• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Sabtu, Oktober 3, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Baba Daud Al Jawiy dan Tafsir Qur’an di Aceh Abad ke 17

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 14 mins read
Juni 16, 2026
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Dalam tahun 2005, saya bersama beberapa teman berkunjung ke Dayah Tanoh Abe, sebuah perguruan Islam terkemuka dan memiliki sejarah panjang di Kecamatan Seulimum, Aceh Besar. Setelah menaiki sebuah balai dalam kompleks dayah, terlihat pada dinding kamar balai pajangan gambar-gambar sejumlah tokoh dunia dan pahlawan. Beberapa gambar dokumen sejarah juga ikut menghiasi dinding.

Gambar-gambar yang terpajang pada sebuah 'Balee' (Balai Belajar) di Dayah Tanoh Abe, Seulimum, Aceh Besar. Sumber foto: Misykah.com
Gambar-gambar yang terpajang pada sebuah ‘Balee’ (Balai Belajar) di Dayah Tanoh Abe, Seulimum, Aceh Besar. Sumber foto: Misykah.com

Selembar fotokopi manuskrip—mungkin, dua halaman manuskrip yang difotokopi kemudian disambungkan—terlihat sudah dibingkai dan dikacakan. Lembaran fotokopi manuskrip itu merupakan halaman-halaman akhir (kolofon) dari sebuah tafsir dalam bahasa Jawiy (Pasai/Melayu) yang sangat terkenal di Asia Tenggara, yakni Turjuman Al-Mustafid.

Pengarang Turjumanul Mustafid adalah ulama terkenal dan terkemuka di zaman Kerajaan Aceh Darussalam, Syaikh ‘Abdur Ra’uf bin ‘Ali Al-Jawiy Al-Fanshuriy, yang bergelar Al-Watsiq bi Al-Malik Al-Jaliy. Ia wafat pada 1105 H/1693.

You might also like

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

September 4, 2026

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026
Fotokopi kolofon manuskrip Turjumanul Mustafid yang telah dibingkai dan dikacakan di Dayah Tanoh Abe, Seulimum, Aceh Besar. Sumber Foto: Misykah.com
Fotokopi kolofon manuskrip Turjumanul Mustafid yang telah dibingkai dan dikacakan di Dayah Tanoh Abe, Seulimum, Aceh Besar. Sumber Foto: Misykah.com

Banyak sisi yang menarik pada lembaran fotokopi manuskrip ini. Antara lain, khath-nya yang unik dan indah. Sama sekali tidak diragukan akan kekunoannya kendati tidak dijumpai tarikh penyalinan. Yang lebih penting lagi adalah data-data sejarah yang dapat dipetik dari teks manuskrip itu.

Teks yang berjumlah 20 baris (12+8) itu, selengkapnya, berbunyi :

  1. وقد كمل تفسير القرآن المجيد المسمى ترجمان المستفيد ترجمة شيخنا
  2. وقدوتنا إلى الله تعالى العالم العلامة والولي الفاني في الله أمين الدين
  3. عبد الرؤف ابن علي الجاوي الفنصوري رحمه الله تعالى وشكر سعيه [و] نفعنا
  4. بعلومه في الدنيا

(Teks Arab ini kemudian diterjemahkan dalam bahasa Jawiy. Trankripsinya:)

  1. Telah sempurnalah tafsir Qur’an yang amat mulia yang dinamai
  2. dengan Turjumanul Mustafid yang dijawikan akan dia oleh oleh Syaikh kita dan ikutan
  3. kita kepada Allah Ta’ala yang ‘alim lagi ‘allamah lagi waliyullah yang fani fillah Amin
  4. Ad-Din (Aminuddin) ‘Abdur Ra’uf anak ‘Ali Jawiy lagi Fanshuriy dikasihan Allah Ta’ala jua
  5. kiranya akan dia dan diterima-Nya usahanya dan diberi Allah manfaat jua kiranya akan kita
  6. dengan barakah ilmunya dalam dunia dan dalam akhirat perkenankan olehmu hai Tuhanku
  7. ويزيد عليه أصغر تلامذه (كذا) وأحقر خدامه باب داود الجاوي ابن
  8. إسماعيل ابن أغا مصطفى ابن أغا علي الرومي غفر الله لهم قصصه
  9. المأخوذ أكثره من الخازن وبعض روايته في القراءة بأمره
  10. dan menambah
  11. atasnya sekecil muridnya dan sehina-hina khadimnya yaitu Baba Dawud Jawiy anak Isma’il
  12. anak Agha Mushthafa anak Agha ‘Ali Rumiy diampun Allah jua kiranya sekalian mereka
  13. segala qisahnya yang diambil kebanyakan daripada Khazin dan setengah riwayatnya padakhilaf
  14. qira’ah dengan suruhnya
  15. ولله الحمد والمنة وصلى الله وسلم على سيدنا محمد وآله و
  16. وصحبه أجمعين
  17. dan bagi Allah segala puji dan anugerah dan rahmat Allah
  18. dan sejahteranya atas Muhammad penghulu kita dan atas
  19. segala keluarganya dan segala shahabatnya
  20. sekalian tammat.

 

Baba Dawud dan Turjumanul Mustafid

Saya belum pernah melihat naskah manuskrip Turjumanul Mustafid yang diakhiri baris-baris di atas, namun suatu hal yang tertangkap dengan jelas dari teks tersebut bahwa kerja penyempurnaan tafsir ini telah dilakukan oleh sang guru dan muridnya: Syaikh Aminuddin ‘Abdur Ar-Ra’uf bin ‘Ali Al-Jawiy Al-Fanshuri dan Baba Dawud Al-Jawiy bin Isma’il bin Agha Mushthafa bin Agha ‘Ali Ar-Rumiy. Dalam teks baris 10-16 disebutkan, Baba Dawud Al-Jawiy menambahkan ke dalam Turjumanul Mustafid kisah-kisah yang sebagian besarnya diambil dari tafsir Al-Khazin dan qira’ah-qira’ah yang diriwayatkan oleh gurunya, Syaikh ‘Abdur Rauf. Diterangkan pula, penambahan ini adalah atas perintah Syaikh ‘Abdur Ra’uf kepada Baba Dawud.

ويزيد عليه أصغر تلاميذه …… قصصَه المأخوذ أكثره من الخازن وبعضَ روايته في القراءة بأمره

“Dan menambah atasnya sekecil muridnya……….. segala qisahnya yang diambil kebanyakan daripada Khazin dan setengah riwayatnya pada khilaf qira’ah dengan suruhnya.”

Ada beberapa hal yang dapat dipahami dari keterangan ini:

Pertama, Syaikh ‘Abdur Ra’uf telah meminta muridnya, Baba Dawud, untuk menambahkan kisah-kisah ke dalam Turjumanul Mustafid begitu pula qira’ah-qira’ah yang diriwayatkannya.  Maka, ungkapan “sekecil muridnya” tidak niscaya dipahami bahwa Baba Dawud merupakan murid termuda di kalangan murid-murid Syaikh ‘Abdur Ra’uf. Ungkapan “sekecil muridnya dan sehina-hina khadimnya” dapat dikatakan sebagai pengungkapan sikap rendah hati (tawadhu’) yang selalu menghiasi perilaku seorang ulama. Baba Dawud, dengan demikian, bisa dikatakan sebagai murid sekaligus sahabat bagi gurunya, Syaikh ‘Abdur Ra’uf.

Kedua, Baba Dawud menambahkan kisah-kisah itu dari berbagai tafsir, namun yang terbanyak diambilnya adalah kisah-kisah yang terdapat dalam tafsir Al-Khazin.

Ketiga, Syaikh ‘Abdur Ra’uf dengan demikian juga seorang yang ahli dalam qira’ah (ilmu Al- Qira’ah), dan Baba Dawud menambahkan qira’ah-qira’ah yang diriwayatkan gurunya itu.

Keempat, permintaan Syaikh ‘Abdur Ra’uf kepada Baba Dawud dapat menjadi suatu pertanda bahwa Baba Dawud telah mencapai tingkat keilmuan yang  tinggi di masa hidup gurunya. Hal itulah yang membuat dia layak untuk melakukan tugas yang dipercayakan. Sang guru pun, boleh jadi, telah mengamati serta mengakui kelebihan muridnya dalam bidang ilmu tafsir sehingga tugas tersebut diserahkan kepadanya. Tidak tertutup kemungkinan pula, Turjumanul Mustafid yang telah disempurnakan dengan penambahan-penambahan dari Baba Dawud telah dibacakan pula di depan gurunya dan direstui. Jika benar, maka naskah manuskrip (makhthuthah) Turjumanul Mustafid yang berakhir dengan halaman-halaman yang memuat teks di atas dapat dikatakan sebagai naskah Turjumanul Mustafid yang telah disempurnakan di zaman pengarangnya, dan karena itu amat layak untuk diberi perhatian serta dikaji.

Halaman permulaan Juz 10 dari naskah manuskrip Turjumanul Mustafid yang dijumpai di Geurugok, Gandapura, Bireuen. Sumber Foto: Misykah.com
Halaman permulaan Juz 10 dari naskah manuskrip Turjumanul Mustafid yang dijumpai di Geurugok, Gandapura, Bireuen. Sumber Foto: Misykah.com

Kisah Penambahan Kisah-kisah

Mengapa Syaikh ‘Abdur Ra’uf meminta muridnya untuk menambahkan kisah-kisah, dan mengapa Baba Dawud banyak menukilkannya dari tafsir Al-Khazin?

Turjumanul (Tarjamanul) Mustafid fi Tafsir Al-Qur’an Al-Majid berarti penerjemah bagi orang yang mengambil faedah tentang tafsir Al-Qur’an yang mulia. Dari judul yang diberikan tampak jelas tafsir ini merupakan buah hasil dari suatu pengetahuan yang kaya dalam tafsir Al-Qur’an, yang kemudian diusahakan untuk diterjemahkan supaya dapat dibaca di seluruh kawasan yang berbahasa Jawiy di Asia Tenggara.

Dari seluruh karya tafsir Al-Qur’an yang ditulis oleh para ulama tafsir, Syaikh ‘Abdur Ra’uf memilih tafsir karya Al-Qadhi Al-Imam Al-‘Allamah Nashiruddin Abu Sa’id ‘Abdullah bin ‘Umar Al-Baidhawiy Asy-Syafi’iy (wafat di Tibriz 685 H atau 692 H) yang berjudul Anwar At-Tanzil wa Asrar At-Ta’wil sebagai sandaran utamanya hingga ada yang menganggap Turjumanul Mustafid sebagai terjemahan  tafsir tersebut. Mengapa tafsir Al-Baidhawiy? Tentang pentingnya tafsir ini dapat kiranya dipadai dengan menukilkan beberapa patah kata dari pengarang Kasyf Azh-Zhunun.

Haji Khalifah menulis dalam Kasyf Azh-Zhunun, “Tafsir Al-Baidhawiy ini adalah sebuah karya tulis (kitab) yang teramat penting dan sudah terkenal sekali. Di dalamnya, ia memuat [ringkasan] dari Al-Kasysyaf (karya Az-Zamakhsyariy) pada hal-hal yang menyangkut Al-I’rab, Al-Ma’aniy dan Al-Bayan; dari At-Tafsir Al-Kabir (karya Fakruddin Ar-Raziy) pada hal-hal yang menyangkut Al-Hikmah dan Al-Kalam; dan dari tafsir Ar-Raghib pada hal-hal yang menyangkut Al-Isytiqaq, pengertian-pengertian yang rumit serta isyarat-isyarat yang tersirat. Lantas ia menambahkan ke semua itu buah pikir yang dilepaskan oleh petik api pikirannya. Sehingga, hilanglah karatan keraguan dari batin serta bertambahlah kedalaman dan keluasan dalam ilmu pengetahuan.”[1]

Haji Khalifah lantas mengatakan, “Atas anugerah Allah Ta’ala, karya tulis ini kemudian memperoleh sambutan baik dari mayoritas pakar dan ulama-ulama yang utama. Mereka melakukan kajian serta menuliskan hasyiyah untuknya. Di antara mereka, ada yang menuliskan komentar untuk beberapa surah dari tafsir tersebut, ada juga lainnya yang menuliskan hasyiyah yang lengkap, dan ada yang hanya menuliskan komentar untuk beberapa tempat dalam tafsir.”[2]

Haji Khalifah lalu menyebutkan lebih dari 40 hasyiyah yang telah dituliskan untuk tafsir Al-Baidhawiy yang menandakan ketinggian kedudukan tafsir ini di kalangan para ulama, antara lain: HasyiyahMuhyiddin Muhammad Al-Qujawiy (wafat 951 H) dan Hasyiyah Ibnu Al-Munjid, guru dari Sultan Muhammad Khan Al-Fatih.[3] Husain Adz-Dzahabiy menyebutkan, hasyiyah-hasyiyah yang sangat populer dan paling banyak beredar serta sangat berguna adalah Hasyiyah Qadhi Zadah, Hasyiyah Asy-Syihab Al-Khaffajiy dan Hasyiyah Al-Qunawiy.[4]

Muhammad Al-Fadhil bin ‘Asyur menyebutkan, tafsir ini telah menempati bagian puncak dari “struktur piramida” materi-materi yang diuji untuk kelulusan para sarjana ilmu-ilmu Islam di seluruh kawasan Islam di barat dan di timur. Kedudukan tersebut pertama sekali mengakar di kawasan Timur Tengah dan Timur Jauh, dan secara konsisten menjadi bagian dalam kurikulum pelajaran di wilayah-wilayah Persia, Afghan dan India. Dan ketika berbagai instrumen pendidikan Islam terbawa masuk dari negeri-negeri Persia ke Asia Kecil dan seluruh kerajaan di bawah Dinasti Utsmaniyyah, pembelajaran tafsir ini juga ikut terbawa ke sana. Sementara di Mesir, tafsir ini sudah terkenal sebelum Mesir berada di bawah bendera Dinasti Utsmaniyyah sebab di antara penulis komentar untuk tafsir ini adalah dua orang ulama Mesir di penghujung abad ke-9 H dan permulaan abad ke-10 H, yaitu Al-Qadhi Zakariyya Al-Anshariy dan Al-Imam As-Suyuthiy. Dalam abad ke 10 H, seiring dengan bergabungnya institut-institut keilmuan yang penting di negeri-negeri Arab, terutama Al-Azhar dan Az-Zaitunah, di bawah mahkota Dinasti Utsmaniyyah, tafsir ini menjadi semakin besar kedudukannya. …Maka tafsir ini kemudian menjadi bahan wajib ajar mulai pelosok India sampai dengan Barat Jauh (Al-Maghrib Al-Aqsha), dan semakin menguat di abad ke 11 H dengan munculnya dua hasyiyah yang ditulis oleh ‘Abdul Hakim As-Sayyalakutiy dari Lahore dan Syihabuddin Al-Khaffajiy dari Mesir.[5]

Halaman permulaan surah At-Taubah dari naskah Turjumanul Mustafid yang dicetak di Mumbai, negara bagian di India, pada 1370 H/1951 M. Naskah ini dijumpai di Geurugok, Gandapura, Bireuen. Sumber Foto: Misykah.com
Halaman permulaan surah At-Taubah dari naskah Turjumanul Mustafid yang dicetak di Mumbai, negara bagian di India, pada 1370 H/1951 M. Naskah ini dijumpai di Geurugok, Gandapura, Bireuen. Sumber Foto: Misykah.com

Dari nukilan-nukilan di atas sudah dapat dipahami kiranya mengapa Syaikh ‘Abdur Ra’uf memilih tafsir Al-Baidhawiy sebagai sandaran utamanya. Penerjamahan buah pengetahuan yang dipetik dari tafsir ini ke dalam bahasa Jawiy dengan demikian merupakan suatu sumbangan terpenting bagi pengembangan ilmu tafsir dan pembelajarannya dalam masyarakat-masyarakat Islam Jawiy (Melayu) di Asia Tenggara.

Lantas mengapa Syaikh ‘Abdur Ra’uf meminta muridnya Baba Dawud Al-Jawiy untuk menambahkan kisah-kisah ke dalam Turjumanul Mustafid?

Sebagaimana telah disebutkan oleh Haji Khalifah dengan sangat tepat bahwa Al-Baidhawiy dalam menuliskan tafsirnya telah mengacu kepada tiga karya tafsir: Al-Kasysyaf, At-Tafsir Al-Kabir, dan tafsir Ar-Raghib Al-Isfahaniy dalam hal-hal seperti tersebut di atas. Porsi kisah tidak mendapatkan ruang yang lebar dalam tafsir Al-Baidhawiy begitu pula dalam tafsir-tafsir yang menjadi acuannya.

Muhammad Husain Adz-Dzahabiy mengatakan, Al-Baidhawiy—rahimahullah—sangat sedikit menyebutkan kisah-kisah Isra’iliyyat, dan kisah-kisah yang disebutnya pun selalu diawali dengan kata: qila(dikatakan; konon katanya) atau ruwiya (dikisahkan) , untuk menunjukkan kelemahan kisah tersebut.[6]

Sisi inilah yang tampaknya ingin diperbaharui Syaikh ‘Abdur Ra’uf dalam Turjumanul Mustafid sehingga tafsir berbahasa Jawiy ini juga meliputi kisah-kisah yang dapat kiranya mendatangkan lebih banyak faedah kepada pembacanya. Tidak tertutup kemungkinan, suatu kondisi sosial dan taraf pemikiran masyarakat Aceh kala itu telah mendorong Syaikh ‘Abdur Ra’uf untuk menambahkan kisah-kisah dalam tafsirnya.

Kerja penambahan tersebut kemudian diserahkan kepada muridnya, Baba Dawud Al-Jawiy, dan atas penyerahan tugas tersebut kepadanya dapat dipahami, Baba Dawud adalah seorang ulama yang ahli dalam ilmu tafsir. Sebab, kerja yang dilimpahkan kepada Baba Dawud ini hakikatnya bukanlah suatu kerja yang mudah, dan hanya akan mampu dilakukan oleh seorang alim yang telah mapan dalam ilmu pengetahuannya dan pakar dalam ilmu tafsir Al-Qur’an.

Untuk mencapai tujuan sebagaimana maksud gurunya, Baba Dawud memilih menukilkan dari berbagai tafsir, dan yang terbanyak diambilnya adalah kisah-kisah dari tafsir Al-Khazin. Tidak disebutkan tafsir-tafsir selain tafsir Al-Khazin namun hal ini tentu dapat diketahui dari dalam naskah Turjumanul Mustafid.

Pemilihan tafsir karya Al-Khazin (Abu Hasan ‘Ali bin Muhammad Al-Baghdadiy Asyafi’iy, wafat 741 H) sebagai sumber utama kisah-kisah yang ditambahkan dalam Turjumanul Mustafid adalah dikarenakan tafsir yang diberi judul Lubab At-Ta’wil fi Ma’ani At-Tanzil ini terkenal memuat secara luas peristiwa-peristiwa sejarah dan kisah-kisah umat-umat terdahulu.[7] Kerja Baba Dawud dalam menukilkan kisah-kisah dari tafsir Al-Khazin yang merupakan ringkasan dari Ma’alim At-Tanzil karya Al-Baghwiy ini seyogyanya dapat dicermati dan dikaji untuk dapat diketahui perkembangan ilmu tafsir di Aceh dan Asia Tenggara dewasa itu.

Menerawang Baba Dawud Al-Jawiy

Tentang Syaikh ‘Abdur Ra’uf dan tafsirnya Turjumanul Mustafid sudah sangat sering terbaca dalam berbagai tulisan mengenai sejarah Aceh. Sementara mengenai Baba Dawud Al-Jawiy, sejauh yang diketahui, A. Hasjmy telah membicarakan dan menyebutnya dengan Teungku Chik di Leupu. Begitu pula para pengkaji seperti Azyumardi Azra, Wan Mohd. Shaghir Abdullah kemudian Mehmet Ozay.

Belum banyak yang dapat diketahui tentang Baba Dawud selain ia seorang ulama Aceh berdarah keturunan Turki sehingga lebih dikenal dengan Baba Dawud Ar-Rumiy. Ar-Rum adalah kata-kata dalam bahasa Arab untuk menyebut bangsa Romawi yang imperiumnya berpusat di Konstantinopel. Setelah Dinasti Ustmaniyyah (bangsa Turki) berhasil menundukkan imperium Romawi dan menguasai Konstantinopel, nisbah Ar-Rumiy tetap digunakan untuk menandakan orang-orang yang datang dari ibukota pemerintahan Dinasti Utsmaniyyah.

Dalam teks secara lengkap dituliskan nama: Baba Dawud Al-Jawiy bin Isma’il bin Agha Mushthafa bin Agha ‘Ali Ar-Rumiy. Ada perbedaan pandangan mengenai apakah Baba Dawud telah datang dari Turki atau ia seorang yang terlahir dari ayahnya yang Turki dan ibunya Aceh. Dari cara penulisan nisbah pada teks nama ada sedikit keganjilan. Biasanya, nisbah atau beberapa nisbah berada di ujung sekali setelah nama yang bersangkutan dan silsilah keturunannya semisal ‘Abdur Ra’uf bin ‘Ali Al-Jawiy Al-Fanshuriy. Tapi di sini, nisbah Al-Jawiy secara khusus ditulis setelah nama Baba Dawud sementara nisbah Ar-Rumiy ditulis setelah nama ayah dan kakek-kakeknya. Teks ini, barangkali, hendak mempertegas bahwa Baba Dawud adalah seorang Jawiy, lahir dan besarnya di Aceh, hanya saja ia berasal dari keturunan yang ayah dan kakek-kakeknya berasal dari Rum atau Turki.

Teramati pula bahwa nama ayahnya tidak diawali gelar Agha seperti nama kakek-kakeknya yang bergelar Agha. Asal kata agha bisa jadi dari bahasa Turki, Persia atau Moghul dengan makna yang bervariasi antara lain ketua, panglima, kepala suku atau pelayan yang dikebiri. Agha juga merupakan gelar yang digunakan untuk para komandan pasukan elit infanteri Dinasti Utsmaniyyah yang disebut dengan Janissary (al-Inkasyariyyah; bala tentara baru).[8]

Tampaknya, ayah Baba Dawud yang bernama Isma’il bukan seorang Janissary tapi ia putra dari seorang komandan Janissary di Turki. Isma’il inilah yang sepertinya telah berhijrah dan bermukim di Aceh. Latar belakang hijrahnya ke Aceh belum diketahui, dan kemungkinan seperti yang disebut Azyumardi Azra bahwa Isma’il adalah salah seorang “serdadu bayaran Turki”, tidak memiliki sandaran yang kuat. Perihal hijrah Isma’il ke Aceh bisa saja atas sebab lain di luar urusan kemiliteran. Wan Mohd. Abdullah mencoba memberi kemungkinan lain bahwa Isma’il ini boleh jadi seorang tokoh sufi dalam Thariqat Al-Qadiriyyah. Tapi argumentasi untuk kemungkinan ini pun hakikatnya sangat lemah.

Menarik, nama Baba Dawud itu sendiri. Baba: kata-kata dalam bahasa Persia bermakna ayah dan juga digunakan dengan makna kakek. Baba dengan makna yang serupa juga digunakan dalam Turki dan Urdhu. Sementara kata bab sebagaimana tertulis dalam teks merupakan kependekan dari kata baba. Di sebagian kawasan Islam, kata-kata ini kemudian menjadi sebuah peristilahan untuk menyebut para tokoh sufi yang besar.[9] Dalam thariqat Al-Baktasyiah (Bektashi Order), Baba atau Bab merupakan peringkat syaikh yang hanya dapat dicapai seorang darwis dalam waktu yang lama, yaitu setelah ia dapat memahami dan mengerti simbol-simbol (rumuz).[10] Thariqat ini menyebar di Turki dan behubungan erat dengan Janissary.[11]

Dari sisi kenyataan kakek-kakeknya yang bergelar Agha (komandan Janissary) dan Baba yang dipasangkan pada namanya, mengundang dugaan akan keterlibatannya dalam thariqat Al-Baktasyiah. Tapi kenyataan tersebut sesungguhnya tidak serta merta mendukung dugaan ini, bahkan mungkin sangat jauh dari dugaan. Baba yang dipasangkan pada namanya bisa jadi hanya berarti ia seorang syaikh, guru, atau seorang tokoh sufi besar di luar thariqat Al-Baktasyiah. Dipanggil dengan Baba lebih karena ia berdarah keturunan Turki.

Tambahan bagi Kesusastraan Jawiy

Sebagaimana terlihat, dan sudah lumrah pada naskah-naskah Arab-Jawiy, terutama pada bagian khuthbah (pembuka) dan akhir (kolofon) sebuah karangan, pengarang menulisnya dengan bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jawiy.

Hal yang menarik pada pada teks yang sedang dibicarakan ini, kata “tarjamah” (teks Arab/bahasa sumber) pada baris 1  diterjemahkan dengan kata “dijawikan” (teks Jawiy/bahasa sasaran) pada baris 5. Tentu saja, padanan yang dipilih sangat sesuai dengan makna yang dimaksud dan lebih singkat. Ini suatu hal yang dapat menandakan kelihaian pengarang dalam alih bahasa teks-teks Arab ke dalam Jawiy.

Pada baris ke 9, terlihat ada bagian terjemah yang tidak terdapat dalam teks Arab (sumber), yaitu kalimat: …dan dalam akhirat, dan perkenankan olehmu hai Tuhanku. Bagian ini, mungkin saja, penyempurnaan dari yang tertinggal dalam teks Arab secara tidak sengaja. Kalimat yang seharusnya dalam teks Arab ialah:

نفعنا بعلومه في الدنيا وفي الآخرة آمين

Pada baris 15, kata khilaf adalah tambahan dalam terjemah (sasaran) yang juga tidak terdapat pada teks Arab (sumber). Namun, penambahan ini jelas dimaksudkan untuk lebih memperjelas makna yang diinginkan dalam teks Arab. Teks Arabnya berbunyi:

ويزيد ……. وبعض روايته في القراءة

Yakni, berbagai qira’at selain qira’at mutawatir yang diriwayatkan oleh gurunya, Syaikh ‘Abdurra’uf As-Sinkiliy.

Dalam kapasitasnya sebagai penerjamah teks-teks Arab ke Jawiy secara jelas Baba Dawud menunjukkan kepiawaiannya dalam bahasa sumber dan sasaran. Ia tidak hanya menguasai bahasa Arab dengan baik tapi juga mapan dalam bahasa Jawiy. Bahkan, dengan tugas yang dipercayakan oleh gurunya Syaikh ‘Abdurra’uf As-Sinkiliy untuk menambahkan kisah-kisah dalam Turjumanul Mustafid, ia menjadi salah satu sumber bagi khazanah kesusastraan Jawiy.

Catatan Kaki:

[1] Haji Khalifah (Musthafa bin ‘Abdullah), Kasyf Adz-Dzunun ‘an Asami Al-Kutub wa Al-Funun,  Beirut: Dar Ihya’ At-Turats Al-‘Arabiy, 1941, j. 1, h. 187.

[2] Ibid, h. 188.

[3] Ibid.

[4] Muhammad Husain Adz-Dzahabiy, At-Tafsir wa Al-Mufassirun, Kairo: Maktabah Wahbah, 2000, j. 1, h. 215.

[5] Muhammad Al-Fadhil bin ‘Asyur, At-Tafsir wa Rijaluhu, Kairo: Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah, 1970, h. 99-100.

[6] Muhammad Husain Adz-Dzahabiy, j. 1, h. 213.

[7] Lihat, Muhammad Husain Adz-Dzahabiy, j. 1, h. 222-223.

[8] Mushthafa Barakat, Al-Alqab wa Al-Wadha’if Al-‘Utsmaniyyah, Kairo: Dar Al-Gharib, 2000, h. 173.

[9] Muhammad Nuruddin ‘Abdul Mun’im, “Laqab Baba wa Asyharu man Luqqibu bihi min Al-Mutshawwifah wa Asy-Syu’ara’ wa Al-Iraniyyin”, www.digital.ahram.org.eg .

[10] ‘Abdur Rahman ‘Abdul Khaliq, Al-Fikr Ash-Shufiy fi Dhau’i Al-Kitab wa As-Sunnah, Kuwait: Maktabah Ibn Taimiyyah, 1984, h. 415.

[11] Lihat, ‘Ala’ Musa Khazhim Nawras, “Mada Mas’uliyati Al-Inkisyariyyah fi Tadahwur Ad-Daulah ‘Utsmaniyyah”, dalam Majallah Kulliyat Al-Adab Al-‘Iraqiyyah, Edisi 30, 1981.

************

Penulis: Taqiyuddin Muhammad
(Pakar Epigrafi dari Center for Information of  Samudra Pasai Heritage (CISAH))

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Islam dan IndonesiaSejarah Islam di IndonesiaTafsir Qur’an di Aceh Abad ke 17
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Perjuangan KH. Achmad Dachlan Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

Next Post

Piagam Jakarta dan Makna Sila Pertama

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      906 shares
      Share 362 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post

    Sejarah Sembilan Walisongo: Sunan Giri

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media