Status sosial mengagumkan dari seseorang karena Harta, jabatan dan gelar akademiknya sama sekali bukan jaminan indah dan baiknya kepribadian orang tersebut dgn adab.
Ilmu itu jauh berbeda dengan akhlaq dan adab, apatah lagi status sosial,jabatan dan harta, orang yg berilmu itu belum tentu memiliki adab yg baik, demikian pula orang kaya, pejabat dan tokoh masyarakat.
Betapa banyak orang- orang memiliki kapasitas keilmuan yg tinggi karena telah menuntaskan jenjang pendidikan S1, S2, S3 bahkan hingga ke luar Negri, akan tetapi adabnya tak lebih dari ES Teler atau ES BATU.
Sebaliknya betapa banyak orang- orang desa yang tinggal nun jauh di pelosok kampung terpencil, tak mengenal bangku pendidikan formal meskipun ES DE.
Saban hari sejak pagi buta mereka bergelut dengan tanah, tetumbuhan dan hewan peliharaan, jalan yg mereka tempuh hampir di setiap waktu hanya dari rumah menuju ladang dan dari ladang menuju rumah.
Jangankan masuk dan duduk di ruang kelas, melihat bangunan sekolah saja sangat jarang.
Jangankan membeli diktat dan mengoleksi buku, membeli pensil saja mungkin tak pernah.
Jangankan menganalisa ilmu, membaca saja mereka terbata- bata, namun ketika kita berinteraksi dengannya, sungguh adab mereka luar biasa mengagumkan tak terkira.
Lantas apa sejatinya adab itu yg membuat ia lebih unggul dari hanya sekedar Ilmu belaka?
Al Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Bari menuturkan adab itu adalah :
الأخذُ بمكارم الأخلاق
Mengambil Akhlaq ( tata krama) yang mulia. ( Fathul Bari 10/400 )
Oleh karena pentingnya tata krama yg akan membuat indah tingkah laku seseorang dalam kehidupannya tatkala berinteraksi dengan apapun dan siapapun di Dunia, maka Allah Azza wa Jalla mengutus sosok manusia Agung yg tak tertandingi kemuliaan adab dan tata kramanya sepanjang masa, Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa salam dan Allah mengumumkan kepada seluruh manusia pujian Nya pada adab beliau :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴾ [القلم
Dan sungguh engkau wahai Muhammad sungguh sungguh berada di atas akhlak yg agung.
Berkata Imam Athiyyah Al Aufiy tetang makan ayat di atas : sungguh engkau wahai Muhammad benar – benar berada di atas adab yg sangat mulia. ( Tafsir Ibnu Katsir 4/ 188 ).
Karena pentingnya adab sehingga Rasulullah shalallahu’alahi wasallam bersabda menerangkan tentang tujuan kenabiannya:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
Hanya saja aku di utus oleh Allah untuk menyempurnakan tata Krama/akhlaq yg mulia.
Karena pentingnya adab sehingga para ulama salaf selalu mewasiatkan kepada para orang tua dan pendidik di masa lalu:
Didiklah anak – anak kalian terlebih dahulu dengan adab sebelum mengajarkan kepada mereka ilmu.
Sungguh betapa banyak petuah- petuah ulama salaf yg dinukilkan kepad kita agar mendahulukan adab sebelum ilmu.
Abu Nu’aim Al Ashbahani dalam kitab beliau menukil dari Imam Sufyan Al Tsauri ia berkata :
كان الرجلُ إذا أراد أن يكتب الحديث تأدَّب وتعبَّد قبل ذلك بعشرين سنةً؛
Dahulu seseorang jika ia hendak menulis/ belajar hadits maka ia terlebih dahulu memperbaiki adab dan ibadahnya selama 20 tahun lamanya. (Hilyatul Auliya 6/361).
***********
Penulis: Ustadz Fadlan Akbar, Lc., M.HI
(Dosen STIBA Makassar)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)







































































