• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Senin, September 28, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

    Bukan Sekadar Prestasi, MQL Batch 10 Ajak Muslimah Bertumbuh Bersama Teman Taat

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Jejak Natsir dan Hamka: Sahabat Hingga Akhir Hayat

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 12 mins read
Juni 16, 2026
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Hari itu, Sabtu 6 Februari 1993, hujan deras mengguyur Jakarta. Langit seakan ikut berdiring mengiringi tangis umat Islam. M. Natsir hari itu wafat. Masjid Al Furqon Kramat mengambil wewenang sekitar tiga ribu pelayat berdatangan untuk menyolatkan beliau. Sholat jenazah pun terus menerus dilakukan hingga tiga kali. [1] Umat ​​kalah salah satu pemimpin mereka, yang memimpin, bahkan sejak republik ini belum lahir. Tak terasa, dua belas tahun lalu, M. Natsir baru saja kehilangan sahabatnya, yang juga ulama tercinta milik umat, Buya Hamka. Sekarang Umat harus kehilangan lagi pemimpin mereka.

Umat ​​pantas berduka mendalam. Kedua pemimpin dan sahabat itu telah membimbing mereka selama beberapa tahun mengarungi berbagai pergolakan. Merupakan manusia yang unik. Ditempa dalam masa yang sama, menjadikan mereka sahabat yang diikat oleh satu kalimat yang haq.

Usia mereka hanya terpaut 6 bulan. Buya Hamka lahir 17 Juli 1908. Sedangkan M. Natsir 17 Februari 1908. Mereka sama-sama berasal dari Sumatera Barat. Bedanya Buya Hamka besar di sana, sedang, Natsir hijrah ke Bandung. Namun, mereka yang hadapi sama. Islam kala itu ditepikan dari pergolakan. Paham kebangsaan-lah yang menjadi primadona. Banyak yang menanggap agama tidak ada sangkut pautnya dengan kebangsaan. Islam juga dipojokkan ke sudut ritual semata. Kebencian terhadap Islam dihembuskan sangat kencang. Utamanya oleh kaum Komunis. Sarekat Islam dipecah. Tokoh Islam semacam Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim di hantam kanan dan kiri melalui fitnah dan mengisi hina. Hingga menurut Buya Hamka, saat itu timbul perasaan rendah diri dalam umat Islam. Bahkan dalam kalangan Islam sendiri timbul rasa malu untuk bergerak memanggul nama Islam. Namun ada kumpulan pejuang yang tampil depan mendukung nama Islam. Mereka adalah sekelompok pejuang Islam dari Bandung, yang tampil maju dengan namaPembela Islam .

You might also like

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

September 4, 2026

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Buya Hamka menuturkan, sepulangnya dari Mekah yang pertama tahun 1927, ia lalu ke Medan beberapa bulan. Kemudian kembali pulang ke Padang Panjang. Tahun 1929 ia menikah. Kemudian di sana ia menjadi ketua Muhammadiyah Padang Panjang. Saat ini ia membaca sebuah majalah yang diterbitkan dari Bandung, bernama Pembela Islam .

“Mulai saja majalah itu dibaca, timbullah dalam jiwa semangat yang terpendam adalah semangat yang berhasil berjuang dalam Islam. Artikel-artikel yang diterbitkan di sini menggugah perasaan hati untuk bangkit, bergerak, berjuang hidup dan mati dalam Islam, ” demikian tutur Buya Hamka. [2]

Pembela Islam berjuang membawa Islam. Islam yang tanpa kata ‘dan’. Islam yang sudah mencukupi dirinya, tanpa embel-embel lain, seperti ‘Islam dan Kebangsaan’.

Majalah Pembela Islam memang benar-benar membebaskan mata banyak orang, termasuk Buya Hamka. Dalam artikel-artikelnya terdapt tulisan dari M. Sabirin, seorang tokoh Sarekat Islam. Ali Harhara, seorang penganjur Al Irsyad dari Surabaya. Ustadz A. Hassan dalam rubrik ‘Soal-Jawab’ masalah agama. Dan murid A. Hassan, yaitu M. Natsir yang menjadi corong Pembela Islam , dalam beragam tulisannya yang mengupas berbagai soal, mulai dari politik, soal Kristen, pendidikan hingga sejarah. Dihadirkan dengan bahasa Indonesia yang sederhana dan hidup. Mudah dimengerti dan realistis. Tak pelak, tulisan dari M. Natsir-lah yang menjadi paling ditunggu-tunggu, termasuk oleh Buya Hamka.

“Artikel-artikel dari M. Natsir di majalah Pembela Islam itu sangat menarik hati saya. Saya pun seorang pengarang. Tapi saya setuju dengan karangan. Natsir memberi saya bahan untuk hidup, sehingga tertarik tertarik pada saya untuk tulisan-tulisannya, saya pun mencoba mengirim karangan untuk Pembela Islam , dan karangan saya perlu dan memperbaikinya dalam Pembela Islam . ” Begitulah kesaksian Buya Hamka. [3]

Buya Hamka saat itu bukan anak kemarin yang sakit juga. Dia sudah menjadi penulis. Beragam tulisannya dimuat diberbagai media seperti Seruan Islam, Nibras, Suara Muhammadiyah, hingga Bintang Islam . Bahkan pemimpin Bintang Islam saat itu, H. Fachrodin, yang juga tokoh Muhammadiyah dan Sarekat Islam yang memenangkan tulisan Buya Hamka. Puncaknya adalah kompilasi Buya Hamka dari Majalah Pedoman Masyarakat tahun 1936. Padahal saat itu usianya baru 28 tahun. Majalah itu begitu sukses, hingga oplahnya setiap diterbitkan mencapai 4000 eksemplar. [4] Pada saat itu sulit. Pedoman MasyarakatKeterangan tulisan beragam tokoh, dari Islam, seperti H. Agus Salim, hingga nasionalis seperti Soekarno. Tak luput juga M. Natsir menjadi pembacanya. Menurut Natsir, Tidak salah jika dikeluarkan, umat Islam diseluruh Indonesia memandang Medan (tempat diterbitkannya Pedoman Masyarakat ) sebagai pusat yang menerbitkan ruh dan menerjemahkan Islam saat itu. Bahkan menurutnya,

“Diucapkan banyak disajikan karangan-karangan yang sangat berharga. Jika pemuda-pemudi kita sekarang ini membaca, akan tetap merasakan aktualitasnya dan akan tetap membutuhkan masa depan. ” [5]

Begitulah kemudian Buya Hamka dan M. Natsir saling mengenal lewat tulisan. Berhasil menorehkan pena dalam berjuang. Namun yang unik adalah tulisan Buya Hamka yang menjadi sasaran kritik tajam dan keras A. Hassan, guru dari Natsir. Jadi kerasnya kritik A. Hassan untuk Buya Hamka ,, jadi A. Hassan menerbitkan majalah Al Lisan edisi khusus ‘Hamka.’ Hamka mengumpamakan, jika tak kuat jiwanya, bisa hancur mentalnya oleh kritik tersebut. Namun Buya Hamka tak membenci A. Hassan. Meskipun dalam pidatonya saat dikukuhkan gelar Doktor oleh Universitas Al Azhar Kairo, Buya Hamka menyebut A.Hassan sebagai tokoh pembaharu Islam di Indonesia.

Perkenalan antara Natsir dan Hamka lewat tulisan, mengantarkan mereka untuk saling kenal dan bertemu. Desember 1931, mereka pertama kali berjumpa. Bandung dan bertemu dengan tokoh-tokoh Pembela Islam dan Persatuan Islam seperti Natsir, Fakhrudin Al Khahiri, dan A. Hassan.

Buya Hamka ingat betul kesan pertama bersua dengan Natsir. Ia mengenang,

“Di waktu itu saya bertemu seorang pemuda sebaya saya, tetapi lebih tampan dari saya. Wajahnya tenang, simpatik, selalu senyum dan berkaca-mata. Tingginya sedang, sikapnya lemah-lembut. Ketika kita berbicara dengan dia, butir-butir pembicaraan kita dia memutuskan dengan seksama, kemudian jika dia tidak setuju atau berlain pendapat, dia nyatakan komentarnya, nampak sambil lalu, tetapi dengan tidak kita sadari, komentarnya itu telah membuat kita harus mengharapkan kita mengatakan dengan seksama. ” [6]

Hubungan Nasir dan Buya Hamka makin padu karena makin paham mereka tentang agama. Yaitu paham ‘Kaum Muda’ atau paham yang menggerakkan reformasi agama, untuk kembali pada Quran dan Sunnah. Dan memuji lainnya adalah pemahaman Islam yang tanpa kata ‘dan.’ Jika Buya Hamka berkunjung ke Bandung, disempatkannya bertamu ke rumah Natsir dan bermalam di sana. Dilihatnya kehidupan Natsir yang sederhana dan selalu sholat diawal waktu.  “Semuanya membuat lebih banyak hubungan mesra kami!” Kenang Buya Hamka.

Natsir, Hamka dan Isa Anshori di tahun 1941
Natsir, Hamka dan Isa Anshori di tahun 1941

Tahun 1941, Buya Hamka bertemu kembali dengan M. Natsir ditemani oleh KH Isa Anshari. Natsir dan KH Isa Anshari sama-sama pemuda Sumatera Barat yang besar di Bandung. Mereka mengabadikan momen mereka dipertengahan Januari 1941 itu, dengan berfoto bersama. Sebuah foto yang menjadi kesaksian kedekatan mereka bertiga, kelak menyatukan mereka dalam Islam di Konstituante, lebih dari 20 tahun kemudian. Selepas berfoto, KH Isa Anshari dan M. Natsir mengantarkan Buya Hamka berangkat ke Jakarta. Seketika sampai di Hotel Islam Sumatera di Jakarta (sekarang jalan Gajah Mada), dia membaca kabar yang diterima Belanda dan kemudian diasingkan ke Sukabumi. Menanggapi ini, M. Natsir meminta pembelaannya kepada ayah Buya Hamka, Haji Abdul Karim Amrullah, yang biasa dikenal dengan Haji Rasul. Natsir menolak meminta pemerintah kolonial yang menanggap Haji Rasul telah menganggu ketentraman dan menanam bibit kebencian pada pemerintah. Menurut Natsir, menentang Haji Rasul telah melakukan perlawanan terhadap paham komunis di Minangkabau. Natsir kemudian memaparkan,

“Tempat beliau di dalam masyarakat Minangkabau khusus dan masyarakat Indonesia umumnya, di tempat seperti ‘Bondsvoorzitter’ (presiden) dari salah satu politieke ‘frie’. Dia yang meminta sembarang ‘pemimpin’ dengan makna kata yang gaib kita maksud dengan perkataan itu. Akan Tetapi Tuan seorang ‘Inja ”, tempat memulangkan setiap-urusan; Beliau seorang ‘guru’, seorang hervormer (pembaharu) dengan arti yang dalam. ”

Natsir kemudian mengemukakan kesaksiannya dengan banyak tokoh-tokoh masyarakat Minangkabau. Dengan mata berlinang, banyak yang berkata; “Alangkah demi langkah, jika saya bisa menyetujui dia mengalami kesengsaraan seperti yang dia alami itu! Kenapakah bukan milikku yang masih kuat ini! Kenapakah dia yang sudah uzur harus sudah semua itu! ” [7]

Zaman terus berputar, sejarah datang menggambarkan perjalanan bangsa ini. Selepas kemerdekaan, Natsir dan Buya Hamka sama-sama bergerak mengisi riwayat tinta. Buya Hamka banyak bergerak di medan dakwah, Natsir menceburkan diri dalam politik lautan. Namun pena tajam membanjiri media massa yang ada untuk membimbing dan menggerakkan langkah umat. Saat kedudukan Natsir semakin tinggi, puncaknya sebagai Perdana Menteri, persabahatan mereka tetap rapat. Buya Hamka mengingatnya kembali,

“Di kala Natsir jadi Perdana Menteri (1950), sebuah mobil berhenti di sebuah gang yang menuju rumah saya kira kira kira 8 malam, di Gang Toa Hong II no. 141, Sawah Besar. Seorang turun memberi tahu dengan berbisik:

Pak Natsir datang menjemput Bapak.

Perdana Menteri … . ? tanya saya.

Kawan itu mengangguk. Dan sayapun segera meninggalkan dan turun dari rumah. Lalu langsung menuju ke mobil yang sedang menunggu. Natsir ada di dalam mobil itu. Dia mempersilakan saya naik dan saya duduk di sampingnya.

Demikianlah sementara tempat berjauhan, namun hati terasa selalu dekat. Di waktu-waktu yang penting juga selalu bertemu dan bertukar fikiran. ” [8]

Waktu-waktu penting menjadi semakin penting, kompilasi tahun 1957 suhu politik memanas. Sumber panas itu tak lain dari kota Bandung, tempat berlangsungnya sidang konstituante. Salah satu agenda sidang adalah menentukan dasar negara. Kekuatan-kekuatan besar saling mengadu pikiran. Blok Islam yang diwakili partai Masyumi, NU, Perti, dan beberapa golongan lainnya berhadap-hadapan dengan blok yang mengusung Pancasila, yang diwakili PNI, PKI, dan golongan-gologan lain. Presiden Soekarno pun mengubah, siapa pun yang mau menyesuaikan dengan revolusi akan dilanda revolusi. Namun hal itu tak menyurutkan langkah para pejuang Islam. Natsir dan Hamka pun tampil ke muka. Berjuang untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara.

Satu kejadian unik, bahas Natsir saat itu. Ketika ia sedang menghidangkan pikirannya dipodium, ‘Dasar-Dasar Hidup Bernegara’ yang mengedepankan Islam, dihadapan golongan Islam, Nasionalis, Komunis, Katolik, Protestan dan lainnya, Buya Hamka sibuk menggoreskan penanya. Mengalirkan sajaknya. Setelah Natsir turun dari podium, Buya Hamka menyisipkan secarik kertas ke dalam saku Natsir. Kertas yang berisi sajak yang menggugah. [9]

“Meskipun bersilang keris di Leher
Berkilat pedang dihadapan matamu
Namun yang Benar Kau sebut Benar also

Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada N usa

Jibril berdiri di sebelah kananmu
Mikail berdiri di sebelah kiri
Lindungilah Ilahi memberi tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu, Hai Natsir, suara kaum-mu

Ke mana lagi Natsir, ke mana kita lagi
Ini berjuta kawan sefaham
Hidup dan mati bersama-sama untuk
meminta ridha Ilahi
Dan aku pun minta!
Dalam daftarmu … ”[10]

Sebuah sajak yang menggugah Natsir dan tak akan dilupakannya. Terlebih kompilasi makin mencekam. Presiden Soekarno mentahbiskan sebagai pemimpin besar revolusi dengan Demokrasi Terpimpin sebagai tunganggannya. Komunis menjadi penumpang gelapnya. Melindas siapa pun yang tak pantas. Natsir menyingkir kemudian bergabung dengan Pemerintahan Revolusi Republik Indonesia (PRRI), sebagai aksi untuk mengkoreksi rezim Soekarno. Partai Masyumi semakin bernaung Natsir dan Hamka semakin terjepit. Dalam perlawannnya di sumatera barat, 1959, Natsir mendengar suara lantang Buya Hamka. Berpidato di Konstituante, yang semakin terperosok ke dalam genggaman Soekarno.

“Trias Politica sudah kabur di Indonesia
Demokrasi terpimpin adalah totaliterisme
Front Nasional 
adalah partai Negara ”

“Pidato Hamka yang tersiar juga di surat kabar dan radio dan sampai juga ke tempat saya, yang waktu itu berada di staisun radio PRRI di Sumpur Kudus, Sumater a Barat .” Kenang Natsir. [11]

Natsir kemudian menambahkan, “Suara Hamka demikian itu, kami rasakan sebagai halilintar di siang hari, yang tadinya kami tak diduga-duga pada malamnya, tanggal 23 Mei, saya coba-coba menjawab Hamka dengan sebuah sajak dan disiarkan oleh radio PRRI, bunyinya sebgai diikuti
DAFTAR
Saudaraku Hamka
Lama, Suaraya tak kudengar lagi
Lama…
Kadang-kadang, di
tengah-tengah si pongang mortar dan mitraleur
Dentuman bom meriam sahut –menyahut
Kudengar tingkahan irama sajakmu itu
Yang pernah kau hadiahkan kepadaku
Entahlah, tak kunjung namamu bertemu di “ ”

Tiba-tiba,
Di tengah-tengah gemuruh ancaman dan gertakan
Rayuan umbuk dan umbai silih berganti
Melantang menyambar api kalimah-hak dari mlutmu
Yang biasa besenandung itu
Seakan tak terhiraukan olehmu bahaya dilindungi


pancangkan!
Pancangkan olehmu wahai Bilal!
Pancangkan Panji-panji Kalimat Tauhid,
Walaukarihal –kafirun!
Berjuta waktu untuk masuk ke
dalam “daftarmu”


Saudaramu, Tempat 23-5-1959 
” [12]

Benar saja. Masuk memang masuk daftar dalam saku rezim soekarno. Natsir masuk tahanan terlebih dahulu. Buya Hamka pun diundang pada 27 Januari 1963.

“Dalam keadaan tak tahu apa kesalahan saya di tengah hari biarlah berpuasa, saya dijemput dan dicabut dengan segenap kekerasan dari ketentraman saya dengan anak-anak, disisihkan dari masyarakat dan dimasukkan ke dalam tahanan,” tutur Buya hamka. [13]

M. Natsir, Buya Hamka dan mantan perdana menteri Malaysia, Tun Abdul Razak di Serawak.  Sumber foto: Buku: Kenang-Kenangan 70 tahun Buya Hamka (1979).
M. Natsir, Buya Hamka dan mantan perdana menteri Malaysia, Tun Abdul Razak di Serawak. Sumber foto: Buku: Kenang-Kenangan 70 tahun Buya Hamka (1979).

Natsir dan Hamka sama-sama merasakan direnggutnya kebebasan mereka. Meskipun tempat penahanan mereka berbeda, namun sama-sama merasakan kepedihan rezim yang berkuasa. Akhirnya kabar itu akhirnya terdengar juga. Setelah rezim Soekarno terguling, mereka merasakan segarnya angin kebebasan. Saat syukuran akbar menyambut bebasnya tokoh-tokoh Masyumi di Mesjid Al Azhar Kebayoran, di tengah bertemu lautan manusia yang menyambutnya, bertemu bertemu.

“Bagaimana, sudah diterima?” Tanya Natsir pada Hamka.

“Sudah” jawab Hamka. [14]

Rupanya, saat puisi Natsir untuk Hamka disiarkan oleh radio PRRI, ada seseorang yang merekamnya ,. Kemudian disampaikan puisi itu pada Buya Hamka. Hidup mereka terus bergulir. Ditengah kekangan rezim orde baru mengisolir mereka dari pentas politik, ikut aktif dalam ranah dakwah. M. Natsir terus membentangkan sayap dakwah bersama Dewan Dakwah, sedangkan Buya Hamka aktif berceramah di radio dan televisi, mengalirkan tulisannya melalui Panji Masyarakat. Aroma aktif busuk sekularisme dan krsitenisasi yang mulai merebak. Mereka menjadi pengawal umat.

Hingga akhirnya, kabar duka pun terdengar. 24 Juli 1981, umat Islam berduka. Buya Hamka wafat. Dari menara masjid Al Azhar berulang-ulang mengumumkan kabar duka tersebut. Berita kematian Buya Hamka tersebar begitu cepat. Ribuan pelayat mulai memenuhi Masjid Agung Al Azhar. Kompleks Masjid Al Azhar seluas 43 ribu meter persegi itu penuh oleh jemaah. Ribuan orang berebut untuk bergantian mengangkat keranda sang ulama. “Selamat Jalan Buya” terdengar dari para pelayat. Sepanjang jalan dari Masjid Al Azhar di Kebayoran Baru hingga TPU Tanah Kusir ganti pelayat. Diantara pelayat, datanglah sang sahabat. Mohammad Natsir. 12 tahun kemudian, 6 Februari 1993, takdir Allah tergores dalam lembaran sejarah umat. menyusulah sang sahabat. Sahabat yang diikat oleh persetujuan cita-cita sampai akhir hayat. [15]

******

  1. Pemimpin Pulang. Rekaman Peristiwa Wafatnya M. Natsir . Yayasan Piranti Ilmu. Jakarta. 1993
  2. Hamka. Kenang-kenangan Hidup. Jilid 2. Bulan Bintang. Jakarta. 1974.
  3.  Panitya Buku Peringatan Moh. Natsir / Moh. Roem 70 tahun. M. Natsir. 70 tahun Kenang-kenangan Kehidupan & Perjuangan. Pustaka Antara. Jakarta. 1978
  4. Hamka. Kenang-kenangan Hidup. Jilid 2. Bulan Bintang. Jakarta. 1974.
  5. Busyairi, Badruzzaman. Catatan Perjuangan HM Yunan Nasution. Pustaka Panjimas. Jakarta. 1985.
  6. Panitya Buku Peringatan Moh. Natsir / Moh. Roem 70 tahun. M. Natsir. 70 tahun Kenang-kenangan Kehidupan & Perjuangan. Pustaka Antara. Jakarta. 1978
  7. Natsir, M. Capita Selecta. Jilid 1. Van Hoeve. Bandung 1954.
  8. Panitya Buku Peringatan Moh. Natsir / Moh. Roem 70 tahun. M. Natsir. 70 tahun Kenang-kenangan Kehidupan & Perjuangan. Pustaka Antara. Jakarta. 1978
  9. Hamka ke-70
  10. Kenang-kenangan 70 tahun Buya Hamka . Yayasan Nurul Islam. Jakarta.
  11. Idem
  12. Idem
  13. Prof. DR. Hamka. Tafsir Al Azhar Juz 1. Pustaka Panjimas. Jakarta. 2004
  14. Panitya Buku Peringatan Moh. Natsir / Moh. Roem 70 tahun. M. Natsir. 70 tahun Kenang-kenangan Kehidupan & Perjuangan. Pustaka Antara. Jakarta. 1978
  15. Hamka, Irfan. Ayah. Penerbit Republika. Jakarta. 2013

***********

Penulis: Beggy Rizkiansyah
(Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB))

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

Tags: Beggy RizkiansyahIslam dan IndonesiaMuhammad NatsirProf. Dr. Buya Hamka
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Sebuah Janji untuk Ki Bagus Hadikusumoa

Next Post

Parenting Islami (Bag. 1): Hidayah Hanyalah Milik Allah Ta’ala

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (2), Prof Abd al-Fattah el-Awaisi: Karakter Pembebas Baitul Maqdis, Mentauhidkan Allah dan Berbakti kepada Orang Tua

    Agustus 19, 2026
    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis
    Al-Maqdisi Studies

    Maqdisi Al-Isra Night (1) Tekankan Ilmu dan Amal sebagai Bekal Pembebasan Baitul Maqdis

    Agustus 19, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      905 shares
      Share 362 Tweet 226
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berbicara dengan lugas dan tegas saat Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden, saya ngomong agak tak enak ya, Pak. Sorry ye," ujar Hasan Abdullah Sahal. Menurut Kiai Hasan, Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi. la juga mengajak untuk tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menjadikannya pijakan untuk menciptakan perubahan dan membangun peradaban. "Dulu Bapak Presiden Soekarno, (bilang) Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah Gontor. Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah," kata Kiai Hasan. #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    • Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.  Peringatan satu abad tersebut menjadi momentum kesyukuran atas perjalanan panjang Gontor dalam bidang pendidikan sekaligus refleksi memasuki abad kedua pengabdiannya.  Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan perjalanan dan makna satu abad pengabdian PMDG bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Menurutnya, para pendiri Gontor telah ikhlas mewakafkan ide, nilai, sistem, lembaga, dan cinta kepada bangsa Indonesia  “Sehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini. Dan semuanya mencintai kita semua,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.  Usai menyampaikan sambutan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo. Mushaf Gontor menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG yang proses penulisannya telah dimulai sejak 2023 dan dikerjakan oleh lingkungan santri serta guru Gontor.  Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat hadir bersama keluarga besar Gontor pada momentum bersejarah satu abad perjalanan pondok tersebut.  “Kita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Presiden.  Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang terus menjadi korban serangan Israel. Prabowo mengatakan, Indonesia seolah masih kurang berdaya dalam membantu masyarakat Palestina yang terus dibantai dan dibom.  "Tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #prabowo #nasional #indonesia
    Next Post

    Parenting Islami (Bag. 1): Hidayah Hanyalah Milik Allah Ta'ala

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media