berbagai potensi yang dimiliki, baik harta, jiwa, maupun lisan. Dalam arena perjuangan, atau arena jihad, sebenarnya tiga aspek: harta, jiwa, dan lisan, saling terkait satu dengan yang lain. Peperangan fisik adalah salah satu bagian dari sebuah perjuangan yang luas dan panjang antara al-haq dan al-bathil.

Bahkan, dalam hadits lainnya, Rasulullah saw juga menekankan pentingnya jihad melawan hawa nafsu. Rasulullah saw bersabda: โ€œAl-Mujahid man jahada nafsahu fi- Allah โ€˜Azza wa-Jallaโ€. (Mujahid adalah seseorang yang melakukan jihad melawan hawa nafsunya di jalan Allah). Al-Iraqiy menyatakan, bahwa hadits ini sahih, dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Jadi, dalam arena perjuangan atau arena jihad, kaum Muslim sebenarnya diminta untuk menggabungkan seluruh kemampuan atau potensi โ€“ baik potensi jiwa, harta, maupun lisan (intelektual) dan menempatkan masing-masing pada proporsi yang sebenarnya. Kapan kekuatan fisik digunakan, kapan kemampuan intelektual, dan kapan potensi harta benda diperlukan. Semua itu harus dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Semua potensi jihad itu tidak bisa digunakan jika manusia dikuasai oleh hawa nafsunya.

Maka, perang melawan hawa nafsu secara otomatis menjadi faktor penting dalam bentuk-bentuk perjuangan lainnya. Jika kaum Muslim mampu menggabungkan semua potensi tersebut, maka dalam sejarahnya, kaum Muslim mampu tampil sebagai umat yang hebat, gemilang dan terbilang. Jika potensi itu terpecah belah dan tidak teratur dengan baik, maka kekalahan menimpa kaum Muslimin.

Peran ilmu dan ulama

Sepeninggal Rasulullah saw, umat Islam ditinggali dua perkara, yang jika keduanya dipegang teguh, maka umat Islam tidak akan tersesat selamanya. Keduanya, yakni, al-Quran dan Sunnah Rasululullah. Tapi, disamping itu, Rasulullah saw juga mewariskan para ulama kepada umat Islam. Ulama adalah pewaris nabi. Ulama-ulamalah yang diamanahkan untuk menjabarkan, mengaktualkan, membimbing, menerangi, dan memimpin umat dalam bidang kehidupan. Banyak ulama yang mensyaratkan โ€˜kemampuan berijtihadโ€™ bagi kepala negara (khalifah).

Adalah ideal jika ulama dan umara sama-sama baik. Dalam sejarahnya, Islam akan cepat berkembang jika ulama dan umaranya baik. Tapi, ada fase-fase dalam sejarah, dimana salah satu dari dua pilar umat itu bobrok atau rusak. Ketika itu, keberadaan ulama yang baik lebih diperlukan. Ketika Khalifah al-Makmun memaksakan paham Muktazilah, para ulama Ahlu Sunnah melakukan perlawanan yang gigih. Umat selamat, dan lebih mengikuti ulama ketimbang umara. Di zaman penjajahan Belanda, umaranya jelas rusak. Tetapi, ulama-ulama Islam ketika itu gigih mempertahankan ad-Dinul Islam. Alhamdulillah, meskipun Belanda berusaha sekuat tenaga menghancurkan Islam, umat Islam lebih mengikuti ulamanya.

Maka, yang perlu diperhatikan dan dicermati, — disamping kerusakan umara โ€“adalah kerusakan ulama. Lahirnya ulama-ulama yang jahil, yang tidak kapabel keilmuannya, yang korupsi ilmu agama, yang berfatwa tanpa ilmu yang memadai, yang akhlaknya rusak, yang cinta dunia, dan sebagainya, adalah bencana terbesar yang dihadapi oleh umat Islam. Jika kondisi seperti ini sudah terjadi, maka umat Islam harus bersiap-siap mengalami kebangkrutan. Lebih rusak lagi jika para ulama sudah mencintai dunia, menjual agama dengan harta benda dunia, dan yang merusak ilmu-ilmu agama dengan dalih menyesuaikan Islam dengan tuntutan zaman.

Adalah musibah dan fitnah besar, misalnya, jika dari Perguruan Tinggi Islam justru lahir orang-orang yang berpaham atheis atau yang gila dunia. Jika ilmu agama sudah dirusak, maka akan lahir ulama yang rusak (ulama as-suโ€™); yakni ulama, yang harusnya menjadi penjaga agama, justru menjadi penghancur agama. Ketika ilmu-ilmu Islam dirusak, maka tidak ada jalan kembali bagi peradaban Islam untuk bangkit lagi. Karena itu sangat diprihatinkan, jika umat Islam membiarkan terjadinya serangan pemikiran yang akan merusak ilmu-ilmu agama.

Abu Harits al-Hasbi al-Atsari dalam kata pengantarnya untuk tulisan Ibnul Qayyim al-Jauziyah yang berjudul Al-Ilmu menjelaskan, bahwa Allah telah menurunkan โ€œKitabโ€ dan โ€œBesiโ€ sebagai sarana untuk tegaknya agama Allah. โ€œSesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (Keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergukan besi) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.โ€ (QS al-Hadid: 25).

Penutup

Sekelumit kisah kebangkitan umat Islam di era Perang Salib tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa pentingnya peran ulama dalam proses kebangkitan umat Islam. Ulama adalah pewaris Nabi. Maknanya, Nabi mewariskan perjuangannya pada kepemimpinan ulama. Jatuh bangunnya umat terletak pada baik atau tidaknya kualitas ulamanya. Jika ulamanya jahat atau jahil maka bencana besar menimpa umat.

Jadi, sepanjang zaman, ulama harus senantiasa ada dalam jumlah yang memadai.

Sebab, perjuangan Nabi tidak boleh berhenti. Ulama tidak dilahirkan dan tidak turun dari langit. Tapi, ulama lahir dari proses pendidikan. Ironis, jika di masa penjajahan, lembaga pendidikan Islam bisa melahirkan ulama-ulama hebat, tapi di masa kemerdekaan, justru tidak mampu melahirkan ulama-ulama hebat pewaris Nabi. Semoga musibah itu tidak menimpa lembaga pendidikan kita. Amin.

***********

Penulis: Dr. Adian Husaini
(Pendiri INSISTS, Ketua Program Doktor UIKA Bogor, Penulis Buku dan Pendiri Pesantren At-Takwa Depok)

Demikian Semoga Bermamfaatโ€ฆ
@Wallahu โ€˜alam bishowabโ€ฆ

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโ€™an dan Sunnah)

Tags: Dr. Adian HusainiImam Al GhazaliSejarah IslamShalahuddin Al-Ayyubi
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

ACT Sulsel: Selain Permukiman, Fasilitas Umum di Masamba Juga Terkubur Lumpur

Next Post

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1441 H Jatuh Pada 31 Juli 2020

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua

    Agustus 19, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis

    Agustus 19, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qurโ€™an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  โ€œPra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,โ€ kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971โ€“1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jamโ€™iyat Al-Irsyad, dan Mathlaโ€™ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    • Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.  Peringatan satu abad tersebut menjadi momentum kesyukuran atas perjalanan panjang Gontor dalam bidang pendidikan sekaligus refleksi memasuki abad kedua pengabdiannya.  Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan perjalanan dan makna satu abad pengabdian PMDG bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Menurutnya, para pendiri Gontor telah ikhlas mewakafkan ide, nilai, sistem, lembaga, dan cinta kepada bangsa Indonesia  โ€œSehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini. Dan semuanya mencintai kita semua,โ€ ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.  Usai menyampaikan sambutan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo. Mushaf Gontor menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG yang proses penulisannya telah dimulai sejak 2023 dan dikerjakan oleh lingkungan santri serta guru Gontor.  Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat hadir bersama keluarga besar Gontor pada momentum bersejarah satu abad perjalanan pondok tersebut.  โ€œKita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,โ€ ujar Presiden.  Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang terus menjadi korban serangan Israel. Prabowo mengatakan, Indonesia seolah masih kurang berdaya dalam membantu masyarakat Palestina yang terus dibantai dan dibom.  "Tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    • ๐—ฆ๐—”๐—ง๐—จ ๐—ฆ๐—จ๐—๐—จ๐——, ๐—ฆ๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ง๐—จ๐—ฆ ๐—ง๐—”๐—›๐—จ๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—๐—จ๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก โœจ Di tengah perjalanan satu abad Gontor, ribuan santri, pimpinan, dan alumni dari berbagai kampus bersimpuh dalam satu sujud syukur. Sebuah momen khidmat yang menyatukan hati, mengenang panjangnya perjuangan, serta memanjatkan doa atas segala nikmat yang mengiringi perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebab hakikat pesantren tidak hanya terletak pada bangunan yang berdiri, tetapi pada santri dan alumni yang membawa nilai-nilainya ke tengah kehidupan. Dari satu sujud, semoga lahir kembali kekuatan untuk melanjutkan perjuangan. ๐Ÿ’š Semoga nilai, perjuangan, dan keikhlasan yang diwariskan para Trimurti terus hidup dari generasi ke generasi. Selamat Milad 100 Tahun Gontor. Terus mengabdi, terus memberi arti, menuju abad kedua. โœจ #gontor #100tahungontor #darusalamgontor #nasional #ponpes
    • Perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mencatatkan jejak sejarah tersendiri dalam jalinan hubungan kebangsaan.  Sejak era kemerdekaan hingga era modern, PMDG terus menjadi simpul silaturahmi yang merekatkan pimpinan pesantren dengan para Kepala Negara Republik Indonesia dari masa ke masa.  โ€‹Tradisi kehadiran Presiden RI di PMDG bermula pada 1946. Kala itu, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menyambangi Gontor di tengah situasi perang kemerdekaan.  Meski saat itu jumlah santri masih terbilang sedikit, kehadiran Sang Proklamator menjadi legitimasi kebangsaan bagi pesantren yang terletak di bumi Reog ini.  โ€‹Jejak tersebut berlanjut pada 1978 ketika Presiden kedua RI, Soeharto, menghadiri peringatan Setengah Abad Gontor. Dalam kunjungan silaturahmi bersama Pendiri PMDG KH Imam Zarkasyi tersebut, Pak Harto meresmikan Masjid Jamik PMDG yang hingga kini berdiri megah sebagai pusat peribadatan santri.  โ€‹Pada era reformasi, hubungan erat ini tak surut. Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, hadir pada 1999 untuk meresmikan sejumlah fasilitas pendidikan sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan. Demikian berlanjut pada Presiden-Presiden berikutnya.  โ€‹Puncak perayaan Kesyukuran 100 Tahun PMDG pada 19 September 2026 mendatang dipastikan kembali mengukir sejarah. Presiden kedelapan RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir langsung di Kampus Pusat PMDG.  โ€‹Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menyambut hangat rencana kehadiran Kepala Negara tersebut. Beliau menegaskan bahwa Gontor senantiasa terbuka dan menjadi rumah perekat persatuan bagi seluruh elemen bangsa.  โ€‹"Gontor ini milik umat dan bangsa. Kehadiran para pimpinan negara dari masa ke masa, termasuk Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan 100 Tahun ini, merupakan wujud nyata ikatan silaturahmi yang tidak pernah terputus antara ulama, santri, dan umara untuk mengawal Indonesia," tuturnya, Senin (14/9/2026).  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    Next Post

    Wahdah Islamiyah Berangkatan 2 Truk Logistik untuk Korban Banjir di Masamba

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    ยฉ 2018โ€“2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    ยฉ Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media