Dalam dinamika sejarah, kriminalisasi ulama meningkat hal baru. Ada banyak ulama yang demi kebenaran, berani mengkritik penguasa. Mereka ini ulama-ulama lurus yang tidak silau dengan iming-iming penguasa dan kepentingan duniawi. Yang benar akan diberikan benar; dan yang salah akan menjawab salah. Hadits nabi tentang keutamaan jihad kepada penguasa yang lalim dan tiran dipegang dengan baik oleh mereka. Akibat dari keteguhan ini, mereka bisa mengatasi kriminalisasi dan penyiksaan.
Berikut ini ada 10 ulama besar korban kriminalisasi penguasa.
Pertama : Sa’id bin Musayyab
Seorang ulama besar bernama Sa`id bin al-Musayyib pernah mengganti kriminalisasi saat menolak baiat kepada putra Abdul Malik (al-Walid dan Sulaiman) sebagai ganti dari Abdul Aziz bin Marwan, kemudian Hisyam bin Ismail [selaku Gubernur Madinah] meminta hukuman 60 kambukan meminta , dan dipenjara. [ Siyaru A`lâm An-Nubalâ , 5/130] Pada pembahasan lain bahkan Sa`id diboikot, tidak diajak bicara [ al-Thabâqatu al-Kubra , 5/128], bahkan dicambuk [ Siyaru A`lâm An-Nubalâ , 4 / 232].
Kedua : Sa’id bin Jubair
Lebih parah dari itu peristiwa itu, Sa’id bin Jubair seorang Tabi`in dipenggal ditangguhkan oleh Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi, yang merupakan panglima ‘bertangan besi’ dari kekhilafaan Umawi, gara-gara diperbantukan khilafah Umawi bersama Ibnu al-Asy`ats [ Wafayâtul A`yân , 2/373] Demi memegang kebenaran, ia mengambil gentar kalaupun pada akhirnya harus gugur.
Ketiga : Abu Hanifah
Pada zaman khilafah Abbasiyah, Imam Abu Hanifah dicambuk [ Târîkh Baghdâd , 13/327] dipenjara oleh al-Manshur gara-gara yang diambil menggunakan Qadhi [ Siyaru A`lam An-Nubalâ , 6/401]
Pada era Dinasti Umawiyah, diselesaikan kompilasi Marwan bin Muhammad menjadi penguasa. Imam Abu Hanifah ditawari sebagai hakim, namun dia bersikukuh untuk menolaknya. Disetujui, di daerah bernama Al-Kinasah, beliau dicambuk seratus kali. Sebelumnya, kompilasi Sang Imam menampik tawaran Ibnu Hubairah menjadi pengurus Baitul Mal, akhirnya ia pun dicambuk.
Keempat : Tsufyan Ats-Tsauri
Senada dengan kisah tersebut, Imam Sufyan Ats-Tsauri pun pernah berselisih dengan al-Mahdi lantaran tidak mau dijadikan Qadhi, sampai akhirnya ia lari ke Bashrah [ Hilyatul Auliyâ , 40 / 7-41]
Kelima : Malik bin Anas
Nasib Imam Malik bin Anas juga tak jauh lebih indah, ia dicambuk karena membangkang atas perintah Abu Ja’far al-Manshur, lantaran tetap meriwayatkan hadits, “Tidak ada talak untuk orang yang diminta.” [ Wafayâtul A`yân , 4/137] .
Wahid Abdussalam Bâli dalam buku “ Ulam wa Umarâ ” (1410: 181) menggambarkan konflik Imam Malik dengan penguasa. Alkisah, Ja’far bin Sulaiman –sepupu Abu Ja’far Al-Manshur-berniat buruk bagi Imam Malik. Dituduhkan rumor bahwa dia tidak mengakui kepemimpinan Ja’far Al-Manshur. Mendengar berita itu, kuping Abu Ja’far panas, lalu memerintahkan kepada tentaranya untuk mencabuk beliau.
Keenam : Imam Syafi’i
Murid beliau, juga menyelesaikan hal yang harus dilakukan bersama penguasa. Imam Syafi` i dituduh sebagai pendukung Syi`ah oleh pendengkinya, Mutharrif bin Mâzin. Bahkan dia memprovokasi Khalifah Harun Ar-Rasyid untuk izin Imam Syafi`i dan orang-orang alawiyin . Diutuslah Hammad al-Barbari untuk menangkap Imam Syafi` i dan orang-orang alawiyin . Ia dirantai bersama orang alawiyin dari Yaman hingga Raqqah, kediaman Harun Ar-Rasyid [ Siyaru A`lâm al-Nubalâ , 8/273]. Bayangkan, sangat sengsaranya dirantai dengan besi dari Yaman hingga Baghdad.
Ketujuh : Ahmad bin Hanbal
Murid beliau pun, Imam Ahmad bin Hanbal juga pernah mengalami kesulitan yang lebih sulit dengan memerintah. Ia dicambuk, dipenjara selama 30 bulan oleh Ma`mun gara-gara tidak menyetujui kemakhlukan al-Qurʻan menyetujui yang mendukung mu`tazilah [ al-Kâmil fi at-Târîkh , 3/180].
Kedelapan : Imam Bukhari
Imam Bukhari pun akhirnya pergi dari negerinya karena “berhasil disingkirkan” oleh Penguasa Dhahiriyah di Bukhara saat itu, Khalid bin Ahmad al-Dzuhali. Penyebabnya, Imam Bukhari menolak permintaan Khalid untuk mengajar kitab “ al-Jâmi`” dan “ al-Târîkh ” di Transportasi . Bukhari beralasan, diterima yang butuh ilmulah yang akan datanginya, bukan ulama yang akan datangi yang butuh. Pada akhirnya, Bukhari meninggalkan negerinya [ Târîkh Baghdâd , 2/33].
Kesembilan : Imam Nawawi
Menurut Ibnu al-Aththar, Imam Nawawi adalah ulama yang berjuang berhadapan langsung dengan penguasa. Demi kebenaran, dia tidak takut dicela. Jika tidak mampu menjawab secara langsung, ia mengajukan kritik dengan mengirim surat.
Suatu saat, akibat kritikan yang sangat tajam kepada Sultan Dhahir Baibars, hampir saja Imam Nawawi dikriminalisasi dan disiksa. Kritik Imam Nawawi ini diajukan kepada sang penguasa karena kasus Hauthah. Inti keraguannya, Kerika Dhahir berada di Damaskus -pasca kekalahan Tatar-, ia mempercayakan kepengurusan Baitul Maal kepada orang bermadzhaf Hanafi. Berdasarkan madzhab Hanafi, harta yang dikuasai Tatar (musuh), maka otomatis harta dikuasai penguasa. Lantas Imam Nawawi dan ulama mengkritik pendapat tersebut. Dan kritik paling keras disampaikan oleh Imam Nawawi.
Sang Sultan marah dan mengira itu dilakukan Imam Nawawi karena kepentingan duniawi karena harus dipindahkan. Ternyata, beliau sama sekali tidak memiliki jabatan dan kepentingan dunia. Setelah kesalahpahaman ini berakhir, Imam Nawawi dicintai dan diagungkan oleh Sultan Dhahir Baibars. ( al-Imaam al-Nawawi- Syaikh al-Muhadditsin wa al-Fuqahaa , 1995: 110, 111)
Kesepuluh , Ibnu Taimiyah
Nasib ulama lain yang tidak kalah berhasil seperti Imam Ibnu Taimiyah diadukan untuk Emir Humsh al-Afram, oleh orang-orang sufi. Sampai pada akhirnya karena dianggap membuat keresahan [oleh para pembencinya], ia pun dipenjara, dan mati di penjara [ al-Bidâyah wa al-Nihâyah , 14/41 ].
Demikianlah 10 contoh ulama besar yang pernah dikriminalisasi penguasa. Salah satu yang bisa diambil dari mereka adalah ketegaran dan pengadilan atas dan pengadilan demi orang yang berkuasa, apa pun yang harus mereka terima.
*************
Penulis: Mahmud Budi Setiawan
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)






































































