MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Di usia yang masih belia, ratusan siswa SD sudah belajar satu hal penting: mencintai Al-Qur’an harus berjalan seiring dengan mencintai saudara yang tertindas. Spirit itu terasa kuat dalam kegiatan Siraman Manis (Silaturahim Bersama Imam Palestina) yang digelar BMH Sulawesi Selatan bersama SD Integral Albayan di Masjid Umar Al Faruq, Kampus Utama Hidayatullah, Makassar, Jumat (26/2/2026).
BMH Sulsel dan SD Integral Albayan menghadirkan Imam Palestina, Mohammad Ibrahim Daud, sebagai narasumber utama. Ia merupakan pengajar tahfidz Al-Qur’an yang aktif membina generasi muda.
Sejak pagi, ratusan siswa kelas satu hingga kelas enam mengikuti kegiatan dengan tertib. Para siswa duduk rapi bersama guru dan ustadz. Mereka menyimak kisah serta nasihat tentang Al-Qur’an dan kondisi masyarakat Palestina.
Kepala SD Integral Albayan, Abdullah Bahsan, menilai kegiatan ini sebagai momentum pendidikan karakter. Ia menyatakan kegiatan tersebut memotivasi siswa untuk menghafal Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan empati.
“Kegiatan ini sangat berharga dan menjadi motivasi untuk siswa dalam menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ketua Panitia Ramadhan BMH Sulsel, Rizki Da Costa, menegaskan bahwa Siraman Manis bukan sekadar agenda silaturahim. Panitia menjadikan forum ini sebagai sarana menanamkan kepedulian terhadap Palestina menjelang Ramadhan.
“Anak-anak sejak dini harus ditanamkan akhlak, kepedulian, semangat belajar, dan keberanian membela kebenaran,” katanya.
Panitia juga mengajak siswa untuk berdonasi sesuai kemampuan. Para siswa belajar berbagi sebagai bentuk solidaritas kepada anak-anak Palestina. Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui program kemanusiaan untuk masyarakat Palestina.
Rizki menambahkan bahwa pendidikan karakter harus utuh. Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an harus melahirkan kepedulian terhadap umat.
Dalam tausiyahnya, Mohammad Ibrahim Daud mengajak siswa untuk menjaga semangat belajar dan akhlak. Ia menanamkan keyakinan bahwa generasi muda Indonesia memiliki peran besar di masa depan.
“Kelak kalian akan menjadi pemimpin masa depan yang membawa perubahan untuk bangsa dan umat,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi peran para guru. Ia mengingatkan agar para pendidik membimbing siswa dengan kelembutan karena mereka merupakan aset masa depan umat dan bangsa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan BMH Sulsel. Program ini menghadirkan edukasi spiritual sekaligus membangun solidaritas kemanusiaan.
Melalui forum seperti ini, anak-anak Indonesia tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar merasakan penderitaan sesama dan bertindak nyata. Bekal ini akan membentuk generasi yang mencintai Palestina bukan karena slogan, tetapi karena kesadaran iman dan kemanusiaan.
Laporan: Humas BMH

















































































