MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Jumat dini hari, 15 Agustus 2025, Bandara Sultan Alauddin Makassar menjadi saksi kedatangan 9 dai dan 3 daiah muda. Mereka bukan sekadar lulusan kampus dakwah STID M. Natsir, melainkan utusan perjuangan yang mengemban amanah besar: mengabdi di pelosok Sulawesi Selatan demi menyalakan cahaya iman.
Setibanya di Makassar, para dai langsung menuju kantor Dewan Da’wah Masjid Sultan Alauddin. Pagi itu, suasana khidmat terasa ketika lantunan doa dan khutbah Jumat KH. Muhammad Said Abdul Shamad menguatkan langkah mereka.
Pertemuan hangat dengan Ketua Dewan Da’wah Sulsel, Prof. Dr. H. Syahrir Mallongi, M.Si., dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Dewan Da’wah Pusat dan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Sulsel, menandai ikatan kokoh dalam melanjutkan estafet dakwah.
Sebelas dai muda ini merupakan bagian dari 225 dai yang sebelumnya dilepas secara nasional di Gedung MPR RI Jakarta, dalam acara yang turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nurwahid, dan Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung. Dari ibu kota, langkah mereka kini menapaki 10 kabupaten di Sulawesi Selatan, mulai dari Jeneponto, Pinrang, Enrekang, Toraja, Sinjai, hingga desa-desa pelosok yang jarang tersentuh cahaya dakwah.
Tradisi pengutusan dai ke pedalaman bukanlah hal baru. Lebih dari 50 tahun lalu, pendiri Dewan Da’wah, almarhum Mohammad Natsir, telah memulai gerakan mulia ini dengan mengirim pemuda tamatan pesantren dan SMA ke daerah terpencil. Kini, semangat itu kembali hidup dalam diri generasi muda yang rela berkorban demi agama dan bangsa.
Ustaz Dr. Askar Patahuddin, koordinator penjemputan, menyampaikan dengan penuh haru atas kedatangan para dai tersebut.
“Mereka adalah utusan Allah, penerus risalah Nabi. Tugas kita adalah memuliakan dan mengayomi mereka. Kaki kita tak mungkin menginjak semua pelosok negeri, tetapi melalui doa, infak, dan dukungan, kita ikut membangun iman dan ilmu di tanah jauh itu,” ujarnya.
Program dakwah yang akan dijalankan para dai ini sederhana, namun memiliki misi agung: mengajarkan al-Qur’an, membimbing shalat, menanamkan ilmu dasar Islam, serta merangkul jiwa-jiwa yang haus akan manisnya iman.
Namun perjuangan ini membutuhkan dukungan. Dewan Da’wah Sulawesi Selatan mengajak umat untuk berpartisipasi dalam membiayai perjuangan para dai dengan infak terbaik melalui rekening ADI DD Sulsel (BSI: 1030818721).
Dana ini akan digunakan untuk mendukung pendidikan di Akademi Dakwah Indonesia, mencetak dai yang tangguh, berilmu, dan siap menjaga negeri dengan cahaya Islam.
Di pundak para dai muda ini terletak amanah dakwah, sementara di tangan umat terletak dukungan agar amanah itu terjaga. Bersama-sama, mari nyalakan cahaya Islam hingga ke pelosok nusantara.
Laporan: Humas DDII Sulsel
Editor: Admin MDcom













































































